Diposkan pada BERITA SEKOLAH

SMP Negeri 1 Margasari Gelar Gebyar Seni

SLAWI-Warga SMP Negeri 1 Margasari menggelar gebyar seni yang berlangsung meriah. Persiapan gebyar seni merupakan program OSIS yang diagendakan tiap tahun. Gebyar seni diikuti seluruh siswa kelas IX, wali murid kelas IX, dewan guru beserta staf administrasi, dan para komite SMP Negeri 1 Margasari.

Kepala SMPN 1 Margasari Drs Winarko MPd menyatakan, gebyar seni itu agenda atau kegiatan tahunan yang sudah diprogramkan. “Secara teknis pelaksanaannya itu persiapan para siswa lulus sekolah kurang lebih satu bulan. Mereka itu melakukan seleksi dan latihan. Gebyar seni juga merupakan aktualisasi aksi yata siswa SMP Negeri 1 Mar- asari,” katanya Sabtu (17/6).

Dia menerangkan, untuk para siswa kelas IX ini cukup bagus. “Indikatornya adalah siswa mematuhi apa yang di informasikan bapak/ibu wali kelasnya, sehingga luar biasa apa yang mereka lakukan euphoria kegembiraan kelulus- an tidak dilakukan ke hal-hal negatif,” ungkapnya.

Dia menegaskan, SMP Negeri 1 Margasari itu merupakan wadah untuk mengembangkan potensi siswa-siswanya dalam berprestasi. “Harapannya siswa yang sudah dituntun, dibimbing, dan dididik di SMP Negeri 1 Margasari itu bisa menghasilkan prestasi yang tiada henti, terus ber- kesinambungan, baik yang akademik maupun nonakademik,” ungkapnya.

Salah satu siswa kelas IX, Hanan Musyaffa mengatakan, sangat senang karena selama tiga tahun sudah menimba ilmu di SMP Negeri 1 Margasari. Karena itu, saatnya untuk meninggal- kan dan meneruskan pendidikan dijenjang berikutnya. Hanan Musyaffa juga sangat bangga sekaligus sedih karena harus berpisah dengan teman-teman yang sudah bersama selama tiga tahun. (her/fat)

Diposkan pada OPINI

Serah Terima Gapura dari Paguyuban Alumni Spensama (Paspensama) Kepada SMP Negeri 1 Margasari

SMP Negeri 1 Margasari – Paguyuban Alumni Spensama (Paspensama) menyerahkan gapura yang telah dibangun beberapa bulan yang lalu kepada SMP Negeri 1 Margasari (10/6). Acara penyerahan gapura disaksikan oleh beberapa perwakilan dari paguyuban alumni spensama (Paspensama) dan para bapak/ibu guru beserta karyawan staf tata usaha SMP Negeri 1 Margasari. Serah terima gapura ditanda tangani perwakilan dari paguyuban alumni Spensama (Paspensama) beserta Drs.Winarko, M.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Margasari dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama di depan gapura yang terletak di samping masjid SMP Negeri 1 Margasari. “Kami keluarga besar SMP Negeri 1 Margasari sangat berterima kasih atas peran serta alumni dalam memajukan SMP Negeri 1 Margasari dalam bentuk bangunan gapura, semoga yang telah Bapak/Ibu sumbangkan dapat menjadi motivasi kami untuk mengukir prestasi tanpa henti di SMP Negeri 1 Margasari,” ungkap Drs.Winarko, M.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Margasari. “Semoga kepedulian para alumni tetap terjalin dengan baik,” tambahnya.

Diposkan pada OPINI

Semarak Drama Musikal Tim Ekskul Jurnalistik Spensama di Acara Gebyar Seni Tahun Ajaran 2022/2023

SMP Negeri 1 Margasari – Tim ekskul jurnalistik kembali menyemarakkan acara gebyar seni dengan menampilkan drama musikal (13/6). Acara ini berlangsung sangat meriah. Sebelum tampil, tim ekskul jurnalistik dilatih terlebih dahulu oleh para guru pendamping yaitu Laely Mardiana, S.Pd. dan Cucu Windyaningarum, S.Pd. Tidak hanya dilatih, tim ekskul jurnalistik juga diberi arahan untuk membuat berbagai properti yang diperlukan. “Penampilan tim ekskul jurnalistik sangat luar biasa. Para penonton semuanya terhibur. Semuanya dapat bekerja sama dengan baik saat pentas di atas panggung,” ungkap Drs.Winarko, M.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Margasari. “Semoga dapat menginspirasi teman-teman yang lainnya agar berpartisipasi juga dengan menampilkan berbagai seni yang kreatif,” tambahnya. Laely Mardiana selaku pembina ekskul jurnalistik mengatakan bahwa semua pemeran tampil dengan sangat maksimal, menjiwai karakter masing-masing, luar biasa, keren, dan membuat para penonton terhibur. “Untuk tahun ini drama musikal agak berbeda dengan tahun yang lalu. Kalau tahun yang lalu tidak ada tulisan ucapan selamat dan sukses untuk siswa-siswi kelas IX, sedangkan tahun ini ada yaitu pas akhir drama musikal,” tambahnya.

