Diposkan pada PROFIL

Mengenal Lebih Dekat dengan Sang Motivator

BEKERJA sebagai pendidik adalah pengabdian tanpa batas. Itu pulalah yang melatarbelakangi tekad Agus Budiyanto untuk memilih menjadi guru sebagai profesinya.

Bukan tanpa alasan, Agus Budiyanto memilih untuk mengabdikan separuh hidupnya hingga saat ini untuk mengajar. Pria lulusan Universitas Terbuka Jakarta itu tahu betul untuk memutuskan menjadi guru bukan perkara mudah. Namun, karena tekadnya yang begitu kuat akhirnya beliau menjadi guru pada tahun 1984.

Pria kelahiran 1 Agustus 1962 ini merupakan anak pertama dari lima bersaudara. Dia sekarang tinggal bersama istrinya, di Desa Pakulaut RT 02 RW 05, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. Istri Agus Budiyanto bernama Tati Subagianti, dia adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka dikaruniai empat anak. Anak sulung mereka pernah kuliah di UNNES (Universitas Negeri Semarang) dan sudah bekerja. Anak kedua di D3 Dinas Kesehatan Poltekkes jurusan analis kesehatan, yang ketiga kuliah di UAD (Universitas Ahmad Dahlan) dan sudah lulus, lalu mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang guru di SMP Muhammadiyah, dan anak bungsu mereka masih menggeluti kursi sekolahnya di pondok pesantren Yogyakarta.

Perjalanan karier Agus Budiyanto sangat menarik. Dia sudah mengajar di SMP Negeri 1 Margasari selama 37 tahun, dari tahun 1984 sampai sekarang. Dia memulai kariernya dengan menjadi guru biasa. Pada tahun 1998 menjadi guru inti Kabupaten Tegal sampai tahun 2005. Tahun 2010 meraih juara 1 guru berprestasi atau guru teladan tingkat Kabupaten Tegal. Tahun 2014 pernah menjadi juara 1 pembina upacara tingkat karisidenan Pekalongan yang tempatnya di Pemalang. Tahun 2015 pernah menjadi pembina upacara terbaik tingkat Kabupaten Tegal. Tahun 2016/2017 pernah mengikuti seleksi kepala sekolah dan lolos di tingkat kabupaten dan seleksi di tingkat nasional tidak lolos, sehingga menjadi guru biasa.

Menurut Agus Budiyanto suka duka selama mengajar di SMP Negeri 1 Margasari itu lebih banyak  sukanya, karena anak-anaknya yang baik dan rajin. Dukanya, ketika ada  beberapa anak yang bandel tidak mengerjakan tugas dan melanggar aturan. Namun, Agus Budiyanto sangat menikmati profesinya menjadi seorang guru.

Pesan dari Agus Budiyanto untuk  siswa-siswi SMP Negeri 1 Margasari yaitu untuk tetap semangat belajar di mana pun dan kapanpun, bukan hanya ketika di sekolah saja, tetapi ketika di luar sekolah juga, misalnya di rumah, kita pun harus semangat belajar sesuai dengan apa yang diajarkan di sekolah serta, harus rajin mengerjakan tugas yang diberikan oleh bapak/ibu guru , menghormati guru, orang tua, dan orang lain. Agar ilmu yang kita dapatkan menjadi berkah.

Harapan Agus Budiyanto untuk SMP Negeri 1 Margasari supaya lebih maju dan lebih berprestasi, serta mempertahankan, dan meningkatkan kelebihan SMPN 1 Margasari sebagai SSN (Sekolah Standar Nasional). (*)

Reporter: Bening Setara Wulan, Firda Tri Rakhmawati

Editor: Intan Fajar Gemilang

Diposkan pada PROFIL

Mengenal Lebih Dekat Sang Inspirator

Siapa sih yang tidak mengenal Pak Nur Salim seluruh siswa SMP Negeri 1 Margasari, pasti sudah tidak asing lagi bukan?

Iya betul sekali Bapak H. Nur Salim S.Pd., M.Pd adalah kepala SMP Negeri 1 Margasari yang beralamatkan di Jalan Lapangan Timur Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal. Pria kelahiran 18 Maret 1968 di Tegal ini adalah anak ke 6 dari 9 bersaudara. Beliau tinggal bersama istri juga anak-anaknya, di Balapulang Wetan, Jalan Mangga Rt 01 Rw 02.

Istri Pak Nur Salim adalah seorang wanita lembut bernama Ibu Endang Sadiningsih S.Pd. Beliau adalah seorang guru seni tari yang mengajar di SMP Negeri 1 Balapulang. Mereka mempunyai 3 orang anak. Anak pertama Pak Nur Salim mengikuti jejak orang tuanya yaitu menjadi seorang guru. Anak kedua masih menggeluti meja kuliahnya di Jurusan Desain Grafis, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan sekarang sedang menapaki semester 2 kuliahnya. Anak bungsu Pak Nur Salim saat ini masih duduk di bangku SMP kelas VIII tepatnya di SMP Negeri 1 Balapulang.

