SMP Negeri 1 Margasari – Paguyuban Alumni Spensama (Paspensama) menyerahkan gapura yang telah dibangun beberapa bulan yang lalu kepada SMP Negeri 1 Margasari (10/6). Acara penyerahan gapura disaksikan oleh beberapa perwakilan dari paguyuban alumni spensama (Paspensama) dan para bapak/ibu guru beserta karyawan staf tata usaha SMP Negeri 1 Margasari. Serah terima gapura ditanda tangani perwakilan dari paguyuban alumni Spensama (Paspensama) beserta Drs.Winarko, M.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Margasari dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama di depan gapura yang terletak di samping masjid SMP Negeri 1 Margasari. “Kami keluarga besar SMP Negeri 1 Margasari sangat berterima kasih atas peran serta alumni dalam memajukan SMP Negeri 1 Margasari dalam bentuk bangunan gapura, semoga yang telah Bapak/Ibu sumbangkan dapat menjadi motivasi kami untuk mengukir prestasi tanpa henti di SMP Negeri 1 Margasari,” ungkap Drs.Winarko, M.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Margasari. “Semoga kepedulian para alumni tetap terjalin dengan baik,” tambahnya.
SMP Negeri 1 Margasari – Tim ekskul jurnalistik kembali menyemarakkan acara gebyar seni dengan menampilkan drama musikal (13/6). Acara ini berlangsung sangat meriah. Sebelum tampil, tim ekskul jurnalistik dilatih terlebih dahulu oleh para guru pendamping yaitu Laely Mardiana, S.Pd. dan Cucu Windyaningarum, S.Pd. Tidak hanya dilatih, tim ekskul jurnalistik juga diberi arahan untuk membuat berbagai properti yang diperlukan. “Penampilan tim ekskul jurnalistik sangat luar biasa. Para penonton semuanya terhibur. Semuanya dapat bekerja sama dengan baik saat pentas di atas panggung,” ungkap Drs.Winarko, M.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Margasari. “Semoga dapat menginspirasi teman-teman yang lainnya agar berpartisipasi juga dengan menampilkan berbagai seni yang kreatif,” tambahnya. Laely Mardiana selaku pembina ekskul jurnalistik mengatakan bahwa semua pemeran tampil dengan sangat maksimal, menjiwai karakter masing-masing, luar biasa, keren, dan membuat para penonton terhibur. “Untuk tahun ini drama musikal agak berbeda dengan tahun yang lalu. Kalau tahun yang lalu tidak ada tulisan ucapan selamat dan sukses untuk siswa-siswi kelas IX, sedangkan tahun ini ada yaitu pas akhir drama musikal,” tambahnya.
Muhimmatul Aliyah dari kelas 9A, siswi SMP Negeri 1 Margasari berhasil memperoleh 2 medali perak dan 4 Medali perunggu di olimpiade tingkat nasional secara online
photo was taken by : Arif sofira tinur
(30/07/2022). Prestasi dan semangat Muhimmatul Aliyah yang sering dipanggil Aliyah itu memang patut diacungi jempol. Aliyah termotivasi mengikuti olimpiade tingkat nasional karena ingin memasuki SMA yang diimpikan. “Prestasi Aliyah memperoleh 4 medali perak dan 2 medali perunggu sangat luar biasa,” ucap Novi, pembina OSIS SMP Negeri 1 Margasari. Muhimmatul Aliyah b erkata bahwa harapan dia semoga siswi SMP Negeri 1 Margasari bisa lebih memanfaatkan media sosial dengan baik. “Setelah mengikuti berbagai olimpiade ini, saya jadi lebih paham tentang soal-soal yang belum pernah dijelaskan di sekolah dan saya jadi bisa mengukur seberapa kemampuan saya di bidang ini dan juga menambah pengalaman, ” tambah Alya. Perjuangan yang begitu gigih dari Alya ini patut ditiru oleh semua siswa SMP Negeri 1 Margasari.
