
Covid-19 yang melanda seluruh dunia dari tahun 2019 sampai saat ini, tentunya membawa dampak yang besar bagi sektor kehidupan manusia. Salah satu sektor yang paling terdampak adalah para pedagang khususnya pedagang menengah ke bawah. Dari hasil observasi tim jurnalistik spensama ke pasar-pasar terdekat menemukan fakta bahwa perekonomian pedagang, khususnya pedagang menengah ke bawah sangat terguncang karena wabah covid-19 ini. Sehingga pedagang merasa sangat terpuruk karena penghasilannya sehari-hari terkadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Saat PPKM darurat di Kabupaten Tegal dilonggarkan, karang taruna dari Desa Margasari mengadakan bazar dengan tajuk Dapur Perekonomian Rakyat (DPR), tepatnya di Lapangan Barat setiap minggunya. DPR dimulai pukul 06.00 WIB sampai selesai. Dari hasil wawancara tim jurnalistik spensama pada Minggu (06/02/22) dengan Jopang, selaku ketua panitia didapat sebuah keterangan bahwa motivasi utama mengadakan DPR adalah untuk membangun kembali perekonomian rakyat yang terguncang karena pandemi melanda. Meskipun masih dalam kondisi pandemi, Jopang yakin dengan adanya DPR ini dikarenakan adanya komitmen yang kuat antara panitia, pedagang, dan pengunjung untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.
Pedagang yang berpartisipasi di DPR ini tidak tanggung-tanggung jumlahnya. Awal DPR ini berjalan, setidaknya ada 20 sampai 30 pedagang dan sekarang pada penyelenggaraan kali kesembilan pedagang yang berpartisipasi dalam DPR ini mencapai 100 orang pedagang baik dari Desa Margasari dan luar. Dari hasil wawancara dengan beberapa pedagang yang berpartisipasi dalam DPR, tim jurnalistik spensama mendapatkan kenyataan bahwa dengan berjualan disini, perekonomian para pedagang mulai bangkit kembali setelah terpuruk karena wabah covid 19. Beberapa pedagang yang berpartisipasi juga mengaku bahwa dagangan yang dijajakan laris manis dan menghasilkan keuntungan yang bisa digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.
“Penghasilan yang didapatkan dari berdagang disini sangat menguntungkan sehingga sangat mencukupi kebutuhan kami, dan setiap minggunya kita membayar uang sejumlah Rp 10.000,00 untuk orang asli Margasari, sedangkan orang luar Margasari membayar Rp 20.000,00 untuk membayar tempat dan kebersihan,” ungkap salah satu pedagang.
Saat pertama kali datang di LB pengunjung disuguhkan dengan hiburan berupa band yang disiapkan oleh panitia. Tidak hanya orang tua yang datang, tetapi dari semua kalangan seperti remaja datang ke DPR. Pengunjung kebanyakan datang untuk merefreshkan pikiran yang lelah setelah bekerja selama satu minggu dan juga dapat bertemu teman-teman dan sanak saudara. Para pengunjung mengaku pelayanan para pedagang di DPR sangat baik dan ramah. Salah satu pengunjung juga mengatakan bahwa alasannya memilih DPR sebagai tempat untuk berlibur di akhir pekan adalah karena jaraknya yang dekat dari rumah serta dagangan yang dijual murah di kantong. (*)
Reporter: Farah Ramadhani, Nesya Zahra, Hasbi Aulia Faras
Editor: Hanan Musyaffa

