Diposkan pada SASTRA

My Story In Java Park

Di malam Minggu Namira pergi menuju Java Park bersama Abian kekasih nya itu.
Dia terlihat sangat bahagia karena sudah lama sekali mereka tidak pergi keluar bersama. Yah bisa dibilang mereka berhubungan jarak jauh. Merasa sudah rapih dan tampil pede didepan Abian, Namira keluar dari kamar dan menghampiri kekasihnya yang sudah menunggu di depan rumah.

“Udah selesai?”tanya Abian

“Udah kok, yuk berangkat”ajak Namira

Abian mengangguk dan berjalan menuju motornya itu. Tidak ingin kekasihnya itu cedera, Abian menyerahkan helm yang dia bawa untuk Namira.

“Nih helm nya” ucap Abian sambil menyerahkan helmnya kepada Namira. Namira mengangguk dan menerima helm tersebut. Merasa Namira sudah duduk di jok bagian belakang motornya, langsung saja Abian menyalakan motornya agar tidak memakan waktu lama.

*SKIP SAMPAI TEMPAT TUJUAN

Sesampainya di tempat tujuan, Abian langsung memarkir kan motornya itu.

“Mir lu mau main apa dulu nih?” tanya Abian.
” Keliling aja dulu”,jawab Namira.
” Oh ya udah yuk “, ajak Abian.

SKIP ABIAN DAN NAMIRA KELILING WAHANA JAVA PARK

setelah mereka lelah berkeliling akhirnya mereka beristirahat di sebuah tempat duduk.

” Bi selfi yuk “, ajak Namira
” Yuk, pake hp gw aja ya? “, Jawab Abian sembari mengeluarkan hpnya.

Namun, saat melihat hasil fotonya, mereka di kejutkan oleh bayangan tangan seseorang yang sedang merangkul Namira.

” Loh ini apa? ” Namira merasa heran saat dirinya mengzoom foto tersebut. Abian pun bingung dan langsung mengecek kebelakang, namun setelah dilihat tidak ada siapa pun. Tetapi mereka tidak mempedulikannya dan langsung melanjutkan acara jalan-jalannya itu. Namun disela-sela perjalanan mengelilingi tempat wahana tersebut, Namira ingin sekali ke toilet dan meminta Abian untuk mengantarkan nya.

“Eh gua mau ke toilet, anterin yaa?”

“Hm iya gua anter, apa sih yang ngga buat kamu hahaha”

“BUAYA”

*SKIP SAMPAI KAMAR MANDI

“Lu tunggu disini aja ya, soalnya kamar mandi cewe”

“Tentu saya menunggu disini mana mungkin saya masuk”

“Kan barangkali dih”

“Hadehh, sudah cepat sana”

“iyaya”

Saat sedang cuci muka di toilet tiba-tiba ada suara keran air yang menyala, lalu Namira mengecek ke bilik-bilik kamar mandi lainnya tapi tidak ada kran air yang menyala. Tetapi Namira tidak terlalu memperdulikan nya dan melanjutkan mencuci mukanya yang tertunda. Saat sedang melihat ke arah kaca, Namira melihat sosok bayangan di belakangnya, dan Namira pun langsung menoleh ke belakang.

” Loh, kok ngga ada siapa-siapa? Perasaan tadi ada deh”, gumam Namira. Disitu perasaan Namira sudah mulai tidak enak, lantas ia pun langsung lari terbirit-birit keluar dari kamar mandi menemui kekasihnya, Abian.

” Bi tadi pas gw lagi cuci muka, ada sesuatu yang aneh tau “, jelas Namira dengan nafas terengah-engah

“Lu kenapa Mir? Kok mukanya pucat? Terus keliatan habis dikejar kejar setan lagi. Bisa cerita kronologi nya?” Dan pada akhirnya Namira menjelaskan secara rinci apa yang sedang terjadi padanya tadi.

“Oalah, positif thinking aja Mir ngga usah mikir yang aneh-aneh ok?”

“Tapi kan?”

“Apa? Udah lupakan aja sekarang kita beli minum dulu buat nenangin kamu ok?”

“Hm iya” Akhirnya mereka berdua keluar dari toilet dan melupakan kejadian yang tadi.

Saat keluar toilet, kebetulan sekali disekitaran toilet terdapat outlet penjualan minum dan disitu juga menjual jus stroberi kesukaan Namira.

“Mir liat deh, disitu ada outlet penjualan minum terus ada jus stroberi kesukaan mu. Mau beli itu ngga? Kalo iya nanti kita beli”

“Mau banget ihhh ayo beli biannn”

“Hahaha gemes, iyaya nanti kita beli jus nya ok”

“Ok hihi”

  • SKIP SAMPE OUTLET

“Permisi”ucap Abian

“Ya”ucap penjual

Penjual minuman itu tetlihat sangat pucat, sepertinya sudah agak berumur.

