Diposkan pada SASTRA

Keajaiban Tiga Buku

Perkenalkan namaku Pina. Aku mempunyai hobi yaitu membaca dan mengoleksi buku.

Suatu hari aku ingin sekali membeli buku, karena koleksi buku-buku dirumahku sudah dibaca semua. Biasanya aku membeli buku di toko buku terkenal yang berada di kotaku, tidak jauh dari rumah. Jadi aku pergi kesana dengan berjalan kaki agar sehat hehehe.

Saat dijalan, aku melihat ada kakek-kakek yang meringis kesakitan dan memegangi perutnya. Aku mendekati kakek itu dan bertanya, “Kakek kenapa ya?”

“Kakek lapar nak. Kakek sudah tidak makan dari kemarin karena kakek tidak punya uang untuk membeli makanan,” Kata kakek itu.

Aku merasa kasihan dengan kakek itu, lalu aku memberinya uang. Uang yang aku beri adalah uang yang aku pakai untuk membeli buku. Ya, aku hanya membawa uang pas-pasan saja untuk membeli buku.

“Kek, ini uang untuk kakek,” kataku sambil memberinya uang.

“Terima kasih banyak ya nak. Kamu sangat baik. Sebagai ucapan terima kasih terimalah ketiga buku ini,” katanya sambil memberiku 3 buah buku.

Aku menerima buku itu tanpa rasa curiga, karena kakek itu memberikanku buku ini. Mungkin untuk membalas budi. Lalu aku mengucapkan terima kasih kepadanya. Setelahnya, aku memutuskan untuk kembali ke rumah, karena uangku tidak cukup untuk membeli buku.

Sampai di rumah, aku langsung masuk ke kamarku. Entah kenapa aku ingin sekali untuk membuka buku-buku itu, jadi aku memutuskan untuk membukanya. Saat dibuka, buku pertama yang aku temukan adalah buku berwarna kuning, lalu merah dan yang terakhir biru.

“Hmm….. coba aku buka buku yang kuning deh”

Aku membuka buku yang kuning dan pada halaman pertamanya tertulis,
‘Buku ini bukan buku biasa. Jika kalian menuliskan suatu kalimat, maka itu akan menjadi kenyataan dalam waktu 10 menit setelah kalian menulisnya dan itu bisa tidak terjadi jika kalian merobeknya’.

“Wah buku apa ini?? Kayanya aku harus hati-hati nih,” batinku dan menutup buku itu dan aku membuka buku yang berwarna merah. Saat dibuka ternyata buku itu berisi gambar-gambar suatu tempat yang indah dan ada yang menyeramkan.

“Buku apa lagi ini? Aku harus berhati-hati dan menjaganya dengan baik”

Setelah itu aku membuka buku yang berwarna biru dan saat dibuka, ternyata buku itu berisi gambar-gambar aneh, seperti alat-alat yang biasanya dikeluarkan oleh Doraemon.

“Sekarang apa lagi ini? Kenapa alat-alat ini mirip seperti alat-alatnya Doraemon ya?” heranku. Dan saat aku melihat pojok kotak berwarna merah, aku menemukan sebuah gambar. Tanpa pikir panjang, aku langsung membukanya dan..

BOOM!!

Munculah alat seperti monyet yang membuka mulutnya itu dengan nyata di depanku.
“Alat apa ini? Kenapa bentuknya aneh sekali. Ini seperti boneka, tapi ini bukan boneka”

Aku bingung. Doraemon saja rasanya tidak pernah mengeluarkan alat seperti ini dan di buku itu tidak ada nama alatnya.

Aku iseng saja memasukan selembar uang Rp 10.000,00 ke dalam mulut monyet itu dan dalam waktu 5 menit, mulut monyet itu mengeluarkan uang tadi sebanyak 10 lembar.

“Alat ini ajaib! Tapi kok bisa mengeluarkan uang 10 lembar ya?”

Aku bingung dan aku mengecek seluruh bagian alat itu dan ya ketemu! Ternyata di bagian kanan alat itu ada seperti tombol-tombol angka dan saat itu angkanya tertulis 10, oleh karena itu mengeluarkan uang sejumlah 10 lembar.

Aku mengangguk mengerti. Karena bosan, aku menutup buku biru itu dan membuka buku yang merah karena penasaran apakah ada keajaiban lagi disana. Sambil membuka buku yamg merah, aku juga menaruh buku yang kuning di kantong bajuku.

Aku terus membolak-balik halaman buku yang merah, karena gambar-gambar tempat disana tidak ada yang menarik, tapi aku berhenti pada suatu halaman yang berisi gambaran suatu tempat yang penuh dengan orang-orang yang kesusahan.

“Mereka terlihat kesusahan, aku ingin sekali menolong mereka. Tapi bagaimana caranya?”

Beberapa saat kemudian, munculah suatu cahaya yang sangat terang. Cahaya itu berputar seperti di film-film dan cahaya itu terasa seperti menarik tubuhku.

Aku merasa sangat takut. Aku terus melawan, aku memegangi benda-benda di sekitarku, tapi tidak bisa. Kekuatan cahaya itu lebih besar dan cahaya itu berhasil menarik tubuhku dan aku masuk ke dalam cahaya itu.

BOOM!!

Aku terlempar kesebuah tempat yang aku lihat digambar tadi. Aku juga melihat orang-orang yang aku lihat digambar tadi, mereka kesusahan dan aku berniat menolongnya. Dan aku ingat, Aku membawa buku yang berwarna kuning dan buku itu bisa membuat peristiwa yang tertulis dalam buku itu terjadi. Lantas, aku mengambil buku itu dan menulis harapan disana.

“Aku mohon kabulkan permintaanku ini. Bantulah orang-orang yang berada ditempat ini, aku tidak ingin melihat mereka sangat kesusahan dan sengsara seperti sekarang ini,” pintaku.

Aku menunggu, sampai beberapa saat kemudian permintaanku terkabulkan. Aku melihat orang-orang itu hidup seperti orang-orang pada umumnya. Mereka terlihat bahagia, tidak kesusahan lagi. Setelahnya aku sadar akan munculnya cahaya yang sangat terang seperti saat aku datang kesini. Aku masuk kesana, dan..

BOOM!!!

Tubuhku terasa terlempar, ternyata aku telah kembali kerumahku. Aku merasa lega, dan aku memeriksa buku yang merah untuk melihat tempat itu. Setelah diperiksa, terdapat perubahan dalam gambar dibuku itu. Gambar orang-orang yang kesusahan tadi berubah menjadi gambar orang-orang yang terlihat bahagia.

“Buku ini sungguh ajaib, aku senang bisa menyelesaikan misi ini,” aku berkata dengan senyuman sumringah. Kemudian, beberapa saat setelahnya ketiga buku itu hilang entah kemana. Aku berpikir mungkin misi buku-buku itu sudah selesai.

