Judul: Ayahku [Bukan]pembohong
Penerbit :Gramedia pustaka utama
Penulis : Tere Liye
Tebal buku : 299 halaman
Tahun terbit : 2011
Sampul/ilustrasi: Berwarna biru dengan latar belakang langit berawan putih dan pemandangan gunung serta pepohonan juga dengan sebuah apel dan Tenda berwarna Merah. Selain itu, ada gambar lain yaitu beberapa layang-layang yang berterbangan.
A. pendahuluan
Novel “ayahku [Bukan] pembohong yang di karang oleh Tere liye memiliki makna yang sangat mendalam. Novel ini memiliki makna tentang Persahabatan,Kejujuran,Kepercayaan,Keluarga dan sedikit Percintaan.
B. sinopsis
Tokoh utama dalam cerita ini bernama Dam, seorang anak tunggal dari ayah dan ibu yang hidup berkecukupan. Tidak miskin tidak juga kaya. Ia tumbuh dengan rambut keriting eksotik. Membuatnya diberi nama panggilan baru di sekolah, “ si keriting ”. Selain itu ia juga dipanggil “pengecut”. Adalah Jarjit, anak orang paling kaya seantero kota yang punya gara-gara.
Suatu ketika ketika Jarjit berkelahi dengan anak-anak kampung dekat sekolah mereka. Ia babak belur. Memar di sekujur tubuh. Tapi ia tidak kapok sama sekali. Malah berniat menuntut balas pada anak-anak dimulaidal itu. Ia pun mengajak seluruh teman lelakinya untuk bergabung memberi anak-anak kampung kumal itu pelajaran dan agar mereka tahu mereka tengah berhadapan dengan siapa. Ya, Jarjit memang agak sombong, maklumlah masih anak-anak. Semua teman-temannya termasuk kecuali Dam. Ia keukeuh tidak mau bertengkar hanya untuk membalaskan dendam seorang anak bernama Jarjit yang kenakalannya sudah terkenal dari kecil.
Apakah Dam seorang anak yang penakut ? tidak ! sama sekali tidak. Hanya saja ia selalu ingat kisah demi kisah yang sering diberitahukan kepada ayahnya, tentang lembah bukhara, pengendali suku angin, juga cerita sejarah hidup idolanya, Sang Kapten. Ia ingin meniru teladan-teladan yang baik dari mereka. Sejak itulah saya dipanggil pengecut. Pengecut yang tidak mau berkelahi.
Dam selalu senang dan antusias mendengar cerita dari Ayahnya. Begitupun ayah, tak pernah bosan bercerita. Ya namanya juga anak-anak. Selalu tertarik dengan cerita. Yang penting seru, mereka tidak berfikir apakah cerita itu nyata atau karangan si pencerita saja. Lambat laun Dam akan tahu ayahnya membual dengan cerita-cerita itu atau tidak. Dari cerita ayah lah ia tahu bahwa Sang Kapten, pesepak bola idolanya itu ternyata dulu hanya memperkenalkan sup jamur. Ia hidup miskin dan tak memiliki siapa-siapa yang menyemangati. Suatu saat ketika kapten kecil mengantar pesanan sup untuk ayah Dam. ( menurut cerita dari ayah , kala itu ayah sedang kuliah di luar negeri ).
Sejak itulah mereka mulai bersahabat. Ayah mengatakan bahwa Sang Kapten adalah sosok yang tak pernah menyerah dengan segala keterbatasan yang dimilikinya. Itu salah satu yang menginspirasi Dam untuk terus berprestasi. Tidak peduli, kebohongan atau tidak. Dam tidak kepikiran ke sana.
Selain cerita tentang Sang Kapten, ayah Dam juga bercerita tentang suku pengendali angin yang pernah ia temui. Bahkan sang ayah mengatakan ia pernah terbang dengan layang-layang raksasa bersama kepala suku, Dam percaya. Takjub dengan cerita ayahnya. Juga tentang apel emas dan lembah bukhara. Sejak kecil Dam puas dengan cerita demi cerita dari sang ayah.
Beranjak dewasa ia dikirim ke Akademi Gajah. Sekolah lanjutan yang 8 jam naik kereta dari kampung halaman. Di sana lah Dam tumbuh dewasa dan mulai menemukan bakat serta jati dirinya. Ia mengagumi arsitektur bangunan Akademi Gajah. Saat waktu senggang ia akan menghabiskan berjam-jam hanya untuk menggambar sketsa tempat menarik di Akademi Gajah.
Suatu saat ketika mendapat hukuman bersama Retro sahabatnya, membersihkan perpustakaan selama sebulan penuh. Sebenarnya itu bukan hukuman bagi Dam tapi keinginan yang tercapai. Ia ingin menggambar sketsa ruang perpustakaan. Dengan berjam-jam di perpustakaan otomatis memiliki waktu lebih banyak untuk menyelesaikan sketsanya. Retro yang awalnya menggerutu mendapat hukuman seperti itupun lambat laun menikmati juga. Ia menemukan satu sudut tumpukan buku-buku cerita yang berdebu tebal. Jika sudah membaca ia akan lupa waktu.
Beberapa hari sebelum hukuman mereka genap sebulan Dam menggangu Retro yang tengah khusuk membaca. Iseng, Dam pun membaca beberapa cerita yang Retro baca. matanya terbelalak. Mulutnya menganga. Cerita yang ia baca mirip sekali dengan apa yang ayahnya dulu sering ceritakan. Sejak saat itu ia mulai meragukan kebenaran cerita tersebut. Menurut Retro sangat tidak mungkin ayah dam berpetualang ke lembah bukhara mendekati menemui suku pengendali angin. Bersahabat dengan Sang Kapten, bintang sepak bola dunia itu baru ? tidak mungkin.
