Keren, Siswa SMP Negeri 1 Margasari Daur Ulang Sampah Plastik Menjadi Minyak Tanah.

BICARA tentang sampah, tidak ada seorang pun di dunia yang menyukainya. Namun, dalam hidup, kita tidak akan pernah lepas dari sampah.
Manusia adalah makhluk penyumbang sampah terbesar di dunia. Berdasarkan penelitian, Indonesia menyumbang sampah 4,8 juta per tahunnya.
Sampah merupakan sisa-sisa pembuangan dari limbah rumah tangga, industri, dan sebagainya. Sampah plastik misalnya, kebanyakan berasal dari sisa limbah rumah tangga. Ironisnya, sampah plastik sangat susah terurai, bahkan sampai ratusan tahun secara alamiah tidak akan terurai sempurna.
Namun, sebenarnya sampah plastik bisa dimanfaatkan untuk membuat BBM melalui proses pirolisis. Pirolisis adalah proses pemisahan senyawa kimia melalui pemanasan suhu tinggi.
Setelah membaca beberapa referensi tentang pirolisis, beberapa siswa SMP Negeri 1 Margasari merasa tergelitik untuk melakukan percobaan sederhana. Yakni mengubah sampah plastik menjadi BBM.
Kegiatan ini dilakukan di tengah kejenuhan menjalani Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang entah kapan akan berakhir. Percobaan pertama ini dilakukan, Rabu (22/9), di bawah bimbingan guru pembimbing penelitian sains, Agus Umar Hakim,.
“Percobaan ini dilakukan untuk membuktikan teori pirolisis, ” ujar Pak Agus Umar, yang juga guru bahasa indonesia.
Agus Umar mengatakan teori pirolisis adalah proses pemisahan senyawa kimia atau dekomposisi senyawa kimia melalui pemanasan suhu tinggi/pembakaran dalam ruang tertutup. Adapun teori yang digunakan dalam percobaan ini adalah teori pirolisis, destilasi, pengembunan, dan penyubliman.
Lebih jauh, Agus mengatakan, jika percobaan ini diltindaklanjuti dalam skala pekerjaan yang lebih luas lagi, maka akan dapat menjawab persoalan perlik sampah plastik di sekitar kita.
Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk melalukan percobaan ini, yaitu sampah plastik kering, kaleng bekas, pipa kecil, selang plastik kecil, lem, amplas, dan cutter. Langkah-langkahnya, yaitu beri lubang pada kaleng bekas sesuai diameter selang, amplas lubang yang sudah dibuat, lalu masukkan pipa ke lubang tadi.
Sambungkan selang pada pipa kecil tadi, beri lem di sekeliling kaleng yang sudah dipasangi pipa dan tunggu sampai lem mengering sekitar 10 menit. Sambil menunggu lem kering, carilah sampah plastik yang sudah kering, kemudian masukkan sampah-sampah ke dalam kaleng sampai penuh.
Jika sudah penuh, tutup kaleng sampai rapat, kemudian letakkan kaleng di atas kompor, tunggu plastik hingga meleleh sekitar 10 menit. Dalam percobaan kali ini, kami mengalami sedikit kendala karena ternyata selang yang digunakan juga ikut meleleh saat proses pemanasan.
“Hal ini dikarenakan antara sambungan pipa dan selang plastik tidak diberi pendingin,” terang Agus Umar.
Percobaan daur ulang sampah plastik yang diinisiasi siswa siswi SMP Negeri 1 Margasari mendapat dukungan Kepala SMP Negari 1 Margasari, Nur Salim. Dia memberi saran agar setiap kelas bisa mendukung kegiatan ini, dengan cara memisahkan sampah organik dan sampah anorganik.
Sampah organik bisa dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos, sementara sampah anorganik dapat dimanfaatkan untuk membuat bahan bakar minyak (BBM). Nur Salim menambahkan apabila kegiatan ini dilakukan secara sungguh-sungguh, tidak mustahil sekolah akan menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lainnya. (*)
Reporter: Firda Tri Rakhmawati, Farah Ramadhani Gunawan
Editor: Intan Fajar Gemilang