Apa kabar? Semoga baik baik aja ya… Kami selaku tim penyusun dari blog ANGKASA mengucapkan syukur Allhamdulillah kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan nikmat-Nya, kami dapat menyelesaikan penyusunan Blog ANGKASA dengan lancar tanpa adanya hambatan apapun. Kali ini kami meluncurkan Blog bernuansa hijau dan semoga dapat memberikan kesan ketenangan bagi pembaca Blog ANGKASA ini bukan hanya tempat penghibur saja melainkan tempat siswa berekspresi, sarana berkomunikasi, media informasi dan tempat pengembangan bakat siswa. Kami berharap, dengan adanya Blog ANGKASA ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan seputar SMP Negeri 1 Margasari. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam peluncuran blog ANGKASA ini. Harapan kami blog ANGKASA ini terbit bukan untuk tenggelam kembali namun terbit untuk memancarkan sinar yang dapat menginspirasi seluruh siswa untuk menuangkan kreativitas dan menumbuhkan jiwa-jiwa inovatif pada diri generasi penerus bangsa. Kami harapkan kritik serta saran dari pembaca demi penyempurnaan blog kami ke generasi berikutnya
Identitas buku meliputi: Judul : Hafalan Shalat Delisa Pengarang : Tere Liye Tebal Buku : 248 halaman Penerbit : Republika Cetakan : VI, Januari 2008
Sinopsis
Menceritakan anak bernama Delisa, seorang anak yang berdomisili di Aceh tepatnya di Lhok Nga. Delisa adalah anak dari Usman dan Salamah, Ia memiliki seorang kakak bernama Cut Fatimah, Cut Zahra, dan Cut Aisyah. Suatu hari Delisa mendapatkan tugas dari Ibu Guru Nur, untuk menghafalkan bacaan shalat yang akan disetorkan pada hari Minggu, 26 Desember 2004.
Untuk mendorong minat menghafal Delisa, ummi dan abi Delisa telah menyiapkan hadiah untuknya. Salamah menyiapkan sebuah kalung emas berliontin huruf D sedangkan Usman, Abi Delisa menjanjikan sepeda untuknya. Delisa sangat senang dengan janji kedua orang tuanya. Setiap hari Delisa berusaha untuk menghafal bacaan shalatnya. Namun hasilnya nihil sekeras apapun ia berusaha menghafal, namun bacaan shalat tersebut tak kunjung masuk ke dalam pikiran Delisa
Pagi itu, Minggu tanggal 24 Desember 2004, Delisa sedang mempraktikkan hafalannya di depan kelas. Tiba-tiba datang gempa berkekuatan sangat besar sampai menimbulkan gelombang Tsunami melanda bumi Aceh. Semua orang lari terbirit-birit, kecemasan, keriuhan terdengar keras pada waktu itu. Namun Delisa tetap melanjutkan hafalan shalatnya tanpa memperdulikan air yang mulai masuk ke ruangan Delisa saat shalat, hingga pada waktu sujud, Delisa terhempas oleh gelombang Tsunami. Tempat yang dianggapnya sebagai rumah telah hancur lebur hanya ada satu bangunan yang masih utuh yaitu Masjid Baiturrakhim.
Delisa terdampar, ia sempat tersadar dan melihat temannya bernama Tiur dengan sepeda yang sudah tidak bernyawa lagi. Lalu Delisa diselamatkan oleh seorang prajurit asing bernama Smith Adam. Sudah 6 hari ia tidak sadarkan diri keadaan Delisa semakin memburuk hingga kakinya harus diamputasi, Delisa tersadar dari komanya saat mendengar bacaan shalat dari seorang ibu yang dirawat juga di klinik tempat pengungsian gempa tersebut. Ia menerima keadaan kakinya dengan lapang dada tanpa mengeluh walaupun ia telah kehilangan ummi dan kakak-kakaknya ia berusaha tetap tegar. Delisa dirawat oleh seorang dokter dari luar negeri bernama Shoope. Shoope dan Smith sangat menyayangi Delisa bahkan Smith ingin mengajak Delisa untuk tinggal bersamanya di luar negeri. Fenomena Tsunami berhasil mempertemukan Delisa dengan abinya. Delisa dan usman abinya membuat rumah dari kayu-kayu yang tergeletak. Rumah tersebut memanglah lebih kecil dibanding rumahnya dulu namun Delisa bersyukur, setidaknya ada tempat untuknya berlindung dari panas dan hujan. Delisa dibuatkan masakan oleh Koh Acan seorang pemilik toko emas yang baik hati.