Dam sempat menanyakan kebenaran cerita tersebut. Bukan jawaban yang ia dapatkan melainkan kemarahan dari sang ayah. Ia merasa bersalah. Mulai saat itu ia tidak ingin membayangkan apakah cerita itu bohong atau tidak. Mungkin begitulah cara ayah mendidiknya menjadi anak yang baik. Dengan cerita-cerita yang kemungkinan besar bohong .
Di tahun akhir, 3 minggu sebelum kelulusan Akademi Gajah Dam mendapat telegram. Ia harus pulang. Ibunya yang sejak dulu rapuh jatuh sakit kini dirawat di rumah sakit. Di saat itulah ia tahu ayahnya adalah pembohong. Bukan pembohong karena cerita-cerita tak masuk akal itu berbohong tentang kondisi fisik ibunya.
Saat ibunya jatuh sakit ayah selalu bilang ibu hanya kecapekan. Padahal dokter yang merawat ibu dengan jelas mengatakan beliau mengenal kangker sejak 20 tahun lalu. Kenapa aku tak pernah dikabari ? ia juga berhak tahu kondisi ibu. Pertengkaran hebat terjadi di depan ruang operasi malam itu. Ayah berkata mereka menyembunyikannya karena tidak ingin menganggu konsentrasi dan kebahagiaan Dam. Dam tak terima, ia terlanjur benci pada ayah. Tanpa rasa bersalah ia mengatakan ayahnya adalah pembohong. Termasuk cerita-cerita masa kecilnya.
Ibunya tak bisa terselamatkan. ribuan orang datang melayat. Tak pernah ia melihat pemakaman seramai ini. Hingga pejabat dan orang penting pun datang. Saat pemakaman mulai beranjak sepi menyisakan ayah dan Dam. Sang ayah bahu Dam, besarkan hati, semoga Dam bahwa takdir terbaik. Hati Dam memaki benci. Andai harta benda yang mengobati ibu dari dulu, ini semua pasti tak terjadi.
Saat itu ayah tahu bahwa Dam sudah benci pada cerita-ceritanya. Namun ia ingin menceritakan satu kisah yang ia janjikan sebagai kisah terakhir. Tak kan ada lagi cerita-cerita lain. Namun malahan meninggalkan sang ayah.
Dam meninggalkan rumah. Ia merantau berkuliah di jurusan arsitektur. Jurusan yang dirancang untuk arsitektur kesohor seluruh negeri. Sangat jarang ia mengunjungi sang ayah yang hidup sendiri pasca ditinggal ibu. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Taani, sahabat masa kecil yang kemudian menjadi istrinya. Mereka menikah dan dikarunia dua anak Zas dan Qon, putra putri yang teramat menggemaskan. Taani meminta Dam menyetujui ayah tinggal bersama mereka. Agar ayah tak kesepian. Agar ia dekat dengan cucunya. Dam dengan ragu mengizinkan.
Zas dan Qon sangat senang dengan kehadiran sang kakek. Mereka suka dengan cerita-cerita kakek. Masih cerita yang sama dengan yang dulu Dam dengar. Setiap kali ayah bercerita tentang anak-anak, Dam selalu menggeram tak suka. Taani yang selalu memberitahu Dam mengatakan bahwa hal itu hal yang tidak salah . Ia adalah menantu yang baik. Taani malah lebih dekat dengan ayahnya Dam sendiri.
Sampai akhirnya Zas dan Qon ketahuan membolos. Dam marah. Apalagi setelah mengetahui penyebab mereka bolos. Mereka menelusuri perpustakaan kota 8 tingkat hanya untuk mencari tahu apakah cerita mereka nyata atau tidak. Bertambah kebenciannya terhadap ayahnya. Bukan pada ayah sebenarnya tapi pada masalah yang ayah lakukan. Ia tak ingin Zas dan Qon tumbuh besar dengan cerita-cerita bohong.
Pertengkaran hebat terjadi. Dam membentak dan mengatakan ayahnya pembohong. Hancur hati sang ayah. Tanpa ragu Dam mengusir ayahnya . Taani dan cucu-cucunya setiap saat bisa mengunjungi jika mereka mau. Tapi tidak di rumah ini,di rumah ini dia yang memiliki hak dan ayahnya wajib mengikuti aturan Dam.
Taani berlinang air mata mengingatkan Dam bahwa yang ia usir itu adalah ayahnya sendiri, yang besarkan, yang merawatnya sejak kecil. Namun Dam sudah lupa diri. Ayah melangkah pergi ditemani derasnya hujan dan dinginnya malam meninggalkan rumah anak semata wayangnya. Taani, Zas, dan Qon ikut menangis layaknya langit malam. Bahkan Zas dan Qon memeluk kakeknya tak ingin ditinggal. Dam tak peduli, Ia ingin ayah segera pergi.
Esoknya sang ayah ditemukan terbujur kaki di samping pusara ibunya. Oleh penjaga makam ayah segera dilarikan ke rumah sakit. Kondisi beliau labil. Saat itulah Dam merasakan kesedihan. Muncul rasa bersalah telah mengusir sang ayah. Andai tak mengusirnya hal ini tak mungkin terjadi.
Sang ayah siuman dan ingin bertemu dengan Dam. Dengan berlinang air mata ayah meminta maaf pada Dam. Suaranya parau. Membuat sesak hati. Harusnya ia yang minta maaf, bukan ayah. Saat tubuh sang ayah terkulai lemah di ranjang rumah sakit, sang ayah meminta Dam mendengar satu cerita, ia tahu Dam sudah membenci cerita-ceritanya sejak meninggal berpuluh tahun lalu. Namun ia janji ini akan menjadi cerita terakhir. Kisah yang dulu ingin ia ceritakan di pusara sang ibu. Saat bendungan berjalan sesuainya. Kisah tentang Danau Para Sufi. Ayah mulai bercerita dengan suara paraunya.