“Beli jus, lu maunya rasa apa?”

“Strobery aja”

“Jus yang rasa stobery nya 2 mbak “

Penjual itu segera membuat pesanan Abian, setelah jadi penjual itu memberikan pesanan Abian, lalu Abian membayarnya.

Abian dan Namira pegi dari toko tersebut. Saat sudah berjalan agak jauh, Abian merasa ada yang aneh, lalu menengok ke belakang, seketika Abian kaget karena si penjual itu tak ada, hanya ada toko yang telah tutup.

“Kok penjualnya hilang”kaget Abian

Namira yang mendengar ucapan Abian pun menengok kebelakang, seketika Namira sama kagetnya dengan Abian, karena memang penjualnya menghilang.

“Hah kemana tuh penjual?”tanya Namira entah pada siapa

Namira melanjutkan minumnya, namun rasanya agak aneh seperti amis amis gimana, rasa stroberynya memang masih ada, tapi rasanya berubah agak amis. Seperti Darah.

“Kok rasanya jadi aneh”
Karena merasa aneh Namira membuang minumannya, Abian hanya membiarkannya.

Mereka melanjutkan berkeliling Java Park. Selama berkeliling Namira merasa seperti ada yang mengikuti, tapi setiap Namira menengok ke belakang dia tidak menemukan apapun, Namira pun merasa itu tak terlalu mengganggu akhirnya tidak menghiraukannya, dan melanjutkan berkeliling.

Setelah merasa capek berkeliling Java Park Abian dan Namira akhirnya memilih pulang. Abian mengantarkan Namira pulang ke kost-an nya, Namira memilih nge-kost karena ingin mandiri.

*Sesampainya di kosan Namira.

“Udah sana masuk tidur, pasti capek”ucap Abian, setelah melihat anggukan Namira , Abian melaju pergi dengan motornya.

Setelah motor Abian tak terlihat, Namira memasuki kost-an nya, lalu membersihkan diri, saat Namira sedang menyisir rambut di depan kaca,Narima di buat bingung karena jendela kamar kost-an nya ada yang mengetuk.

Namira menghentikan kegiatan menyisir rambutnya, lalu ia menoleh ke belakang sambil berfikir

” Siapa sih yang ketuk-ketuk, ganggu aja deh,”gerutu Namira.

Namun, Namira tidak terlalu memikirkan hal tersebut
dan langsung beranjak ke tempat tidur. Tak lama kemudian, Namira dikejutkan dengan rintihan seorang perempuan. Namira yang mulai merasa ada hal aneh memutuskan pergi keluar untuk mengecek keadaan di luar. Tetapi saat Namira sudah berada di luar, Namira tidak menemukan apapun di luar sana. Tidak ada seseorang ataupun yang lain.

Saat masuk kembali ke kost-annya, Namira kehilangan kesadaran disebabkan hantu Tima merasuki tubuhnya.
Tima mulai menangis tertawa dan marah-marah, lalu tetangga kost-annya merasa terganggu karena Tima merasuki tubuh Namira dan mereka pun langsung memanggil dukun untuk membantu mengeluarkan Tima dari tubuh Namira.

” Kamu siapa?,” tanya Nyi Pati
” Saya Tima, mau apa kamu?,” jawab Tima sambil terus ngamuk-ngamuk
” Keluar dari tubuh ini!,” printah Nyi Pati
” Tidak akan pernah,hahahaha,” jawab Tima bak iblis neraka

Tak lama kemudian, Abian pun datang karena ada tetangga kost-an Namira yang menelepon Abian.

” Hey Namira kamu kenapa?,” tanya Abian kepada Namira sambil memeluk nya.

” Saya bukan Namira! Saya Tima,hahahaha,” Tima sambil terus tertawa terbahak-bahak.
Tiba-tiba Tima melepas pelukan Abian dan berjalan keluar kost-an menuju wahana Java Park ( kebetulan kost-an Namira di tengah kota, otomatis dekat dengan wahana Java Park)

” Hey kamu mau ke mana?,” tanya Abian sambil terus berlari mengejar Tima yang terus berlari menuju wahana Java Park.
Dan sampai akhir nya Tima berhenti di wahana komidi putar.

” Hey kenapa kamu berhenti di sini?,” heran Nyi Pati.
Namun Tima tidak menggubris nya,ia hanya memandangi papan yang bertuliskan ” KOMIDI PUTAR” dan tiba-tiba Tima menangis tersedu-sedu.

