singkat namun istimewa mampu menyihir semua manik yang melihatnya cahaya Oranje yang menenangkan jiwa bagai obat penenang dikala hati yang rapuh
senja…. ia tak bisa tergantikan oleh apapun ia datang sebelum kegelapan malam yang mengerikan mengajarkan kita bahwa akan ada akhir yang indah ditengah perjuangan yang melelahkan namun.. ia juga mengajarkan bahwa tidak ada keindahan yang abadi di semesta ini mereka akan pergi pada masanya.
Disiang hari tepatnya pukul 2 siang terdapat segerombolan siswa SMP Rajawali yang sedang menikmati jam istirahatnya dikantin, diantaranya ada Lizina Deandra Margantara, yaitu siswi terfamous, tersultan, tercantik, dan tertop menurut siswa – siswi disekolah tersebut, Dikta Alexander, Dikta merupakan deretan siswa siswa pintar di SMP Rajawali sehingga banyak yang mengenalnya, Naka Baladitya Dermisa, Naka merupakan Ketua Basket di tim SMP Rajawali jadi tidak heran kalau banyak yang kenal padanya jika tidak mengenal Naka mungkin bakal dikatain kudet, terakhir ada si kembar yaitu Alaska Gean Dirgantara & Ariska Jepa Dirgantara mereka adalah kembaran yang sangat cocok, yang satu suka jail yang satu gampang marah.
“Oke guys kalian mau pesen apa” kata Alaska. “gue cimol sama jus jeruk aja ka” kata lizi “gue samain sama lizi aja ka” kata Dikta, “hmmmm…. kalo gue Mie ayam, Cimol, Maklor aja truss minumnya air putih dingin okke ?? yg botolan aja air nya” ucap Naka, “kalo lo apa dek ?” Tanya Alaska ke Ariska “gue samain sama lo aja kak” jawab Ariska, “okke, semuanya udah kan ?? Sekarang mau gua pesen ini” ucap Alaska lalu Alaska pergi ke mbak mbak kantin buat pesen makanannya dan beberapa saat kemudian makanannya dateng dan mereka pun memulai memakannya sambil ngobrol. “Eh katanya mingdep ada perlombaan di sekolah ini ya ?” Kata Alaska “idk, eh btw kalau ada, lu pada mau ikut lomba apaan guys ?” Tanya Dikta “Kalo gue sih tentu basket laah, lawan kelas lain kan mantep ☺️” kata Naka sambil tersenyum Pepsodent “Ouh, kalo lu Liz mau ikut lomba ga ?” Tanya Dikta lagi “Kayaknya sih ngga, gue mau nonton kalian lomba aja, lu ikut apa ga dik ?” Ujar Lizi “Kalau ada lomba sains gue ikut kayaknya” jawab Dikta “Kalo lu mau ikut lomba apa kak ?” Tanya Riska penasaran “Kalo ada lomba makan kerupuk sih gua ikutan, kan tiap ada lomba makan kerupuk gua selalu menang mwehehehe ☺️” kata Alaska “DIH” kata Riska, dan blablablabla…… percakapan mereka dihari itu sampai… Hari-H perlombaan tiba.
Di hari perlombaan hanya Naka dan Alaska diantara mereka berlima yang ikut lomba. “Semangat guys semoga menang, kalo menang bagi bagi hadiah nya dooong” ujar Riska “siaaaaap” jawab Alaska. Perlombaan mereka dimulai diwaktu yg sama jadi cepat selesai hingga akhir nya pengumuman pemenang diumumkan dan …. “…..JUARA PERTAMA LOMBA MAKAN KERUPUK DIRAIH OLEH ANANDA ALASKA GEAN DIRGANTARAAA WoOhoooOo” ucap pembaca pemenang tersebut “Yeaaaaah, kan udah gue bilang kalo ada lomba kerupuk pasti gue juaranya” ucap Laska dengan nada sombong “udah ah ribet lu kak, sono maju ambil hadiah nya katanya mau dibagi” ucap Riska kesal “hmm oke oke” dan Alaska pun maju kedepan untuk mengambil hadiah tersebut dan “Wah gila siih ini hadiah nya g maen maen langsung tv” ucap Naka yg memperoleh medali emas hasil perlombaan tadi “aelah lu juga dapetnya medali dooong” jawab Laska “okeh karena adek gua pengen dibagi hadiahnya, gimana kalo kita nonton film di tv ini ?” Saran Alaska “boleh tuh” ucap Mereka semua “oke besok kerumah gua ya” ucap Laska “Liz lu Dateng kan ?” Tanya Ariska kepada Lizi “pasti dong, yakali kagak” jawab Lizi “oke sip” “lu juga ikut kan Dikta ?” Tanya Lizi “iya” jawab Dikta “okeh semuanya ikut kan, yaudah besok jangan lupa yaa jam sorean aja”.