Takdir tak bisa ditolak. Ayahnya telah kembali kepada Tuhan tepat kala cerita itu sempurna disampaikan. ribuan orang melayat. Lebih ramai dari pemakaman ibunya. Padahal sang ayah hanyalah PNS bergaji rendah biasa. Di kelopak langit entah darimana asalnya puluhan layang-layang seolah ikut menghadiri pemakaman. Di tengah acara tiba-tiba terjadi. Ada satu rombongan yang datang. Menarik perhatian seluruh pelayat. Orang-orang memberi jalan. Mereka tampak antusias. lalu gemuruh tepuk tangan penuh apresiasi di udara. Dan ternyata, rombongan tersebut adalah rombongan Sang Kapten. Dam kaget tak terkira. Bagaimana bisa? bagaimana bisa Sang Kapten datang ke pemakaman ayahnya ? disaat itulah.
“Ayah kau adalah sahabatku, Dam. Kalau bukan karena dia yang datang dan memarahi petinggi klub dulu untuk menerimaku sebagai pemain meski aku pendek, mungkin aku akan tetap menjadi pengantar sup jamur ”
Dam termangu. Membisu. Rasa bersalah membuncah. Ia keliru. Ia salah. “Ayahku ( bukan ) pembohong ” lirih Dam.
C. kelebihan
1.Alur cerita yang maju mundur membuat pembaca akan dibawa berfikir membayangkan sebelumnya
2.Cerita yang tidak membosankan dan selalu seru untuk dilanjutkan
3.Setiap bab mengandung amanat dan pesan moral yang menyentuh dan membuat semangat
Membuat emosional bermain, anda bisa menangis saat membacanya.
Banyak kalimat-kalimat motivasi dan kalimat yang masuk akal di setiap paragraf. Kalimat-kalimat tersebut tersebut dapat meningkatkan rasa sayang terhadap keluarga, terutama ayah.
Kategori: RESENSI BUKU
Resensi Novel “Ironi Masa Lalu Lebih Pahit Dari Dendam Yang Tak Terbayar”

Judul : Ironi Masa Lalu Lebih Pahit Dari Dendam Yang Tak Terbayar
Penulis : Ema Pertiwi
Penerbit : Senja
Tahun Terbit : 2016
Tebal Buku : 188 halaman
Sampul/Ilustrasi : Gambar tiga siswa SMA yang satu berdiri membelakangi
A. Pendahuluan
Novel “Ironi Masa Lalu Lebih Pahit Dari Dendam Yang Tak Terbayar” yang ditulis oleh Ema Pertiwi menceritakan perjalanan hidup Adam yang penuh lika-liku. Novel dengan 188 halaman ini memiliki konflik-konflik yang sangat menarik, seperti konflik percintaan, persahabatan, keluarga, dan lain-lain.
B. Sinopsis
Cerita dimulai dengan Adam dan teman-temannya yang sedang di kantin dikagetkan dengan telepon dari Bill yang mengatakan bahwa akan ada tawuran antara SMA Galaksi dan SMA Gerhana. Awalnya Adam tidak diijinkan oleh kekasihnya, tetapi Adam justru meyakinkan kekasihnya bahwa dia akan baik-baik saja. Setelah Adam meyakinkan Elsa, dengan terpaksa dia mengijinkan Adam menontkn tawuran itu. Adam dan teman-temannya yang hanya ingin menyaksikan dibuat kaget saat Bill menghajar salah satu anak dari SMA Gerhana. Bill yang terlihat gelisah akhirnya memutuskan untuk kabur dari sana. Adam yang merasa bersalah pun akhirnya memutuskan untuk menjenguk korban dan menanggung biaya rumah sakit.Keesokan harinya, Adam dan teman-temannya dipanggil ke lapangan basket untuk diberi sanksi. Kepala sekolah memberi sanksi tegas kepada mereka. Teman-teman Adam diberi skors 3 hari, sementara Adam diberi skors seminggu dan kepala sekolah juga menyuruh Adam menemuinya di ruang kepala sekolah. Adam yang curiga ada kejanggalan disini hanya bisa memancing kepala sekolah untuk bercerita darimana dia tahu kalau mereka menonton tawuran. Tapi sialnya, usaha Adam sama sekali tidak membuahkan hasil. Setelah mendengar pernyataan Adam, Arya tidak terima kalau misal sahabatnya itu diperlakukan tidak adil karena jelas-jelas mereka melakukan kesalahan yang sama. Tanpa ragu, Arya memutuskan untuk pergi menemui Pak Danu, selaku kepala sekolah. Arya menjelaskan semua kronologi kejadiannya sampai saat dia dan teman-temannya pergi menjenguk korban. Cerita berlanjut dengan Elsa yang sedang sakit perut akibat tidak memakan sarapannya. Elsa yang meminta ijin kepada gurunya akhirnya pergi ke kantin untuk mengisi perutnya yang kosong. Saat dia sedang melihat sekitar untuk memilih tempat duduk, dia dikejutkan dengan seorang lelaki yang sering menatap kekasihnya dengan tatapan sinis. Saat Elsa memandanginya, dia justru berbalik badan dan menatap balik Elsa. Elsa yang kaget sontak mengubah arah pandangnya dan melangkahkan kakinya untuk menuju tempat duduk. Beberapa menit kemudian, sebuah suara berat membuat Elsa kaget. Tanpa pikir panjang lelaki itu langsung duduk di depan Elsa dan memperkenalkan dirinya. Ronald, namanya. Ronald berusaha mencari topik dengan Elsa, tetapi gadis itu justru menjawab semua pertanyaan Ronald dengan ketus. Selepas itu, cerita kembali menceritakan Adam yang sedang mengikuti les privat di rumah Bu Ana, wali kelasnya. Saat Adam memencet bel, dia justru bertemu