Margasari – Sabtu (27/7/2022) SMP Negeri 1 Margasari akan melakukan renovasi sekolah yang diarahkan dari Pemerintah Kabupaten Tegal.
“Ada sebanyak 15 kelas yang akan di renovasi, dan beberapa ruangan seperti laboratorium IPA, perpustakaan, dan toilet sekolah,” ujar Agus Umar Hakim selaku sarana dan prasarana (sarpras) SMP Negeri 1 Margasari.
Agus Umar Hakim mengatakan bahwa renovasi sekolah dilakukan karena gedung SMP Negeri 1 Margasari sejak dulu memang sudah tua melihat dari kondisi atap yang sudah rusak , keramik dan kaca jendela yang sudah pecah, maka sepatutnya direnovasi.
Renovasi sekolah ini membutuhkan waktu sekitar 3 bulan yang rencananya akan dimulai pada tanggal 22 juli 2022.
photo was taken by : Muhimatul aliyah
Selama 3 bulan siswa-siswi kelas IX akan tetap melakukan pembelajaran tatap muka wajib dikarenakan harus memenuhi target kurikulum , sedangkan untuk kelas VI dan kelas VII akan melakukan metode tatap muka dan daring.
Agus Umar Hakim mengatakan bahwa tujuan renovasi sekolah ini untuk menyediakan fasilitas yang lebih maksimal bagi siswa – siswi di SMP Negeri 1 Margasari.
“Dana yang dibutuhkan untuk renovasi ini dari pemerintah APBD 2 yang kisaranya sekitar 75 – 90 juta tiap ruang, toilet disepit jadi 2 anggarannya sekitar 40 juta. Yang difokuskan untuk renovasi yaitu atap , kemudian lantai bagi keramik yang kurang atau sudah rusak, dan juga dinding,” ujar Agus Umar Hakim selaku sarana dan prasarana (sarpras) SMP Negeri 1 Margasari.
Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, siswa – siswi SMP Negeri 1 Margasari dapat merasa lebih nyaman dan semangat dalam melakukan kegiatan pembelajaran di sekolah.
Script by : Muhimatul aliyah,Febrian Rizqi Andini and Tanti Febrian
Margasari – Pekan Olahraga dan Seni antarDiniyah (Porsadin) adalah kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan di Madrasah Diniyah.
“Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan peluang kepada para santri yang memiliki bakat supaya dikembangkan melalui Porsadin, ” kata salah satu guru di MDTA Al – Istiqomah Dukuh tengah, Ajie Majid Abdillah.
Perlombaan Porsadin tingkat kecamatan ini dilaksanakan di MDTU Prupuk Selatan, pada tanggal 3 juli 2022.
“Alhamdulillah, salah satu siswi SMP Negeri 1 Margasari yang bernama Nafilatun Fauziah dari kelas VII F telah berhasil meraih juara 2 tenis meja putri pada lomba Porsadin tingkat kecamatan Margasari dan meraih juara 1 tingkat kabupaten untuk cabang tenis meja nomor double, ” terang Majid.
Majid mengatakan, untuk tingkat kabupaten ini di ikuti oleh kurang lebih 18 kecamatan yang masing masing kecamatan itu mengirimkan kontingen tenis meja dari nomor single dan double.
Setelah berhasil juara di tingkat kabupaten, Uzi akan berlaga di tingkat provinsi pada bulan November 2022, di Kudus.
Majid mengatakan, persiapan yang dipersipkan untuk lomba Porsadin tingkat provinsi ini adalah niat, semangat, tekad, doa kemudian usaha dengan banyak berlatih serta tetap optimis.
Margasari – (18/7/22) SMPN 1 Margasari melaksanakan kegiatan vaksinasi COVID-19 Susulan. Vaksinasi ditujukan untuk siswa,guru dan staf pegawai yang belum mendapatkan vaksin dosis 1, dosis 2 dan dosis 3 (Booster).
