Diposkan pada RESENSI BUKU

Resensi Novel “Dear J”

Foto: ilustrasi/cover novel Dear J

a. Identitas Buku

Judul : Dear J
Pengarang : L. Lullaby
Penerbit : L. Lullaby
Tahun terbit : 2018
Tebal halaman : 483 halaman

b. Orientasi

Dear J adalah buku pertama dari Series J’s Universe, Dear J awalnya adalah buku online yang sudah dibaca sebanyak 41.1 juta kali di Wattpad. Dear J baru dijadikan novel pada tahun 2018, novel ini hanya dijual di online shop dan cepat habis, karena Dear J hanya restock sekali sebulan, membuat novel Dear J sulit didapatkan. Tetapi kita tetap bisa membacanya secara online di Wattpad.

Tokoh utama dari buku Dear J adalah Na Jaemin, penyanyi asal Korea dari grup yang bernama NCT. Namun Dear J adalah cerita fiksi dan apa yang diceritakan di buku sama sekali tidak ada hubungannya dengan kehidupan asli Na Jaemin.

Dear J menceritakan tentang seorang pemuda bernama Na Jaemin. Laki-laki “tak sempurna” yang dipandang sebelah mata karena kekurangannya, ia seorang tunawicara, ia bisu. Jaemin sebagai murid transfer masuk ke kelas Jung Jeha, kekasih Lee Jeno.

Menurut saya novel ini sangat bagus, karena banyak pelajaran yang bisa dipetik dari cerita ini, Jaemin yang tunawicara tetapi ia pantang menyerah, ia percaya hidup mempunyai makna dan tuhan memberikan takdir yang terbaik untuknya. Sifat Jaemin yang pekerja keras, sabar, ramah, dan selalu tersenyum patut dicontoh.

Jaemin tidak membalas orang-orang yang membullynya, karena Jaemin yakin Tuhan yang akan membalasnya suatu hari. Jalan ceritanya juga sangat menarik, banyak scene yang lucu, tegang, sampai ke sedih. Namun ada juga kekurangan dari novel ini, seperti pembullyan, kekerasan yang kejam, semua itu tidak boleh diikuti.

c. Sinopsis

Kisah pun dimulai, saat Jaemin masuk ke kelasnya, Jeha diherankan oleh seisi kelas yang tiba-tiba saling berbisik, namun kata-kata mereka tidak terdengar baik. Jeha menghampiri Jaemin dan ia menjadi orang pertama yang berbicara dengannya. Namun Jaemin tidak menjawab pertanyaannya, melainkan hanya menganggukan kepala saja.

Jeha bertanya kepada Jeno, kenapa Jaemin dijauhi? Namun raut muka Jeno berubah menjadi tidak suka. Jeno, ketua tim basket dari sekolahnya itu bilang ke Jeha untuk tidak mendekati Jaemin, karena Jaemin sakit mentalnya, cacat dan bisu. Jeha berpikir, kenapa ia dijauhi? salah apa Jaemin sampai dibully seperti itu.

Jeha ingin mengenal Jaemin lebih dalam lagi, bahkan Jeha sampai belajar bahasa isyarat untuk berbicara dengannya. Mereka berakhir dekat, walaupun Jeha juga ikut dibully karena berteman dengan Jaemin. Setiap hari Jaemin dibully tetapi ia tidak melawan balik, Ia juga kerap membantu orang lain tetapi mereka tidak peduli dengannya.

Jaemin harus bekerja paruh waktu untuk hidup, uang penghasilannya ia gunakan untuk menabung dan membeli makanan. Jaemin juga dibenci keluarganya, tidak dianggap, dipanggil “anak haram” dan menjadi korban kekerasan ayahnya.

Ibu kandung Jaemin meninggal setelah melahirkannya, walaupun tidak pernah bertemu, Jaemin sayang sekali dengan ibunya. Ternyata dibalik Jaemin yang ramah tersenyum, Ia menderita, tapi sekarang ada Jeha yang selalu disisinya, membuat ibunya dan Jeha menjadi harapannya.

Jaemin tidak pernah menganggap semua itu suatu halangan, di kehidupan yang kejam ini ia memilih untuk tidak menyerah. Jaemin juga pintar, dan selalu memberikan energi positif ke orang-orang disekitarnya. Salah satu keunikan Jaemin adalah ia mengunakan bahasa yang baku. Jaemin suka hujan, sajak, puisi dan Jeha, ia menulis itu di buku hariannya.

Hidup Jaemin pelan-pelan berubah setelah bertemu dengan Jeha, kedekatan Jaemin dan Jeha akhirnya membuat mereka bersama. Jeha belajar banyak hal dari Jaemin, dan Jeha tersadar bahwa ia harus lebih bersyukur lagi.

Namun perubahan sikap Jeno ke Jeha yang drastis setelah dekat dengan Jaemin membuat hubungan mereka terputus. Ia membully Jeha, sikapnya berubah dan ia berpacaran dengan banyak perempuan lain. Bahkan Mark Lee, teman masa kecilnya menjauh dari Jeno.

Satu hal yang orang lain tidak tahu adalah, Jaemin tinggal serumah dengan Jeno, mereka saudara tiri. Jeno benar-benar membenci Jaemin, bahkan sampai hampir membunuhnya. Ia tidak ingin orang lain tahu bahwa Jaemin adalah saudaranya.