seorang gadis muda yang tak ia kenali. Melihat wajah Adam yang tampak kebingungan, gadis itu memperkenalkan dirinya.Saat malam Sabtu tiba, Adam bergegas pergi ke rumah Elsa untuk mengajaknya makan malam bersama. Elsa yang bingung karena Adam tidak memberi tahunya pun hanya bisa mengikuti kemana Adam akan mengajaknya. Sebuah kedai nasi goreng sederhana di pinggir jalan dipilih Adam untuk makan malamnya bersama Elsa. Saat pesanan datang, Adam hanya memandangi piring di depannya dan beralih menatap Elsa yang antusias menyantap makanannya. Tanpa basa-basi, Adam mengatakan bahwa dirinya akan pergi ke Malang. Elsa yang kaget spontan memberi Adam banyak pertanyaan. Adam yang tidak bisa memberi tahu alasannya sekarang, hanya bisa membujuk Elsa. Keesokan siangnya, Adam bergegas untuk pergi ke Malang menggunakan pesawat. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu setengah jam, ia melanjutkan perjalanannya menggunakan taksi. Bertepatan dengan jam menunjukkan pukul 15.00 WIB, ia turun dari taksi dan berjalan kaki mencari alamat yang akan ditujunya. Tetapi, langkah Adam terhenti karena melihat keributan. Saat dia tahu bahwa korbannya adalah Bill, dia langsung bergegas menolongnya. Bill yang sudah selesai urusannya dengan preman itu, mengajak Adam ke kostnya dan menceritakan semua kejadian setelah tawuran itu kepada Adam.Beberapa hari kemudian, Adam kembali ke Jakarta. Ia tidak langsung pulang ke rumah, tetapi ia pergi ke rumah Elsa untuk menceritakan kejadian selama ia di Malang. Elsa dan Adam yang sedang asyik mengobrol dibuat terkejut mendengar suara dari perut Adam yang sepertinya belum terisi oleh makanan. Akhirnya Elsa memutuskan untuk membuat makanan dan dibantu oleh Adam. Saat mereka sedang lahap menyantap makanannya, bel rumah Elsa berbunyi. Saat Elsa membuka pintu, ia menemukan sosok Ronald yang berdiri. Ronald yang peka akan adanya seseorang, mencari topik agar dia bisa tahu siapa seseorang yang sedang bertamu. Setelah selesai menghabiskan makanannya, Adam menuju ke depan untuk melihat siapa yang datang ke rumah kekasihnya itu. Saat Adam tahu bahwa orang yang bertamu ke rumah Elsa adalah cowok yang selalu menatapnya dengan sinis, dia langsung memasang wajah dingin dan kaku. Ronald yang sudah mengetahui siapa yang ada di rumah Elsa, akhirnya memutuskan untuk mengembalikan novel yang dibeli Elsa dan bergegas pulang. Setelah Ronald pulang, Adam masuk ke dalam dan membereskan tasnya lalu segera pergi dari rumah Elsa dengan wajah dingin. Elsa yang gelisah mencoba menjelaskan kejadian sebenarnya kepada Adam. Tetapi, sayangnya usaha Elsa tidak membuahkan hasil. Elsa terus mencoba menghubungi Adam, tetapi tidak ada jawaban. Sesampainya di rumah, Ronald disambut oleh pertanyaan dari seorang pria paruh baya yang ternyata itu adalah papahnya. Ronald tidak menjawab satu pun pertanyaan yang diberikan papahnya, tetapi Ronald mengatakan bahwa dia janji akan membalaskan dendam papahnya kepada mereka. Apakah maksud dari perkataan Ronald pada ayahnya? Apakah masalah yang akan Ronald buat? Kepada siapakah Ronald membalaskan dendam? Kita akan mengetahui jawabannya dalam novel keren ini.
C. Kelebihan
Berikut ini adalah beberapa kelebihan novel Ironi Masa Lalu Lebih Pahit Dari Dendam Yang Tak Terbayar karya Ema Pertiwi.
• Pertama, jalan cerita yang menarik
Jalan cerita yang dihadirkan sangat menarik, karena selain membuat baper pembacanya, novel ini juga membuat pembacanya penasaran dengan endingnya.
• Kedua, memiliki quotes-quotes yang indah
Beberapa quotes yang ada dalam novel ini yaitu, “Kalau kita mencintai seseorang, jangan hanya mencintai raganya. Karena raga cepat berubah, bahkan bisa lenyap dalam hitungan waktu.” (Halaman 144); “Cintailah pekerjaanmu seperti kamu mencintai dirimu sendiri. Jika kamu bisa merawatnya, hasilnya juga akan baik. Namun, jika gagal, segeralah bangkit!” (Halaman 162)
•Ketiga, pesan moral yang kuat
Sebuah karya memang sudah selayaknya menyisipkan sebuah pesan moral, baik tersirat ataupun tersurat. Ema Pertiwi amat piawai membungkus amanat-amanat yang terkandung dalam novel dengan bahasa yang indah, sehingga pembaca sama sekali tidak merasa sedang diceramahi atau digurui.
D. Kekurangan
Selain memiliki kelebihan, suatu karya juga pasti memiliki kekurangan. Beberapa kekurangan dalam novel yang ditulis oleh Ema Pertiwi ini sebagai berikut.
• Pertama, beberapa kalimat yang salah rangkai
Sering kali pembaca dibuat bingung akan maksud yang disampaikan oleh penulis akibat kalimat yang salah rangkai atau typo. Contohnya kalimat ‘Merasa kepergok, Adam salah jadi tingkah.’ dalam novel yang ditulis oleh Ema Pertiwi ini.