Diposkan pada SASTRA

PANTUN

Oleh: Windu

● PANTUN NASEHAT

  PANTUN 1
Ke Betawi membeli gas
Dapat diskon hatipun senang
Janganlah menunda nunda tugas
Agar kelak hidup mu tenang

   PANTUN 2
Hari minggu belajar menari
Menari indah diatas alas
Janganlah engkau menyakiti diri
Hanya karna cinta tak terbalas

    PANTUN 3
Membeli ikan di pasar Maja
Penjualnya si Mpok Ara
Masa muda rajin bekerja
Masa tua hidup sejahtera

PANTUN 4
Pergi ke Blitar membeli Sukun
Sukun dibawa dengan nampan
Belajarlah dengan tekun
Tuk raih cita di masa depan

 
    PANTUN 5
Pak Anto si saudagar kaya
Kesukaannya makan Terong
Jika kau ingin dipercaya
Janganlah engkau berbohong

● PANTUN JENAKA

   PANTUN 1
Pergi ke sawah bertemu Bu Salwa
Bu Salwa si pengrajin Seni
Geli hati menahan ketawa
Lihat Kerbau memakai rok mini

   PANTUN 2
Buah berangan dari Jawa
Dibawa untuk anak cucu
Wajah tersenyum hati tertawa
Lihat kelinci memakai gincu

jalan jalan salah alamat
sampai juga ke bukit tinggi
kepada orang tua harus hormat
agar jadi anak berbakti

Diposkan pada SASTRA

SENJA

Oleh: Vidi Cahya lestari

singkat namun istimewa
mampu menyihir semua manik yang melihatnya
cahaya Oranje yang menenangkan jiwa
bagai obat penenang dikala hati yang rapuh

senja….
ia tak bisa tergantikan oleh apapun
ia datang sebelum kegelapan malam yang mengerikan
mengajarkan kita bahwa akan ada akhir yang indah ditengah perjuangan yang melelahkan
namun..
ia juga mengajarkan bahwa tidak ada keindahan yang abadi di semesta ini
mereka akan pergi pada masanya.

Diposkan pada SASTRA

Kaos Kaki

Oleh: Atha Talitha Zahrani

Disiang hari tepatnya pukul 2 siang terdapat segerombolan siswa SMP Rajawali yang sedang menikmati jam istirahatnya dikantin, diantaranya ada Lizina Deandra Margantara, yaitu siswi terfamous, tersultan, tercantik, dan tertop menurut siswa – siswi
disekolah tersebut, Dikta Alexander, Dikta merupakan deretan siswa siswa
pintar di SMP Rajawali sehingga banyak yang mengenalnya, Naka Baladitya
Dermisa, Naka merupakan Ketua Basket di tim SMP Rajawali jadi tidak heran
kalau banyak yang kenal padanya jika tidak mengenal Naka mungkin bakal
dikatain kudet, terakhir ada si kembar yaitu Alaska Gean Dirgantara & Ariska
Jepa Dirgantara mereka adalah kembaran yang sangat cocok, yang satu suka
jail yang satu gampang marah.

“Oke guys kalian mau pesen apa” kata Alaska. “gue cimol sama jus jeruk aja ka” kata lizi “gue samain sama lizi aja ka” kata Dikta, “hmmmm…. kalo gue Mie ayam, Cimol, Maklor aja truss minumnya air putih dingin okke ?? yg botolan aja air nya” ucap Naka, “kalo lo apa dek ?” Tanya Alaska ke Ariska “gue samain sama lo aja kak” jawab Ariska,
“okke, semuanya udah kan ?? Sekarang mau gua pesen ini” ucap Alaska lalu
Alaska pergi ke mbak mbak kantin buat pesen makanannya dan beberapa saat
kemudian makanannya dateng dan mereka pun memulai memakannya sambil
ngobrol. “Eh katanya mingdep ada perlombaan di sekolah ini ya ?” Kata Alaska
“idk, eh btw kalau ada, lu pada mau ikut lomba apaan guys ?” Tanya Dikta
“Kalo gue sih tentu basket laah, lawan kelas lain kan mantep ☺️󰗤” kata Naka
sambil tersenyum Pepsodent “Ouh, kalo lu Liz mau ikut lomba ga ?” Tanya
Dikta lagi “Kayaknya sih ngga, gue mau nonton kalian lomba aja, lu ikut apa ga
dik ?” Ujar Lizi “Kalau ada lomba sains gue ikut kayaknya” jawab Dikta “Kalo
lu mau ikut lomba apa kak ?” Tanya Riska penasaran “Kalo ada lomba makan
kerupuk sih gua ikutan, kan tiap ada lomba makan kerupuk gua selalu menang
mwehehehe ☺️” kata Alaska “DIH” kata Riska, dan blablablabla……
percakapan mereka dihari itu sampai… Hari-H perlombaan tiba.

Di hari perlombaan hanya Naka dan Alaska diantara mereka berlima yang ikut lomba. “Semangat guys semoga menang, kalo menang bagi bagi hadiah nya dooong” ujar Riska “siaaaaap” jawab Alaska. Perlombaan mereka dimulai diwaktu yg sama jadi cepat selesai hingga akhir nya pengumuman pemenang diumumkan dan …. “…..JUARA
PERTAMA LOMBA MAKAN KERUPUK DIRAIH OLEH ANANDA ALASKA GEAN DIRGANTARAAA WoOhoooOo” ucap pembaca pemenang tersebut “Yeaaaaah, kan udah gue bilang kalo ada lomba kerupuk pasti gue juaranya” ucap Laska dengan nada sombong “udah ah ribet lu kak, sono maju ambil hadiah nya katanya mau dibagi” ucap Riska kesal “hmm oke oke” dan Alaska pun maju kedepan untuk mengambil hadiah tersebut dan “Wah gila siih ini hadiah nya g maen maen langsung tv” ucap Naka yg memperoleh medali emas hasil perlombaan tadi “aelah lu juga dapetnya medali dooong” jawab Laska “okeh karena adek gua pengen dibagi hadiahnya, gimana kalo kita nonton film di tv ini ?” Saran Alaska “boleh tuh” ucap Mereka semua “oke besok kerumah gua ya” ucap Laska “Liz lu Dateng kan ?” Tanya Ariska kepada Lizi “pasti
dong, yakali kagak” jawab Lizi “oke sip” “lu juga ikut kan Dikta ?” Tanya Lizi
“iya” jawab Dikta “okeh semuanya ikut kan, yaudah besok jangan lupa yaa jam
sorean aja”.