Diposkan pada BERITA SEKOLAH

Tumbuhkan Semangat Nasionalisme Kepada Para Siswa, SMP Negeri 1 Margasari Gelar Nobar Film G30S PKI

NOBAR – Suasana nobar (nonton bareng) film G30SPKI di SMPN 1 Margasari

G30S PKI adalah sebuah gerakan yang memiliki tujuan menjadikan negara Indonesia sebagai Negara Komunis yang berkiblat ke Negara Uni Soviet serta mengganti Pancasila dengan paham komunis.

Sekitar 288 siswa dari SMP Negeri 1 Margasari menggelar nonton bareng film Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau dikenal dengan G30S PKI. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pemahaman bahwa pada masa silam kesaktian ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila sedang diuji oleh pemberontakan G30S PKI.

Nonton bareng (Nobar) film sejarah garapan 1948 selama empat jam ini digelar melalui proyektor Liquid Crystal Display (LCD) yang ada di masing-masing kelas. Nobar hanya dilakukan oleh kelas 9, karena keterbatasan ruang kelas. Sementara untuk kelas 7 dan 8 belajar di rumah.

Winarko, kepala SMP Negeri 1 Margasari mengatakan, nobar di sini baru kali pertama dilakukan. “Harapannya setelah adanya kegiatan nobar ini, paling tidak para siswa memiliki nasionalisme untuk mempertahankan ideologi Pancasila yg ada di Indonesia, “ tambahnya.

“Kemungkinan setiap tanggal 30 September akan diadakan kegiatan nobar film G30S PKI Untuk mengenang dan untuk menebalkan rasa nasionalisme generasi muda, “ pungkasnya.

“Acara nonton bareng film G30S PKI sangat bagus karena para siswa bisa mengerti tentang peristiwa G30S PKI dan dapat menumbuhkan semangat nasionalisme yang sangat tinggi. Kemudian jangan sekali-kali melupakan sejarah (jasmerah), “ ungkap Laely Mardiana, guru bahasa Indonesia.

Firda salah satu siswi kelas 9 yang mengikuti kegiatan nonton bareng film G30S PKI mengatakan, film ini Sangat menginspirasi. Dengan film ini para siswa bisa mengerti tentang pengorbanan para pahlawan Revolusi akibat kekejaman yang dilakukan oleh PKI demi ingin mengganti Pancasila dengan paham Komunis.

“Dengan film ini, kita dapat belajar untuk tetap waspada terhadap segala upaya yang ingin memecah belah bangsa, “ pungkasnya.
Dengan adanya film ini diharapkan semua siswa memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.

Diposkan pada RESENSI BUKU

Resensi Novel “Ayahku (Bukan) Pembohong”

Judul: Ayahku [Bukan]pembohong


Penerbit :Gramedia pustaka utama


Penulis : Tere Liye

Tebal buku : 299 halaman

Tahun terbit : 2011


Sampul/ilustrasi: Berwarna biru dengan latar belakang langit berawan putih dan pemandangan gunung serta pepohonan juga dengan sebuah apel dan Tenda berwarna Merah. Selain itu, ada gambar lain yaitu beberapa layang-layang yang berterbangan.


A. pendahuluan
Novel “ayahku [Bukan] pembohong yang di karang oleh Tere liye memiliki makna yang sangat mendalam. Novel ini memiliki makna tentang Persahabatan,Kejujuran,Kepercayaan,Keluarga dan sedikit Percintaan.


B. sinopsis


Tokoh utama dalam cerita ini bernama Dam, seorang anak tunggal dari ayah dan ibu yang hidup berkecukupan. Tidak miskin tidak juga kaya. Ia tumbuh dengan rambut keriting eksotik. Membuatnya diberi nama panggilan baru di sekolah, “ si keriting ”. Selain itu ia juga dipanggil “pengecut”. Adalah Jarjit, anak orang paling kaya seantero kota yang punya gara-gara.

Suatu ketika ketika Jarjit berkelahi dengan anak-anak kampung dekat sekolah mereka. Ia babak belur. Memar di sekujur tubuh. Tapi ia tidak kapok sama sekali. Malah berniat menuntut balas pada anak-anak dimulaidal itu. Ia pun mengajak seluruh teman lelakinya untuk bergabung memberi anak-anak kampung kumal itu pelajaran dan agar mereka tahu mereka tengah berhadapan dengan siapa. Ya, Jarjit memang agak sombong, maklumlah masih anak-anak. Semua teman-temannya termasuk kecuali Dam. Ia keukeuh tidak mau bertengkar hanya untuk membalaskan dendam seorang anak bernama Jarjit yang kenakalannya sudah terkenal dari kecil.

Apakah Dam seorang anak yang penakut ? tidak ! sama sekali tidak. Hanya saja ia selalu ingat kisah demi kisah yang sering diberitahukan kepada ayahnya, tentang lembah bukhara, pengendali suku angin, juga cerita sejarah hidup idolanya, Sang Kapten. Ia ingin meniru teladan-teladan yang baik dari mereka. Sejak itulah saya dipanggil pengecut. Pengecut yang tidak mau berkelahi.