Berbagai jenis vaksin yang diberikan,salah satunya adalah CoronaVac (kerap di sebut sinovac). Kegiatan tersebut di mulai dari pukul 7.30-12.30 WIB, di ruang kelas VII D & VII E.Target untuk siswa dosis 1 untuk 22 siswa,dosis 2 ada 58 siswa, dan dosis 3 untuk guru ada 22 orang. Tetapi pada saat 18 Juli vaksin yang diberikan untuk dosis 1 ada 23 siswa,dosis 2 ada 24, dan dosis 3 ada 18 orang, total ada 65 orang yang melakukan vaksinasi. Seluruh peserta vaksinasi diwajibkan membawa fotokopi KK untuk bisa melakukan registrasi.
Adapun beberapa tahapan vaksinasi:
Pra-registrasi (untuk mengetahui sasaran yang akan mendapatkan vaksinasi)
Meja screening (dilakukan pengecekan suhu,tekanan darah, dan hal-hal terkait agar dapat melanjutkan ke proses vaksinasi)
Observasi (giat menginput data pasien yang selanjutnya akan mendapatkan setifikat vaksinasi) 4.Meja injeksi (proses vaksinasi berlangsung).
Tujuan kegiatan vaksinasi secara umum untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang dimasa pandemi cov-19.hubungan program Vaksinasi ini dengan sekolah sebagai persiapan demi berlangsungnya kegiatan pembelajaran tatap muka maupun kegiatan lainnya yang bergantung pada pertemuan tatap muka.Vaksin ini adalah bagian dari progam pemerintah yang harus diikuti oleh seluruh masyarakat,namun juga ada orang-orang tertentu yang tidak harus vaksin.
“Setelah saya divaksinasi, saya diberi 4 tablet paracetamol, ” ujar salah satu peserta vaksinasi, Laely Mardiana.
Ada pula efek samping yang di sebabkan setelah melaksanakan vaksinasi Covid-19 berupa nyeri pada daerah yang di suntik,sakit kepala,dan demam.
“Allhamdulillah vaksin itu untuk regulasi sekarang itu sangat penting,kerjasama sekolah dengan Puskesmas itu merupakan bagian yang sangat bagus sekali sehingga kegiatan itu sangat luar biasa porsitif karena saling mendukung untuk Puskesmas target untuk peserta vaksin juga bisa terpenuhi untuk sekolah juga siswanya semakin ke sini yang sudah vaksin semakin banyak jadi luar biasa, intinya luar biasa sekali dan terimakasih untuk semuanya,” terang Winarko, kepala SMPN 1 Margasari.
Program vaksinasi ini diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran covid-19 dan pelaksanaan pembelajaran tatap muka bisa berjalan normal
LDK – Calon OSIS SMPN 1 Margasari mengikuti kegiatan LDK
Margasari – Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP Negeri 1 Margasari melaksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi para calon pengurus OSIS masa bakti tahun 2022/2023. Kegiatan LDK dilaksanakan dua hari, yaitu pada tanggal 15 sampai 16 Januari tahun 2022 di ruang multimedia SMP Negeri 1 Margasari, dengan jumlah peserta 32 siswa-siswi anggota OSIS baru.
Kegiatan LDK dibuka pada tanggal 15 Januari 2022 pada pukul 13.00 dengan sambutan kepala SMP Negeri 1 Margasari, yaitu Winarko. Dalam sambutannya, Winarko mengatakan bahwa, calon pengurus OSIS baru harus bisa menjadi tauladan yang baik bagi siswa siswi lain di SMP Negeri 1 Margasari dan berharap calon pengurus OSIS baru masa bakti tahun 2022/2023 dapat menjalankan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Setelah selesai memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan laporan kegiatan oleh ketua panitia pelaksana kegiatan LDK OSIS SMP Negeri 1 Margasari yaitu, Fasikhatul Azizah ke kepala SMP Negeri 1 Margasari. Setelah acara LDK resmi dibuka, dilanjutkan dengan pemberian materi oleh beberapa narasumber. Ada tujuh narasumber yang bertugas memberikan materi dan para narasumber diberi waktu tiga puluh menit untuk menyampaikan materinya.