Terlepas dari semua itu, novel ini direkomendasikan bagi siapa pun yang suka dengan genre action dan romance. Romance karena beberapa adegan antara Adam dan Elsa yang membuat pembaca merasa baper akan tingkah mereka. Sementara action karena adanya beberapa adegan tonjok menonjok.
Selamat membaca!
Reporter: Farah Ramadhani
Resensi Novel “Dear J”

a. Identitas Buku
Judul : Dear J
Pengarang : L. Lullaby
Penerbit : L. Lullaby
Tahun terbit : 2018
Tebal halaman : 483 halaman
b. Orientasi
Dear J adalah buku pertama dari Series J’s Universe, Dear J awalnya adalah buku online yang sudah dibaca sebanyak 41.1 juta kali di Wattpad. Dear J baru dijadikan novel pada tahun 2018, novel ini hanya dijual di online shop dan cepat habis, karena Dear J hanya restock sekali sebulan, membuat novel Dear J sulit didapatkan. Tetapi kita tetap bisa membacanya secara online di Wattpad.
Tokoh utama dari buku Dear J adalah Na Jaemin, penyanyi asal Korea dari grup yang bernama NCT. Namun Dear J adalah cerita fiksi dan apa yang diceritakan di buku sama sekali tidak ada hubungannya dengan kehidupan asli Na Jaemin.
Dear J menceritakan tentang seorang pemuda bernama Na Jaemin. Laki-laki “tak sempurna” yang dipandang sebelah mata karena kekurangannya, ia seorang tunawicara, ia bisu. Jaemin sebagai murid transfer masuk ke kelas Jung Jeha, kekasih Lee Jeno.
Menurut saya novel ini sangat bagus, karena banyak pelajaran yang bisa dipetik dari cerita ini, Jaemin yang tunawicara tetapi ia pantang menyerah, ia percaya hidup mempunyai makna dan tuhan memberikan takdir yang terbaik untuknya. Sifat Jaemin yang pekerja keras, sabar, ramah, dan selalu tersenyum patut dicontoh.
Jaemin tidak membalas orang-orang yang membullynya, karena Jaemin yakin Tuhan yang akan membalasnya suatu hari. Jalan ceritanya juga sangat menarik, banyak scene yang lucu, tegang, sampai ke sedih. Namun ada juga kekurangan dari novel ini, seperti pembullyan, kekerasan yang kejam, semua itu tidak boleh diikuti.
c. Sinopsis
Kisah pun dimulai, saat Jaemin masuk ke kelasnya, Jeha diherankan oleh seisi kelas yang tiba-tiba saling berbisik, namun kata-kata mereka tidak terdengar baik. Jeha menghampiri Jaemin dan ia menjadi orang pertama yang berbicara dengannya. Namun Jaemin tidak menjawab pertanyaannya, melainkan hanya menganggukan kepala saja.
Jeha bertanya kepada Jeno, kenapa Jaemin dijauhi? Namun raut muka Jeno berubah menjadi tidak suka. Jeno, ketua tim basket dari sekolahnya itu bilang ke Jeha untuk tidak mendekati Jaemin, karena Jaemin sakit mentalnya, cacat dan bisu. Jeha berpikir, kenapa ia dijauhi? salah apa Jaemin sampai dibully seperti itu.
Jeha ingin mengenal Jaemin lebih dalam lagi, bahkan Jeha sampai belajar bahasa isyarat untuk berbicara dengannya. Mereka berakhir dekat, walaupun Jeha juga ikut dibully karena berteman dengan Jaemin. Setiap hari Jaemin dibully tetapi ia tidak melawan balik, Ia juga kerap membantu orang lain tetapi mereka tidak peduli dengannya.
Jaemin harus bekerja paruh waktu untuk hidup, uang penghasilannya ia gunakan untuk menabung dan membeli makanan. Jaemin juga dibenci keluarganya, tidak dianggap, dipanggil “anak haram” dan menjadi korban kekerasan ayahnya.
Ibu kandung Jaemin meninggal setelah melahirkannya, walaupun tidak pernah bertemu, Jaemin sayang sekali dengan ibunya. Ternyata dibalik Jaemin yang ramah tersenyum, Ia menderita, tapi sekarang ada Jeha yang selalu disisinya, membuat ibunya dan Jeha menjadi harapannya.
Jaemin tidak pernah menganggap semua itu suatu halangan, di kehidupan yang kejam ini ia memilih untuk tidak menyerah. Jaemin juga pintar, dan selalu memberikan energi positif ke orang-orang disekitarnya. Salah satu keunikan Jaemin adalah ia mengunakan bahasa yang baku. Jaemin suka hujan, sajak, puisi dan Jeha, ia menulis itu di buku hariannya.
Hidup Jaemin pelan-pelan berubah setelah bertemu dengan Jeha, kedekatan Jaemin dan Jeha akhirnya membuat mereka bersama. Jeha belajar banyak hal dari Jaemin, dan Jeha tersadar bahwa ia harus lebih bersyukur lagi.
Namun perubahan sikap Jeno ke Jeha yang drastis setelah dekat dengan Jaemin membuat hubungan mereka terputus. Ia membully Jeha, sikapnya berubah dan ia berpacaran dengan banyak perempuan lain. Bahkan Mark Lee, teman masa kecilnya menjauh dari Jeno.
Satu hal yang orang lain tidak tahu adalah, Jaemin tinggal serumah dengan Jeno, mereka saudara tiri. Jeno benar-benar membenci Jaemin, bahkan sampai hampir membunuhnya. Ia tidak ingin orang lain tahu bahwa Jaemin adalah saudaranya.
