
Sejak pandemi virus covid 19 menyerang dunia, kita diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3M, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Selain menerapkan 3M, kita harus memperhatikan bagian tubuh yang rawan terkena virus atau bakteri, misalnya saja tangan. Oleh karena itu, handsanitizer menjadi produk kesehatan yang paling dicari oleh masyarakat. Bahkan, saat awal pandemi berlangsung, masyarakat langsung memborong handsanitizer karena dinilai cukup praktis dan dipercaya dapat menangkal penyebaran virus. Sehingga produk handsanitizer cukup sulit untuk dicari dipasaran.
Sekarang masyarakat sudah bisa membuat handsanitizer yang tentunya dengan bahan yang alami dan lebih higienis. Kamis (27/1), beberapa siswa SMP N 1 Margasari di antaranya Farah, Hasbi, Nesya, Firda, Dewi, Fatimah mempraktikkan cara pembuatan handsanitizer dari bahan alami. Cara pembuatan ini didasarkan pada hasil penelitian Universitas Airlangga yang telah terbukti uji klinisnya. Adapun bahan utama yang dibutuhkan adalah daun sirih dan jeruk nipis. Daun sirih dan jeruk nipis dipilih karena mengandung minyak atsiri dan beberapa flavonoid, sehingga mampu digunakan sebagai antiseptik alami. Penggunaan daun sirih dan jeruk nipis sebagai handsanitizer alami dan higienis terbukti efektif untuk menghambat penyebaran patogen serta membunuh patogen.
“Saya bangga kalian bisa melakukan satu praktik yang mudah-mudahan ini bisa bermanfaat untuk khalayak,” ungkap kepala SMP Negeri 1 Margasari, Winarko.
Winarko menambahkan praktik membuat handsanitizer ini dapat dilakukan dalam skala yang lebih besar. “Kalau memungkinkan, praktik membuat handsanitizer ini bisa dilanjutkan ke skala yang lebih besar. sekolah selalu mendukung apa yang dilakukan siswa sejauh itu adalah kepentingan dan kebermanfaatan umum,” ungkapnya.
“Harapan saya kalian harus lebih berinovasi lagi, masih banyak hal-hal yg belum kalian praktikan tentunya di lingkungan kita masih banyak dan tidak lupa kalian harus berkomunikasi dengan bapak ibu guru untuk praktik berikutnya,” tambah Winarko
Handsanitizer ini tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya yaitu terbuat dari bahan alami sehingga sudah terjamin manfaatnya dan tidak lengket di tangan. Adapun kekurangan dari handsanitizer ini adalah bau daun sirihnya lebih menyengat karena tidak menggunakan campuran bahan lain selain jeruk nipis. Selain itu, penggunaan bahan alami untuk antiseptik tidak memiliki waktu simpan yang panjang, sehingga lebih baik untuk membuatnya dalam jumlah sedikit dan jika habis bisa membuatnya lagi.
Bahan yang digunakan untuk membuat handsanitizer alami dan higienis ini yaitu, 50 gram daun sirih, 500 ml air bersih, dan 8 gram jeruk nipis. Sedangkan untuk alatnya yaitu, saringan, tisu, botol semprotan (spray bottle).
Adapun langkah-langkah membuatnya yaitu, cuci 50 gram daun sirih hingga bersih dengan air mengalir; kemudian, keringkan daun sirih yang sudah dicuci; potong daun sirih hingga berukuran kecil; siapkan panci berisi 500 ml air bersih, lalu panaskan hingga mendidih; rendam 50 gram daun sirih yang sudah disiapkan sebelumnya; steam dengan api kecil selama 30 menit; saring hasil steam hingga tidak ada daun yang tersisa; siapkan botol semprotan (spray bottle) yang sudah dibersihkan terlebih dahulu sambil menunggu hasil saringan yang merupakan ekstrak daun sirih ini mencapai suhu ruangan; tambahkan perasan jeruk nipis ke dalam air hasil ekstrak daun sirih, aduk hingga tercampur rata; masukkan ekstrak daun sirih bercampur perasan jeruk nipis ke dalam botol; handsanitizer pun siap digunakan.

“Handsanitizer ini tidak lengket, tetapi bau daun sirihnya menyengat. Dan saya menyarankan ditambah bau bunga atau cokelat,” ungkap salah satu siswi SMP Negeri 1 Margasari.
Reporter: Hasbi Aulia Faras, Nesya Zahra Asidha, saskia Nisa izati, Kharisma putri, Zafira novita putri, Dewi Padmi Listiani, Wiwit ayu lestari, Namira Tsuraya Fatin, Mezzaluna Kayla Abdeellah, Aurelia stefani dea larasati, Syalsa sabiila Aulia, Ratu Fatimah, Farah Ramadhani Gunawan, Firda Tri Rakhmawati
Editor: Hanan Musyaffa