Hari besok kemudian mereka berkumpul dirumah Dirgantara. setelah mereka sampai satu persatu, mereka berkumpul distudio yang sudah di buat dadakan kemarin. “Oke guys mau nonton apa ?” Tanya Alaska “terserah lu kak” jawab Ariska “setujuuuu,
terserah lu aja ka” sambung Naka “oke gua search dulu judul film nya …. Nah
ini, okeh kuy gas ngueeeng nonton”. Mereka sangat asik menonton film
tersebut, tiba tiba ada sebuah kertas jatuh ntah darimana… daripada
penasaran mereka membuka kertas tersebut dan membaca nya ternyata
mereka disuruh melakukan misi dan secara tiba tiba mereka menghilang dari
tempat tersebut lalu terjatuh ke tempat yang tidak mereka kenali disinilah
mereka harus menyelesaikan misinya, mereka hanya diberi waktu 1 hari disini
jika gagal mereka akan tetap disini dan tidak bisa kembali. “Kalian ngerasa
takut ga sih ?” Tanya Naka sambil gemetaran “ngapain takut ? ngga usah
takut. Kalau Lo pengen berhasil. Jangan pernah ada rasa takut di diri Lo.”
Ucap Ariska “oke guys kita disini disuruh nyari Kerajaan Gotarhd dan disuruh
bangunin Pangerannya yang ngga bisa bangun dari tidur nya selama 10 tahun.
“Oke, jadi kita mau kemana dulu nih nyarinya ?” Tanya Dikta “kayanya ke sana
dulu deh” jawab Lizi “okee” jawab Mereka serempak tanpa diduga ternyata
benar di situ lah tempat Kerajaan Gotarhd dan mereka pun masuk menemui
Sang Pangeran untuk dibangunin “guys, ini kita bangunin nya gimana ya ?”
Tanya Alaska “kita kasih minum aja nih tadi minum pas nonton film” kata
Ariska, tidak ada gerakan apapun dari pangeran tersebut “kita cubit cubitin
aja kali ya nih pangeran” usul Naka “Gila Lo, gaya doang banyak, otak gak ada
isinya” balas Lizi “iya Naka masa kita mau nyubit pangeran, yang ada nanti
kita kena hukuman” jawab Dikta santai “iyanih, makin ga bener emang si
Naka” lanjut Ariska “HAH, kalo nggak pake kaos kaki lu aja kak!” Seru Ariska
“Dih…
“Iya tuh bener ka, pake kaos kaki lu aja barangkali manjur” lanjut Lizi “ih iya
juga ya weh, dicoba aja sih ka barangkali manjur lho biar kita bisa balik” kata
Naka “iya in aja ka barangkali beneran manjur kan” lanjut Dikta “oke gua
coba” kata Alaska, setelah dicoba memang manjur lho dan akhirnya.

Akhirnya mereka berhasil membangunkan pangeran tersebut dan berhasil
dikembalikan ke studio tempat awal mereka menonton film. “Kita berhasil
guys Waaaah pokoknya mah jangan pernah takut mencoba hal yang tidak
mungkin terjadi iya ngga” ucap Ariska “iya, buktinya tadi kan kaos kaki si
Alaska” lanjut Naka sambil tertawa. (*)

Diposkan pada SASTRA

TENTANG RAZELLA

Oleh: Rianty Bilqis Parigata

Seorang gadis bernama Razella Aina Putri. Dia tinggal bersama kedua orang tuanya di sebuah rumah yang sederhana. Ayahnya bekerja sebagai penjual nasi goreng dipanggil jalan dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Razella anak yang pintar, dari kecil dia selalu ingin menjadi seorang guru. Kedua orang tuanya pun mendukung cita-cita puteinya, walaupun sanga ayah hanya penjual nasi goreng dipinggir jalan. Razella hanya punya 1 sahabat yaitu bernama Clarissa Diana. Mereka bersahabat sejak duduk di bangku sekolah dasar yang pada saat itu tidak ada yang ingin bersahabat dengan Razella.

Saat ini Razella dan Clarissa menduduki bangku SMA kelas 3 mereka bersekolah dj sekolah yang sama yaitu bernama SMA Perwira. Razella selalu belajar setiap hari agar bisa masuk ke Universitas yang diinginkannya yaitu universitas pelita sakti. Pada suatu hari Razella berkata ” Sa aku ingin ke dalam universitas pelita sakti tetapi aku tidak mau menambah beban pikiran kedua orang tuaku karna biayanya lumayan mahal ” Kata Razella.
“Kamu jangan khawatir zell sekarang ada beasiswa kamu kan anak yang pintar, kamu bisa masuk dengan beasiswa dan membanggakan kedua orang tuamu” Jawab Clarissa. “Kamu benar aku harus lebih semangat lagi untuk belajar” Jawab lagi Razella.

Hari-hari pun berlanjut, dan ini adalah hari ujian kelulusan untuk kelas 12. Razella mengerjakan semua soal sebisa mungkin sampai hari bukan terakhir. Dan hari ini adalah hari kelulusan semuanya berkumpul di aula untuk menunggu pengumuman dari kepala sekolah apakah semua dinyatakan lulus atau ada yang tinggal kelas. Setelah semua Siwa dan siswi terkumpul akhirnya kepala sekolah langsung membuka suara dari mulai pembukaan sampai amanat dan yang terakhir kepada sekolah menyampaikan bahwa semua siswa dan siswi SMA Perwira dinyatakan 100% lulus beliau juga menyampaikan bahwa ada seseorang yang mendapatkan beasiswa. ” Dan bapak umumkan bahwa salah satu dari kalian ada yang mendapatkan beasiswa dan langsung bisa masuk kedalam universitas pelita sakti yaitu bernama ananda Razella Aina Putri, selamat untuk Razella”. Kata bapak kelapa sekolah.
Razella yang sedang berdiri dan mendengarkan pengumuman itu pun langsung terkejut dan juga beras sangat senang. “Wah apa aku bilang zell kamu pasti bisa masuk kan kesana, selamat ya zell aku ikut bahagia”. Kata Clarissa.
“Iya Terima kasih riss” Jawab Razella.

Sesampainya dirumah Razella langsung memberi tahukan kepada kedua orang tuanya dan kedua orang tuannya pun sangat bahagia dan bangga memiliki anak seperti Razella. Esok harinya Razella langsung datang ke Universitas pelita sakti untuk melakukan daftar ulang dan memberikan surat beasiswa tersebut. Saat sedang berjalan untuk keluar dari kampus Razella tidak sengaja menabrak seoranv pria. “Maaf-maaf aku tidak sengaja” Kata Razella.
” Ah iya tidak papa” Jawab pria itu.
“Baik kalau begitu saya permisi dulu” Jawab lagi Razella. Setelah Razella pergi cowok tersebut masih diam ditempat dan masih memikirkan wajah gadis yang menabraknya tadi dia merasa terpana melihat wajah cantik Razella tapi tidak lama kemudian dia pergi dari sana dan menuju ke kantin. Sesampai nya dikantin dia berbicara kepada kedua sahabatnya tentang pertemuan dia dengan gadis itu. ” Sebelum saya datang kesini ana orang yang menabrak saya”. Kata pria itu. ” Siapa”? Tanya sahabat nya. ” Saya tidak tau tapi sepertinya dia anak baru disini karena saya belum pernah melihat wajahnya” Jawab pria itu. ” Apakah kau jatuh cinta pada pandangan pertama” Jawab sahabat yang satunya. ” Saya tidak tau, ah sudahlah jangan difikirkan” Kata pria itu.