Hari besok kemudian mereka berkumpul dirumah Dirgantara. setelah mereka sampai satu persatu, mereka berkumpul distudio yang sudah di buat dadakan kemarin. “Oke guys mau nonton apa ?” Tanya Alaska “terserah lu kak” jawab Ariska “setujuuuu, terserah lu aja ka” sambung Naka “oke gua search dulu judul film nya …. Nah ini, okeh kuy gas ngueeeng nonton”. Mereka sangat asik menonton film tersebut, tiba tiba ada sebuah kertas jatuh ntah darimana… daripada penasaran mereka membuka kertas tersebut dan membaca nya ternyata mereka disuruh melakukan misi dan secara tiba tiba mereka menghilang dari tempat tersebut lalu terjatuh ke tempat yang tidak mereka kenali disinilah mereka harus menyelesaikan misinya, mereka hanya diberi waktu 1 hari disini jika gagal mereka akan tetap disini dan tidak bisa kembali. “Kalian ngerasa takut ga sih ?” Tanya Naka sambil gemetaran “ngapain takut ? ngga usah takut. Kalau Lo pengen berhasil. Jangan pernah ada rasa takut di diri Lo.” Ucap Ariska “oke guys kita disini disuruh nyari Kerajaan Gotarhd dan disuruh bangunin Pangerannya yang ngga bisa bangun dari tidur nya selama 10 tahun. “Oke, jadi kita mau kemana dulu nih nyarinya ?” Tanya Dikta “kayanya ke sana dulu deh” jawab Lizi “okee” jawab Mereka serempak tanpa diduga ternyata benar di situ lah tempat Kerajaan Gotarhd dan mereka pun masuk menemui Sang Pangeran untuk dibangunin “guys, ini kita bangunin nya gimana ya ?” Tanya Alaska “kita kasih minum aja nih tadi minum pas nonton film” kata Ariska, tidak ada gerakan apapun dari pangeran tersebut “kita cubit cubitin aja kali ya nih pangeran” usul Naka “Gila Lo, gaya doang banyak, otak gak ada isinya” balas Lizi “iya Naka masa kita mau nyubit pangeran, yang ada nanti kita kena hukuman” jawab Dikta santai “iyanih, makin ga bener emang si Naka” lanjut Ariska “HAH, kalo nggak pake kaos kaki lu aja kak!” Seru Ariska “Dih… “Iya tuh bener ka, pake kaos kaki lu aja barangkali manjur” lanjut Lizi “ih iya juga ya weh, dicoba aja sih ka barangkali manjur lho biar kita bisa balik” kata Naka “iya in aja ka barangkali beneran manjur kan” lanjut Dikta “oke gua coba” kata Alaska, setelah dicoba memang manjur lho dan akhirnya.
Akhirnya mereka berhasil membangunkan pangeran tersebut dan berhasil dikembalikan ke studio tempat awal mereka menonton film. “Kita berhasil guys Waaaah pokoknya mah jangan pernah takut mencoba hal yang tidak mungkin terjadi iya ngga” ucap Ariska “iya, buktinya tadi kan kaos kaki si Alaska” lanjut Naka sambil tertawa. (*)
Seorang gadis bernama Razella Aina Putri. Dia tinggal bersama kedua orang tuanya di sebuah rumah yang sederhana. Ayahnya bekerja sebagai penjual nasi goreng dipanggil jalan dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Razella anak yang pintar, dari kecil dia selalu ingin menjadi seorang guru. Kedua orang tuanya pun mendukung cita-cita puteinya, walaupun sanga ayah hanya penjual nasi goreng dipinggir jalan. Razella hanya punya 1 sahabat yaitu bernama Clarissa Diana. Mereka bersahabat sejak duduk di bangku sekolah dasar yang pada saat itu tidak ada yang ingin bersahabat dengan Razella.
Saat ini Razella dan Clarissa menduduki bangku SMA kelas 3 mereka bersekolah dj sekolah yang sama yaitu bernama SMA Perwira. Razella selalu belajar setiap hari agar bisa masuk ke Universitas yang diinginkannya yaitu universitas pelita sakti. Pada suatu hari Razella berkata ” Sa aku ingin ke dalam universitas pelita sakti tetapi aku tidak mau menambah beban pikiran kedua orang tuaku karna biayanya lumayan mahal ” Kata Razella. “Kamu jangan khawatir zell sekarang ada beasiswa kamu kan anak yang pintar, kamu bisa masuk dengan beasiswa dan membanggakan kedua orang tuamu” Jawab Clarissa. “Kamu benar aku harus lebih semangat lagi untuk belajar” Jawab lagi Razella.