Beberapa bulan kemudian… Delisa menjalani kehidupannya dari awal bersama Abinya Usman dan para korban Tsunami lainnya. Delisa berusaha untuk terus menghafalkan bacaan shalatnya namun, ia tidak bisa untuk menyempurnakan bacaan shalatnya itu. Hingga ia diberi nasihat oleh Ustad Rakhman “Jika Delisa ingin menghafal, Delisa harus menghafalkannya dengan ikhlas Delisa harus mengahafal karena Allah jangan hanya menghafalkan untuk mendapatkan sebuah hadiah” ucap Ustad Rakhman saat duduk bersama Delisa. Malam itu Delisa bermimpi bertemu dengan umminya, yang menunjukkan kalung dan permintaan untuk menyelesaikan tugas menghafal bacaan shalatnya. Kekuatan itu telah membawa Delisa pada kemudahan menghafalnya. Delisa mampu melakukan Shalat Ashar dengan sempurna untuk pertama kali, tanpa ada kesalahan.
Suatu hari, saat Delisa hendak mencuci tangan di tepi sungai, ia melihat sebuah benda yang memantulkan sebuah cahaya dengan rasa penasaran ia mendekat. Betapa terkejutnya Delisa ketika melihat sebuah tulang jari manusia yang menggenggam sebuah kalung berliontin D milik umminya.
Analisis meliputi:
Tokoh & Penokohan
Delisa : Manja, baik hati, dan pemalas
Ummi Salammah : Sabar, Dermawan, Bijaksana
Abi Usman : Baik dan sabar
Fatimah : Baik dan Perhatian
Aisyah : Usil, iri hati, dan baik
Zahra : Pendiam dan baik hati
Tiur : Baik
Koh Acan : Dermawan
Shopie : Baik, penyayang dan pengertian
Smith Adam : Baik, penyayang dan suka menolong
Ustadz Rakhman : Bijaksana, penyabar, dan penyayang
Evaluasi
Kelebihan:
• Novel ini banyak memberikan nilai moral untuk pembacanya seperti sikap Delisa yang tangguh dengan kejadian yang menimpanya walaupun ia baru berusia 6 tahun. Melalui berbagai peristiwa yang dialami Delisa, pengarang berhasil mempermainkan emosi pembaca, anatara kesediahn dan kekaguman bercampur memunculkan empati terhadap tokoh Delisa
• Novel ini mampu membuat para pembaca berimajinasi lebih jauh dengan latar kejadian Tsunami di Aceh yang memang benar¬-benar terjadi sehingga terkesan seperti kisah nyata
Kekurangan:
• Terdapat banyak kata istilah dan bahasa daerah sehingga membingungkan pembaca.
Namun demikian kekurangan yang disebabkan oleh penggunaan beberapa istilah yang sulit dipahami seakan lenyap karena pandainya pengarang memainkan emosi pembaca sehingga pembaca mudah menangkap secara utuh alur cerita yang disajikan. Buku ini sangat cocok sebagai bahan literasi maupun sekadar bacaan ringan yang dapat menambah pengalaman imajinatif pembaca, terutama kalangan pelajar.