Harii ini adalah hari pertama Razella memasuki kampus. Dia merasa sangat gugup. Tapi semuanya terlewati dengan begitu cepat. Tidak terasa Razella sudah mau memasuki semester 3. Razella sedang menghubungi sahabatnya yaitu Clarissa. Saat ini Clarissa tidak bersama karena mereka tidak masuk ke dalam universitas yang sama. ” Halo riss apa kabar” Kata Razella. ” Aku baik kamu disana apa kabar” Jawab Clarissa di seberang. ” Aku juga baik, lama ya kita tidak bertemu” Jawab Razella. ” Iya kapan-kapan ayolah kamu datang kesini atau jika aku tidak sibuk aku yang akan datang kesana” Jawab Clarissa. ” Iya aku akan usahakan, yasudah dulu ya aku akan ke perpus untuk meminjam buku karna ana tugas yang harus aku kerjakan sampai jumpa ” Jawab Razella. ” Iya baiklah sampai jumpa” Jawab lagi Clarissa. Saat Razella berbalik dia tidak sengaja menabrak seorang pira lagi. “Maaf maaf aku benar benar tidak sengaja” Kata Razella.
” Iya tidak apa-apa” Jawab pira itu. Saat pandangan mereka pertemuan mereka terkejut. “Kamu” !! Jawab mereka berdua. ” Kenapa kamu sering sekali menabrak saya”? Tanya pria itu. “Aku tidak tau dan aku juga tidak sengaja maaf” Jawab Razella. “Hmm baiklah tidak apa ngomong- ngomong kamu mau kemana”? Tanya pria itu. ” Aku ingin ke perpus kalau kamu mau kemana”? Tanya juga Razella. “Saya juga mau ke perpus ayo bareng saja” Jawab pria itu.
Sesampainya di perpus mereka memilih buku yang akan dibaca dan dipinjam lalu mereka duduk di sebuah kursi yang sudah disediakan.pria itu berusaha memecahkan keheningan dan berkata “Emm kita belum berkenalan”. ” Oh iya perkenalkan namaku Razella Aina Putri panggil saja Razella atau lalu siapa namamu”?. “Namaku Satria Devano Perwira panggil saja Devan”. Jawab Devan. Setelah itu mereka berdua menghabiskan waktu di perpustakaan dan setelah hari sudah cukup sore mereka berdua memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.

Hari, bulan, tahun pun berlanjut Razella tidak pernah lagi melihat Devan setelah pertemuan terakhir mereka yang makan dikantin bersama kedua sahabat Devan.Razella selalu merasa senang dan menikmati perjalanan nya di kampus ini, sampai hari kelulusan tiba. Razella bersama kedua orang tuanya sudah sampai di Universitas dan saat ini sedang menerima medali dengan anak mereka. Akhirnya Razella lulus dengan nilai yang memuaskan.

Hari berganti esok Razella sedang sarapan dengan orang tuanya. Hari ini rencananya Razella akan mencari pekerjaan. Dia berniat melamar di sekolah Sma nya dulu yaitu sma perwira. Sesampai nya di sana Razella langsung masuk ke ruang kepala sekolah yang sudah berganti orang. Semuanya selesai Razella tinggal menunggu konfirmasi dari pihak sekolah setelah itu Razella memutuskan untuk pulang. Di sisi lain Devan juga sedang berada di sekolah yang sama yaitu sekolah perwira itu adalah sekolah miki ayahnya. Devan sperti melihat seseorang ya g dia kenali, ya dia tidak salah lihat itu adlah Razella. ” ZELL”!! Panggil Devan. Razella celingukan mencari siapa yang memanggil namanya dan akhirnya dia menemukan seseorang dia adalah Devan. ” Iya kenapa Devan? ” Tanya Razella. ” Emm tidak saya hanya ingin ngobrol sedikit denganmu sudah lama tidak bertemu” Jawab Devan. ” Baiklah kita ngobrol saja dikantin ” Jawab Razella. Setelah berbincang cukup lama akhirnya Razella mengetahui kenapa Devan pindah kampus yaitu karena permintaan dari ayahnya agar Devan ikut dengan kakeknya yanga ada di Singapore. Akhirnya mereka berdua pulang. 2 Tahun berlalu Razella bekerja di Sma perwira dan juga menjalin hubungan dengan Devan. Razella sudah mempunyai rumah dan itu ia berikan untuk kedua orang tuanya. Hari ini Razella sedang berada dirumah karena hari libur. Tiba-tiba ada suara ketukan Razella pun membukanya. Razella sangat terkejut melihat kedatangan kekasih dan kedua orang tuanya Razella pun mempersilahkan mereka masuk. Dan Razella memanggil kedua orang tuanya juga. ” Kedatangan sya kesini untuk melamar putri bapak yang bernama Razella Aina Putri untuk menikah dengan dan menjadi pendamping hidup saya” Kata Devan lantang. Kedua orang tua Razella pun terkejut tetapi mereka senang bahwa ada seseorang yang melamar putrinya. Mereka serahkan keputusannya kepada Razella. “Bagaimana Razella “? Tanya ayah Razella. ” Iya ayah aku mau” Jawab Razella. Devan pun merasa senang saat Razella menerima lamarannya. Setelah 6 bulan kemudian hari pernikahan pun tiba Devan mengucapkan ijab dengan sangat lantang dan juga banyak tamu tamu yang datang setelah semuanya selesai kehidupan Razella yang baru pun telah dimulai. Dan mereka berdua hidup bahagia sampai maut memisahkan.

Diposkan pada SASTRA

My Story In Java Park

Di malam Minggu Namira pergi menuju Java Park bersama Abian kekasih nya itu.
Dia terlihat sangat bahagia karena sudah lama sekali mereka tidak pergi keluar bersama. Yah bisa dibilang mereka berhubungan jarak jauh. Merasa sudah rapih dan tampil pede didepan Abian, Namira keluar dari kamar dan menghampiri kekasihnya yang sudah menunggu di depan rumah.

“Udah selesai?”tanya Abian

“Udah kok, yuk berangkat”ajak Namira

Abian mengangguk dan berjalan menuju motornya itu. Tidak ingin kekasihnya itu cedera, Abian menyerahkan helm yang dia bawa untuk Namira.

“Nih helm nya” ucap Abian sambil menyerahkan helmnya kepada Namira. Namira mengangguk dan menerima helm tersebut. Merasa Namira sudah duduk di jok bagian belakang motornya, langsung saja Abian menyalakan motornya agar tidak memakan waktu lama.

*SKIP SAMPAI TEMPAT TUJUAN

Sesampainya di tempat tujuan, Abian langsung memarkir kan motornya itu.

“Mir lu mau main apa dulu nih?” tanya Abian.
” Keliling aja dulu”,jawab Namira.
” Oh ya udah yuk “, ajak Abian.

SKIP ABIAN DAN NAMIRA KELILING WAHANA JAVA PARK

setelah mereka lelah berkeliling akhirnya mereka beristirahat di sebuah tempat duduk.

” Bi selfi yuk “, ajak Namira
” Yuk, pake hp gw aja ya? “, Jawab Abian sembari mengeluarkan hpnya.

Namun, saat melihat hasil fotonya, mereka di kejutkan oleh bayangan tangan seseorang yang sedang merangkul Namira.

” Loh ini apa? ” Namira merasa heran saat dirinya mengzoom foto tersebut. Abian pun bingung dan langsung mengecek kebelakang, namun setelah dilihat tidak ada siapa pun. Tetapi mereka tidak mempedulikannya dan langsung melanjutkan acara jalan-jalannya itu. Namun disela-sela perjalanan mengelilingi tempat wahana tersebut, Namira ingin sekali ke toilet dan meminta Abian untuk mengantarkan nya.

“Eh gua mau ke toilet, anterin yaa?”