Dam selalu senang dan antusias mendengar cerita dari Ayahnya. Begitupun ayah, tak pernah bosan bercerita. Ya namanya juga anak-anak. Selalu tertarik dengan cerita. Yang penting seru, mereka tidak berfikir apakah cerita itu nyata atau karangan si pencerita saja. Lambat laun Dam akan tahu ayahnya membual dengan cerita-cerita itu atau tidak. Dari cerita ayah lah ia tahu bahwa Sang Kapten, pesepak bola idolanya itu ternyata dulu hanya memperkenalkan sup jamur. Ia hidup miskin dan tak memiliki siapa-siapa yang menyemangati. Suatu saat ketika kapten kecil mengantar pesanan sup untuk ayah Dam. ( menurut cerita dari ayah , kala itu ayah sedang kuliah di luar negeri ).

Sejak itulah mereka mulai bersahabat. Ayah mengatakan bahwa Sang Kapten adalah sosok yang tak pernah menyerah dengan segala keterbatasan yang dimilikinya. Itu salah satu yang menginspirasi Dam untuk terus berprestasi. Tidak peduli, kebohongan atau tidak. Dam tidak kepikiran ke sana.
Selain cerita tentang Sang Kapten, ayah Dam juga bercerita tentang suku pengendali angin yang pernah ia temui. Bahkan sang ayah mengatakan ia pernah terbang dengan layang-layang raksasa bersama kepala suku, Dam percaya. Takjub dengan cerita ayahnya. Juga tentang apel emas dan lembah bukhara. Sejak kecil Dam puas dengan cerita demi cerita dari sang ayah.

Beranjak dewasa ia dikirim ke Akademi Gajah. Sekolah lanjutan yang 8 jam naik kereta dari kampung halaman. Di sana lah Dam tumbuh dewasa dan mulai menemukan bakat serta jati dirinya. Ia mengagumi arsitektur bangunan Akademi Gajah. Saat waktu senggang ia akan menghabiskan berjam-jam hanya untuk menggambar sketsa tempat menarik di Akademi Gajah.

Suatu saat ketika mendapat hukuman bersama Retro sahabatnya, membersihkan perpustakaan selama sebulan penuh. Sebenarnya itu bukan hukuman bagi Dam tapi keinginan yang tercapai. Ia ingin menggambar sketsa ruang perpustakaan. Dengan berjam-jam di perpustakaan otomatis memiliki waktu lebih banyak untuk menyelesaikan sketsanya. Retro yang awalnya menggerutu mendapat hukuman seperti itupun lambat laun menikmati juga. Ia menemukan satu sudut tumpukan buku-buku cerita yang berdebu tebal. Jika sudah membaca ia akan lupa waktu.

Beberapa hari sebelum hukuman mereka genap sebulan Dam menggangu Retro yang tengah khusuk membaca. Iseng, Dam pun membaca beberapa cerita yang Retro baca. matanya terbelalak. Mulutnya menganga. Cerita yang ia baca mirip sekali dengan apa yang ayahnya dulu sering ceritakan. Sejak saat itu ia mulai meragukan kebenaran cerita tersebut. Menurut Retro sangat tidak mungkin ayah dam berpetualang ke lembah bukhara mendekati menemui suku pengendali angin. Bersahabat dengan Sang Kapten, bintang sepak bola dunia itu baru ? tidak mungkin.

Dam sempat menanyakan kebenaran cerita tersebut. Bukan jawaban yang ia dapatkan melainkan kemarahan dari sang ayah. Ia merasa bersalah. Mulai saat itu ia tidak ingin membayangkan apakah cerita itu bohong atau tidak. Mungkin begitulah cara ayah mendidiknya menjadi anak yang baik. Dengan cerita-cerita yang kemungkinan besar bohong .
Di tahun akhir, 3 minggu sebelum kelulusan Akademi Gajah Dam mendapat telegram. Ia harus pulang. Ibunya yang sejak dulu rapuh jatuh sakit kini dirawat di rumah sakit. Di saat itulah ia tahu ayahnya adalah pembohong. Bukan pembohong karena cerita-cerita tak masuk akal itu berbohong tentang kondisi fisik ibunya.

Saat ibunya jatuh sakit ayah selalu bilang ibu hanya kecapekan. Padahal dokter yang merawat ibu dengan jelas mengatakan beliau mengenal kangker sejak 20 tahun lalu. Kenapa aku tak pernah dikabari ? ia juga berhak tahu kondisi ibu. Pertengkaran hebat terjadi di depan ruang operasi malam itu. Ayah berkata mereka menyembunyikannya karena tidak ingin menganggu konsentrasi dan kebahagiaan Dam. Dam tak terima, ia terlanjur benci pada ayah. Tanpa rasa bersalah ia mengatakan ayahnya adalah pembohong. Termasuk cerita-cerita masa kecilnya.

Ibunya tak bisa terselamatkan. ribuan orang datang melayat. Tak pernah ia melihat pemakaman seramai ini. Hingga pejabat dan orang penting pun datang. Saat pemakaman mulai beranjak sepi menyisakan ayah dan Dam. Sang ayah bahu Dam, besarkan hati, semoga Dam bahwa takdir terbaik. Hati Dam memaki benci. Andai harta benda yang mengobati ibu dari dulu, ini semua pasti tak terjadi.

Saat itu ayah tahu bahwa Dam sudah benci pada cerita-ceritanya. Namun ia ingin menceritakan satu kisah yang ia janjikan sebagai kisah terakhir. Tak kan ada lagi cerita-cerita lain. Namun malahan meninggalkan sang ayah.