Hari-hari pun berlanjut, dan ini adalah hari ujian kelulusan untuk kelas 12. Razella mengerjakan semua soal sebisa mungkin sampai hari bukan terakhir. Dan hari ini adalah hari kelulusan semuanya berkumpul di aula untuk menunggu pengumuman dari kepala sekolah apakah semua dinyatakan lulus atau ada yang tinggal kelas. Setelah semua Siwa dan siswi terkumpul akhirnya kepala sekolah langsung membuka suara dari mulai pembukaan sampai amanat dan yang terakhir kepada sekolah menyampaikan bahwa semua siswa dan siswi SMA Perwira dinyatakan 100% lulus beliau juga menyampaikan bahwa ada seseorang yang mendapatkan beasiswa. ” Dan bapak umumkan bahwa salah satu dari kalian ada yang mendapatkan beasiswa dan langsung bisa masuk kedalam universitas pelita sakti yaitu bernama ananda Razella Aina Putri, selamat untuk Razella”. Kata bapak kelapa sekolah. Razella yang sedang berdiri dan mendengarkan pengumuman itu pun langsung terkejut dan juga beras sangat senang. “Wah apa aku bilang zell kamu pasti bisa masuk kan kesana, selamat ya zell aku ikut bahagia”. Kata Clarissa. “Iya Terima kasih riss” Jawab Razella.
Sesampainya dirumah Razella langsung memberi tahukan kepada kedua orang tuanya dan kedua orang tuannya pun sangat bahagia dan bangga memiliki anak seperti Razella. Esok harinya Razella langsung datang ke Universitas pelita sakti untuk melakukan daftar ulang dan memberikan surat beasiswa tersebut. Saat sedang berjalan untuk keluar dari kampus Razella tidak sengaja menabrak seoranv pria. “Maaf-maaf aku tidak sengaja” Kata Razella. ” Ah iya tidak papa” Jawab pria itu. “Baik kalau begitu saya permisi dulu” Jawab lagi Razella. Setelah Razella pergi cowok tersebut masih diam ditempat dan masih memikirkan wajah gadis yang menabraknya tadi dia merasa terpana melihat wajah cantik Razella tapi tidak lama kemudian dia pergi dari sana dan menuju ke kantin. Sesampai nya dikantin dia berbicara kepada kedua sahabatnya tentang pertemuan dia dengan gadis itu. ” Sebelum saya datang kesini ana orang yang menabrak saya”. Kata pria itu. ” Siapa”? Tanya sahabat nya. ” Saya tidak tau tapi sepertinya dia anak baru disini karena saya belum pernah melihat wajahnya” Jawab pria itu. ” Apakah kau jatuh cinta pada pandangan pertama” Jawab sahabat yang satunya. ” Saya tidak tau, ah sudahlah jangan difikirkan” Kata pria itu.
Harii ini adalah hari pertama Razella memasuki kampus. Dia merasa sangat gugup. Tapi semuanya terlewati dengan begitu cepat. Tidak terasa Razella sudah mau memasuki semester 3. Razella sedang menghubungi sahabatnya yaitu Clarissa. Saat ini Clarissa tidak bersama karena mereka tidak masuk ke dalam universitas yang sama. ” Halo riss apa kabar” Kata Razella. ” Aku baik kamu disana apa kabar” Jawab Clarissa di seberang. ” Aku juga baik, lama ya kita tidak bertemu” Jawab Razella. ” Iya kapan-kapan ayolah kamu datang kesini atau jika aku tidak sibuk aku yang akan datang kesana” Jawab Clarissa. ” Iya aku akan usahakan, yasudah dulu ya aku akan ke perpus untuk meminjam buku karna ana tugas yang harus aku kerjakan sampai jumpa ” Jawab Razella. ” Iya baiklah sampai jumpa” Jawab lagi Clarissa. Saat Razella berbalik dia tidak sengaja menabrak seorang pira lagi. “Maaf maaf aku benar benar tidak sengaja” Kata Razella. ” Iya tidak apa-apa” Jawab pira itu. Saat pandangan mereka pertemuan mereka terkejut. “Kamu” !! Jawab mereka berdua. ” Kenapa kamu sering sekali menabrak saya”? Tanya pria itu. “Aku tidak tau dan aku juga tidak sengaja maaf” Jawab Razella. “Hmm baiklah tidak apa ngomong- ngomong kamu mau kemana”? Tanya pria itu. ” Aku ingin ke perpus kalau kamu mau kemana”? Tanya juga Razella. “Saya juga mau ke perpus ayo bareng saja” Jawab pria itu. Sesampainya di perpus mereka memilih buku yang akan dibaca dan dipinjam lalu mereka duduk di sebuah kursi yang sudah disediakan.pria itu berusaha memecahkan keheningan dan berkata “Emm kita belum berkenalan”. ” Oh iya perkenalkan namaku Razella Aina Putri panggil saja Razella atau lalu siapa namamu”?. “Namaku Satria Devano Perwira panggil saja Devan”. Jawab Devan. Setelah itu mereka berdua menghabiskan waktu di perpustakaan dan setelah hari sudah cukup sore mereka berdua memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.
