Diposkan pada BERITA SEKOLAH

Ukur Kemampuan Siswa Kelas IX, SMP Negeri 1 Margasari Selenggarakan Try Out Ujian Sekolah

SMP Negeri 1 Margasari-Menjelang ujian sekolah, SMP Negeri 1 Margasari menyelenggarakan try out ujian sekolah kelas IX (6/4). Tryout ujian sekolah dikerjakan oleh semua siswa kelas IX untuk mengukur kemampuan sebelum pelaksanaan ujian sekolah. Tryout dilaksanakan dengan sangat tertib dan lancar. Durasi tryout ujian sekolah untuk tiap mata pelajarannya dua jam dan kegiatan tryout ini berlangsung selama lima hari yaitu hari Selasa (05/04) sampai Sabtu (09/04).

Ada beberapa sekolah lain yang juga ikut mengadakan tryout, tetapi tidak semua sekolah mengadakan tryout karena bergantung kebijakan dari masing-masing sekolah tersebut. Tryout dilaksanakan mendekati ujian sekolah. Kemudian setelah tryout selesai, akan diadakan pembahasan soal-soal tryout bersama guru mata pelajaran masing-masing.

Tujuan utama dilaksanakannya tryout ini untuk mengukur kemampuan siswa.

“InsyaAllah tidak ada kendala, Alhamdulillah semua orang mendukung ya walaupun ada beberapa yang tidak dapat mengikuti tryout ini karena sedang sakit atau mengikuti tes masuk SMA atau SMK,” ujar ketua pelaksanaan tryout.

Ada delapan belas ruang yang digunakan untuk tryout antara lain dari kelas VII A sampai VII I , VIII F , IX I dan IX A sampai IX G. Setiap kelas itu dibagi menjadi dua yaitu enam belas siswa.

Persiapan siswa-siswi kelas IX sebelum tryout adalah belajar dengan materi materi yang sudah disampaikan bapak ibu guru dan mencoba mengerjakan latihan soalnya. (*)

Diposkan pada BERITA SEKOLAH

Luar Biasa, Iptu Ibnu, petugas Polsek Margasari, Jadi Pembina Apel di SMP Negeri 1 Margasari

Lapangan Timur Margasari-Kegiatan apel rutin SMP Negeri 1 Margasari, Senin (28/3) ada yang spesial. Pasalnya, kegiatan apel tersebut pembinanya yaitu Iptu Ibnu, petugas Polsek Margasari.

Kegiatan apel dimulai pukul 07.00 sampai dengan selesai. Biasanya kegiatan apel Senin rutin, pembina apelnya yaitu Bapak Kepala Sekolah dan Bapak/Ibu guru SMP Negeri 1 Margasari. Namun, kali ini, kegiatan apel Senin rutin tidak seperti biasanya.

Inti pesan yang disampaikan Iptu Ibnu untuk para siswa SMP Negeri 1 Margasari adalah memberikan motivasi kepada seluruh siswa untuk meningkatkan rasa disiplin dengan melalui kerjasama.

Sebenarnya banyak sekali pesan yang disampaikan antara lain semua siswa harus menghormati orang yang lebih tua karena sekarang sangat jarang siswa menghormati orang yang lebih tua, tugas siswa yaitu belajar, siswa SMP dilarang mengendarai sepeda motor karena belum cukup umur dan tidak mempunyai SIM (Surat Izin Mengemudi), yang boleh mengendarai sepeda motor yaitu siswa SMA kelas XI yang sudah mempunyai SIM tentunya, semua siswa dilarang tawuran karena sekarang tawuran pelajar makin marak terjadi.

“Zaman sekarang itu media sosial sangat luar biasa, kalo dari siswa tidak bisa membentengi generasi ke depan akan berdampak kurang baik” ujar Kepala SMP Negeri 1 Margasari.

Menurutnya jika siswa tidak bisa menjaga diri, maka siswa dapat terjun ke narkoba yang diawali dari rasa mencoba rokok karena gerbang gerbang utamanya itu rokok dsb.

