Diposkan pada TIPS

Stop! Penggunaan Masker Scuba

BELUM usainya tanda-tanda penyebaran Covid-19, menuntut kita untuk tetap menerapkan prokes (protokol kesehatan) yang ketat. Salah satunya adalah penggunaan masker yang bisa mencegah terjadinya penularan virus yang mematikan ini.

Apalagi saat ini sekolah-sekolah di Kabupaten Tegal sudah mulai melakukan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) terbatas. Seperti yang tampak di SMPN 1 Margasari, Senin (19/9), semua siswa, guru, maupun warga sekolah lainnya diwajibkan mengenakan masker.

Masker dibentuk berupa-rupa macam bertujuan untuk menarik perhatian para konsumen, supaya para konsumen tidak bosan akan bentuk masker yang itu-itu saja. Namun, kembali ke semula, kita harus menjaga kesehatan diri sendiri supaya terhindar dari virus corona ini.

Soal masker, ternyata masih banyak di antara siswa yang belum tahu persis kegunaannya. Padahal saat ini sudah banyak dijumpai berbagai masker yang dijual bebas, seperti masker medis, masker kain, masker scuba, dan lain-lain.

Nah, tahukah kamu jenis masker scuba?

Masker scuba adalah masker yang terbuat dari kain neoprene. Masker scuba ini banyak digunakan oleh masyarakat lantaran tidak membuat sesak saat bernapas walaupun memakai masker scuba. Selain bermotif menarik, harga satu masker scuba ramah di kantong. Padahal masker scuba ini tidak efektif untuk mencegah penularan corona di saat ini.

Lalu masker scuba hanya memiliki 5% perlindungan yang artinya tidak efektif untuk digunakan, apalagi kain yang berjenis bahan tipis dan hanya memiliki satu lapisan, yang tidak disarankan untuk digunakan menangkal penularan virus corona.

Penyebaran covid-19 ini memungkinkan banyaknya masker yang diperjual-belikan dengan harga yang murah, masyarakat belum mengerti bahwa virus ini adalah virus mematikan. Di stasiun televisi pun pernah ditayangkan bahwa penggunaan masker scuba ini sudah tidak boleh dipergunakan lagi.

Namun, masih saja ada banyak pedagang yang menjual masker ini karena zaman seperti saat ini yang sangat dibutuhkan hanyalah masker, mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan masker yang sedang trend tanpa mempedulikan kesehatan dirinya sendiri. Terlepas dari masker scuba, kita tidak boleh lupa untuk menjaga jarak sekitar satu meter.

Para tenaga medis menyarankan kepada masyarakat untuk mengganti masker scuba ke masker bedah ataupun masker kain. Walaupun masker scuba dan masker kain bisa dicuci dan dipakai ulang. Namun, masker kain lebih efektif dikarenakan masker ini berlapis dua, sedangkan scuba hanya berlapis satu.

Selain itu, masker scuba dan masker kain sama-sama bisa menyerap keringat, tetapi jika masker sudah terserap oleh keringat itu tidak dapat digunakan kembali. Harus diganti  dengan yang bersih. Selain itu, masker basah bisa menyebabkan gangguan pernafasan.

Alangkah lebih baik jika mendouble masker supaya lebih aman untuk melindungi dari virus corona. Bagaimana cara mendouble masker?

Nah, untuk mendouble masker, dibutuhkan dua buah masker yaitu masker medis dan masker kain, cara penggunaannya pun lumayan simpel, pertama kita memakai masker medis, lalu disusul dengan masker kain, berbeda lagi jika kita sudah menggunakan KN95, masker ini dianggap cukup efektif dan tidak perlu untuk mendoublenya lagi karena memiliki lapisan yang cukup tebal.

Apakah ada tempat yang benar-benar mewajibkan untuk mendouble masker?

Tentu ada, Jika ingin mendouble masker, kita harus melihat keadaan di lingkungan sekitar, jika berada di rumah sakit, puskesmas, dan tempat pelaksanaan kesehatan lainnya diharapkan kita mendouble masker. Mengapa demikian? Karena pusat-pusat tersebut menampung banyak orang yang sakit. Sehingga satu masker saja belum tentu aman. Manfaat mendouble masker ini kemungkinan terpapar virus coronanya lebih kecil dan mengurangi angka kematian.

Jadi, pemerintah menegaskan seluruh masyarakat untuk memakai masker medis di lapisan dalam dan luar dengan tujuan mencegah penularan covid-19. (*)

Reporter: Dyah Nur Maulida, Andin Luthfia Nabila, Dewi Padmi Listiani

Editor: Farah Ramadhani Gunawan