Kegiatan berakhir dan ditutup pada tanggal 16 Januari 2022 pukul 09.30 WIB. Dan acara penutupan LDK ditutup oleh salah satu pembina OSIS SMP Negeri 1 Margasari yaitu Rina Mulati. “Saya sangat berharap OSIS SMP Negeri 1 Margasari dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, bisa menjaga nama baik SMP Negeri 1 Margasari dan dapat memberikan contoh yang baik kepada siswa-siswi SMP Negeri dalam hal menjalankan tata tertib SMP Negeri 1 Margasari, seperti kerapian dalam berpakaian, dan disiplin datang ke sekolah,” ungkap Rina Mulati. (*)
ONLINE – Siswa-siswi kelas 8I sedang melakukan kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di rumah salah seorang siswa, Sabtu (25/9). (Foto: nesya zahra asidha)
SAAT ini, dunia sedang menghadapi pandemi Covid-19, yang belum bisa diprediksi kapan berakhir. Negara kita termasuk salah satu negara yang mempunyai jumlah kasus aktif terbanyak, bahkan pernah menduduki peringkat ke-4 pada Agustus lalu.
Akibatnya banyak sekali sektor yang terimbas, salah satunya pendidikan. Setahun lebih, siswa-siswi sekolah dari semua jenjang dan perguruan tinggi harus mengubah tata cara pembelajarannya.
Sekolah terpaksa melakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) yaitu daring atau sistem pembelajaran tidak bertatap muka secara langsung antara guru dan siswa, tetapi dilakukan secara online menggunakan jaringan internet.
Ini menjadi sebuah media pembelajaran baru. Semua perangkat pendidikan harus beradaptasi menyiapkan sarananya, seperti handphone, laptop, dan peralatan lainnya.
Untuk kelancaran prosesnya, baik guru maupun siswa membutuhkan kuota internet. Nah, ternyata PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) pun menyisakan persoalan yang tak kalah rumit.
Anak-anak yang belajar di rumah masing-masing, lama-kelamaan bosan dan jenuh. Kondisi ini menuntut peranan orang tua sebagai pengganti guru, yang tidak hanya mengajari materi ajar atau pelajarannya, tetapi juga menjadi pengawas supaya proses PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) bisa berlangsung sesuai rencana. Dan paling penting lagi, menjaga mood anak-anaknya biar tidak jenuh serta selalu bersemangat belajar.
Karena jika tidak bisa pintar menjaga mood anak-anak, kejenuhan yang menimpa mereka bisa berdampak fatal. Sarana PJJ yang diberikan nantinya hanya dimanfaatkan untuk main bersama (mabar, Red.) gameonline ataupun medsos (media sosial) yang beraneka macam jenisnya saat ini.
Untuk mengurangi kejenuhan anak-anak, orang tua tak ada salahnya mengarahkan waktu luang mereka untuk mencari kesibukan yang bermanfaat. Misalnya bercocok tanam, memasak menu-menu baru, atau membuat kerajinan seperti gantungan kunci, hiasan pintu, dan jendela serta yang lainnya.
Yang terpenting, rutinitas di antara jeda belajar anak-anak tetap diisi dengan kegiatan-kegiatan yang mengedukasi dan menumbuhkembangkan kreativitas dan semangat belajarnya. Memang tidak mudah, tetapi harus selalu dicoba.
Perihal membangkitkan semangat belajar, cobalah mulai lakukan dengan mengharuskan anak-anak meningkatkan ketekunannya dalam belajar. Tak kalah pentingnya membiasakan kemandirian saat belajar dan melatih keuletan ketika menghadapi kesulitan pembelajaran.
Dampingi anak-anak agar mereka tetap merasakan layaknya belajar bersama gurunya di sekolah. Kenalkan juga penyelesaian materi pembelajaran, dengan menggunakan sarana-sarana pembelajaran digital seperti searching di google atau berdiskusi dengan orang-orang sekitarnya.
Utamanya keluarga inti seperti ayah, ibu, kakak, dan adik, serta saudara-saudara lainnya. Otomatis ini akan semakin menambah keakraban dan jalinan kekeluargaan yang bisa membangkitkan pula semangat belajar si anak di rumah.