Hari, bulan, tahun pun berlanjut Razella tidak pernah lagi melihat Devan setelah pertemuan terakhir mereka yang makan dikantin bersama kedua sahabat Devan.Razella selalu merasa senang dan menikmati perjalanan nya di kampus ini, sampai hari kelulusan tiba. Razella bersama kedua orang tuanya sudah sampai di Universitas dan saat ini sedang menerima medali dengan anak mereka. Akhirnya Razella lulus dengan nilai yang memuaskan.
Hari berganti esok Razella sedang sarapan dengan orang tuanya. Hari ini rencananya Razella akan mencari pekerjaan. Dia berniat melamar di sekolah Sma nya dulu yaitu sma perwira. Sesampai nya di sana Razella langsung masuk ke ruang kepala sekolah yang sudah berganti orang. Semuanya selesai Razella tinggal menunggu konfirmasi dari pihak sekolah setelah itu Razella memutuskan untuk pulang. Di sisi lain Devan juga sedang berada di sekolah yang sama yaitu sekolah perwira itu adalah sekolah miki ayahnya. Devan sperti melihat seseorang ya g dia kenali, ya dia tidak salah lihat itu adlah Razella. ” ZELL”!! Panggil Devan. Razella celingukan mencari siapa yang memanggil namanya dan akhirnya dia menemukan seseorang dia adalah Devan. ” Iya kenapa Devan? ” Tanya Razella. ” Emm tidak saya hanya ingin ngobrol sedikit denganmu sudah lama tidak bertemu” Jawab Devan. ” Baiklah kita ngobrol saja dikantin ” Jawab Razella. Setelah berbincang cukup lama akhirnya Razella mengetahui kenapa Devan pindah kampus yaitu karena permintaan dari ayahnya agar Devan ikut dengan kakeknya yanga ada di Singapore. Akhirnya mereka berdua pulang. 2 Tahun berlalu Razella bekerja di Sma perwira dan juga menjalin hubungan dengan Devan. Razella sudah mempunyai rumah dan itu ia berikan untuk kedua orang tuanya. Hari ini Razella sedang berada dirumah karena hari libur. Tiba-tiba ada suara ketukan Razella pun membukanya. Razella sangat terkejut melihat kedatangan kekasih dan kedua orang tuanya Razella pun mempersilahkan mereka masuk. Dan Razella memanggil kedua orang tuanya juga. ” Kedatangan sya kesini untuk melamar putri bapak yang bernama Razella Aina Putri untuk menikah dengan dan menjadi pendamping hidup saya” Kata Devan lantang. Kedua orang tua Razella pun terkejut tetapi mereka senang bahwa ada seseorang yang melamar putrinya. Mereka serahkan keputusannya kepada Razella. “Bagaimana Razella “? Tanya ayah Razella. ” Iya ayah aku mau” Jawab Razella. Devan pun merasa senang saat Razella menerima lamarannya. Setelah 6 bulan kemudian hari pernikahan pun tiba Devan mengucapkan ijab dengan sangat lantang dan juga banyak tamu tamu yang datang setelah semuanya selesai kehidupan Razella yang baru pun telah dimulai. Dan mereka berdua hidup bahagia sampai maut memisahkan.
HANDSANITIZER – Siswa Siswi SMP Negeri 1 Margasari sedang melakukan praktikum handsanitizer alami, Kamis (27/1). (foto: ratu fatimah)
Sejak pandemi virus covid 19 menyerang dunia, kita diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3M, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Selain menerapkan 3M, kita harus memperhatikan bagian tubuh yang rawan terkena virus atau bakteri, misalnya saja tangan. Oleh karena itu, handsanitizer menjadi produk kesehatan yang paling dicari oleh masyarakat. Bahkan, saat awal pandemi berlangsung, masyarakat langsung memborong handsanitizer karena dinilai cukup praktis dan dipercaya dapat menangkal penyebaran virus. Sehingga produk handsanitizer cukup sulit untuk dicari dipasaran.