Halo semuaaa!!! Bertemu lagi dengan kami, pada kesempatan kali ini, kami akan berbicara tentang alumni SMP Negeri 01 Margasari. Selain kak Salsa, ada juga loh alumni-alumni lain yang mengangkat nama SMP Negeri 01 Margasari diberbagai ajang perlombaan, seperti kak Andin. Siapa sih yang gak kenal kak Andin? pasti banyak yang sudah kenal bukan? Siswi bernama lengkap Andini Salsabila Ismanto Putri ini pernah menjuarai lomba karya ilmiah remaja loh. Dengan pupuk organiknya, dia mampu mengangkat nama SMP Negeri 01 Margasari ditingkat kabupaten atau kota. Selain itu, dia juga aktif dalam kegiatan OSIS di Spensama. Dia juga pernah dicalonkan sebagai ketua OSIS Spensama loh. Hebat bukan? kesan-kesan kak Andin waktu sekolah di SMP Negeri 01 Margasari ada banyak loh, di antaranya adalah senang karena bertemu teman baru, pengalaman yang baru terus banyak, bertemu guru-guru yang baik dan dapat mengerti siswa-siswi nya. Selain pengalaman dan kesan, ada juga pesan dari ka Andin untuk Spensama yaitu lebih memperhatikan kedisiplinan siswa-siswi. Untuk Bapak Ibu guru, kak Andin senang sekali dapat bertemu guru-guru baik yang mengajar sekaligus dapat menjadi seorang sahabat yang dapat memberikan solusi layaknya orang tua, yang dapat di ajak bertukar pikiran juga. Untuk adik-adik kelas Spensama tercinta ini, jaga nama baik sekolah, khususnya di media sosial. Tunjukan bahwa anak Spensama itu benar-benar anak yang berkualitas. Tunjukan bahwa Spensama walaupun di desa tapi tetap bisa. Jangan hanya banyak gaya tapi harus juga bikin karya. Jangan sombong, tetap semangat belajar, jaga juga sopan santun sama guru,dan Kakak kelas juga. Jangan lupa 5S. Pesan untuk kelas 9 “Jangan jadikan ujian sebuah hal yang menakutkan, tapi jadikan itu untuk pacuan agar lebih semangat belajar”. Motivasi kak Andin semangat belajar karena kak Andin sadar masih bodoh. Jadikan motivasi tersebut sebagai pandangan untuk kita berpikir lebih dewasa ya kawan-kawan.
Dalam menyambut hari raya idhul adha, umat islam di wajibkan untuk berkurban bagi mereka yang mampu. Allah SWT. Berfirman pada al-quran surat al-kautsar ayat 2 “maka shalatlah untuk RABBMU sembelihlah hewan.” (Q.S. AL-Kautsar/108:2). Sesuai dengan firman tersebut umat islam diwajibkan bagi yang mampu untuk berkurban dengan niat dan ikhlas. Pada hari Senin, 12 Agustus 2019 (10 Dzulhijjah 1440) SMP NEGERI 01 MARGASARI mengadakan acara penyembelihan hewan qurban. Sebelum itu di adakannya MPK (musyawarah perwakilan kelas). MPK bertujuan untuk memberitahukan informasi penting tentang acara yang akan diselenggarakan oleh sekolah. MPK beranggotakan pengurus kelas (ketua kelas, dan bendahara tapi bisa juga sekretaris), dan pengurus OSIS. Acara MPK dipimpin oleh ibu Sri Yuniasih S.Pd selaku guru agama di SMP NEGERI 01 MARGASARI. Hasil dari MPK tersebut nantinya akan di sampaikan oleh pengurus kelas di kelasnya masing-masing. Dalam hal tersebut, ibu Sri Yuniasih S.Pd menyampaikan maksud diadakannya penyembelihan hewan qurban di sekolah. Beliau menyampaikan bahwa proses penyembelihan hewan qurban tersebut di tujukan kepada seluruh peserta didik SPENSAMA dalam rangka pembelajaran. Penyembelihan tersebut dapat berguna untuk melaksanakan dan mempraktikan bagaimana proses penyembelihan hewan qurban dari awal hingga akhir, pada saat kelak kita dewasa nanti jika kita akan berqurban. Lalu ibu Sri Yuniasih menyampaikan laporan tentang penyembelihan hewan qurban SMP NEGERI 01 MARGASARI. Pada acara ini hewan qurban yang disembelih adalah seekor sapi. Hewan qurban berupa sapi merupakan sumbangan dari sodakoh peserta didik dan guru-guru. Setelah ibu Yuni menyampaikan laporan penyembelihan hewan qurban beliau menyampaikan latar belakang diadakannya penyembelihan hewan pada saat Hari Raya Idhul Adha. Berlatar belakang pada saat Allah SWT. memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail, walaupun pada saat itu Allah sedang menguji