Sedangkan Jaemin berbalik banding dengannya, Ia sangat menyayangi Jeno. Jaemin mengerjakan PRnya, membersihkan kamarnya, membuatkannya cemilan, sampai merawatnya saat ia sakit.

Lai guanlin, pembully yang ditakuti satu sekolah menyebarkan info ini, bahwa Jaemin adalah saudaranya Jeno. Ia menyukai Jeha, sehingga ia akan melakukan apapun agar Jeha menjauh dari kedua Jaemin dan Jeno. Tapi nihil, Jeha semakin membencinya.

Setelah info ini tersebar ayah Jaemin murka, ia sudah melakukan semuanya untuk menutupi bahwa Jaemin adalah bagian dari keluarganya. Jeno merasa takut dan cemas, ia tidak pernah menyangka bahwa ayahnya sekejam ini, Jeno ingin menolongnya tapi sudah telat. Jaemin masuk ke IGD setelah dipaksa minum cairan pembersih lantai oleh ayahnya itu, kondisinya semakin parah. Setelah Jaemin siuman, Jeno meminta maaf sambil menangis, ia benar-benar menyesal dan merasa malu.

Tidak hanya Jeno yang menyesal, ayahnya juga. Ia pergi menjenguk dan meminta maaf ke Jaemin dan Jeha, sebelum pergi dijemput polisi. Hal itu mengejutkan Jaemin, ternyata ayahnya sudah diancam masuk penjara. Jaemin memaafkan keduanya, ia menangis terharu. Tetapi, Jaemin perlu ke Singapura untuk berobat beberapa hari lagi karena ia belum benar-benar pulih.

Kenyataan lain baru terungkap, selama ini Jeno kira bekas jahitan di perutnya itu karena usus buntu. Ternyata waktu kecil Jeno pernah sakit parah, dan Jaemin dipaksa mendonorkan satu ginjal, dan setengah hatinya di umur 13 tahun. Jeno tidak pernah tahu sebagian tubuh Jaemin ada di dalam tubuhnya, mendengar itu Jaemin kaget, ia pikir Jeno sudah tahu.

Keadaan Jaemin sudah membaik, tetapi ia tetap harus ke singapura. Jaemin menahan rasa nyerinya dan mengajak Jeha jalan-jalan diluar, walaupun sudah pukul 11 malam. Jeha mendorong kursi roda Jaemin, dan berbincang-bincang kecil di taman. Tak lama kemudian Jaemin menyandarkan kepalanya ke bahu Jeha, Jeha mengajak Jaemin untuk masuk ke dalam karena ia kira Jaemin sudah mengantuk, tapi Jaemin tidak menjawab. Genggaman tangan Jaemin tiba-tiba terlepas dan Jeha tak kunjung mendapat jawaban dan mulai panik.

Jeha tidak percaya ini, ia menangis hebat

Jaemin sudah beristirahat, mengistirahatkan rasa lelahnya.

“Selamat tidur… pelangiku” bisik Jeha.

d. Analisis
Namun berbeda dengan novel “Dear J” karya L Lullaby yang sudah saya analisis ini. Dalam novel kedua tokoh utamanya memiliki karakter yang berbeda-beda. Seperti Lee Jeno yang keras kepala, Jaemin yang pekerja keras, sabar, ramah, dan selalu tersenyum.

e. Evaluasi (kelebihan dan kekurangan)
Keunggulan dari novel ini adalah penempatan latar dan tokohnya. Latar yang disajikan penulis sangat menyesuaikan dengan selera remaja zaman sekarang.
Tokohnya pun berbeda, Penulis menghadirkan tokoh-tokoh yang sifatnya berbeda-beda. Sehingga novel ini memiliki daya tarik tersendiri. Lepas dari keunggulan, novel ini juga memiliki kekurangan dari novel ini,, seperti pembullyan, kekerasan yang kejam, semua itu tidak boleh diikuti.

f. Penutup
Tak heran mengapa novel ini banyak sekali digemari oleh kalangan remaja, khususnya remaja SMA karena novel ini. Karena novel ini tidak sepenuhnya menjelaskan tentang percintaan saja. Namun juga banyak juga pelajaran yang dapat di ambil dari cerita ini

Reporter: Dyah Nur Maulida, Kharisma Putri

Editor: Kharisma Putri

Diposkan pada BERITA SEKOLAH

Ekstrakurikuler Paskibra

Paskibra ialah suatu ekstrakurikuler yang dapat menjadi media bagi anggotanya untuk membentuk nilai-nilai penting dalam diri. Di dalamnya terdapat nilai nilai seperti kedisiplinan, cinta tanah air, patriotisme, dan lain-lain. Oleh karena itu upaya dan partisipasi semua pihak sangat diperlukan terutama sekolah.

Mengikuti ekskul Paskibra membuat si kecil mendapatkan banyak manfaat, antara lain: Melatih kedisiplinan. Yap, dia harus berlatih tepat waktu, mengikuti gerakan dengan benar dan kompak, mengikuti instruksi dan banyak lagi.

Keberadaan Ekskul PASKIBRA mempunyai manfaat sangat banyak diantaranya bisa meningkatkan kedisiplinan siswa,, membangkitkan jiwa nasionalisme pada anggotanya, sebagai wahana penyaluran bakat, memupuk rasa tanggung jawab dan membekali anggotanya dengan berbagai keterampilan untuk menyongsong masa depan.

Reporter : Ardina , Aurel , Afwan

Editor: Kharisma