Dam meninggalkan rumah. Ia merantau berkuliah di jurusan arsitektur. Jurusan yang dirancang untuk arsitektur kesohor seluruh negeri. Sangat jarang ia mengunjungi sang ayah yang hidup sendiri pasca ditinggal ibu. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Taani, sahabat masa kecil yang kemudian menjadi istrinya. Mereka menikah dan dikarunia dua anak Zas dan Qon, putra putri yang teramat menggemaskan. Taani meminta Dam menyetujui ayah tinggal bersama mereka. Agar ayah tak kesepian. Agar ia dekat dengan cucunya. Dam dengan ragu mengizinkan.

Zas dan Qon sangat senang dengan kehadiran sang kakek. Mereka suka dengan cerita-cerita kakek. Masih cerita yang sama dengan yang dulu Dam dengar. Setiap kali ayah bercerita tentang anak-anak, Dam selalu menggeram tak suka. Taani yang selalu memberitahu Dam mengatakan bahwa hal itu hal yang tidak salah . Ia adalah menantu yang baik. Taani malah lebih dekat dengan ayahnya Dam sendiri.

Sampai akhirnya Zas dan Qon ketahuan membolos. Dam marah. Apalagi setelah mengetahui penyebab mereka bolos. Mereka menelusuri perpustakaan kota 8 tingkat hanya untuk mencari tahu apakah cerita mereka nyata atau tidak. Bertambah kebenciannya terhadap ayahnya. Bukan pada ayah sebenarnya tapi pada masalah yang ayah lakukan. Ia tak ingin Zas dan Qon tumbuh besar dengan cerita-cerita bohong.

Pertengkaran hebat terjadi. Dam membentak dan mengatakan ayahnya pembohong. Hancur hati sang ayah. Tanpa ragu Dam mengusir ayahnya . Taani dan cucu-cucunya setiap saat bisa mengunjungi jika mereka mau. Tapi tidak di rumah ini,di rumah ini dia yang memiliki hak dan ayahnya wajib mengikuti aturan Dam.

Taani berlinang air mata mengingatkan Dam bahwa yang ia usir itu adalah ayahnya sendiri, yang besarkan, yang merawatnya sejak kecil. Namun Dam sudah lupa diri. Ayah melangkah pergi ditemani derasnya hujan dan dinginnya malam meninggalkan rumah anak semata wayangnya. Taani, Zas, dan Qon ikut menangis layaknya langit malam. Bahkan Zas dan Qon memeluk kakeknya tak ingin ditinggal. Dam tak peduli, Ia ingin ayah segera pergi.

Esoknya sang ayah ditemukan terbujur kaki di samping pusara ibunya. Oleh penjaga makam ayah segera dilarikan ke rumah sakit. Kondisi beliau labil. Saat itulah Dam merasakan kesedihan. Muncul rasa bersalah telah mengusir sang ayah. Andai tak mengusirnya hal ini tak mungkin terjadi.

Sang ayah siuman dan ingin bertemu dengan Dam. Dengan berlinang air mata ayah meminta maaf pada Dam. Suaranya parau. Membuat sesak hati. Harusnya ia yang minta maaf, bukan ayah. Saat tubuh sang ayah terkulai lemah di ranjang rumah sakit, sang ayah meminta Dam mendengar satu cerita, ia tahu Dam sudah membenci cerita-ceritanya sejak meninggal berpuluh tahun lalu. Namun ia janji ini akan menjadi cerita terakhir. Kisah yang dulu ingin ia ceritakan di pusara sang ibu. Saat bendungan berjalan sesuainya. Kisah tentang Danau Para Sufi. Ayah mulai bercerita dengan suara paraunya.

Takdir tak bisa ditolak. Ayahnya telah kembali kepada Tuhan tepat kala cerita itu sempurna disampaikan. ribuan orang melayat. Lebih ramai dari pemakaman ibunya. Padahal sang ayah hanyalah PNS bergaji rendah biasa. Di kelopak langit entah darimana asalnya puluhan layang-layang seolah ikut menghadiri pemakaman. Di tengah acara tiba-tiba terjadi. Ada satu rombongan yang datang. Menarik perhatian seluruh pelayat. Orang-orang memberi jalan. Mereka tampak antusias. lalu gemuruh tepuk tangan penuh apresiasi di udara. Dan ternyata, rombongan tersebut adalah rombongan Sang Kapten. Dam kaget tak terkira. Bagaimana bisa? bagaimana bisa Sang Kapten datang ke pemakaman ayahnya ? disaat itulah.

“Ayah kau adalah sahabatku, Dam. Kalau bukan karena dia yang datang dan memarahi petinggi klub dulu untuk menerimaku sebagai pemain meski aku pendek, mungkin aku akan tetap menjadi pengantar sup jamur ”
Dam termangu. Membisu. Rasa bersalah membuncah. Ia keliru. Ia salah. “Ayahku ( bukan ) pembohong ” lirih Dam.


C. kelebihan

1.Alur cerita yang maju mundur membuat pembaca akan dibawa berfikir membayangkan sebelumnya
2.Cerita yang tidak membosankan dan selalu seru untuk dilanjutkan
3.Setiap bab mengandung amanat dan pesan moral yang menyentuh dan membuat semangat
Membuat emosional bermain, anda bisa menangis saat membacanya.

