RESENSI BUKU

Resensi Novel “Galaksi”

Foto: ilustrasi/cover novel Galaksi

a. Identitas Buku

Judul Novel : Galaksi
Pengarang : Ni Wayan Poppi Pertiwi
Penerbit : Coconut Books
Tebal : 492 halaman

b. Orientasi

Novel “Galaksi” dengan tema percintaan remaja ini diterbitkan tahun 2018 oleh penerbit Coconut Books. Novel karangan Ni Wayan Poppi Pertiwi atau yang kerap disapa Poppi, gadis kelahiran Bali 15 April tahun 2000 ini banyak digemari oleh remaja remaja karena genre yang disajikan sesuai dengan minat remaja zaman sekarang. Novel “Galaksi” menceritakan tentang Galaksi Aldebaran, sang tokoh utama pria digambarkan sebagai anak nakal yang merupakan pemimpin dari sebuah geng motor dengan nama Ravispa. Namun, setelah kemunculan Kejora Ayodhya, siswi cantik anggota Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) SMA Ganesha, Galaksi yang semula acuh tak acuh perlahan lahan menjadi tertarik dan akhirnya jatuh cinta kepada Kejora. Novel dengan tebal 492 halaman ini banyak memuat konflik-konflik remaja seperti percintaan, persahabatan, dan kekeluargaan ini tentunya juga memiliki banyak pesan yang bisa kita ambil sebagai pelajaran.

c. Sinopsis

Kisah dimulai saat pasukan murid lelaki berjaket hitam dengan lambang sayap emas burung elang keluar dari belakang sekolah. Suara derum sepeda motor dan klakson-klakson bergema di sepanjang jalan, memperkeruh suasana. Kejora yang mengamati dari pinggir jalan terkejut karena salah satu dari mereka menghampirinya. Kejora yang semulanya takut dan berpikir macam-macam jadi mengerutkan keningnya ketika cowok itu mengulurkan tangan sambil memegang topi miliknya. Kejora berani bertaruh pasti sudah banyak pasang mata memperhatikan mereka karena laki-laki ini adalah pemimpin geng besar gagah perkasa di sekolahnya. Cowok itu bertanya dengan suara berat apa benar ia adalah Kejora Ayodhya anak paskibra. Saat ingin mengucapkan terimakasih Kejora bingung karena dia tidak mengetahui nama cowok yang sudah mengembalikan topinya. Cowok itu menyebut namanya karena mengerti kebingungan Kejora. ‘Galaksi Aldebaran’. Setelah Kejora berterimakasih Galaksi bergumam bahwa sebentar lagi akan ada bentrok besar antara Ravispa geng dari SMA Ganesha dan Avegar dari SMA Kencana di jalan ini. Kejora mau tak mau terkejut saat mendengarnya. Begitu juga para siswi yang berdiri di belakangnya. Mereka yang awalnya terpesona dengan kehadiran Galaksi pun sama terkejutnya dengan Kejora. Galaksi kembali duduk di atas sepeda motor dan menghidupkannya. Ia memberi tanda kepada teman-temannya agar segera berangkat mengikutinya. Mereka mulai menjauh menuju ke satu sekolah yang selama ini menjadi musuh sekolahnya. Lelaki yang dibonceng Galaksi membawa kayu tinggi yang diikat dengan kain putih lebar bertuliskam nama Ravispa. Sebagai lambang bahwa mereka akan menyerang sesuatu.
Kejora berjalan memasuki area sekolah keesokan paginya. Gerombolan lelaki berjaket hitam bertuliskan Ravispa memasuki area sekolah. Suara klakson terdengar saling sahut-menyahut, mengisi setiap sudut sekolah. Mereka menjadi pusat perhatian di parkiran sekolah. “Ravispa” nama besar itu sudah tidak asing di SMA Ganesha. Geng Ravispa masih tetap berkibar sampai sekarang di bawah pimpinan Galaksi. Perkumpulan tanpa campur tangan sekolah itu adalah wadah bagi para murid lelaki pemberontak dan nakal di SMA Ganesha untuk berkumpul. Namun, ada juga murid perempuan yang ikut serta. Ada yang sering merokok, berkelahi, membolos, dan melanggar peraturan sekolah. Dari yang junior hingga senior pun ikut serta.
Galaksi yang hidup dengan dibeda-bedakan oleh orang tuanya membuat dirinya memiliki sifat yang keras termasuk kepada Kejora. Mereka selalu saja bertengkar walaupun hanya karena masalah yang sepele. Dari pertengkaran-pertengkaran kecil itulah yang menimbulkan bibit cinta di antara mereka berdua.

d. Analisis

Biasanya dalam beberapa novel romansa remaja memiliki tokoh utama pria dan wanita yang saling melengkapi. Namun berbeda dengan novel “Galaksi” karya Poppi Pertiwi yang sudah saya analisis ini, dalam novel ini kedua tokoh utamanya memiliki karakter yang sangat bertolak belakang, seperti Galaksi yang arogan menyatu dengan Kejora yang egois. Namun, terlepas dari semua itu pastinya dalam suatu hubungan ada tantangan yang harus mereka hadapi tentunya ini akan memunculkan banyak pertanyaan bagaimana keduanya bisa menghadapi berbagai tantangan dengan karakter mereka yang sangat bertolak belakang? Bagaimana juga mereka bisa menghadapi dari banyaknya kesalahpahaman yang ada?

e. Evaluasi (kelebihan dan kekurangan)

keunggulan dari novel ini adalah penempatan latar dan tokohnya. Latar yang disajikan penulis sangat menyesuaikan dengan selera remaja zaman sekarang. Tokohnya pun sama. Penulis menghadirkan tokoh-tokoh yang banyak diidamkan para kaum remaja. Sehingga novel ini memiliki gaya tarik tersendiri. Dari kedua keunggulan tadi, novel ini juga memiliki kekurangan yaitu pada penokohan, sifat atau karakteristik tokoh tidak patuh dicontoh karena sebagian dari ceritanya, tokoh banyak sekali melakukan adegan kekerasan dan juga bahasa yang digunakan penulis kepada tokoh juga kurang sopan dan penuh nilai negatif.

f. Penutup

Tak heran mengapa novel ini banyak sekali digemari oleh kalangan remaja, khususnya remaja SMA karena novel ini juga tidak menjelaskan tentang percintaan saja. Tetapi juga keluarga dan persahabatan.

Reporter: Siti Aisyarah, Azulfa Tuzzahro, Aisya Ayurizka Kurnia Putri

Editor: Davina Septiani

Tinggalkan komentar