“Hm iya gua anter, apa sih yang ngga buat kamu hahaha”

“BUAYA”

*SKIP SAMPAI KAMAR MANDI

“Lu tunggu disini aja ya, soalnya kamar mandi cewe”

“Tentu saya menunggu disini mana mungkin saya masuk”

“Kan barangkali dih”

“Hadehh, sudah cepat sana”

“iyaya”

Saat sedang cuci muka di toilet tiba-tiba ada suara keran air yang menyala, lalu Namira mengecek ke bilik-bilik kamar mandi lainnya tapi tidak ada kran air yang menyala. Tetapi Namira tidak terlalu memperdulikan nya dan melanjutkan mencuci mukanya yang tertunda. Saat sedang melihat ke arah kaca, Namira melihat sosok bayangan di belakangnya, dan Namira pun langsung menoleh ke belakang.

” Loh, kok ngga ada siapa-siapa? Perasaan tadi ada deh”, gumam Namira. Disitu perasaan Namira sudah mulai tidak enak, lantas ia pun langsung lari terbirit-birit keluar dari kamar mandi menemui kekasihnya, Abian.

” Bi tadi pas gw lagi cuci muka, ada sesuatu yang aneh tau “, jelas Namira dengan nafas terengah-engah

“Lu kenapa Mir? Kok mukanya pucat? Terus keliatan habis dikejar kejar setan lagi. Bisa cerita kronologi nya?” Dan pada akhirnya Namira menjelaskan secara rinci apa yang sedang terjadi padanya tadi.

“Oalah, positif thinking aja Mir ngga usah mikir yang aneh-aneh ok?”

“Tapi kan?”

“Apa? Udah lupakan aja sekarang kita beli minum dulu buat nenangin kamu ok?”

“Hm iya” Akhirnya mereka berdua keluar dari toilet dan melupakan kejadian yang tadi.

Saat keluar toilet, kebetulan sekali disekitaran toilet terdapat outlet penjualan minum dan disitu juga menjual jus stroberi kesukaan Namira.

“Mir liat deh, disitu ada outlet penjualan minum terus ada jus stroberi kesukaan mu. Mau beli itu ngga? Kalo iya nanti kita beli”

“Mau banget ihhh ayo beli biannn”

“Hahaha gemes, iyaya nanti kita beli jus nya ok”

“Ok hihi”

  • SKIP SAMPE OUTLET

“Permisi”ucap Abian

“Ya”ucap penjual

Penjual minuman itu tetlihat sangat pucat, sepertinya sudah agak berumur.

“Beli jus, lu maunya rasa apa?”

“Strobery aja”

“Jus yang rasa stobery nya 2 mbak “

Penjual itu segera membuat pesanan Abian, setelah jadi penjual itu memberikan pesanan Abian, lalu Abian membayarnya.

Abian dan Namira pegi dari toko tersebut. Saat sudah berjalan agak jauh, Abian merasa ada yang aneh, lalu menengok ke belakang, seketika Abian kaget karena si penjual itu tak ada, hanya ada toko yang telah tutup.

“Kok penjualnya hilang”kaget Abian

Namira yang mendengar ucapan Abian pun menengok kebelakang, seketika Namira sama kagetnya dengan Abian, karena memang penjualnya menghilang.

“Hah kemana tuh penjual?”tanya Namira entah pada siapa

Namira melanjutkan minumnya, namun rasanya agak aneh seperti amis amis gimana, rasa stroberynya memang masih ada, tapi rasanya berubah agak amis. Seperti Darah.

“Kok rasanya jadi aneh”
Karena merasa aneh Namira membuang minumannya, Abian hanya membiarkannya.

Mereka melanjutkan berkeliling Java Park. Selama berkeliling Namira merasa seperti ada yang mengikuti, tapi setiap Namira menengok ke belakang dia tidak menemukan apapun, Namira pun merasa itu tak terlalu mengganggu akhirnya tidak menghiraukannya, dan melanjutkan berkeliling.

Setelah merasa capek berkeliling Java Park Abian dan Namira akhirnya memilih pulang. Abian mengantarkan Namira pulang ke kost-an nya, Namira memilih nge-kost karena ingin mandiri.

*Sesampainya di kosan Namira.

“Udah sana masuk tidur, pasti capek”ucap Abian, setelah melihat anggukan Namira , Abian melaju pergi dengan motornya.

Setelah motor Abian tak terlihat, Namira memasuki kost-an nya, lalu membersihkan diri, saat Namira sedang menyisir rambut di depan kaca,Narima di buat bingung karena jendela kamar kost-an nya ada yang mengetuk.

Namira menghentikan kegiatan menyisir rambutnya, lalu ia menoleh ke belakang sambil berfikir

” Siapa sih yang ketuk-ketuk, ganggu aja deh,”gerutu Namira.

Namun, Namira tidak terlalu memikirkan hal tersebut
dan langsung beranjak ke tempat tidur. Tak lama kemudian, Namira dikejutkan dengan rintihan seorang perempuan. Namira yang mulai merasa ada hal aneh memutuskan pergi keluar untuk mengecek keadaan di luar. Tetapi saat Namira sudah berada di luar, Namira tidak menemukan apapun di luar sana. Tidak ada seseorang ataupun yang lain.

Saat masuk kembali ke kost-annya, Namira kehilangan kesadaran disebabkan hantu Tima merasuki tubuhnya.
Tima mulai menangis tertawa dan marah-marah, lalu tetangga kost-annya merasa terganggu karena Tima merasuki tubuh Namira dan mereka pun langsung memanggil dukun untuk membantu mengeluarkan Tima dari tubuh Namira.

” Kamu siapa?,” tanya Nyi Pati
” Saya Tima, mau apa kamu?,” jawab Tima sambil terus ngamuk-ngamuk
” Keluar dari tubuh ini!,” printah Nyi Pati
” Tidak akan pernah,hahahaha,” jawab Tima bak iblis neraka

Tak lama kemudian, Abian pun datang karena ada tetangga kost-an Namira yang menelepon Abian.

” Hey Namira kamu kenapa?,” tanya Abian kepada Namira sambil memeluk nya.

” Saya bukan Namira! Saya Tima,hahahaha,” Tima sambil terus tertawa terbahak-bahak.
Tiba-tiba Tima melepas pelukan Abian dan berjalan keluar kost-an menuju wahana Java Park ( kebetulan kost-an Namira di tengah kota, otomatis dekat dengan wahana Java Park)

” Hey kamu mau ke mana?,” tanya Abian sambil terus berlari mengejar Tima yang terus berlari menuju wahana Java Park.
Dan sampai akhir nya Tima berhenti di wahana komidi putar.

” Hey kenapa kamu berhenti di sini?,” heran Nyi Pati.
Namun Tima tidak menggubris nya,ia hanya memandangi papan yang bertuliskan ” KOMIDI PUTAR” dan tiba-tiba Tima menangis tersedu-sedu.

” Sekarang kamu jawab, kenapa kamu terus memandangi papan ini dan kenapa tiba-tiba kamu menangis seperti ini? Ada apa sebenarnya?,” tanya Abian sambil terus berusaha menenangkan Tima supaya berhenti menangis.