Banyak kalimat-kalimat motivasi dan kalimat yang masuk akal di setiap paragraf. Kalimat-kalimat tersebut tersebut dapat meningkatkan rasa sayang terhadap keluarga, terutama ayah.

Diposkan pada BERITA SEKOLAH

Kemeriahan HUT RI Ke-77 di Kecamatan Margasari

Karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang tahun (HUT) Republik Indonesia kembali digelar. Karnaval yang ke-77 ini merupakan karnaval yang dilaksanakan kali pertama setelah dua tahun pandemi covid-19.

“Adapun untuk karnaval ini terdiri atas beberapa kategori, di antaranya TK, PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, dan Desa,” ucap Ketua OSIS SMP Negeri 1 Margasari, Hanan Musyaffa.

Kegiatan karnaval ini digelar selang satu hari setelah upacara tujuh belas Agustus. Tepatnya pada tanggal 18 Agustus 2022. Karnaval ini terbagi menjadi dua sesi. Yaitu sesi pertama pukul 08.00 terdiri dari tiga kontingen , kontingen pertama untuk TK, PAUD, dan SD. Sesi kedua untuk SMP, MTS, SMK, SMA yang dimulai sekitar pukul 13.00 dan dilepas secara langsung oleh bapak camat kecamatan Margasari. Serta kontingen terakhir berasal dari semua warga desa yang ada di kecamatan Margasari.

Dalam kegiatan karnaval ini mengusung tema kreativitas dan keberagaman. Ribuan anak–anak hingga pelajar begitu atraktif menampilkan berbagai potensi pembangunan dan seni budaya daerah dari seluruh wilayah Indonesia termasuk SMP Negeri 1 Margasari. Ada peserta yang menampilkan pakaian adat Batak, Bali, Papua, Jawa, dan lainnya. Termasuk kemeriahan marching band, hingga empat kostum karnival yang diperagakan bak model profesional. Cukup panjang jalan yang dilalui, start dari Lapangan Barat sampai finish di SMK Bakti Praja.

“Untuk siswa yang mengikuti kegiatan ini ada 100 orang, untuk masing-masing sekolah,” kata Laely Mardiana salah satu guru yang mendampingi kegiatan karnaval.

Tampak masyarakat di Kecamatan Margasari begitu antusias menyaksikan kegiatan karnaval di sepanjang rute. Dimungkinkan mereka melepas rindu setelah dua tahun tidak ada tontonan kegiatan karnaval.

Karnaval – Kontingen karnaval dari SMP Negeri 1 Margasari (18/08) (foto: Firda Tri Rakhmawati)

“Alhamdulillah saya sangat senang setelah dua tahun ini ada karnaval lagi,” kata Eva, salah satu peserta karnaval.

“Keren, kreatif ya…. !! Menjadikan anak-anak semakin kreatif dan menanamkan rasa cinta tanah air yang tinggi. Tidak lupa dengan adatnya sendiri,” ungkap Kepala SMP Negeri 1 Margasari, Winarko

Dari semua peserta karnaval banyak sekali keunikan tersendiri dari masing-masing kontingen yang ada. Semua warga menunjukkan kreativitasnya demi memeriahkan kegiatan karnaval ini.

Semarak karnaval ini bertujuan agar warga menyadari pentingnya refleksi kemerdekaan bangsa Indonesia. Selain untuk memeriahkan dan mengisi kemerdekaan, juga bertujuan sebagai alat pemersatu masyarakat dan menjadikan perayaan kemerdekaan ini sebagai momentum kebangkitan Indonesia dari pandemi COVID-19 seperti makna slogan HUT RI ke-77 yaitu “PULIH LEBIH CEPAT, BANGKIT LEBIH KUAT”

Reporter: Eva Morela Shefila, Firmansyah Famungkas, Firda Tri Rakhmawati, Vidy, Muhimatul Aliyah

Editor: Hanan Musyaffa

Diposkan pada BERITA SEKOLAH

Hebat! SMP Negeri 1 Margasari sukses bawa pulang 4 piala Jamran

Piala – Empat piala Jamran diborong SMP Negeri 1 Margasari (14/08/2022). (foto : Lina)

Margasari – Kegiatan Jambore adalah kegiatan pesta Pramuka penggalang yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali.

Dalam Jamran kali ini, SMP negeri 1 Margasari mengirimkan 23 pasukan penggalang, yang terdiri dari 11 penggalang putra dan 12 penggalang putri serta 4 pembina pendamping.

Kegiatan ini dilaksanakan mulai dari tanggal 12 sampai 14 Agustus 2022 yang bertempat di lapangan Desa Jatilawang. “Adapun cabang yang dilombakan adalah pionering dan K3 (kebersihan, keindahan, kerapian),” kata salah satu peserta jamran, Hanan.

Hanan mengatakan, untuk lomba yang dilaksanakan putra dan putri dipisah, salah satunya adalah lomba pionering dan K3 (kebersihan, keindahan, kerapian). Untuk kedua lomba tersebut SMP Negeri 1 Margasari berhasil meraih masing-masing regu putra maupun putri yaitu juara 1 pionering putra, juara 1 pionering putri, juara 1 K3 putra, dan juara 1 K3 putri.