Dan ke depannya SMP Negeri 1 Margasari mungkinnya akan berkerjasama tidak hanya dengan polisi. Tetapi juga dengan koramil atau mungkin dengan orang-orang kecamatan. Agar semakin banyak orang yang memberikan motivasi dan dapat saling memotivasi juga satu sama lain.

Jadi, dari kegiatan apel pagi tersebut siswa-siswi mendapatkan banyak pesan yang sangat penting dan harus dilaksanakan karena itu kewajiban siswa sebagai pelajar. (*)

Reporter: Nesya, Aghna, Firman, Alma

Editor: Hanan Musyaffa

Diposkan pada BERITA SEKOLAH

Tingkatkan Keterampilan Menulis PascaWisata Edukasi, Semua Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Margasari Membuat Karya Tulis Ilmiah

MARGASARI Salah satu aspek keterampilan berbahasa yaitu menulis. Menulis merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang setelah melihat, mengamati, dan mengobservasi segala sesuatu yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Belum lama ini, Selasa (15/3) semua siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Margasari, mulai membuat karya tulis ilmiah setelah berwisata edukasi ke Yogyakarta. Para siswa kelas VIII, khususnya VIII F-I bimbingan karya tulis setelah pelajaran selesai, bertempat di kelas VIII H. Para siswa kelas VIII diwajibkan untuk membuat karya tulis sesuai dengan objek wisata yang telah diamatinya. Penyusunan karya tulis untuk kelas VIII F-I dibimbing oleh guru mapel bahasa Indonesia yang mengajar di kelas tersebut yaitu Ibu Laely Mardiana, M.Pd. Sedangkan untuk kelas VIII A-E dibimbing oleh guru mapel bahasa Indonesia yang mengajar di kelas tersebut juga yaitu Ibu Sri Sukiyanti, S.Pd. Teknik bimbingan karya tulis kelas VIII F-i, sebelum memulai bimbingan, siswa diberi penjelasan terlebih dahulu mengenai sistematika penulisan karya tulis ilmiah, mulai dari cover, halaman judul, dan seterusnya. Setelah itu, tiap kelas diambil 10 siswa terlebih dahulu untuk bimbingan secara langsung. Kelas VIII F bersama VIII i, sedangkan kelas VIIIG bersama VIII H. Semua siswa ketika bimbingan, mencatat terlebih dahulu di kertas folio sebelum diketik. Kalau sudah mendapat persetujuan pembimbing karya tulis, Bu Laely Mardiana, baru mulai diketik, diprint, dan dijilid. “Penyusunan karya tulis ilmiah ini mempunyai manfaat yang sangat penting untuk semua siswa kelas VIII yaitu meningkatkan keterampilan menulis,” ungkap Bu Laely. “Selain itu, penyusunan karya tulis juga bertujuan untuk memenuhi program sekolah dan tugas mata pelajaran bahasa Indonesia,” tambahnya.

Reporter: Nesya, Firda, Sumiyati, Atta, Vidi, Aghna

Editor: Hanan Musyaffa

Diposkan pada BERITA SEKOLAH

Para Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Margasari Berwisata Edukasi Ke Yogyakarta

Belum lama ini pada 9 Maret 2022, SMP Negeri 1 Margasari mengadakan wisata edukasi ke Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti siswa-siswi kelas VIII dengan tujuan menambah pengetahuan secara nyata.

Siswa yang mengikuti kegiatan edukasi berjumlah 276 dan ada 11 anak yang tidak mengikutinya. Alasan dari beberapa siswa tidak bisa mengikuti wisata edukasi karena beberapa faktor, yaitu faktor kesehatan maupun faktor ekonomi. Ada lima bus dari biro agytatour yang digunakan siswa-siswi untuk berangkat, yang dibagi menjadi beberapa kelas karena jumlah kursinya ada lima puluh sembilan. Jadi, dalam satu bus terdapat siswa dari kelas lain.

“Syarat bagi siswa untuk mengikuti kegiatan ini yaitu mendapatkan persetujuan dari orang tua, sudah lunas pembayaran dan sudah divaksin dua kali” Ujar Pak Arif.