Perjalanan karir Pak Nursalim sangat menarik. Pak Nur Salim memulai karirnya saat beliau menjadi seorang guru di SMP Negeri 1 Balapulang, pada tahun 1991. Banyak prestasi yang diraih beliau selama menjadi guru sehingga tak heran terhitung mulai tahun 2014 beliau diangkat menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 2 Margasari. Tiga tahun beliau menjadi nahkoda di SMPN 2 Margasari, hingga pada tahun 2017 Pak Nur Salim mutasi atau pindah tugas menjadi Kepala SMP Negeri 1 Margasari sampai sekarang. Sesuai disiplin ilmu beliau yakni pendidikan olahraga, Pak Nur Salim memimpin SMP Negeri 1 Margasari dengan mengedepankan sportivitas dan kerbersamaan dalam sebuah teamwork.

Harapan Pak Nur Salim adalah memajukan SMP Negeri 1 Margasari, baik dibidang akademik maupun non akademik, membangun sarana prasana baik tempat beribadah dan sebagainnya. Kita dapat melihat contohnya seperti pembangunan Masjid, pelaksanaan UNBK, pembentukan paguyuban alumni SPENSAMA dan pelaksanaan HUT SPENSAMA yang ke 45 tahun 2019.

Pak Nur Salim sangat mendukung adanya estrakulikuler jurnalistik SMP Negeri 1 Margasari, beliau berharap eskul jurnalistik ini dapat lebih berkembang, dan beliau juga berharap dengan adanya tim jurnalistik, siswa dapat meliput segala peristiwa yang terjadi di SMP Negeri 1 Margasari, dan lebih baik lagi jika dapat diekpresikan melalui media sosial, koran, majalah, serta media lainnya. Beliau sangat mendukung adanya estrakulikuler jurnalistik di SMP Negeri 1 Margasari. Harapan terbesar Beliau terhadap ekskul jurnalistik adalah agar menjadi pelopor gerakan literasi di Spensama, selaras dengan gerakan pemerintah yang sedang menggalakkan Gerakan Literasi Nasional.

Gimana guys liputan singkat mengenai Pak Nur Salim? Sudah kenalkah kalian? jika belum, segeralah berkenalan karena tak kenal maka tak sayang dan semoga perjalanan hidup Pak Nur Salim dapat menginspirasi teman-teman meraih kesuksesan hidup.
See you…
Disusun oleh Aiska Muti Salsabila 9G dan Ayu Syfa Khoirun Nisa 9C

Diposkan pada PROFIL

Motivator

HAI GAES!!! Ketemu lagi, nih yah ada yang kenal dengan NUR AZIZAH ? iyah kaka alumni SPENSAMA`19 yang kerap disapa Kak Zizah. Beliau meraih paralel 9 dari 288 siswa-siswi Spensama loh …! hebat bukan. Kak Zizah ini pernah mengikuti ekstra JURNALISTIK selama 2 tahun loh bukan hanya itu Kak Zizah ini juga aktif dalam kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah atau yang sering disebut OSIS selama dua periode begitu banyak pengalamannya dong. Kak Zizah sekarang meneruskan di SMA NEGERI 1 SLAWI, hebat bukan? Dia membuktikan bahwa zonasi bukan penghalang untuk meraih sebuah impian. SMANSAWI ini salah satu sekolah favorit di Kabupaten TEGAL, bukan hanya Kak Zizah saja yang memimpikan untuk masuk sekolah tersebut bukan? impian ini dapat Kak Zizah raih namun dengan penuh perjuangan, usaha, dan doa untuk masuk sekolah SMA ini. Congratulations untuk Ka Zizah. NIH untuk adik kelas Kak Zizah, Kak Zizah mau bagi tips sukses UNBK loh!!!

Yang paling utama adalah mendekatkan diri kepada yang menentukan lulus tidak nya kamu. Siapa? jawabannya ALLAH. Belajar optimal, ibadahnya yang maksimal.

Yang kedua minta restu orang tua kamu. OPTIMIS JANGAN PESIMIS !!!

Itu tips dari Kak Zizah yah,,,

Terus Kak Zizah punya motivasi dalam belajar loh, semacam penyemangat buat diri sendiri gitu. Baginya kata-kata ini bisa membuat dirinya membara dalam hal belajar loh.

“HASIL TIDAK AKAN MENGHIANATI USAHA DAN DOA”

Benar juga yah.

Semangat belajar selalu Kak Zizah.

Nih kesan dari Kak Zizah beliau bangga dan bersyukur karena bisa bersekolah di SMP terbaik di daerahnya. Banyak kenangan yang tak bisa di lupakan, baik dari kegitan intra dan ekstranya.

Ada pesan nya juga loh, ini pesannya “TETAP SARAT AKAN PRESTASI DAN BERKARAKTER LUHUR SPENSAMA. TETAP MENJADI ALMAMATER KEBANGGAN KAMI YANG TERBAIK.”

Bapak Ibu guru Spensama juga dapat ucapan ni dari Kak Zizah, gurunya ramah dan berkualitas. Tidak Cuma mengajar tetapi guru Spensama mendidik siswa-siswinya agar peduli lingkungan dan menjadikan generasi muda Indonesia yang berbudi luhur, bertaqwa, serta berdaya saing tinggi. Yang paling tidak bisa dilupakan Kak Zizah itu Bu SRI SUKIYANTI yang menjadi inspirasi untk Kak Zizah banget, orang yang religius, tegas dan penuh kasih sayang.