Pandemi yang entah kapan akan berakhir, jangan sampai membuat anak-anak hanya bermalas-malasan, tidak memanfaatkan waktunya sebaik mungkin, serta turun semangat belajarnya. Jangan sampai anak-anak hanya bermain handphone, akibatnya tugas sekolahnya pun lupa dikerjakan.
Jadi, saat anak-anak kembali melakukan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) meski terbatas, mereka tetap bisa mengikutinya dengan baik. Jangan lupa selalu patuhi prokes (protokol kesehatan) selama PTM (Pembelajaran Tatap Muka), jadikan hari ini lebih baik daripada hari kemarin. (*)
Halo teman-teman mari kita baca pentingnya menjaga kebersihan.
Kebersihan merupakan keadaan bebas dari kotoran, debu, sampah, dan bau (Aristoteles). Di zaman modern, setelah Louis Pasteur menemukan proses penularan penyakit atau infeksi yang disebabkan oleh mikroba, kebersihan juga berarti bebas dari virus, bakteri pathogen, dan bahan kimia berbahaya.
Manusia perlu menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri agar sehat, tidak berbau, dan tidak menularkan kuman penyakit bagi diri sendiri maupun orang lain. Mencuci adalah salah satu cara menjaga kebersihan dengan menggunakan air dan sejenis sabun. Mencuci dengan sabun merupakan cara terbaik dalam mencegah penularan penyakit berbahaya.
Kelas adalah suatu ruangan yang ditempati oleh beberapa siswa dan tenaga pengajar yang digunakan dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Ruang kelas memiliki peran yang sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar. Kelas merupakan tempat untuk belajar dan berteduh dari terik matahari sehingga dapat meningkatkan konsentrasi siswa dalam belajar.
Kelas yang nyaman dapat meningkatkan konsentrasi dan kenyamanan siswa dalam belajar. Kelas dapat dikatakan nyaman jika kelas itu bersih, asri, tenang, dan penuh warna serta dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang memadai. Tetapi, faktor yang paling penting dalam kenyamanan kelas adalah kebersihan. Kebersihan dapat meningkatkan konsentrasi dan fokus siswa dalam belajar, sehingga apa yang menjadi tujuan dalam kegiatan belajar mengajar dapat tercapai.
Jadi, kelas yang bersih adalah suatu ruangan yang ditempati oleh siswa dan tenaga pengajar yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar yang bebas dari kotoran, debu, sampah dan bau serta bebas dari virus, bakteri patogen, dan bahan kimia berbahaya.
-Upaya Menciptakan Kelas yang Bersih
Tentu kita tidak mau kelas kita kotor dan penuh dengan sampah. Di samping itu, sampah yang berserakan dan dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan suasana yang tidak nyaman saat belajar. Agar ruang kelas bersih,ada beberapa upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Upaya-upaya tersebut adalah :
1. Guru memberikan contoh bila membuang sampah pada tempatnya.
2. Memberi sanksi bagi siswa yang membuang sampah sembarangan.
3. Membuat jadwal piket bergilir. Petugas piket harus membersihkan kelas dan lingkungan sekitar.
4. Siswa-siswi diharapkan mempunyai kesadaran untuk menjaga kebersihan kelas.
5. Melarang siswa mencorat-coret meja atau kursi di dalam kelas atau lingkungan sekitar kelas.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan kelas adalah :
1. Menyediakan tempat pembuangan sampah di luar dan di dalam kelas.
2. Mengoptimalkan kinerja petugas piket.
3. Tidak membuang sampah di kolong meja atau laci meja.
4. Mengadakan perlombaan kebersihan antar kelas.
5. Melarang siswa-siswi makan dan minum di kelas.
Jika kelas bersih, indah, dan tertata rapi maka kenyamanan dalam proses belajar mengajar akan tercapai. Selain itu, konsentrasi juga dapat meningkat, dengan begitu sistem kerja otak akan meningkat.