Sedangkan Jaemin berbalik banding dengannya, Ia sangat menyayangi Jeno. Jaemin mengerjakan PRnya, membersihkan kamarnya, membuatkannya cemilan, sampai merawatnya saat ia sakit.
Lai guanlin, pembully yang ditakuti satu sekolah menyebarkan info ini, bahwa Jaemin adalah saudaranya Jeno. Ia menyukai Jeha, sehingga ia akan melakukan apapun agar Jeha menjauh dari kedua Jaemin dan Jeno. Tapi nihil, Jeha semakin membencinya.
Setelah info ini tersebar ayah Jaemin murka, ia sudah melakukan semuanya untuk menutupi bahwa Jaemin adalah bagian dari keluarganya. Jeno merasa takut dan cemas, ia tidak pernah menyangka bahwa ayahnya sekejam ini, Jeno ingin menolongnya tapi sudah telat. Jaemin masuk ke IGD setelah dipaksa minum cairan pembersih lantai oleh ayahnya itu, kondisinya semakin parah. Setelah Jaemin siuman, Jeno meminta maaf sambil menangis, ia benar-benar menyesal dan merasa malu.
Tidak hanya Jeno yang menyesal, ayahnya juga. Ia pergi menjenguk dan meminta maaf ke Jaemin dan Jeha, sebelum pergi dijemput polisi. Hal itu mengejutkan Jaemin, ternyata ayahnya sudah diancam masuk penjara. Jaemin memaafkan keduanya, ia menangis terharu. Tetapi, Jaemin perlu ke Singapura untuk berobat beberapa hari lagi karena ia belum benar-benar pulih.
Kenyataan lain baru terungkap, selama ini Jeno kira bekas jahitan di perutnya itu karena usus buntu. Ternyata waktu kecil Jeno pernah sakit parah, dan Jaemin dipaksa mendonorkan satu ginjal, dan setengah hatinya di umur 13 tahun. Jeno tidak pernah tahu sebagian tubuh Jaemin ada di dalam tubuhnya, mendengar itu Jaemin kaget, ia pikir Jeno sudah tahu.
Keadaan Jaemin sudah membaik, tetapi ia tetap harus ke singapura. Jaemin menahan rasa nyerinya dan mengajak Jeha jalan-jalan diluar, walaupun sudah pukul 11 malam. Jeha mendorong kursi roda Jaemin, dan berbincang-bincang kecil di taman. Tak lama kemudian Jaemin menyandarkan kepalanya ke bahu Jeha, Jeha mengajak Jaemin untuk masuk ke dalam karena ia kira Jaemin sudah mengantuk, tapi Jaemin tidak menjawab. Genggaman tangan Jaemin tiba-tiba terlepas dan Jeha tak kunjung mendapat jawaban dan mulai panik.
Jeha tidak percaya ini, ia menangis hebat
Jaemin sudah beristirahat, mengistirahatkan rasa lelahnya.
“Selamat tidur… pelangiku” bisik Jeha.
d. Analisis
Namun berbeda dengan novel “Dear J” karya L Lullaby yang sudah saya analisis ini. Dalam novel kedua tokoh utamanya memiliki karakter yang berbeda-beda. Seperti Lee Jeno yang keras kepala, Jaemin yang pekerja keras, sabar, ramah, dan selalu tersenyum.
e. Evaluasi (kelebihan dan kekurangan)
Keunggulan dari novel ini adalah penempatan latar dan tokohnya. Latar yang disajikan penulis sangat menyesuaikan dengan selera remaja zaman sekarang.
Tokohnya pun berbeda, Penulis menghadirkan tokoh-tokoh yang sifatnya berbeda-beda. Sehingga novel ini memiliki daya tarik tersendiri. Lepas dari keunggulan, novel ini juga memiliki kekurangan dari novel ini,, seperti pembullyan, kekerasan yang kejam, semua itu tidak boleh diikuti.
f. Penutup
Tak heran mengapa novel ini banyak sekali digemari oleh kalangan remaja, khususnya remaja SMA karena novel ini. Karena novel ini tidak sepenuhnya menjelaskan tentang percintaan saja. Namun juga banyak juga pelajaran yang dapat di ambil dari cerita ini
Reporter: Dyah Nur Maulida, Kharisma Putri
Editor: Kharisma Putri
Resensi Novel “Galaksi”
a. Identitas Buku
Judul Novel : Galaksi
Pengarang : Ni Wayan Poppi Pertiwi
Penerbit : Coconut Books
Tebal : 492 halaman
b. Orientasi
Novel “Galaksi” dengan tema percintaan remaja ini diterbitkan tahun 2018 oleh penerbit Coconut Books. Novel karangan Ni Wayan Poppi Pertiwi atau yang kerap disapa Poppi, gadis kelahiran Bali 15 April tahun 2000 ini banyak digemari oleh remaja remaja karena genre yang disajikan sesuai dengan minat remaja zaman sekarang. Novel “Galaksi” menceritakan tentang Galaksi Aldebaran, sang tokoh utama pria digambarkan sebagai anak nakal yang merupakan pemimpin dari sebuah geng motor dengan nama Ravispa. Namun, setelah kemunculan Kejora Ayodhya, siswi cantik anggota Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) SMA Ganesha, Galaksi yang semula acuh tak acuh perlahan lahan menjadi tertarik dan akhirnya jatuh cinta kepada Kejora. Novel dengan tebal 492 halaman ini banyak memuat konflik-konflik remaja seperti percintaan, persahabatan, dan kekeluargaan ini tentunya juga memiliki banyak pesan yang bisa kita ambil sebagai pelajaran.