Tima yang sudah tenang menjawab pertanyaan Abian, “Di bawah sana ada mayatku yang dibunuh oleh pria seumuran denganmu, dia memakai jaket dan topi hitam serta menggunakan masker. Badannya lebih besar darimu. Dia memukulku dari belakang menggunakan balok kayu. Lalu dia memasukkan ku dalam sebuah karung dan menguburkanku di sini. Aku mohon kuburkanlah mayatku dengan layak dan hukumlah orang yang sudah membunuhku. Aku merasukinya hanya untuk memberi tahu keinginanku dan juga peristiwa pembunuhanku.”

“Baiklah kami akan memenuhi keinginanmu itu. Jadi, aku mohon keluarlah dari tubuh Namira. Kau mempercayai kami bukan?” ucap ustadz Udin sembari meyakinkan Tima untuk keluar dari tubuh Namira.

Tima pun mengiyakan pernyataan ustadz Udin dan keluar dari tubuh Namira. Tubuh Namira yang masih lemas ditangkap oleh Abian dengan sigap.

“Apakah kau baik-baik saja mir?”
“Aku masih agak pusing. Apakah kau bisa memberiku minum bi..”
“Oke”

Disaat semua orang sedang menggali kuburan Tima, Abian sibuk menjaga Namira yang tubuhnya masih lemas.

” Kamu udah enakan belum?,” tanya Abian sambil merangkul Namira

” Udah ko bi,” Namira sambil tersenyum

  • SKIP KEESOKAN HARINYA

” Lebih baik kita lapor polisi aja deh,” ujar Abian
” Lah eman0MYg ada apa bi?,” tanya Namira dengan wajah bingung nya.
” Itu loh tentang kejadian kemarin,” Abian sambil menikmati sebatang rokok.
” Yang mana?,” Namira dengan wajah yang masih bingung
” ASTAGHFIRULLAH NAMIRA, itu loh yang tentang si Tima,” terang Abian sambil menoyor Namira
” Ohhh yang itu,” jawab Namira sambil mengelus-elus kepalanya
” Iya Namira kuuu,” Abian sambil mencubit kedua pipi Namira karena gemas
” Ihhh sakit tau,” Namira sambil memasang wajah murung
” Iya iya maap, abisnya kamu lucu banget kek bocil,” ujar Abian sambil terus memandangi wajah imut Namira
” Pacar siapa dulu,” sombong Namira
” Pacar akulahhh,” jawab Abian sambil kembali mencubit kedua pipi Namira
” Ihhhhh sakit tau,” murung Namira sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan tak lupa memajukan bibirnya
” Makanya kamu jangan imut imut,” Abian sambil menoel dagu Namira
” Oke oke back to topic,” ujar Abian berusaha mengalihkan pembicaraan supaya Namira tak lagi murung
” oke,” jawab Namira
” Jadi gimana menurut kamu?,” tanya Abian mencoba untuk serius
” Ya kata aku sih lebih baik kita lapor polisi aja biar pelakunya dapet balasan yang setimpal,” ujar Namira

Namira dan Abian pun pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kasus pembunuhan yang di lakukan seseorang. Abian memarkirkan motornya di depan kantor polisi, Namira turun dari motor Abian.

“Yuk masuk”

Mereka masuk kedalam kantor polisi, menghampiri meja untuk melapor.

“Selamat siang pak”ucap Abian.
“Siang, ada yang bisa kami bantu”polisi tersebut menjawab.
“Kami ingin melaporkan kasus pembunuhan pak, pembunuhan ini terjadi 5 tahun yang lalu , terjadi di Java Park”
“Pelaku pembunuhannya apakah sudah di temukan?”
“Belum pak, pelaku pembunuhan tersebut memiliki ciri ciri memakai jaket dan topi hitam serta menggunakan masker. Badannya lebih besar dari saya,”terang Abian
“Oke terimakasih informasinya, akan segera kami proses,” jawab Polisi tersebut

Polisi itu berdiri, Abian mengikuti polisi itu, lalu mereka berdua berjabat tangan. Setelah melapor, Abian dan Namira keluar dari kantor polisi menuju parkiran untuk segeranl pulang.

Abian dan Namira tidak langsung pulang ke kost-an Namira, tetapi mereka mampir terlebih dahulu ke taman. Duduk di kursi taman, di bawah pohon, menikmati pemandangan taman tersebut.

“Akhirnya, kasus pembunuhan ini selesai”Abian
“Ya”

Namira bersandar di pundak Abian menikmati angin yang sejuk.

Diposkan pada SASTRA

Aku dan Fisika

Oleh: Farah Ramadhani Gunawan

ENTAH mengapa siang ini, matahari begitu terik memancarkan sinarnya. Aku, Alana Carroline yang sedang mengantre di kantin tiba-tiba melihat seseorang yang sangat aneh. Dia terus saja mengecoh kepada teman-temannya bahwa suatu saat nanti dia pasti akan menciptakan sebuah robot yang sangat keren tetapi, teman-temannya justru tidak percaya kepadanya. Dengan suara lantang dan beraninya, dia berkata di depan semua orang yang berada di kantin, bahwa dia akan membuat sebuah robot yang  membuat namanya menjadi terkenal.

“Eh kalian tau nggak, tadi di kantin ada orang yang aneh banget, masa dia bilang dia bakal nyiptain robot sih. Hahahaha… Dia gak tau apa kalo nyiptain robot itu ribet banget. Mana bisa siswa kaya dia mampu buat robot, ” ucap Andre teman sekelas ku. “Hah masa sih? Berani banget dia ngomong kaya gitu di depan semua orang,” kata Angga. Aku yang mendengar semua orang menertawainya, secara spontan mengatakan, “Heh maksud kalian apa sih menghina dia? Orang dia  yang berusaha, kok kalian yang ribet.” Seketika suasana kelas pun hening sejenak.

 Bel pun berbunyi, tanda kelas sudah akan dimulai .

“Eh Lan, kok tumben banget sih kamu ngomong kaya gitu?” tanya Karina teman semejaku. “Ya gapapa, nggak kenapa tadi rasanya kesel, ada orang yang nertawain dia, ” jawabku. “Dia? Dia siapa sih?” tanya Karina. “Ah udahlah.Tuh gurunya udah dateng, ” jawabku spontan.

‘Kring… Kring… Kring’

Bel yang menandakan sekolah telah usai pun berbunyi. Aku dan teman sekelas pun beranjak siap-siap dan berdoa, lalu pulang.

“Eh, itu kan anak yang tadi di kantin, yang ngomongnya ga jelas ,” ucap seorang siswa yang berjalan di depanku. Tanpa pikir panjang aku pun langsung menghampiri orang yang buat keributan di kantin tadi.

“Halo kak. Kalo boleh tau, namanya siapa? Aku, Alana Carolline. Salam kenal, ” ucapku yang spontan mengarah kepada seorang laki-laki yg dibicarakan satu sekolah. “Namaku Rio Vernanda Putra. Tapi, kenapa kamu mau kenalan sama aku? ” ujarnya.