“Menurut saya dalam kegiatan Jamran ini bisa melatih kedisiplinan, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab dari setiap siswa-siswi yang ditunjuk untuk mewakili,” tambah Hanan.

“Alhamdulillah, dalam jamran kali ini, banyak suka dan dukanya. Kalau sukanya ya kita dipercaya buat mengikuti jamran karena kan tidak semua siswa bisa ikut, terus kita dapat banyak pengalaman, bisa kumpul dalam satu tempat sama anak-anak pramuka sekolah lain, dan pastinya kita dapat banyak ilmu baru,” kata Cahaya, salah satu peserta Jamran.

“Untuk dukanya, pas lagi hujan terus tendanya pada bocor sampai ada beberapa tas yang basah dan yang pasti lelah, tapi lelah itu terbalas dengan kita membawa pulang 4 piala,” tambah Cahaya. (*)

Reporter: Firda, Muhimatul Aliyah, Nesya, Vidi, Haikal

Editor: Hanan Musyaffa

Diposkan pada BERITA SEKOLAH

SMPN 1 Margasari Adakan MPLS

MARGASARI – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan kegiatan yang dilaksanakan di sekolah setiap awal tahun pembelajaran untuk menyambut peserta didik baru. Kegiatan MPLS dilakukan dengan kegiatan yang bersifat edukatif dan kreatif untuk mewujudkan sekolah sebagai tempat belajar yang menyenangkan dan aman bagi peserta didik. Dimana dalam kegiatan ini juga peserta didik diarahkan untuk mengenal lingkungan sekolah. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai pada 11 Juli 2022.

Ketua OSIS SMP Negeri 1 Margasari, Hanan Musyaffa, mengatakan kegiatan MPLS ini dilakukan secara offline atau tatap muka.

“Alhamdulilah, pada tahun ini kegiatan MPLS bisa dilakukan secara offline atau tatap muka setelah tahun sebelumnya kegiatan MPLS dilakukan secara online atau daring dikarenakan pandemi covid-19,” kata Hanan.

Pelaksanaan MPLS dilaksanakan selama tiga hari, Senin sampai Rabu (11-13 Juli 2022).

Untuk hari pertama kegiatan MPLS, seluruh siswa mengikuti upacara pembukaan MPLS. Dalam upacara, Kepala SMP Negeri 1 Margasari memberi sambutan, yang berisi ucapan selamat kepada siswa-siswi kelas 7 yang sudah diterima di SMP Negeri 1 Margasari. “Hal yang perlu kalian syukuri untuk kelas 7,8, dan 9 adalah ini merupakan kesuksesan kalian, karena banyak sekali yang mendaftar di SMP Negeri 1 Margasari, angkanya mendekati 450 dan yang diterima adalah 288. Sehingga kalian harus mensyukuri karena telah menyisihkan peserta lain. Kesempatan ini jangan kamu sia-siakan,” kata Winarko, kepala SMP Negeri 1 Margasari dalam sambutannya. Setelah memberi sambutan, kepala sekolah pun membuka kegiatan MPLS ini.

Setelah mengikuti upacara pembukaan MPLS, para siswa kelas 7 memasuki ruang kelas untuk mendapatkan materi mengenai MPLS dari bapak atau ibu guru dan pengurus OSIS.

Setelah itu dilanjutkan, para siswa MPLS didampingi OSIS baris menuju lingkungan SMP Negeri 1 Margasari untuk melihat gedung-gedung apa saja yang ada di SMP Negeri 1 Margasari.

Kegiatan MPLS ini pun berakhir dengan kegiatan sholat dzuhur berjamaah.
“Untuk kegiatan sholat dzuhur berjamaah ini, kami membuat 2 sift, untuk satu hari yaitu sift 1 hari Senin, 11 Juli 2022, untuk kelas 7A dan 7B dan sift 2 yaitu kelas 7C dan 7D,” kata Hanan.

“Untuk hari Selasa, 12 Juli 2022, dengan sift yaitu untuk sift 1 kelas 7E dan 7F dan sift 2 kelas 7G, 7H, 7I,” tambah Hanan.

Hanan mengatakan, untuk kelas yang bukan sift nya untuk sholat dzuhur berjamaah bisa dipersilakan untuk pulang.

Pada hari kedua kegiatan MPLS, tepatnya hari Selasa, 12 Juli 2022 para calon siswa kelas 7 melanjutkan kegiatan mpls, dengan jadwal kegiatan pengenalan ekstrakurikuler.

“Semua peserta didik baru berkumpul dilapangan spensama untuk melihat tampilan dari berbagai macam ekstrakulikuler, diantaranya yaitu, ekstrakurikuler tari, ekstrakurikuler pramuka, ekstrakurikuler paskibra, ekstrakurikuler gitar dan nyanyi, serta pengenalan ekstrakurikuler rebana Asy-Syifa dari salah satu anggota rebana.

Para siswa terlihat sangat antusias mengamati tampilan dari masing2 ekskul
Pada hari terakhir, para peserta didik baru menerima materi kembali mengenai mpls yg disampaikan oleh bapak ibu guru. Kegiatan ini diakhiri dengan para siswa MPLS berbaris menuju pintu gerbang untuk pulang sambil melihat pameran berbagai macam kerajinan yang dibuat oleh beberapa siswa SMP N 1 Margasari.