Sekarang masyarakat sudah bisa membuat handsanitizer yang tentunya dengan bahan yang alami dan lebih higienis. Kamis (27/1), beberapa siswa SMP N 1 Margasari di antaranya Farah, Hasbi, Nesya, Firda, Dewi, Fatimah mempraktikkan cara pembuatan handsanitizer dari bahan alami. Cara pembuatan ini didasarkan pada hasil penelitian Universitas Airlangga yang telah terbukti uji klinisnya. Adapun bahan utama yang dibutuhkan adalah daun sirih dan jeruk nipis. Daun sirih dan jeruk nipis dipilih karena mengandung minyak atsiri dan beberapa flavonoid, sehingga mampu digunakan sebagai antiseptik alami. Penggunaan daun sirih dan jeruk nipis sebagai handsanitizer alami dan higienis terbukti efektif untuk menghambat penyebaran patogen serta membunuh patogen.
“Saya bangga kalian bisa melakukan satu praktik yang mudah-mudahan ini bisa bermanfaat untuk khalayak,” ungkap kepala SMP Negeri 1 Margasari, Winarko.
Winarko menambahkan praktik membuat handsanitizer ini dapat dilakukan dalam skala yang lebih besar. “Kalau memungkinkan, praktik membuat handsanitizer ini bisa dilanjutkan ke skala yang lebih besar. sekolah selalu mendukung apa yang dilakukan siswa sejauh itu adalah kepentingan dan kebermanfaatan umum,” ungkapnya.
“Harapan saya kalian harus lebih berinovasi lagi, masih banyak hal-hal yg belum kalian praktikan tentunya di lingkungan kita masih banyak dan tidak lupa kalian harus berkomunikasi dengan bapak ibu guru untuk praktik berikutnya,” tambah Winarko
Handsanitizer ini tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya yaitu terbuat dari bahan alami sehingga sudah terjamin manfaatnya dan tidak lengket di tangan. Adapun kekurangan dari handsanitizer ini adalah bau daun sirihnya lebih menyengat karena tidak menggunakan campuran bahan lain selain jeruk nipis. Selain itu, penggunaan bahan alami untuk antiseptik tidak memiliki waktu simpan yang panjang, sehingga lebih baik untuk membuatnya dalam jumlah sedikit dan jika habis bisa membuatnya lagi.
Bahan yang digunakan untuk membuat handsanitizer alami dan higienis ini yaitu, 50 gram daun sirih, 500 ml air bersih, dan 8 gram jeruk nipis. Sedangkan untuk alatnya yaitu, saringan, tisu, botol semprotan (spray bottle).
Adapun langkah-langkah membuatnya yaitu, cuci 50 gram daun sirih hingga bersih dengan air mengalir; kemudian, keringkan daun sirih yang sudah dicuci; potong daun sirih hingga berukuran kecil; siapkan panci berisi 500 ml air bersih, lalu panaskan hingga mendidih; rendam 50 gram daun sirih yang sudah disiapkan sebelumnya; steam dengan api kecil selama 30 menit; saring hasil steam hingga tidak ada daun yang tersisa; siapkan botol semprotan (spray bottle) yang sudah dibersihkan terlebih dahulu sambil menunggu hasil saringan yang merupakan ekstrak daun sirih ini mencapai suhu ruangan; tambahkan perasan jeruk nipis ke dalam air hasil ekstrak daun sirih, aduk hingga tercampur rata; masukkan ekstrak daun sirih bercampur perasan jeruk nipis ke dalam botol; handsanitizer pun siap digunakan.
TESTIMONI – Salah satu siswi SMP Negeri 1 Margasari mencoba handsanitizer alami, Kamis (27/1) (foto: ratu fatimah)
“Handsanitizer ini tidak lengket, tetapi bau daun sirihnya menyengat. Dan saya menyarankan ditambah bau bunga atau cokelat,” ungkap salah satu siswi SMP Negeri 1 Margasari.
Reporter: Hasbi Aulia Faras, Nesya Zahra Asidha, saskia Nisa izati, Kharisma putri, Zafira novita putri, Dewi Padmi Listiani, Wiwit ayu lestari, Namira Tsuraya Fatin, Mezzaluna Kayla Abdeellah, Aurelia stefani dea larasati, Syalsa sabiila Aulia, Ratu Fatimah, Farah Ramadhani Gunawan, Firda Tri Rakhmawati
VOLLY – smp negeri 1 margasari berhasil meraih juara 1 lomba bola voli putri tingkat kabupaten tegal dan kabupaten brebes, sabtu (22/1). (foto: like nopita)
BUMIAYU – Tim bola voli putri SMP Negeri 1 Margasari sukses menjuarai ajang turnamen bola voli antarpelajar SMP/MTS se-Kabupaten Tegal dan se-Kabupaten Brebes yang digelar di lapangan bola voli SMK Semesta Bumiayu, Sabtu (22/01/2022).