keimanan Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim yang sangat menuruti perintah Allah SWT. akhirnya menuruti perintah tersebut. Nabi Ismail pun juga menuruti perintah Allah SWT. tersebut, dengan ikhlas Nabi Ismail bersedia untuk disembelih oleh ayahnya. Namun pada saat akan menyembelih anaknya, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menggantikan Nabi Ismail dengan seekor hewan qurban untuk disembelih, pada saat itu hewan qurban yang diturunkan Allah SWT. dari surga akhirnya disembelih oleh Nabi Ibrahim. Dengan peristiwa ini, allah swt mewajibkan kepada seluruh umat islam yang mampu untuk menyembelih hewan qurban pada tanggal 10 hingga 12 dzulhijjah atau biasa disebut hari raya idul adha. Pada tanggal tersebut bertepatan pada hari tasrik namun pada tanggal 10 dzulhijjah disebut hari akhir, allah mengharamkan kepada seluruh umat islam yang sedang berpuasa, jadi pada hari itu kita tidak boleh berpuasa. Setelah itu ibu Yuni menyampaikan berqurban dengan baik dan benar sesuai syariat islam. Selanjutnya kepala sekolah bapak Nursalim S.Pd M.Pd memberikan arahan untuk menyaksikan proses penyembelihan. Namun hal buruk terjadi sapi yang akan disembelih lepas dari ikatan nya lalu masuk ke dalam SD NEGERI 3 MARGASARI. Letak SD tersebut berada disamping sekolah kami. Pada akhirnya kami pun tidak menyaksikan proses penyembelihan karena mengantisipasi supaya sapi itu tidak depresi lagi melihat banyak kerumunan orang. Pada proses penyembelihan hewan kurban, penyembelihan dilakukan oleh orang yang menyembelih di bantu oleh pengurus OSIS, beberapa siswa Spensama serta guru guru dan staf tata usaha. Proses pertama dalam menyembelih hewan kurban adalah menyiapkan peralatan untuk menyembelih dan memotong hewan kurban yang hendak disembelih, tentunya disiapkan hewan kurban. Lalu dibuatkan lubang untuk pada saat leher hewan disembelih darah yang keluar, langsung dialihkan masuk kedalam lubang tersebut. Kemudian hewan kurban disembelih sesuai syariat islam. Setelah disembelih, hewan kurban yang sudah disembelih kemudian dikuliti. Jika sudah dikuliti hewan kurban dipotong potong menjadi bagian bagian kecil. Kemudian dikemas menggunakan plastik. Hasilnya berupa 350 bungkus daging sapi. Setiap bungkus nya adalah setengah KG dengan jumlah penerima 350 orang. Penerima terdiri dari peserta didik (yang berhak menerima) dengan jumlah 150 bungkus, warga sekitar dengan jumlah 150 bungkus, dan sisanya yang membantu proses penyembelihan.
HAI GAES!!! Ketemu lagi, nih yah ada yang kenal dengan NUR AZIZAH ? iyah kaka alumni SPENSAMA`19 yang kerap disapa Kak Zizah. Beliau meraih paralel 9 dari 288 siswa-siswi Spensama loh …! hebat bukan. Kak Zizah ini pernah mengikuti ekstra JURNALISTIK selama 2 tahun loh bukan hanya itu Kak Zizah ini juga aktif dalam kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah atau yang sering disebut OSIS selama dua periode begitu banyak pengalamannya dong. Kak Zizah sekarang meneruskan di SMA NEGERI 1 SLAWI, hebat bukan? Dia membuktikan bahwa zonasi bukan penghalang untuk meraih sebuah impian. SMANSAWI ini salah satu sekolah favorit di Kabupaten TEGAL, bukan hanya Kak Zizah saja yang memimpikan untuk masuk sekolah tersebut bukan? impian ini dapat Kak Zizah raih namun dengan penuh perjuangan, usaha, dan doa untuk masuk sekolah SMA ini. Congratulations untuk Ka Zizah. NIH untuk adik kelas Kak Zizah, Kak Zizah mau bagi tips sukses UNBK loh!!!
Yang paling utama adalah mendekatkan diri kepada yang menentukan lulus tidak nya kamu. Siapa? jawabannya ALLAH. Belajar optimal, ibadahnya yang maksimal.
Yang kedua minta restu orang tua kamu. OPTIMIS JANGAN PESIMIS !!!
Itu tips dari Kak Zizah yah,,,
Terus Kak Zizah punya motivasi dalam belajar loh, semacam penyemangat buat diri sendiri gitu. Baginya kata-kata ini bisa membuat dirinya membara dalam hal belajar loh.
“HASIL TIDAK AKAN MENGHIANATI USAHA DAN DOA”
Benar juga yah.
Semangat belajar selalu Kak Zizah.