c. Sinopsis
Kisah dimulai saat pasukan murid lelaki berjaket hitam dengan lambang sayap emas burung elang keluar dari belakang sekolah. Suara derum sepeda motor dan klakson-klakson bergema di sepanjang jalan, memperkeruh suasana. Kejora yang mengamati dari pinggir jalan terkejut karena salah satu dari mereka menghampirinya. Kejora yang semulanya takut dan berpikir macam-macam jadi mengerutkan keningnya ketika cowok itu mengulurkan tangan sambil memegang topi miliknya. Kejora berani bertaruh pasti sudah banyak pasang mata memperhatikan mereka karena laki-laki ini adalah pemimpin geng besar gagah perkasa di sekolahnya. Cowok itu bertanya dengan suara berat apa benar ia adalah Kejora Ayodhya anak paskibra. Saat ingin mengucapkan terimakasih Kejora bingung karena dia tidak mengetahui nama cowok yang sudah mengembalikan topinya. Cowok itu menyebut namanya karena mengerti kebingungan Kejora. ‘Galaksi Aldebaran’. Setelah Kejora berterimakasih Galaksi bergumam bahwa sebentar lagi akan ada bentrok besar antara Ravispa geng dari SMA Ganesha dan Avegar dari SMA Kencana di jalan ini. Kejora mau tak mau terkejut saat mendengarnya. Begitu juga para siswi yang berdiri di belakangnya. Mereka yang awalnya terpesona dengan kehadiran Galaksi pun sama terkejutnya dengan Kejora. Galaksi kembali duduk di atas sepeda motor dan menghidupkannya. Ia memberi tanda kepada teman-temannya agar segera berangkat mengikutinya. Mereka mulai menjauh menuju ke satu sekolah yang selama ini menjadi musuh sekolahnya. Lelaki yang dibonceng Galaksi membawa kayu tinggi yang diikat dengan kain putih lebar bertuliskam nama Ravispa. Sebagai lambang bahwa mereka akan menyerang sesuatu.
Kejora berjalan memasuki area sekolah keesokan paginya. Gerombolan lelaki berjaket hitam bertuliskan Ravispa memasuki area sekolah. Suara klakson terdengar saling sahut-menyahut, mengisi setiap sudut sekolah. Mereka menjadi pusat perhatian di parkiran sekolah. “Ravispa” nama besar itu sudah tidak asing di SMA Ganesha. Geng Ravispa masih tetap berkibar sampai sekarang di bawah pimpinan Galaksi. Perkumpulan tanpa campur tangan sekolah itu adalah wadah bagi para murid lelaki pemberontak dan nakal di SMA Ganesha untuk berkumpul. Namun, ada juga murid perempuan yang ikut serta. Ada yang sering merokok, berkelahi, membolos, dan melanggar peraturan sekolah. Dari yang junior hingga senior pun ikut serta.
Galaksi yang hidup dengan dibeda-bedakan oleh orang tuanya membuat dirinya memiliki sifat yang keras termasuk kepada Kejora. Mereka selalu saja bertengkar walaupun hanya karena masalah yang sepele. Dari pertengkaran-pertengkaran kecil itulah yang menimbulkan bibit cinta di antara mereka berdua.
d. Analisis
Biasanya dalam beberapa novel romansa remaja memiliki tokoh utama pria dan wanita yang saling melengkapi. Namun berbeda dengan novel “Galaksi” karya Poppi Pertiwi yang sudah saya analisis ini, dalam novel ini kedua tokoh utamanya memiliki karakter yang sangat bertolak belakang, seperti Galaksi yang arogan menyatu dengan Kejora yang egois. Namun, terlepas dari semua itu pastinya dalam suatu hubungan ada tantangan yang harus mereka hadapi tentunya ini akan memunculkan banyak pertanyaan bagaimana keduanya bisa menghadapi berbagai tantangan dengan karakter mereka yang sangat bertolak belakang? Bagaimana juga mereka bisa menghadapi dari banyaknya kesalahpahaman yang ada?
e. Evaluasi (kelebihan dan kekurangan)
keunggulan dari novel ini adalah penempatan latar dan tokohnya. Latar yang disajikan penulis sangat menyesuaikan dengan selera remaja zaman sekarang. Tokohnya pun sama. Penulis menghadirkan tokoh-tokoh yang banyak diidamkan para kaum remaja. Sehingga novel ini memiliki gaya tarik tersendiri. Dari kedua keunggulan tadi, novel ini juga memiliki kekurangan yaitu pada penokohan, sifat atau karakteristik tokoh tidak patuh dicontoh karena sebagian dari ceritanya, tokoh banyak sekali melakukan adegan kekerasan dan juga bahasa yang digunakan penulis kepada tokoh juga kurang sopan dan penuh nilai negatif.
f. Penutup
Tak heran mengapa novel ini banyak sekali digemari oleh kalangan remaja, khususnya remaja SMA karena novel ini juga tidak menjelaskan tentang percintaan saja. Tetapi juga keluarga dan persahabatan. (*)
Reporter: Siti Aisyarah, Azulfa Tuzzahro, Aisya Ayurizka Kurnia Putri
Editor: Davina Septiani
Resensi Buku Hafalan Shalat Delisa
- Identitas buku meliputi:
Judul : Hafalan Shalat Delisa
Pengarang : Tere Liye
Tebal Buku : 248 halaman
Penerbit : Republika
Cetakan : VI, Januari 2008 - Sinopsis
Menceritakan anak bernama Delisa, seorang anak yang berdomisili di Aceh tepatnya di Lhok Nga. Delisa adalah anak dari Usman dan Salamah, Ia memiliki seorang kakak bernama Cut Fatimah, Cut Zahra, dan Cut Aisyah. Suatu hari Delisa mendapatkan tugas dari Ibu Guru Nur, untuk menghafalkan bacaan shalat yang akan disetorkan pada hari Minggu, 26 Desember 2004.