Tim bola voli putri terbaik ada 8 peserta yang mewakili SMP Negeri 1 Margasari antara lain Tyara Indah Rahmadhani kelas 9F, Friska Aulia Kharisma kelas 9D, Atikah Az-Zahra kelas 9D, Ayumi Sekar Putri Wahyuni kelas 9F, Mutia Annur Alfiah Isfa kelas 8H, Malika Cahya Khairi kelas 7F, Khola Mutiah kelas 7C (pemain cadangan), dan Rahma Pujianti kelas 7E (pemain cadangan).
Sebelum berangkat, kepala sekolah memberikan motivasi kepada para pemain untuk membangkitkan semangat juang mereka dan diakhiri dengan doa bersama.
Ada 12 sekolah yang mengikuti turnamen bola voli di antaranya SMP Negeri 1 Margasari, MTS Al Ittihadiyah 1 Tonjong, MTS Al Ittihadiyah 2 Tonjong, SMP Negeri 1 Tonjong, SMP Negeri 2 Tonjong, MTS NU Prupuk, MTS Ma’arif NU 5 Dawuhan, MTS Al Ikhlas Negarayu, SMP Negeri 1 Bantarkawung, SMP Negeri 2 Bantarkawung, MTS Negeri 4 Brebes, SMP Negeri 4 BTK.
Proses pertandingan bola voli putri berjumlah 4 kali. Pertandingan pertama SMP Negeri 1 Margasari melawan MTs Negeri 4 Brebes dengan skor 25-19 25-16 untuk kemenangan SMP Negeri 1 Margasari, pertandingan kedua SMP N 1 Margasari melawan SMP Ma’arif NU BTK dengan skor 25-19 25-15 untuk kemenangan SMP Negeri 1 Margasari , pertandingan ketiga (semifinal) SMP Negeri 1 Margasari melawan SMP Negeri 1 Bantarkawung dan dimenangkan SMP Negeri 1 Margasari dengan skor akhir 23-25 25-19 15-7, kemudian pertandingan keempat (Final) SMP Negeri 1 Margasari melawan MTs Ma’arif NU 5 Dawuhan dengan skor akhir 25-12 25-8 untuk kemenangan SMP Negeri 1 Margasari.
“Saya mengharapkan prestasi setiap satuan pendidikan. Memang yang diperoleh siswa khususnya tim bola voli, SPENSAMA prestasi yang telah diperolehnya dilalui dengan segala proses, kerja keras, dan latihan,” ujar Kepala SMP Negeri 1 Margasari, Winarko.
“Keinginan saya untuk prestasi kedepannya bukan hanya motorik saja, melainkan prestasi di bidang akademik,” ungkap Winarko.
“Jangan hanya bangga di lingkungan yang ada sekarang ini, ke depannya harus lebih tinggi lagi. SMP Negeri 1 Margasari salah satu ikonnya bola voli putri. Jangan hanya sebatas di kabupaten, harapan ke depan karesidenan, provinsi, dan nasional. Sejauh kita ada usaha insyaAllah kita bisa,” imbau Winarko
Pelatih voli SMP Negeri 1 Margasari, Like Nopita, mengatakan bahwa dia merasa bangga dan menurutnya keberhasilan tim bola voli putri SMP Negeri 1 Margasari merupakan bonus dari proses latihan. “Saya punya kebanggaan tersendiri melihat anak-anak didik saya dapat meraih prestasi diumur mereka yang dibilang masih junior,” ungkapnya. Like menambahkan untuk usia junior dalam turnamen bola voli tidak dituntut menggapai prestasi, minimal untuk prestasi berusia 16 sampai 27 tahun.
Like Nopita menceritakan sedikit proses latihan tim bola voli sebelum bertanding. “Anak-anak atlet bola voli putri SMP Negeri 1 kebanyakan berasal desa Wanasari yang kebetulan ada klub khusus bola voli yang bernama IVONAS. Mereka dilatih sejak SD kelas I dan pematangan teknik dasar bola voli dimulai pada saat mereka kelas IV SD. Beberapa atlet bola voli putri SMP Negeri 1 Margasari sudah diwadahi klub IVONAS Margasari,” ungkap Like.
“Menurut saya dalam ajang voli tingkat pelajar SMP/MTS se-Kabupaten Tegal dan se-Kabupaten Brebes, anak-anak SMP Negeri 1 Margasari sudah memberikan perlawanan yang bagus, terutama pada saat bermain dengan SMP Negeri 1 Bantarkawung pada saat partai semifinal. Pada partai pertama, kedua, dan ketiga rata-rata lawannya masih di bawah kita,” tambah Like.