Pak Arif mengatakan ada siswa yang tidak bisa masuk Candi Prambanan karena tidak memenuhi syarat yaitu tidak membawa kartu vaksin.

Siswa-siswi SMP Negeri 1 Margasari sampai di Pantai Parangtritis pukul 03.00 pagi hari. Sekitar pukul 04.00 – 06.00 semua siswa dipersilakan untuk mandi, sholat, sarapan, dan lain-lain. Pada jam 06.30 seluruh siswa siswi diarahkan oleh pembina ke Pantai Parangtritis.

Setelah itu, siswa-siswi menuju Museum Dirgantara. Di Museum Dirgantara terdapat turider dari Museum Dirgantara yang menjelaskan tentang sejarah pesawat. Di dalam museum, terdapat banyak biografi para pahlawan, peninggalan bersejarah, peta dunia, dll.

Kemudian, siswa-siswi menuju pusat oleh-oleh Jogja Kembali. Di situ terdapat makanan khas Yogyakarta seperti bakpia, getuk, brem, mochi, dodol, dan lain-lain. Setelah selesai membeli oleh-oleh di pusat oleh-oleh Jogja Kembali, para siswa melanjutkan perjalanan ke Prambanan. Di Prambanan siswa berkeliling dan melaksanakan ibadah sholat zuhur di mushola area Prambanan. Kemudian, setelah berkeliling di Candi Prambanan, siswa-siswi menuju ke objek wisata terakhir yaitu Malioboro.

“Saya merasa senang saat berwisata budaya di Yogyakarta ini. Di sini saya mendapat pengalaman baru,” ucap salah satu kelas siswa kelas 8, Hanan dan sebagai ketua OSIS SMP Negeri 1 Margasari.

Kegiatan wisata edukasi SMP Negeri 1 Margasari selesai pada Hari Jum’at , 11 Maret 2022 pada pukul 02.00 dini hari.
Seperti itu lah perjalanan study tour SMP Negeri 1 Margasari. (*)

Reporter: Farah Ramadhani Gunawan, Nesya Zahra, Kharisma Putri

Editor: Hanan Musyaffa

Diposkan pada BERITA SEKOLAH

SMP Negeri 1 Margasari peringati Isra Mi’raj dengan Tema “Menjadi Generasi Hebat dan Berkarakter”

Isra Miraj – SMP Negeri 1 Margasari memperingati isra miraj, Sabtu (19/2). (Foto: Alinka)

Isra miraj merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat islam. Kejadian yang berlangsung pada 27 Rajab, di tahun ke delapan kenabian ini merupakan peristiwa perjalanan rasulullah dalam menerima perintah shalat dari Allah SWT. Perjalanan rasulullah dimulai dari masjidil haram ke masjidil aqsa, hingga naik ke sidratul muntaha di langit ke tujuh.

Dalam memperingati peristiwa penting ini, SMP Negeri 1 Margasari mengadakan kegiatan untuk memperingati isra miraj Nabi Muhammad SAW, pada hari Sabtu, (19/02/22). Acara ini diikuti oleh semua siswa kelas 7, 8, dan 9 didampingi Bapak Kepala sekolah, Bapak Ibu guru, beserta karyawan staf tata usaha SMP Negeri 1 Margasari. Demi keselamatan bersama, berhubung pandemi covid-19 masih melanda, untuk semua siswa kelas 9, 8g, 8h, dan 8i yang berangkat berkumpul di depan halaman perpustakaan SMP Negeri 1 Margasari menyaksikan acara Isro mi’raj secara langsung, kemudian untuk kelas 7 dan 8 berada di kelas masing-masing didampingi wali kelas menonton acara Isro Mi’raj melalui YouTube live streaming.

