Diposkan pada BERITA UTAMA

Derasnya Hujan, Membuat Desa Dukuhtengah, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Banjir!

Banjir – warga desa dukuhtengah bergotong royong membersihkan lumpur di jalan utama pascabanjir surut, Rabu (2/2). (Foto : dok. warga dukuhtengah).

MARGASARI – Selasa, (1/2/2022) warga masyarakat Desa Dukuhtengah, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal dilanda bencana banjir. Puluhan rumah warga di Desa Dukuhtengah terendam banjir hingga setinggi satu setengah meter.

“Banjir mulai masuk ke rumah-rumah warga pada pukul 18.00 WIB,” Ungkap salah satu Relawan yang ikut membantu proses evakuasi korban banjir, Sidiq.

Sidiq mengatakan bahwa, saat terjadi banjir, warga segera mengevakuasi barang-barang yang bisa mereka selamatkan dan menaikannya ke tempat yang lebih tinggi.

Banjir mengakibatkan rusaknya infrastruktur dan beberapa ruas jalan, serta tanaman petani yang ada di sekitar lokasi banjir.

Karena lumpur yang terbawa arus banjir, keadaan jalan sangat licin. Para pengendara motor maupun mobil tampak berhati-hati dalam melintas. Ketua RW 03 Desa Dukuhtengah, Tori, mengatakan bahwa, warga masyarakat desa Dukuhtengah diharapkan bisa bergotong royong untuk membersihkan sisa lumpur tersebut, agar tidak menimbulkan kecelakaan.

Adapun relawan yang ikut membantu membersihkan lumpur di jalan pascabanjir surut di antaranya Ukhuwah Al Fatah Rescue (UAR) Cabang Margasari, Banser, PMI, Petugas Pemadam Kebakaran (DamKar), RT, RW, dan warga masyarakat desa Dukuhtengah.

“Untuk meminimalisir terjadinya banjir, mayarakat pun dihimbau agar tidak membuang sampah di sekitar sungai karena dapat menghambat jalannya air,” ungkap Tori.

“Seharusnya di sebelah kanan kiri jalan utama itu dibuat saluran air, agar aliran air di sungai dapat mengalir lancar dan tidak tersumbat dan akan menyebabkan air masuk ke rumah warga,” tambah Tori.

“Karena di jalan utama, Desa Pakulaut sebelah Utara, dan Dukuh Krajan sudah terdampak oleh banjir, warga berencana membuat pembentengan yang tebal untuk mengurangi dampak banjir. Namun, warga Desa Dukuhtengah takut jika dibuat pembentengan justru akan merusak desa yang ada disekitarnya,” tambah Tori. (*)

Reporter: Firda Tri Rakhmawati, Azulfa Tuzzahro, Dyah Nur Maulida, Aisya Ayurizka Kurnia Putri, Ratu Fatimah,

Editor: Hanan Musyaffa

Tinggalkan komentar