“Saya gemetar sekali pada saat semifinal SMP Negeri 1 Margasari melawan SMP Negeri 1 Bantarkawung karena skornya kejar-kejaran dan sama kuat. Akhirnya saya memutuskan untuk terjun langsung di depan lapangan bola voli walaupun hujan lumayan deras untuk memberikan support kepada tim bola voli putri SMP Negeri 1 Margasari agar selalu siap, tenang, dan konsentrasi. Alhamdulillah pertandingan pun dimenangkan oleh SMP Negeri 1 Margasari,” ungkap Laely Mardiana selaku suporter.
Dengan kerjasama tim dan kerja keras masing-masing pemain serta semangat yang membara, akhirnya tim bola voli putri SMP Negeri 1 Margasari dapat meraih kemenangan dan bisa mengharumkan nama SMP Negeri 1 Margasari. (*)
Reporter: Firda Tri Rakhmawati, Alma Natasya Franceska, Nesya Zahra Asidha, Intan Fajar Gemilang, Hasbi Aulia Faras, Afwan Ari Respati
ONLINE – Siswa-siswi kelas 8I sedang melakukan kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di rumah salah seorang siswa, Sabtu (25/9). (Foto: nesya zahra asidha)
SAAT ini, dunia sedang menghadapi pandemi Covid-19, yang belum bisa diprediksi kapan berakhir. Negara kita termasuk salah satu negara yang mempunyai jumlah kasus aktif terbanyak, bahkan pernah menduduki peringkat ke-4 pada Agustus lalu.
Akibatnya banyak sekali sektor yang terimbas, salah satunya pendidikan. Setahun lebih, siswa-siswi sekolah dari semua jenjang dan perguruan tinggi harus mengubah tata cara pembelajarannya.
Sekolah terpaksa melakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) yaitu daring atau sistem pembelajaran tidak bertatap muka secara langsung antara guru dan siswa, tetapi dilakukan secara online menggunakan jaringan internet.
Ini menjadi sebuah media pembelajaran baru. Semua perangkat pendidikan harus beradaptasi menyiapkan sarananya, seperti handphone, laptop, dan peralatan lainnya.
Untuk kelancaran prosesnya, baik guru maupun siswa membutuhkan kuota internet. Nah, ternyata PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) pun menyisakan persoalan yang tak kalah rumit.
Anak-anak yang belajar di rumah masing-masing, lama-kelamaan bosan dan jenuh. Kondisi ini menuntut peranan orang tua sebagai pengganti guru, yang tidak hanya mengajari materi ajar atau pelajarannya, tetapi juga menjadi pengawas supaya proses PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) bisa berlangsung sesuai rencana. Dan paling penting lagi, menjaga mood anak-anaknya biar tidak jenuh serta selalu bersemangat belajar.
Karena jika tidak bisa pintar menjaga mood anak-anak, kejenuhan yang menimpa mereka bisa berdampak fatal. Sarana PJJ yang diberikan nantinya hanya dimanfaatkan untuk main bersama (mabar, Red.) gameonline ataupun medsos (media sosial) yang beraneka macam jenisnya saat ini.
Untuk mengurangi kejenuhan anak-anak, orang tua tak ada salahnya mengarahkan waktu luang mereka untuk mencari kesibukan yang bermanfaat. Misalnya bercocok tanam, memasak menu-menu baru, atau membuat kerajinan seperti gantungan kunci, hiasan pintu, dan jendela serta yang lainnya.
Yang terpenting, rutinitas di antara jeda belajar anak-anak tetap diisi dengan kegiatan-kegiatan yang mengedukasi dan menumbuhkembangkan kreativitas dan semangat belajarnya. Memang tidak mudah, tetapi harus selalu dicoba.
Perihal membangkitkan semangat belajar, cobalah mulai lakukan dengan mengharuskan anak-anak meningkatkan ketekunannya dalam belajar. Tak kalah pentingnya membiasakan kemandirian saat belajar dan melatih keuletan ketika menghadapi kesulitan pembelajaran.
Dampingi anak-anak agar mereka tetap merasakan layaknya belajar bersama gurunya di sekolah. Kenalkan juga penyelesaian materi pembelajaran, dengan menggunakan sarana-sarana pembelajaran digital seperti searching di google atau berdiskusi dengan orang-orang sekitarnya.
Utamanya keluarga inti seperti ayah, ibu, kakak, dan adik, serta saudara-saudara lainnya. Otomatis ini akan semakin menambah keakraban dan jalinan kekeluargaan yang bisa membangkitkan pula semangat belajar si anak di rumah.
Pandemi yang entah kapan akan berakhir, jangan sampai membuat anak-anak hanya bermalas-malasan, tidak memanfaatkan waktunya sebaik mungkin, serta turun semangat belajarnya. Jangan sampai anak-anak hanya bermain handphone, akibatnya tugas sekolahnya pun lupa dikerjakan.