“Oh gak papa hehehe. Aku cuma pengin lebih mengenal Kakak aja. Btw kakak suka fisika ya?” tanyaku kepadanya. “Iya, aku emang suka banget sama fisika, ” jawabnya lembut kepadaku. Aku yang sudah banyak menyimpan pertanyaan untuknya dan bahkan belum meminta nomor nya dibuat harus bersabar karena jemputanya sudah menunggu di depan gerbang.

“Eh udah ada jemputan nih. Aku duluan ya, dadah,” ucap kak Rio dengan senyuman tipis yang membuat hatiku semakin penasaran kepadanya.

“Apakah kak Rio gak merasa sedih, karena dihina oleh satu sekolah?” Pertanyaan tersebut entah kenapa muncul di benakku. Tak lama kemudian, ojol yang kupesan datang dan akhirnya aku memilih untuk pulang daripada berpikiran gak jelas karena dia.

Sesampainya di rumah, aku kembali memikirkan dia. “Duh semoga besok bisa ketemu lagi, biar aku bisa minta nomor dia,” ucapku sambil memikirkannya.

Keesokan harinya aku melihat dia, dan secara tidak sadar kakiku melangkah menghampiri nya. “Kak, aku boleh minta nomor nya gak?” pintaku kepadanya. Seketika Rio langsung bertanya, “Untuk apa kamu minta nomor kakak?” Aku pun menjawab pertanyaanya, “Kakak kan suka fisika. Jadi, karena aku gak terlalu bisa fisika dan liat kakak yang optimis banget sama tujuan kakak buat bikin robot, aku jadi pengin lebih mengenal fisika dan barang kali bisa bantu Kaka meskipun sedikit sih, hehehe.” Akhirnya Rio pun memberikan nomornya kepada Alana.

Setelah beberapa Minggu kemudian, Alana dan Rio pun semakin akrab. Mereka bahkan sampai dijodoh-jodohkan oleh teman sekelas mereka.

‘Kring… Kring… Kring’

Bel sekolah berbunyi menandakan jam istirahat. Seluruh siswa berbondong-bondong meninggalkan kelas mereka. Ada yang menuju ke kantin, ada yang menuju ke perpustakaan, dll.

Saat perjalanan menuju ke kantin, Alana tak sengaja melihat Rio yang mengarah ke perpustakaan. ” Kak Riooo,” ucapku dengan sangat berani yang memanggil nama Rio dengan sangat kencang. Rio pun menoleh ke belakang, sambil berkata, “Oh Alana. Kenapa Lan? Ada yang bisa kakak bantu?”  Alana menjawab, “Kakak mau ke perpustakaan ya?” Rio pun menjawab, “Iya nih, kakak mau ke perpustakaan sekalian mau cari referensi tentang robot-robot.” Alana pun bertanya, ” Ikut boleh nggak Kak?” Rio pun mengiyakan permintaan Alana dan mereka pun pergi ke perpustakaan bersama.

Setelah beberapa hari kemudian, Rio berencana untuk membuat robot pertamanya. “Alana, Minggu nanti kamu sibuk gak?” tanya Rio kepada Alana. “Emm enggak tuh kak. Emangnya kenapa ya?” jawab Alana dengan kebingungan karena baru pertama kalinya Rio menanyakan pertanyaan seperti ini. “Kamu mau gak bantu kakak buat robot di rumah kakak?” tanya Rio sambil berharap Alana mengiyakan permintaanya itu. “Boleh kak,” jawab Alana. Seketika Rio pun langsung tersenyum dengan lebar sembari berterima kasih kepada Alana.

Hari Minggu pun tiba. Seperti janjinya, Alana membantu Rio membuat robot.

“Alana tolong kamu ambil itu dong,” ucap Rio sambil menunjuk sebuah sekrup yang terletak di atas meja. “Oke kak, siap, ” jawab Alana dengan ceria.

Tetapi sangat disayangkan, percobaan pertama mereka membuat robot gagal total hanya karena sebuah kesalahan saat merakit kabelnya.

“Yah gagal kan,” ucap Rio dengan nada sedih. “Gak papa kak, kan masih percobaan pertama, jadi wajar aja kalo gagal. Kita kan bisa buat lagi. Ayo semangat kak. Alana janji bakal bantuin Kakak kok,” ucap Alana sambil memberikan semangat kepada kakak kelasnya itu.

Setelah berhari-hari mereka memikirkan agar tidak terjadi kesalahan lagi saat membuat robot, mereka pun memutuskan untuk membuat ulang pada hari Minggu.

“Oke deh sip. Semoga ini benar dan kita berhasil membuatnya,” harap Rio. “Iya kak, semoga aja kita berhasil membuat robotnya ya, ” sahut Alana dengan nada ceria.

Hari Minggu yang mereka tunggu-tunggu akhirnya tiba. Kali ini mereka membuatnya dengan sangat teliti dan penuh konsentrasi agar tidak terjadi kesalahan seperti sebelumnya.

“Nah udah jadi nih Lan. Oke, mari kita coba semoga bisa gerak ya Lan,” harap Rio. Mereka pun mencoba robot yang baru mereka buat itu.

“Lan robotnya gerak nih,” ucap Rio spontan sambil tersenyum lebar. “Akhirnya kak, perjuangan kakak selama ini gak sia-sia dan kakak bisa buktiin sama semua orang kalo kakak akhirnya nyiptain robot, ” sahut Alana dengan eskpresi terharu.

Beberapa hari kemudian, sekolah memberi pengumuman bahwa akan diadakan sebuah kontes untuk memamerkan hasil karya siswa dan siswa yang akan mengikuti kompetisi itu diharapkan untuk mendaftarkan diri di Bu Oliv. Alana yang mendengar pengumuman itu pun langsung bergegas menuju kelas Rio untuk memberitahu kepadanya bahwa akan diadakan sebuah kompetisi hasil karya siswa. Rio yang baru mendengarnya pun menarik tangan Alana dan bergegas menuju Bu Oliv untuk mendaftarkan diri menjadi peserta kompetisi itu.

Akhirnya hari untuk kompetisi pun tiba. Semua peserta diharapkan untuk mendaftar ulang dan duduk di kursi yang sudah disiapkan panitia.

“Kak, kok Alana deg-degan ya,” ucap Alana. “Sama nih Lan, kakak juga deg-degan,” jawab Rio.

“Diharapkan untuk para peserta segera menduduki kursi masing-masing karena acara akan segera dimulai,” ucap panitia kompetisi tersebut.

Setelah beberapa peserta selesai mempresentasikan hasil karya mereka, tibalah saatnya Rio mempresentasikan hasil karyanya . Saat Rio melangkah menuju ke panggung, semua orang terheran-heran seolah tidak percaya bahwa itu adalah hasil karya Rio.

“Ini beneran nih hasil karya siswa SMP?” ucap seorang penonton. Namun, Rio terus melanjutkan presentasinya tanpa mempedulikan ucapan penonton itu.

Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Juri yang telah menilai semua hasil karya peserta akan segera mengumumkan pemenang kompetisi tersebut. Suasana pun menjadi hening seperti tidak ada kehidupan. Juri pun mulai membacakan pemenang kompetisi tersebut dari juara terakhir sampai juara pertama.

“Baik, sekarang juara pertama jatuh kepada, Rio dengan hasil karya robotnya yang super canggih. Mari kita berikan tepuk tangan untuk Rio,” ucap juri.