Kegiatan ini diawali dengan penampilan dari anggota hadroh SMP Negeri 1 Margasari, dilanjutkan dengan tilawah yang dibacakan oleh salah satu siswa. Kemudian acara dibuka dengan sambutan dari Drs. Winarko, M.Pd, selaku kepala sekolah  SMP Negeri 1 Margasari. “Saya harap kegiatan ini tidak hanya dijadikan sebagai peringatan semata, tetapi kita harus mengambil sisi positif dari perjalanan nabi besar Muhammad SAW,” ucap Winarko. Setelah sambutan dari kepala sekolah, acara dilanjutkan dengan tausiyah dari Agus Ali Humaedi. Tausiyah ini berisi kisah Nabi Muhammad dalam melakukan perjalanan menuju sidratul muntaha, serta hikmah yang dapat diambil dari peristiwa besar tersebut. Setelah tausiyah selesai,  hadroh ditampilkan lagi sebagai penutup acara, kemudian siswa dipersilakan kembali ke  kelas masing-masing secara tertib.

Reporter: Farah Ramadhani Gunawan, Nesya Zahra, Hasbi Aulia Faras

Editor: Hanan Musyaffa

Diposkan pada SASTRA

Keajaiban Tiga Buku

Perkenalkan namaku Pina. Aku mempunyai hobi yaitu membaca dan mengoleksi buku.

Suatu hari aku ingin sekali membeli buku, karena koleksi buku-buku dirumahku sudah dibaca semua. Biasanya aku membeli buku di toko buku terkenal yang berada di kotaku, tidak jauh dari rumah. Jadi aku pergi kesana dengan berjalan kaki agar sehat hehehe.

Saat dijalan, aku melihat ada kakek-kakek yang meringis kesakitan dan memegangi perutnya. Aku mendekati kakek itu dan bertanya, “Kakek kenapa ya?”

“Kakek lapar nak. Kakek sudah tidak makan dari kemarin karena kakek tidak punya uang untuk membeli makanan,” Kata kakek itu.

Aku merasa kasihan dengan kakek itu, lalu aku memberinya uang. Uang yang aku beri adalah uang yang aku pakai untuk membeli buku. Ya, aku hanya membawa uang pas-pasan saja untuk membeli buku.

“Kek, ini uang untuk kakek,” kataku sambil memberinya uang.

“Terima kasih banyak ya nak. Kamu sangat baik. Sebagai ucapan terima kasih terimalah ketiga buku ini,” katanya sambil memberiku 3 buah buku.

Aku menerima buku itu tanpa rasa curiga, karena kakek itu memberikanku buku ini. Mungkin untuk membalas budi. Lalu aku mengucapkan terima kasih kepadanya. Setelahnya, aku memutuskan untuk kembali ke rumah, karena uangku tidak cukup untuk membeli buku.

Sampai di rumah, aku langsung masuk ke kamarku. Entah kenapa aku ingin sekali untuk membuka buku-buku itu, jadi aku memutuskan untuk membukanya. Saat dibuka, buku pertama yang aku temukan adalah buku berwarna kuning, lalu merah dan yang terakhir biru.

“Hmm….. coba aku buka buku yang kuning deh”

Aku membuka buku yang kuning dan pada halaman pertamanya tertulis,
‘Buku ini bukan buku biasa. Jika kalian menuliskan suatu kalimat, maka itu akan menjadi kenyataan dalam waktu 10 menit setelah kalian menulisnya dan itu bisa tidak terjadi jika kalian merobeknya’.

“Wah buku apa ini?? Kayanya aku harus hati-hati nih,” batinku dan menutup buku itu dan aku membuka buku yang berwarna merah. Saat dibuka ternyata buku itu berisi gambar-gambar suatu tempat yang indah dan ada yang menyeramkan.

“Buku apa lagi ini? Aku harus berhati-hati dan menjaganya dengan baik”

Setelah itu aku membuka buku yang berwarna biru dan saat dibuka, ternyata buku itu berisi gambar-gambar aneh, seperti alat-alat yang biasanya dikeluarkan oleh Doraemon.

“Sekarang apa lagi ini? Kenapa alat-alat ini mirip seperti alat-alatnya Doraemon ya?” heranku. Dan saat aku melihat pojok kotak berwarna merah, aku menemukan sebuah gambar. Tanpa pikir panjang, aku langsung membukanya dan..

BOOM!!