Jadi, saat anak-anak kembali melakukan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) meski terbatas, mereka tetap bisa mengikutinya dengan baik. Jangan lupa selalu patuhi prokes (protokol kesehatan) selama PTM (Pembelajaran Tatap Muka), jadikan hari ini lebih baik daripada hari kemarin. (*)
Dia … Bagaikan Nabastala Senja Begitu indah dengan panorama langit berwarna jingga Yang menyimpan beribu rasa dendam maupun cinta
Dia … Bagaikan Nabastala Senja Yang begitu baswara saat cahaya menyinari dirinya Yang mampu membuat siapapun terpana melihatnya
Dia … Bagaikan Nabastala Senja Dengan angan-angan yang melayang terbang ke angkasa Dengan raut wajah yang cerminkan rasa bahagia Dialah ayah kepala keluarga Yang tersenyum ria di langit Swastamita
Siapa sih yang tidak mengenal Pak Nur Salim seluruh siswa SMP Negeri 1 Margasari, pasti sudah tidak asing lagi bukan?
Iya betul sekali Bapak H. Nur Salim S.Pd., M.Pd adalah kepala SMP Negeri 1 Margasari yang beralamatkan di Jalan Lapangan Timur Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal. Pria kelahiran 18 Maret 1968 di Tegal ini adalah anak ke 6 dari 9 bersaudara. Beliau tinggal bersama istri juga anak-anaknya, di Balapulang Wetan, Jalan Mangga Rt 01 Rw 02.
Istri Pak Nur Salim adalah seorang wanita lembut bernama Ibu Endang Sadiningsih S.Pd. Beliau adalah seorang guru seni tari yang mengajar di SMP Negeri 1 Balapulang. Mereka mempunyai 3 orang anak. Anak pertama Pak Nur Salim mengikuti jejak orang tuanya yaitu menjadi seorang guru. Anak kedua masih menggeluti meja kuliahnya di Jurusan Desain Grafis, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan sekarang sedang menapaki semester 2 kuliahnya. Anak bungsu Pak Nur Salim saat ini masih duduk di bangku SMP kelas VIII tepatnya di SMP Negeri 1 Balapulang.
Perjalanan karir Pak Nursalim sangat menarik. Pak Nur Salim memulai karirnya saat beliau menjadi seorang guru di SMP Negeri 1 Balapulang, pada tahun 1991. Banyak prestasi yang diraih beliau selama menjadi guru sehingga tak heran terhitung mulai tahun 2014 beliau diangkat menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 2 Margasari. Tiga tahun beliau menjadi nahkoda di SMPN 2 Margasari, hingga pada tahun 2017 Pak Nur Salim mutasi atau pindah tugas menjadi Kepala SMP Negeri 1 Margasari sampai sekarang. Sesuai disiplin ilmu beliau yakni pendidikan olahraga, Pak Nur Salim memimpin SMP Negeri 1 Margasari dengan mengedepankan sportivitas dan kerbersamaan dalam sebuah teamwork.
Harapan Pak Nur Salim adalah memajukan SMP Negeri 1 Margasari, baik dibidang akademik maupun non akademik, membangun sarana prasana baik tempat beribadah dan sebagainnya. Kita dapat melihat contohnya seperti pembangunan Masjid, pelaksanaan UNBK, pembentukan paguyuban alumni SPENSAMA dan pelaksanaan HUT SPENSAMA yang ke 45 tahun 2019.
Pak Nur Salim sangat mendukung adanya estrakulikuler jurnalistik SMP Negeri 1 Margasari, beliau berharap eskul jurnalistik ini dapat lebih berkembang, dan beliau juga berharap dengan adanya tim jurnalistik, siswa dapat meliput segala peristiwa yang terjadi di SMP Negeri 1 Margasari, dan lebih baik lagi jika dapat diekpresikan melalui media sosial, koran, majalah, serta media lainnya. Beliau sangat mendukung adanya estrakulikuler jurnalistik di SMP Negeri 1 Margasari. Harapan terbesar Beliau terhadap ekskul jurnalistik adalah agar menjadi pelopor gerakan literasi di Spensama, selaras dengan gerakan pemerintah yang sedang menggalakkan Gerakan Literasi Nasional.
Gimana guys liputan singkat mengenai Pak Nur Salim? Sudah kenalkah kalian? jika belum, segeralah berkenalan karena tak kenal maka tak sayang dan semoga perjalanan hidup Pak Nur Salim dapat menginspirasi teman-teman meraih kesuksesan hidup. See you… Disusun oleh Aiska Muti Salsabila 9G dan Ayu Syfa Khoirun Nisa 9C