Semua orang bertepuk tangan untuk Rio. Rio dan Alana yang tidak percaya dan terharu pun secara tidak sadar meneteskan air mata.

“Untuk para pemenang harap menuju ke panggung untuk menerima penghargaan,” kata juri. Alana pun langsung menyuruh Rio mengusap air matanya dan segera menuju ke panggung. Juri pun memberikan penghargaan kepada para pemenang dan seluruh orang yang berada di sana bertepuk tangan dengan sangat meriah.

“Lan kakak gak mimpi kan? Ini kenyataan kan, Lan?” tanya Rio kepada Alana karena tidak percaya bahwa dirinya akan menjadi pemenang dalam kompetisi tersebut. “Iya kak. Kakak menang, robot kakak diakui oleh semua orang,” jawab Alana.

Tanpa pikir panjang Rio pun langsung memeluk Alana tanpa memperhatikan keadaan di sekeliling mereka.

“Makasih Lan. Pencapaian Kakak selama ini itu karena kamu yang udah support Kakak dan bantu kakak sampai di titik ini,” ucap Rio kepada Alana sambil mempererat pelukannya itu. “Iya kak sama-sama. Lagian ini semua kan usaha kakak sendiri , Alana cuma bantu sedikit kok hehehe,” jawab Alana. Setelah menerima penghargaan, mereka pun pulang ke rumah masing-masing.

Keesokan harinya, mereka jadi buah bibir di sekolah berkat pencapaiannya dalam kompetisi tersebut. Teman-teman Rio dan semua orang di sekolah yang awalnya menghina Rio pun meminta maaf kepadanya.

“Maaf ya Rio, waktu di kantin kita semua udah hina kamu,” ucap teman-teman Rio. Rio pun dengan besar hati memaafkan mereka dan hanya menganggap kejadian waktu itu sebagai sebuah candaan saja.

Beberapa bulan kemudian, hari kelulusan pun tiba yang menandakan semua siswa kelas 9 secara resmi lulus dari sekolah tersebut. Rio yang sedang mewakilkan seluruh siswa kelas 9 membacakan puisi dibuat kaget oleh suara tangisan seorang gadis. Seketika Rio pun berhenti dan berlari menuju Alana karena Rio sadar akan suara gadis tersebut. Semua orang yang berada di aula dibuat kebingungan oleh sikap Rio ini.

Saat Rio berlari mencari Alana, Rio bertemu Kirana dan dia memberi tahu Rio dimana posisi dan alasan kenapa Alana menangis. Rio yang sudah mengetahui posisi Alana kemudian berterima kasih kepada Kirana dan langsung berlari ke arah Alana. Di hadapan semua orang, Rio memeluk Alana sambil menenangkan adik kelas tersayang nya itu.

“Lan tenang Lan. Kakak cuma pergi dari sekolah ini doang kok, bukan hubungan kita. Jadi Alana harus tenang oke, ” ucap Rio dengan lembut. Alana yang mendengar perkataan Rio pun langsung menghentikan tangisannya karena sadar bahwa dia dan Rio sedang dilihat oleh semua orang.

“Iya kak Alana gak papa kok. Tuh lihat semuanya pada ngelihatin kita loh kak,” ujar Alana dengan pelan. Rio yang berhasil menenangkan Alana pun bergegas membawa Alana ke sebuah tempat dimana tidak ada seseorang pun disana.

“Lan kalo kakak punya salah sama kamu kakak minta maaf ya. Terus kalo kamu ada masalah ceritain semuanya ke kakak, kakak pasti bantu kok,” ucap Rio kepada Alana sambil memegang tangan adik kelasnya itu.

“Iya kak. Sekali lagi makasih ya kak karena kakak udah ada di samping Alana. Dan selamat hari kelulusan kak,” jawab Alana sambil tersenyum manis yang membuat Rio tersipu malu melihatnya. 

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, acara kelulusan pun sudah hampir selesai. Semua siswa kelas sembilan berfoto bersama untuk dijadikan sebuah kenangan. Tidak ingin kesempatannya hilang, Rio mengajak Alana untuk berfoto bersama saat itu juga. Sampai akhirnya mereka pun tersenyum bahagia hingga acara tersebut selesai. (*)

Vas Bungaku, Kreativitasku

Oleh: Firda Tri Rakhmawati

Virus corona yang melanda

tak menyurutkan semangatku

Vas Bungaku…

Kau adalah hasil kreativitasku

yang terbuat dari kayu

Vas Bungaku…

Bentuk mu indah nan berseri

seakan tersenyum padaku

Menarik mataku

untuk terus memandangimu

Oh Vas Bungaku…

Sungguh cantik warnamu

Tempelan bunga

menambah elok rupamu

Tak kan pernah ku berpaling

dari keindahan bentukmu

Vas Bungaku…

Kau adalah penghias dinding rumahku

penghias dinding ruang tamu

Kan ku jaga

sampai akhir hayatku

Kan ku rawat

sampai akhir hidupku

Vas Bungaku…

Kau tak kan pernah tergantikan

Tak kan hilang dari memoriku

Vas Bungaku…

Aku sangat menyayangimu

Terimakasih vas Bungaku

Kau sudah mengisi kekosongan ruang tamuku

Diposkan pada SASTRA

Bagaikan Nabastala Senja

Oleh: Ayu Syfa Khoirun Nisa (9C)

Dia …
Bagaikan Nabastala Senja
Begitu indah dengan panorama langit berwarna jingga
Yang menyimpan beribu rasa dendam maupun cinta

Dia …
Bagaikan Nabastala Senja
Yang begitu baswara saat cahaya menyinari dirinya
Yang mampu membuat siapapun terpana melihatnya

Dia …
Bagaikan Nabastala Senja
Dengan angan-angan yang melayang terbang ke angkasa
Dengan raut wajah yang cerminkan rasa bahagia
Dialah ayah kepala keluarga
Yang tersenyum ria di langit Swastamita

Diposkan pada SASTRA

Gurindam

Apabila dengki sudah bertanah,
Datanglah darinya beberapa anak panah

Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
Disitulah banyak orang yang tergelincir.

Jika hendak mengenal orang yang berakal,
Didalam dunia mengambil bekal.

Jika engkau budiman,
Maka hiduplah dengan sopan

Diposkan pada SASTRA

Pantun

Beli kacang beli kuaci
Pulangnya ketemu pawang kunci
Selamat datang di blog kami
Semoga senang dan terinpirasi

Pergi ke warung beli bakwan
Jangan lupa mampir ke Pak Bambang
Karena jasa para Pahlawan
Kita bisa merdeka sampe sekarang

Pohon cemara tinggi menjulang
Gatotkaca gagah perkasa
Setelah ratusan tahun pahlawan berjuang
Sampailah kita di hari merdeka

Jalan jalan ke Pak Bondan
Jangan lupa baris berjajar
Jika engkau murid teladan
Maka rajinlah untuk belajar

Jika akan pergi ke dusun
Jangan lupa membeli beras
Jika kamu belajar tekun
Pasti akan naik kelas

Karya: Aena Nur Rahma Muliya 9G dan Aiska Muti Salsabila 9G dan Talista Resta Hakiki 9E