Untuk mendorong minat menghafal Delisa, ummi dan abi Delisa telah menyiapkan hadiah untuknya. Salamah menyiapkan sebuah kalung emas berliontin huruf D sedangkan Usman, Abi Delisa menjanjikan sepeda untuknya. Delisa sangat senang dengan janji kedua orang tuanya.
Setiap hari Delisa berusaha untuk menghafal bacaan shalatnya. Namun hasilnya nihil sekeras apapun ia berusaha menghafal, namun bacaan shalat tersebut tak kunjung masuk ke dalam pikiran Delisa
Pagi itu, Minggu tanggal 24 Desember 2004, Delisa sedang mempraktikkan hafalannya di depan kelas. Tiba-tiba datang gempa berkekuatan sangat besar sampai menimbulkan gelombang Tsunami melanda bumi Aceh. Semua orang lari terbirit-birit, kecemasan, keriuhan terdengar keras pada waktu itu. Namun Delisa tetap melanjutkan hafalan shalatnya tanpa memperdulikan air yang mulai masuk ke ruangan Delisa saat shalat, hingga pada waktu sujud, Delisa terhempas oleh gelombang Tsunami. Tempat yang dianggapnya sebagai rumah telah hancur lebur hanya ada satu bangunan yang masih utuh yaitu Masjid Baiturrakhim.
Delisa terdampar, ia sempat tersadar dan melihat temannya bernama Tiur dengan sepeda yang sudah tidak bernyawa lagi. Lalu Delisa diselamatkan oleh seorang prajurit asing bernama Smith Adam. Sudah 6 hari ia tidak sadarkan diri keadaan Delisa semakin memburuk hingga kakinya harus diamputasi, Delisa tersadar dari komanya saat mendengar bacaan shalat dari seorang ibu yang dirawat juga di klinik tempat pengungsian gempa tersebut. Ia menerima keadaan kakinya dengan lapang dada tanpa mengeluh walaupun ia telah kehilangan ummi dan kakak-kakaknya ia berusaha tetap tegar. Delisa dirawat oleh seorang dokter dari luar negeri bernama Shoope. Shoope dan Smith sangat menyayangi Delisa bahkan Smith ingin mengajak Delisa untuk tinggal bersamanya di luar negeri. Fenomena Tsunami berhasil mempertemukan Delisa dengan abinya. Delisa dan usman abinya membuat rumah dari kayu-kayu yang tergeletak. Rumah tersebut memanglah lebih kecil dibanding rumahnya dulu namun Delisa bersyukur, setidaknya ada tempat untuknya berlindung dari panas dan hujan. Delisa dibuatkan masakan oleh Koh Acan seorang pemilik toko emas yang baik hati.
Beberapa bulan kemudian…
Delisa menjalani kehidupannya dari awal bersama Abinya Usman dan para korban Tsunami lainnya. Delisa berusaha untuk terus menghafalkan bacaan shalatnya namun, ia tidak bisa untuk menyempurnakan bacaan shalatnya itu. Hingga ia diberi nasihat oleh Ustad Rakhman “Jika Delisa ingin menghafal, Delisa harus menghafalkannya dengan ikhlas Delisa harus mengahafal karena Allah jangan hanya menghafalkan untuk mendapatkan sebuah hadiah” ucap Ustad Rakhman saat duduk bersama Delisa. Malam itu Delisa bermimpi bertemu dengan umminya, yang menunjukkan kalung dan permintaan untuk menyelesaikan tugas menghafal bacaan shalatnya. Kekuatan itu telah membawa Delisa pada kemudahan menghafalnya. Delisa mampu melakukan Shalat Ashar dengan sempurna untuk pertama kali, tanpa ada kesalahan.
Suatu hari, saat Delisa hendak mencuci tangan di tepi sungai, ia melihat sebuah benda yang memantulkan sebuah cahaya dengan rasa penasaran ia mendekat. Betapa terkejutnya Delisa ketika melihat sebuah tulang jari manusia yang menggenggam sebuah kalung berliontin D milik umminya.
- Analisis meliputi:
Tokoh & Penokohan
Delisa : Manja, baik hati, dan pemalas
Ummi Salammah : Sabar, Dermawan, Bijaksana
Abi Usman : Baik dan sabar
Fatimah : Baik dan Perhatian
Aisyah : Usil, iri hati, dan baik
Zahra : Pendiam dan baik hati
Tiur : Baik
Koh Acan : Dermawan
Shopie : Baik, penyayang dan pengertian
Smith Adam : Baik, penyayang dan suka menolong
Ustadz Rakhman : Bijaksana, penyabar, dan penyayang - Evaluasi
Kelebihan:
• Novel ini banyak memberikan nilai moral untuk pembacanya seperti sikap Delisa yang tangguh dengan kejadian yang menimpanya walaupun ia baru berusia 6 tahun. Melalui berbagai peristiwa yang dialami Delisa, pengarang berhasil mempermainkan emosi pembaca, anatara kesediahn dan kekaguman bercampur memunculkan empati terhadap tokoh Delisa
• Novel ini mampu membuat para pembaca berimajinasi lebih jauh dengan latar kejadian Tsunami di Aceh yang memang benar¬-benar terjadi sehingga terkesan seperti kisah nyata
Kekurangan:
• Terdapat banyak kata istilah dan bahasa daerah sehingga membingungkan pembaca.
Namun demikian kekurangan yang disebabkan oleh penggunaan beberapa istilah yang sulit dipahami seakan lenyap karena pandainya pengarang memainkan emosi pembaca sehingga pembaca mudah menangkap secara utuh alur cerita yang disajikan. Buku ini sangat cocok sebagai bahan literasi maupun sekadar bacaan ringan yang dapat menambah pengalaman imajinatif pembaca, terutama kalangan pelajar.