Munculah alat seperti monyet yang membuka mulutnya itu dengan nyata di depanku.
“Alat apa ini? Kenapa bentuknya aneh sekali. Ini seperti boneka, tapi ini bukan boneka”

Aku bingung. Doraemon saja rasanya tidak pernah mengeluarkan alat seperti ini dan di buku itu tidak ada nama alatnya.

Aku iseng saja memasukan selembar uang Rp 10.000,00 ke dalam mulut monyet itu dan dalam waktu 5 menit, mulut monyet itu mengeluarkan uang tadi sebanyak 10 lembar.

“Alat ini ajaib! Tapi kok bisa mengeluarkan uang 10 lembar ya?”

Aku bingung dan aku mengecek seluruh bagian alat itu dan ya ketemu! Ternyata di bagian kanan alat itu ada seperti tombol-tombol angka dan saat itu angkanya tertulis 10, oleh karena itu mengeluarkan uang sejumlah 10 lembar.

Aku mengangguk mengerti. Karena bosan, aku menutup buku biru itu dan membuka buku yang merah karena penasaran apakah ada keajaiban lagi disana. Sambil membuka buku yamg merah, aku juga menaruh buku yang kuning di kantong bajuku.

Aku terus membolak-balik halaman buku yang merah, karena gambar-gambar tempat disana tidak ada yang menarik, tapi aku berhenti pada suatu halaman yang berisi gambaran suatu tempat yang penuh dengan orang-orang yang kesusahan.

“Mereka terlihat kesusahan, aku ingin sekali menolong mereka. Tapi bagaimana caranya?”

Beberapa saat kemudian, munculah suatu cahaya yang sangat terang. Cahaya itu berputar seperti di film-film dan cahaya itu terasa seperti menarik tubuhku.

Aku merasa sangat takut. Aku terus melawan, aku memegangi benda-benda di sekitarku, tapi tidak bisa. Kekuatan cahaya itu lebih besar dan cahaya itu berhasil menarik tubuhku dan aku masuk ke dalam cahaya itu.

BOOM!!

Aku terlempar kesebuah tempat yang aku lihat digambar tadi. Aku juga melihat orang-orang yang aku lihat digambar tadi, mereka kesusahan dan aku berniat menolongnya. Dan aku ingat, Aku membawa buku yang berwarna kuning dan buku itu bisa membuat peristiwa yang tertulis dalam buku itu terjadi. Lantas, aku mengambil buku itu dan menulis harapan disana.

“Aku mohon kabulkan permintaanku ini. Bantulah orang-orang yang berada ditempat ini, aku tidak ingin melihat mereka sangat kesusahan dan sengsara seperti sekarang ini,” pintaku.

Aku menunggu, sampai beberapa saat kemudian permintaanku terkabulkan. Aku melihat orang-orang itu hidup seperti orang-orang pada umumnya. Mereka terlihat bahagia, tidak kesusahan lagi. Setelahnya aku sadar akan munculnya cahaya yang sangat terang seperti saat aku datang kesini. Aku masuk kesana, dan..

BOOM!!!

Tubuhku terasa terlempar, ternyata aku telah kembali kerumahku. Aku merasa lega, dan aku memeriksa buku yang merah untuk melihat tempat itu. Setelah diperiksa, terdapat perubahan dalam gambar dibuku itu. Gambar orang-orang yang kesusahan tadi berubah menjadi gambar orang-orang yang terlihat bahagia.

“Buku ini sungguh ajaib, aku senang bisa menyelesaikan misi ini,” aku berkata dengan senyuman sumringah. Kemudian, beberapa saat setelahnya ketiga buku itu hilang entah kemana. Aku berpikir mungkin misi buku-buku itu sudah selesai.