Kegiatan MPLS berakhir pada hari ketiga, Rabu, 13 Juli 2022 yang ditutup dengan upacara penutupan MPLS.

“Setelah para peserta kegiatan MPLS mendapat materi yang telah disampaikan bapak atau ibu guru, kami berharap nanti diakhir kegiatan MPLS ini, muncul karya-karya inovatif yang terlahir dari bakat dan kompetensi mereka,” pungkas Hanan.

Diposkan pada RESENSI BUKU

Resensi Novel “Ironi Masa Lalu Lebih Pahit Dari Dendam Yang Tak Terbayar”

Judul : Ironi Masa Lalu Lebih Pahit Dari Dendam Yang Tak Terbayar

Penulis : Ema Pertiwi

Penerbit : Senja

Tahun Terbit : 2016

Tebal Buku : 188 halaman

Sampul/Ilustrasi : Gambar tiga siswa SMA yang satu berdiri membelakangi

A. Pendahuluan

Novel “Ironi Masa Lalu Lebih Pahit Dari Dendam Yang Tak Terbayar” yang ditulis oleh Ema Pertiwi menceritakan perjalanan hidup Adam yang penuh lika-liku. Novel dengan 188 halaman ini memiliki konflik-konflik yang sangat menarik, seperti konflik percintaan, persahabatan, keluarga, dan lain-lain.

B. Sinopsis

Cerita dimulai dengan Adam dan teman-temannya yang sedang di kantin dikagetkan dengan telepon dari Bill yang mengatakan bahwa akan ada tawuran antara SMA Galaksi dan SMA Gerhana. Awalnya Adam tidak diijinkan oleh kekasihnya, tetapi Adam justru meyakinkan kekasihnya bahwa dia akan baik-baik saja. Setelah Adam meyakinkan Elsa, dengan terpaksa dia mengijinkan Adam menontkn tawuran itu. Adam dan teman-temannya yang hanya ingin menyaksikan dibuat kaget saat Bill menghajar salah satu anak dari SMA Gerhana. Bill yang terlihat gelisah akhirnya memutuskan untuk kabur dari sana. Adam yang merasa bersalah pun akhirnya memutuskan untuk menjenguk korban dan menanggung biaya rumah sakit.Keesokan harinya, Adam dan teman-temannya dipanggil ke lapangan basket untuk diberi sanksi. Kepala sekolah memberi sanksi tegas kepada mereka. Teman-teman Adam diberi skors 3 hari, sementara Adam diberi skors seminggu dan kepala sekolah juga menyuruh Adam menemuinya di ruang kepala sekolah. Adam yang curiga ada kejanggalan disini hanya bisa memancing kepala sekolah untuk bercerita darimana dia tahu kalau mereka menonton tawuran. Tapi sialnya, usaha Adam sama sekali tidak membuahkan hasil. Setelah mendengar pernyataan Adam, Arya tidak terima kalau misal sahabatnya itu diperlakukan tidak adil karena jelas-jelas mereka melakukan kesalahan yang sama. Tanpa ragu, Arya memutuskan untuk pergi menemui Pak Danu, selaku kepala sekolah. Arya menjelaskan semua kronologi kejadiannya sampai saat dia dan teman-temannya pergi menjenguk korban. Cerita berlanjut dengan Elsa yang sedang sakit perut akibat tidak memakan sarapannya. Elsa yang meminta ijin kepada gurunya akhirnya pergi ke kantin untuk mengisi perutnya yang kosong. Saat dia sedang melihat sekitar untuk memilih tempat duduk, dia dikejutkan dengan seorang lelaki yang sering menatap kekasihnya dengan tatapan sinis. Saat Elsa memandanginya, dia justru berbalik badan dan menatap balik Elsa. Elsa yang kaget sontak mengubah arah pandangnya dan melangkahkan kakinya untuk menuju tempat duduk. Beberapa menit kemudian, sebuah suara berat membuat Elsa kaget. Tanpa pikir panjang lelaki itu langsung duduk di depan Elsa dan memperkenalkan dirinya. Ronald, namanya. Ronald berusaha mencari topik dengan Elsa, tetapi gadis itu justru menjawab semua pertanyaan Ronald dengan ketus. Selepas itu, cerita kembali menceritakan Adam yang sedang mengikuti les privat di rumah Bu Ana, wali kelasnya. Saat Adam memencet bel, dia justru bertemu seorang gadis muda yang tak ia kenali. Melihat wajah Adam yang tampak kebingungan, gadis itu memperkenalkan dirinya.Saat malam Sabtu tiba, Adam bergegas pergi ke rumah Elsa untuk mengajaknya makan malam bersama. Elsa yang bingung karena Adam tidak memberi tahunya pun hanya bisa mengikuti kemana Adam akan mengajaknya. Sebuah kedai nasi goreng sederhana di pinggir jalan dipilih Adam untuk makan malamnya bersama Elsa. Saat pesanan datang, Adam hanya memandangi piring di depannya dan beralih menatap Elsa yang antusias menyantap makanannya. Tanpa basa-basi, Adam mengatakan bahwa dirinya akan pergi ke Malang. Elsa yang kaget spontan memberi Adam banyak pertanyaan. Adam yang tidak bisa memberi tahu alasannya sekarang, hanya bisa membujuk Elsa. Keesokan siangnya, Adam bergegas untuk pergi ke Malang menggunakan pesawat. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu setengah jam, ia melanjutkan perjalanannya menggunakan taksi. Bertepatan dengan jam menunjukkan pukul 15.00 WIB, ia turun dari taksi dan berjalan kaki mencari alamat yang akan ditujunya. Tetapi, langkah Adam terhenti karena melihat keributan. Saat dia tahu bahwa korbannya adalah Bill, dia langsung bergegas menolongnya. Bill yang sudah selesai urusannya dengan preman itu, mengajak Adam ke kostnya dan menceritakan semua kejadian setelah tawuran itu kepada Adam.Beberapa hari kemudian, Adam kembali ke Jakarta. Ia tidak langsung pulang ke rumah, tetapi ia pergi ke rumah Elsa untuk menceritakan kejadian selama ia di Malang. Elsa dan Adam yang sedang asyik mengobrol dibuat terkejut mendengar suara dari perut Adam yang sepertinya belum terisi oleh makanan. Akhirnya Elsa memutuskan untuk membuat makanan dan dibantu oleh Adam. Saat mereka sedang lahap menyantap makanannya, bel rumah Elsa berbunyi. Saat Elsa membuka pintu, ia menemukan sosok Ronald yang berdiri. Ronald yang peka akan adanya seseorang, mencari topik agar dia bisa tahu siapa seseorang yang sedang bertamu. Setelah selesai menghabiskan makanannya, Adam menuju ke depan untuk melihat siapa yang datang ke rumah kekasihnya itu. Saat Adam tahu bahwa orang yang bertamu ke rumah Elsa adalah cowok yang selalu menatapnya dengan sinis, dia langsung memasang wajah dingin dan kaku. Ronald yang sudah mengetahui siapa yang ada di rumah Elsa, akhirnya memutuskan untuk mengembalikan novel yang dibeli Elsa dan bergegas pulang. Setelah Ronald pulang, Adam masuk ke dalam dan membereskan tasnya lalu segera pergi dari rumah Elsa dengan wajah dingin. Elsa yang gelisah mencoba menjelaskan kejadian sebenarnya kepada Adam. Tetapi, sayangnya usaha Elsa tidak membuahkan hasil. Elsa terus mencoba menghubungi Adam, tetapi tidak ada jawaban. Sesampainya di rumah, Ronald disambut oleh pertanyaan dari seorang pria paruh baya yang ternyata itu adalah papahnya. Ronald tidak menjawab satu pun pertanyaan yang diberikan papahnya, tetapi Ronald mengatakan bahwa dia janji akan membalaskan dendam papahnya kepada mereka. Apakah maksud dari perkataan Ronald pada ayahnya? Apakah masalah yang akan Ronald buat? Kepada siapakah Ronald membalaskan dendam? Kita akan mengetahui jawabannya dalam novel keren ini.