Nih kesan dari Kak Zizah beliau bangga dan bersyukur karena bisa bersekolah di SMP terbaik di daerahnya. Banyak kenangan yang tak bisa di lupakan, baik dari kegitan intra dan ekstranya.
Ada pesan nya juga loh, ini pesannya “TETAP SARAT AKAN PRESTASI DAN BERKARAKTER LUHUR SPENSAMA. TETAP MENJADI ALMAMATER KEBANGGAN KAMI YANG TERBAIK.”
Bapak Ibu guru Spensama juga dapat ucapan ni dari Kak Zizah, gurunya ramah dan berkualitas. Tidak Cuma mengajar tetapi guru Spensama mendidik siswa-siswinya agar peduli lingkungan dan menjadikan generasi muda Indonesia yang berbudi luhur, bertaqwa, serta berdaya saing tinggi. Yang paling tidak bisa dilupakan Kak Zizah itu Bu SRI SUKIYANTI yang menjadi inspirasi untk Kak Zizah banget, orang yang religius, tegas dan penuh kasih sayang.
Hallo semua !!!!!!! Apa kabar? semoga sehat-sehat saja, oh iya kalian kenal Kak Bayu tidak? siapa sih yang tidak kenal sama Kak Bayu, siswa yang memiliki nama lengkap Putra Bayu Pratama ini lahir pada 27 April 2005, putra pertama dari pasangan Bapak Amirudin Basori dan Ibu Zulhijjah. Kal Bayu tinggal di Desa Karangdawa atau lebih tepatnya Dukuh Kedawung Rt 02 Rw 07. Saat ini Kak Bayu duduk di kelas IX D SMP Negeri 01 Margasari. Eh, teman-teman tahu tidak? siswa berpenampilan cool ini adalah ketua OSIS lho! selain itu Kak Bayu juga anggota pratama Pramuka, dan Paskibra di Spensama hebat bukan? Oh iya Kak Bayu juga mempunyai hobi bersepeda dan berorganisasi. Namun meski untuk menyalurkan hobi itu cukup menyita tenaga dan pikiran loh, bukan berarti Kak Bayu mengabaikan kewajibannya sebagai seorang pelajar. Hal ini terbukti dari berbagai prestasi yang Kak Bayu miliki, yaitu pernah meraih Juara Umum Jambore Ranting ke-XIII dan Juara harapan 2 Lomba Karya Ilmiah Remaja. Sebagai remaja, dia juga tak pernah meninggalkan sholat lima waktu, benar-benar seorang calon imam yang ideal, penampilan menarik, berprestasi, dan taat beribadah. Dalam manjalani hidup dia memiliki beberapa prinsip yaitu: 1. Teruslah berusaha menebarkan kebaikan walaupun kau tak sebaik kebaikan yang kau tebarkan, setidaknya kau penyebab orang lain berubah, 2. Jangan katakan “Tidak Bisa” sebelum mencoban dan 3. Jangan salahkan waktu yang cepat berlalu, tapi salahkan lah dirimu yang terlambat melakukan sesuatu. Dari prinsip hidupnya ini, semakin menunjukkan bahwa Kak Bayu sebagai pribadi yang menonjol.
Bullying adalah suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan dengan cara menyakiti dalam bentuk fisik, verbal, emosional atau psikologis oleh seseorang atau kelompok yang merasa lebih kuat kepada korban yang lebih lemah baik fisik ataupun mental secara berulang-ulang tanpa ada perlawanan dari korban dengan tujuan membuat korban menderita. Istilah bullying berasal dari bahasa Inggris ,yaitu “bull” yang berarti banteng. Secara etimologi kata “bully” berarti penggertak, orang yang mengganggu yang lemah. Bullying dalam bahasa Indonesia disebut “menyakat” yang artinya mengganggu ,mengusik,dan merintangi orang lain. Perilaku bullying melibatkan kekuatan dan kekuasaan yang tidak seimbang, sehingga korbannya berada dalam keadaan tidak mampu mempertahankan diri secara efektif untuk melawan tindakan negatif yang diterimanya. Bullying memiliki pengaruh secara jangka panjang dan jangka pendek terhadap korban bullying. Pengaruh jangka pendek yang ditimbulkan akibat perilaku bullying adalah depresi karena mengalami penindasan, menurunnya minat untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah yang diberikan oleh guru,dan menurunnya minat untuk mengikuti kegiatan sekolah. Sedangkan akibat yang ditimbulkan dalam jangka panjang dari penindasan ini seperti mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan baik terhadap lawan jenis, selalu memiliki kecemasan akan mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari teman teman sebayanya.