Diposkan pada BERITA UTAMA

Dapur Perekonomian Rakyat, Bangkitkan Perekonomian Pedagang PascaPandemi

BAZAR – Dapur perekonoian rakyat di lapangan barat margasari, Minggu (06/02). (foto: hasbi aulia faras)

Covid-19 yang melanda seluruh dunia dari tahun 2019 sampai saat ini, tentunya membawa dampak yang besar bagi sektor kehidupan manusia. Salah satu sektor yang paling terdampak adalah para pedagang khususnya pedagang menengah ke bawah. Dari hasil observasi tim jurnalistik spensama ke pasar-pasar terdekat menemukan fakta bahwa perekonomian pedagang, khususnya pedagang menengah ke bawah sangat terguncang karena wabah covid-19 ini. Sehingga pedagang merasa sangat terpuruk karena penghasilannya sehari-hari terkadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Saat PPKM darurat di Kabupaten Tegal dilonggarkan, karang taruna dari Desa Margasari mengadakan bazar dengan tajuk Dapur Perekonomian Rakyat (DPR), tepatnya di Lapangan Barat setiap minggunya. DPR dimulai pukul 06.00 WIB sampai selesai. Dari hasil wawancara tim jurnalistik spensama pada Minggu (06/02/22) dengan Jopang, selaku ketua panitia didapat sebuah keterangan bahwa motivasi utama mengadakan DPR adalah untuk membangun kembali perekonomian rakyat yang terguncang karena pandemi melanda. Meskipun masih dalam kondisi pandemi, Jopang yakin dengan adanya DPR ini dikarenakan adanya komitmen yang kuat antara panitia, pedagang, dan pengunjung untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Pedagang yang berpartisipasi di DPR ini tidak tanggung-tanggung jumlahnya. Awal DPR ini berjalan, setidaknya ada 20 sampai 30 pedagang dan sekarang pada penyelenggaraan kali kesembilan pedagang yang berpartisipasi dalam DPR ini mencapai 100 orang pedagang baik dari Desa Margasari dan luar. Dari hasil wawancara dengan beberapa pedagang yang berpartisipasi dalam DPR, tim jurnalistik spensama mendapatkan kenyataan bahwa dengan berjualan disini, perekonomian para pedagang mulai bangkit kembali setelah terpuruk karena wabah covid 19. Beberapa pedagang yang berpartisipasi juga mengaku bahwa dagangan yang dijajakan laris manis dan menghasilkan keuntungan yang bisa digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

“Penghasilan yang didapatkan dari berdagang disini sangat menguntungkan sehingga sangat mencukupi kebutuhan kami, dan setiap minggunya kita membayar uang sejumlah Rp 10.000,00 untuk orang asli Margasari, sedangkan orang luar Margasari membayar Rp 20.000,00 untuk membayar tempat dan kebersihan,” ungkap salah satu pedagang.

Saat pertama kali datang di LB pengunjung disuguhkan dengan hiburan berupa band yang disiapkan oleh panitia. Tidak hanya orang tua yang datang, tetapi dari semua kalangan seperti remaja datang ke DPR. Pengunjung kebanyakan datang untuk merefreshkan pikiran yang lelah setelah bekerja selama satu minggu dan juga dapat bertemu teman-teman dan sanak saudara. Para pengunjung mengaku pelayanan para pedagang di DPR sangat baik dan ramah. Salah satu pengunjung juga mengatakan bahwa alasannya memilih DPR sebagai tempat untuk berlibur di akhir pekan adalah karena jaraknya yang dekat dari rumah serta dagangan yang dijual murah di kantong. (*)

Reporter: Farah Ramadhani, Nesya Zahra, Hasbi Aulia Faras

Editor: Hanan Musyaffa

Diposkan pada KREATIVITAS SISWA

Memanfaatkan Barang Bekas, Siswa SMP Negeri 1 Margasari Mendaur Ulang Barang Bekas Menjadi Karya Seni

KARYA SENI – Siswa SMPN 1 Margasari mendaur ulang barang bekas menjadi bunga dari koran, Kamis (27/1). (Foto: rizkyna alinka putri )

Margasari – sekarang banyak barang bekas yang menumpuk dimana-mana yang dapat mencemari lingkungan termasuk di dalamnya adalah kertas, karena kebanyakan masyarakat sekarang selalu menggunakan kertas untuk melakukan hal-hal yang berbau kertas dan tanpa di sadari sampah kertas sudah mencemari lingkungan, oleh sebab itu kita dapat mendaur ulang kertas atau pun membatasi penggunaan kertas.