C. Kelebihan

Berikut ini adalah beberapa kelebihan novel Ironi Masa Lalu Lebih Pahit Dari Dendam Yang Tak Terbayar karya Ema Pertiwi.

• Pertama, jalan cerita yang menarik

Jalan cerita yang dihadirkan sangat menarik, karena selain membuat baper pembacanya, novel ini juga membuat pembacanya penasaran dengan endingnya.

• Kedua, memiliki quotes-quotes yang indah

Beberapa quotes yang ada dalam novel ini yaitu, “Kalau kita mencintai seseorang, jangan hanya mencintai raganya. Karena raga cepat berubah, bahkan bisa lenyap dalam hitungan waktu.” (Halaman 144); “Cintailah pekerjaanmu seperti kamu mencintai dirimu sendiri. Jika kamu bisa merawatnya, hasilnya juga akan baik. Namun, jika gagal, segeralah bangkit!” (Halaman 162)

•Ketiga, pesan moral yang kuat

Sebuah karya memang sudah selayaknya menyisipkan sebuah pesan moral, baik tersirat ataupun tersurat. Ema Pertiwi amat piawai membungkus amanat-amanat yang terkandung dalam novel dengan bahasa yang indah, sehingga pembaca sama sekali tidak merasa sedang diceramahi atau digurui.

D. Kekurangan

Selain memiliki kelebihan, suatu karya juga pasti memiliki kekurangan. Beberapa kekurangan dalam novel yang ditulis oleh Ema Pertiwi ini sebagai berikut.

• Pertama, beberapa kalimat yang salah rangkai

Sering kali pembaca dibuat bingung akan maksud yang disampaikan oleh penulis akibat kalimat yang salah rangkai atau typo. Contohnya kalimat ‘Merasa kepergok, Adam salah jadi tingkah.’ dalam novel yang ditulis oleh Ema Pertiwi ini.

Terlepas dari semua itu, novel ini direkomendasikan bagi siapa pun yang suka dengan genre action dan romance. Romance karena beberapa adegan antara Adam dan Elsa yang membuat pembaca merasa baper akan tingkah mereka. Sementara action karena adanya beberapa adegan tonjok menonjok.

Selamat membaca!

Reporter: Farah Ramadhani