Jenis dan Bentuk Bullying Menurut Coloroso(2006),perilaku bullying dapat dikelompokkan menjadi empat bentuk,yaitu:
A. Bullying secara verbal Bullying dalam bentuk verbal adalah bullying yang paling sering dan mudah dilakukan. Bullying ini biasanya menjadi awal dari perilaku bullying yang lainnya serta dapat menjadi langkah pertama menuju pada kekerasan yang lebih lanjut. Contoh bullying secara verbal antara lain: julukan nama, celaan, fitnah, kritikan kejam, penghinaan, pernyataan-pernyataan pelecehan seksual, teror, surat-surat yang mengintimidasi, tuduhan-tuduhan yang tidak benar kasak-kusuk yang keji dan keliru, gosip, dan sebagainya.
B. Bullying secara fisik Bullying ini paling tampak dan mudah untuk di identifikasi, namun kejadian bullying secara fisik tidak sebanyak bullying dalam bentuk lain. Remaja yang secara teratur melakukan bullying dalam bentuk fisik kerap merupakan remaja yang paling bermasalah dan cenderung akan beralih pada tindakan-tindakan kriminal yang lebih lanjut. Contoh bullying secara fisik adalah: memukuli, menendang, menampar, mencekik, menggigit, mencakar, meludahi, dan merusak serta menghancurkan barang-barang milik anak yang tertindas, dan lain-lain.
C. Bullying secara relasional Bullying secara relasional dilakukan dengan memutuskan relasi hubungan sosial seseorang dengan tujuan pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan atau penghindaran. Bullying dalam bentuk ini paling sulit dideteksi dari luar. Contoh bullying secara relasional adalah perilaku atau sikap-sikap yang tersembunyi seperti pandanganya ngagresif, lirikan mata, helaan nafas, cibiran, tawa mengejek, dan bahasa tubuh yang mengejek.
D. Bullying elektronik Bullying elektronik merupakan bentuk perilaku bullying yang dilakukan pelakunya melalui sarana elektronik seperti komputer, handphone, internet, website, chattingroom, e-mail, SMS dan sebagainya. Biasanya ditujukan untuk meneror korban dengan menggunakan tulisan, animasi, gambar dan rekaman video atau film yang sifatnya mengintimidasi, menyakiti atau menyudutkan.
Ciri Pelaku dan Korban Bullying Ciri-ciri pelaku bullying adalah memiliki kekuasaan yang lebih tinggi sehingga pelaku dapat mengatur orang lain yang dianggap lebih rendah. Menurut Astuti(2008), ciri-ciri pelaku bullying antaralain sebagai berikut: Hidup berkelompok dan menguasai kehidupan sosial siswa di sekolah. Menempatkan diri ditempat tertentu di sekolah atau sekitarnya merupakan tokoh populer disekolah. Gerak-geriknya sering kali dapat ditandai, yaitu sering berjalan di depan, sengaja menabrak, berkata kasar, menyepelekan atau melecehkan. Sedangkan menurut Susanto(2010), ciri-ciri korban bullying antara lain adalah sebagai berikut: Secara akademis, korban terlihat lebih tidak cerdas dari orang yang tidak menjadi korban atau sebaliknya. Secara sosial, korban terlihat lebih memiliki hubungan yang erat dengan orangtua mereka. Secara mental atau perasaan, korban melihat diri mereka sendiri sebagai orang yang bodoh dan tidak berharga. Kepercayaan diri mereka rendah dan tingkat kecemasan sosial mereka tinggi. Secara fisik, korban adalah orang yang lemah, korban laki-laki lebih sering mendapatsi ksaan secara langsung, misalnya bullying fisik. Dibandingkan korban laki-laki, korban perempuan lebih sering mendapat siksaan secara tidak langsung misalnya melalui kata-kata atau bullying verbal. Secara antar perorangan, walaupun korban sangat menginginkan penerimaan secara sosial, mereka jarang sekali untuk memulai kegiatan-kegiatan yang menjurus kearah sosial. Anak korban bullying kurang diperhatikan oleh pembina, karena korban tidak bersikap aktif dalam sebuah aktivitas. Contoh ilustrasi bullying