” Sekarang kamu jawab, kenapa kamu terus memandangi papan ini dan kenapa tiba-tiba kamu menangis seperti ini? Ada apa sebenarnya?,” tanya Abian sambil terus berusaha menenangkan Tima supaya berhenti menangis.

Tima yang sudah tenang menjawab pertanyaan Abian, “Di bawah sana ada mayatku yang dibunuh oleh pria seumuran denganmu, dia memakai jaket dan topi hitam serta menggunakan masker. Badannya lebih besar darimu. Dia memukulku dari belakang menggunakan balok kayu. Lalu dia memasukkan ku dalam sebuah karung dan menguburkanku di sini. Aku mohon kuburkanlah mayatku dengan layak dan hukumlah orang yang sudah membunuhku. Aku merasukinya hanya untuk memberi tahu keinginanku dan juga peristiwa pembunuhanku.”

“Baiklah kami akan memenuhi keinginanmu itu. Jadi, aku mohon keluarlah dari tubuh Namira. Kau mempercayai kami bukan?” ucap ustadz Udin sembari meyakinkan Tima untuk keluar dari tubuh Namira.

Tima pun mengiyakan pernyataan ustadz Udin dan keluar dari tubuh Namira. Tubuh Namira yang masih lemas ditangkap oleh Abian dengan sigap.

“Apakah kau baik-baik saja mir?”
“Aku masih agak pusing. Apakah kau bisa memberiku minum bi..”
“Oke”

Disaat semua orang sedang menggali kuburan Tima, Abian sibuk menjaga Namira yang tubuhnya masih lemas.

” Kamu udah enakan belum?,” tanya Abian sambil merangkul Namira

” Udah ko bi,” Namira sambil tersenyum

  • SKIP KEESOKAN HARINYA

” Lebih baik kita lapor polisi aja deh,” ujar Abian
” Lah eman0MYg ada apa bi?,” tanya Namira dengan wajah bingung nya.
” Itu loh tentang kejadian kemarin,” Abian sambil menikmati sebatang rokok.
” Yang mana?,” Namira dengan wajah yang masih bingung
” ASTAGHFIRULLAH NAMIRA, itu loh yang tentang si Tima,” terang Abian sambil menoyor Namira
” Ohhh yang itu,” jawab Namira sambil mengelus-elus kepalanya
” Iya Namira kuuu,” Abian sambil mencubit kedua pipi Namira karena gemas
” Ihhh sakit tau,” Namira sambil memasang wajah murung
” Iya iya maap, abisnya kamu lucu banget kek bocil,” ujar Abian sambil terus memandangi wajah imut Namira
” Pacar siapa dulu,” sombong Namira
” Pacar akulahhh,” jawab Abian sambil kembali mencubit kedua pipi Namira
” Ihhhhh sakit tau,” murung Namira sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan tak lupa memajukan bibirnya
” Makanya kamu jangan imut imut,” Abian sambil menoel dagu Namira
” Oke oke back to topic,” ujar Abian berusaha mengalihkan pembicaraan supaya Namira tak lagi murung
” oke,” jawab Namira
” Jadi gimana menurut kamu?,” tanya Abian mencoba untuk serius
” Ya kata aku sih lebih baik kita lapor polisi aja biar pelakunya dapet balasan yang setimpal,” ujar Namira

Namira dan Abian pun pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kasus pembunuhan yang di lakukan seseorang. Abian memarkirkan motornya di depan kantor polisi, Namira turun dari motor Abian.

“Yuk masuk”

Mereka masuk kedalam kantor polisi, menghampiri meja untuk melapor.

“Selamat siang pak”ucap Abian.
“Siang, ada yang bisa kami bantu”polisi tersebut menjawab.
“Kami ingin melaporkan kasus pembunuhan pak, pembunuhan ini terjadi 5 tahun yang lalu , terjadi di Java Park”
“Pelaku pembunuhannya apakah sudah di temukan?”
“Belum pak, pelaku pembunuhan tersebut memiliki ciri ciri memakai jaket dan topi hitam serta menggunakan masker. Badannya lebih besar dari saya,”terang Abian
“Oke terimakasih informasinya, akan segera kami proses,” jawab Polisi tersebut

Polisi itu berdiri, Abian mengikuti polisi itu, lalu mereka berdua berjabat tangan. Setelah melapor, Abian dan Namira keluar dari kantor polisi menuju parkiran untuk segeranl pulang.

Abian dan Namira tidak langsung pulang ke kost-an Namira, tetapi mereka mampir terlebih dahulu ke taman. Duduk di kursi taman, di bawah pohon, menikmati pemandangan taman tersebut.

“Akhirnya, kasus pembunuhan ini selesai”Abian
“Ya”

Namira bersandar di pundak Abian menikmati angin yang sejuk.

Tinggalkan komentar