Kamis (27/1) beberapa anak SMP Negeri 1 Margasari membuat ragam hias dengan memanfaatkan limbah kertas dan mendaur ulang nya menjadi sebuah karya, karya ini lah yang bermanfaat dan berguna, manfaatnya antara lain, mengurangi penumpukan sampah kertas dan bisa bermanfaat bagi anak-anak SMP Negeri 1 Margasari maupun sekolah nya, karya seni ini bisa di buat beraneka ragam hias dan bisa di jual dan uang hasil jualan karya seni tersebut bisa bermanfaat. Lingkungan pun jadi lebih bersih dan sehat.

Bahan yang digunakan yaitu, kertas/koran, lem fox, gunting, piring, dan tusuk sate

Ada pun langkah langkah pembuatannya yaitu, gunting koran berbentuk melingkar lalu tempelkan koran yang sudah di olesi lem ke tusuk sate dan ulangi langkah – langkah ini ; kemudian, cetak koran dengan piring berbentuk bulat; bentuk koran yang sudah di gunting melingkar berbentuk bunga untuk di pasang di tengah; lalu, koran yang sudah di bentuk bunga di tempel ke tusuk sate yang sudah di lapisi koran menggunakan lem fox; setelah itu, gabungkan koran bentuk bunga yang sudah di beri tusuk sate ke koran berbentuk lingkaran yang sudah di tempel koran berbentuk bunga (tanpa tusuk sate). Karya seni bunga dari koran pun sudah jadi.

PRAKTEK – Siswa SMPN 1 Margasari sedang membuat bunga dari koran, Kamis (27/1). (Foto: rizkyna alinka putri )

“Saya bangga kalian bisa melakukan satu praktek yang mudah-mudahan ini bisa bermanfaat untuk khalayak.” Ungkap kepala SMP Negeri 1
Margasari.

Sekarang, masyarakat atau sekolah lainnya juga bisa mengikuti cara dan kreativitas anak anak SMP N 1 Margasari dengan mendaur ulang sampah kertas untuk di jadikan sebuah karya ragam hias. (*)

Reporter: Intan Fajar Gemilang, Sigit Ilmiawan, Ardina Rizkia Ramadhani, Rizkyna Alinka Putri, Vellyta Iken, Wibyan Ikram Wibisono, Ridho Fauzan Prasetio, Julius Dwikurniyanto , Nilna Fauziyah , Sumiyati, Afwan Ari Respati

Editor: Alma Natasya Franceska

Diposkan pada BERITA UTAMA

Derasnya Hujan, Membuat Desa Dukuhtengah, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Banjir!

Banjir – warga desa dukuhtengah bergotong royong membersihkan lumpur di jalan utama pascabanjir surut, Rabu (2/2). (Foto : dok. warga dukuhtengah).

MARGASARI – Selasa, (1/2/2022) warga masyarakat Desa Dukuhtengah, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal dilanda bencana banjir. Puluhan rumah warga di Desa Dukuhtengah terendam banjir hingga setinggi satu setengah meter.

“Banjir mulai masuk ke rumah-rumah warga pada pukul 18.00 WIB,” Ungkap salah satu Relawan yang ikut membantu proses evakuasi korban banjir, Sidiq.

Sidiq mengatakan bahwa, saat terjadi banjir, warga segera mengevakuasi barang-barang yang bisa mereka selamatkan dan menaikannya ke tempat yang lebih tinggi.

Banjir mengakibatkan rusaknya infrastruktur dan beberapa ruas jalan, serta tanaman petani yang ada di sekitar lokasi banjir.

Karena lumpur yang terbawa arus banjir, keadaan jalan sangat licin. Para pengendara motor maupun mobil tampak berhati-hati dalam melintas. Ketua RW 03 Desa Dukuhtengah, Tori, mengatakan bahwa, warga masyarakat desa Dukuhtengah diharapkan bisa bergotong royong untuk membersihkan sisa lumpur tersebut, agar tidak menimbulkan kecelakaan.

