
Judul : Ironi Masa Lalu Lebih Pahit Dari Dendam Yang Tak Terbayar
Penulis : Ema Pertiwi
Penerbit : Senja
Tahun Terbit : 2016
Tebal Buku : 188 halaman
Sampul/Ilustrasi : Gambar tiga siswa SMA yang satu berdiri membelakangi
A. Pendahuluan
Novel “Ironi Masa Lalu Lebih Pahit Dari Dendam Yang Tak Terbayar” yang ditulis oleh Ema Pertiwi menceritakan perjalanan hidup Adam yang penuh lika-liku. Novel dengan 188 halaman ini memiliki konflik-konflik yang sangat menarik, seperti konflik percintaan, persahabatan, keluarga, dan lain-lain.
B. Sinopsis
Cerita dimulai dengan Adam dan teman-temannya yang sedang di kantin dikagetkan dengan telepon dari Bill yang mengatakan bahwa akan ada tawuran antara SMA Galaksi dan SMA Gerhana. Awalnya Adam tidak diijinkan oleh kekasihnya, tetapi Adam justru meyakinkan kekasihnya bahwa dia akan baik-baik saja. Setelah Adam meyakinkan Elsa, dengan terpaksa dia mengijinkan Adam menontkn tawuran itu. Adam dan teman-temannya yang hanya ingin menyaksikan dibuat kaget saat Bill menghajar salah satu anak dari SMA Gerhana. Bill yang terlihat gelisah akhirnya memutuskan untuk kabur dari sana. Adam yang merasa bersalah pun akhirnya memutuskan untuk menjenguk korban dan menanggung biaya rumah sakit.Keesokan harinya, Adam dan teman-temannya dipanggil ke lapangan basket untuk diberi sanksi. Kepala sekolah memberi sanksi tegas kepada mereka. Teman-teman Adam diberi skors 3 hari, sementara Adam diberi skors seminggu dan kepala sekolah juga menyuruh Adam menemuinya di ruang kepala sekolah. Adam yang curiga ada kejanggalan disini hanya bisa memancing kepala sekolah untuk bercerita darimana dia tahu kalau mereka menonton tawuran. Tapi sialnya, usaha Adam sama sekali tidak membuahkan hasil. Setelah mendengar pernyataan Adam, Arya tidak terima kalau misal sahabatnya itu diperlakukan tidak adil karena jelas-jelas mereka melakukan kesalahan yang sama. Tanpa ragu, Arya memutuskan untuk pergi menemui Pak Danu, selaku kepala sekolah. Arya menjelaskan semua kronologi kejadiannya sampai saat dia dan teman-temannya pergi menjenguk korban. Cerita berlanjut dengan Elsa yang sedang sakit perut akibat tidak memakan sarapannya. Elsa yang meminta ijin kepada gurunya akhirnya pergi ke kantin untuk mengisi perutnya yang kosong. Saat dia sedang melihat sekitar untuk memilih tempat duduk, dia dikejutkan dengan seorang lelaki yang sering menatap kekasihnya dengan tatapan sinis. Saat Elsa memandanginya, dia justru berbalik badan dan menatap balik Elsa. Elsa yang kaget sontak mengubah arah pandangnya dan melangkahkan kakinya untuk menuju tempat duduk. Beberapa menit kemudian, sebuah suara berat membuat Elsa kaget. Tanpa pikir panjang lelaki itu langsung duduk di depan Elsa dan memperkenalkan dirinya. Ronald, namanya. Ronald berusaha mencari topik dengan Elsa, tetapi gadis itu justru menjawab semua pertanyaan Ronald dengan ketus. Selepas itu, cerita kembali menceritakan Adam yang sedang mengikuti les privat di rumah Bu Ana, wali kelasnya. Saat Adam memencet bel, dia justru bertemu seorang gadis muda yang tak ia kenali. Melihat wajah Adam yang tampak kebingungan, gadis itu memperkenalkan dirinya.Saat malam Sabtu tiba, Adam bergegas pergi ke rumah Elsa untuk mengajaknya makan malam bersama. Elsa yang bingung karena Adam tidak memberi tahunya pun hanya bisa mengikuti kemana Adam akan mengajaknya. Sebuah kedai nasi goreng sederhana di pinggir jalan dipilih Adam untuk makan malamnya bersama Elsa. Saat pesanan datang, Adam hanya memandangi piring di depannya dan beralih menatap Elsa yang antusias menyantap makanannya. Tanpa basa-basi, Adam mengatakan bahwa dirinya akan pergi ke Malang. Elsa yang kaget spontan memberi Adam banyak pertanyaan. Adam yang tidak bisa memberi tahu alasannya sekarang, hanya bisa membujuk Elsa. Keesokan siangnya, Adam bergegas untuk pergi ke Malang menggunakan pesawat. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu setengah jam, ia melanjutkan perjalanannya menggunakan taksi. Bertepatan dengan jam menunjukkan pukul 15.00 WIB, ia turun dari taksi dan berjalan kaki mencari alamat yang akan ditujunya. Tetapi, langkah Adam terhenti karena melihat keributan. Saat dia tahu bahwa korbannya adalah Bill, dia langsung bergegas menolongnya. Bill yang sudah selesai urusannya dengan preman itu, mengajak Adam ke kostnya dan menceritakan semua kejadian setelah tawuran itu kepada Adam.Beberapa hari kemudian, Adam kembali ke Jakarta. Ia tidak langsung pulang ke rumah, tetapi ia pergi ke rumah Elsa untuk menceritakan kejadian selama ia di Malang. Elsa dan Adam yang sedang asyik mengobrol dibuat terkejut mendengar suara dari perut Adam yang sepertinya belum terisi oleh makanan. Akhirnya Elsa memutuskan untuk membuat makanan dan dibantu oleh Adam. Saat mereka sedang lahap menyantap makanannya, bel rumah Elsa berbunyi. Saat Elsa membuka pintu, ia menemukan sosok Ronald yang berdiri. Ronald yang peka akan adanya seseorang, mencari topik agar dia bisa tahu siapa seseorang yang sedang bertamu. Setelah selesai menghabiskan makanannya, Adam menuju ke depan untuk melihat siapa yang datang ke rumah kekasihnya itu. Saat Adam tahu bahwa orang yang bertamu ke rumah Elsa adalah cowok yang selalu menatapnya dengan sinis, dia langsung memasang wajah dingin dan kaku. Ronald yang sudah mengetahui siapa yang ada di rumah Elsa, akhirnya memutuskan untuk mengembalikan novel yang dibeli Elsa dan bergegas pulang. Setelah Ronald pulang, Adam masuk ke dalam dan membereskan tasnya lalu segera pergi dari rumah Elsa dengan wajah dingin. Elsa yang gelisah mencoba menjelaskan kejadian sebenarnya kepada Adam. Tetapi, sayangnya usaha Elsa tidak membuahkan hasil. Elsa terus mencoba menghubungi Adam, tetapi tidak ada jawaban. Sesampainya di rumah, Ronald disambut oleh pertanyaan dari seorang pria paruh baya yang ternyata itu adalah papahnya. Ronald tidak menjawab satu pun pertanyaan yang diberikan papahnya, tetapi Ronald mengatakan bahwa dia janji akan membalaskan dendam papahnya kepada mereka. Apakah maksud dari perkataan Ronald pada ayahnya? Apakah masalah yang akan Ronald buat? Kepada siapakah Ronald membalaskan dendam? Kita akan mengetahui jawabannya dalam novel keren ini.
C. Kelebihan
Berikut ini adalah beberapa kelebihan novel Ironi Masa Lalu Lebih Pahit Dari Dendam Yang Tak Terbayar karya Ema Pertiwi.
• Pertama, jalan cerita yang menarik
Jalan cerita yang dihadirkan sangat menarik, karena selain membuat baper pembacanya, novel ini juga membuat pembacanya penasaran dengan endingnya.
• Kedua, memiliki quotes-quotes yang indah
Beberapa quotes yang ada dalam novel ini yaitu, “Kalau kita mencintai seseorang, jangan hanya mencintai raganya. Karena raga cepat berubah, bahkan bisa lenyap dalam hitungan waktu.” (Halaman 144); “Cintailah pekerjaanmu seperti kamu mencintai dirimu sendiri. Jika kamu bisa merawatnya, hasilnya juga akan baik. Namun, jika gagal, segeralah bangkit!” (Halaman 162)
•Ketiga, pesan moral yang kuat
Sebuah karya memang sudah selayaknya menyisipkan sebuah pesan moral, baik tersirat ataupun tersurat. Ema Pertiwi amat piawai membungkus amanat-amanat yang terkandung dalam novel dengan bahasa yang indah, sehingga pembaca sama sekali tidak merasa sedang diceramahi atau digurui.
D. Kekurangan
Selain memiliki kelebihan, suatu karya juga pasti memiliki kekurangan. Beberapa kekurangan dalam novel yang ditulis oleh Ema Pertiwi ini sebagai berikut.
• Pertama, beberapa kalimat yang salah rangkai
Sering kali pembaca dibuat bingung akan maksud yang disampaikan oleh penulis akibat kalimat yang salah rangkai atau typo. Contohnya kalimat ‘Merasa kepergok, Adam salah jadi tingkah.’ dalam novel yang ditulis oleh Ema Pertiwi ini.
Terlepas dari semua itu, novel ini direkomendasikan bagi siapa pun yang suka dengan genre action dan romance. Romance karena beberapa adegan antara Adam dan Elsa yang membuat pembaca merasa baper akan tingkah mereka. Sementara action karena adanya beberapa adegan tonjok menonjok.
Selamat membaca!
Reporter: Farah Ramadhani