Adapun relawan yang ikut membantu membersihkan lumpur di jalan pascabanjir surut di antaranya Ukhuwah Al Fatah Rescue (UAR) Cabang Margasari, Banser, PMI, Petugas Pemadam Kebakaran (DamKar), RT, RW, dan warga masyarakat desa Dukuhtengah.

“Untuk meminimalisir terjadinya banjir, mayarakat pun dihimbau agar tidak membuang sampah di sekitar sungai karena dapat menghambat jalannya air,” ungkap Tori.

“Seharusnya di sebelah kanan kiri jalan utama itu dibuat saluran air, agar aliran air di sungai dapat mengalir lancar dan tidak tersumbat dan akan menyebabkan air masuk ke rumah warga,” tambah Tori.

“Karena di jalan utama, Desa Pakulaut sebelah Utara, dan Dukuh Krajan sudah terdampak oleh banjir, warga berencana membuat pembentengan yang tebal untuk mengurangi dampak banjir. Namun, warga Desa Dukuhtengah takut jika dibuat pembentengan justru akan merusak desa yang ada disekitarnya,” tambah Tori. (*)

Reporter: Firda Tri Rakhmawati, Azulfa Tuzzahro, Dyah Nur Maulida, Aisya Ayurizka Kurnia Putri, Ratu Fatimah,

Editor: Hanan Musyaffa

Diposkan pada BERITA SEKOLAH

Osis Baru, Prokja Baru

OSIS – Pelantikan osis smp negeri 1 margasari masa bakti 2022/2023

Senin, 17 Januari 2022 SMP Negeri 1 Margasari mengadakan apel pagi yang diikuti oleh para guru dan staf tata usaha serta siswa-siswi SMP Negeri 1 Margasari. Apel tersebut dimulai pukul 07.00 sampai dengan 07.30.

Apel Senin ini, dilaksanakan lebih istimewa karena adanya pelantikan anggota OSIS baru masa jabatan 2022/2023.

Satu hari sebelum acara pelantikan, pengurus OSIS lama dan pengurus OSIS baru menjalani latihan untuk apel.

Sebelum para anggota osis baru dilantik, anggota osis lama masa jabatan 2021/2022 melakukan serah terima jabatan (sertijab) pada anggota osis baru dengan menyerahkan bendera OSIS ke ketua OSIS baru masa jabatan 2022/2023.

Setelah selesai sertijab, anggota OSIS baru mengucapkan janji sebagai pengurus OSIS SMP Negeri 1 Margasari yang dipimpin oleh kepala sekolah. Setelah selesai pengucapan janji, dilanjutkan dengan pelantikan anggota kepengurusan OSIS baru masa Jabatan 2022/2023.

Kepala SMP Negeri 1 Margasari, Winarko, berharap OSIS SMP Negeri 1 Margasari dapat melaksanakan tanggung jawabnya dalam memajukan SMP Negeri 1 Margasari dan menjadi teladan yang baik bagi siswa-siswi lain di SMP Negeri 1 Margasari.

Setelah acara apel selesai dan dibubarkan, pengurus OSIS masa jabatan 2022/2023 berkumpul bersama dengan pembina OSIS serta pengurus OSIS lama masa jabatan 2021/2022 untuk perpisahan dan berfoto bersama.

Dalam acara perpisahan itu, pembina OSIS SMP Negeri 1 Margasari, Fasikhatul Azizah menyampaikan harapannya untuk pengurus OSIS baru. “Saya berharap pengurus OSIS baru masa bakti 2022/2023 bisa lebih baik dibandingkan pengurus OSIS yang lama, dan kita (pembina dan pengurus OSIS) dapat bekerja sama untuk memajukan SMP Negeri 1 Margasari,” ujarnya.

Dengan terbentuknya kepengurusan OSIS yang baru, maka terbentuklah kepemimpinan OSIS yang baru, diharapkan pemimpin OSIS yang baru dapat memimpin anggotanya dengan baik dan anggota kepengurusan OSIS yang lainnya dapat bekerja sama dalam membuat program kerja demi meningkatkan prestasi di SMP Negeri 1 Margasari. (*)

Reporter : Firda Tri Rakhmawati, Farah Ramadhani

Editor : Hanan Musyaffa