PRAMUKA – Siswa siswi SMP Negeri 1 Margasari sedang mengikuti seleksi regu inti Pramuka, Sabtu (16/10). (Foto : arrayan)
Margasari, Sabtu (16/10/2021), Ekskul Pramuka SMPN 1 Margasari melaksanakan kegiatan seleksi regu inti. Hal ini dilakukan untuk mengawali kebangkitkan kegiatan Pramuka di SMP Negeri 1 Margasari, setelah lebih dari satu tahun mati suri. Kegiatan seleksi ini, dilaksanakan selama tiga minggu setiap hari Sabtu setelah pembelajaran tatap muka. Alumni regu inti yang terlibat dalam kegiatan seleksi regu inti Pramuka SMP Negeri 1 ada 20 orang. “Adapun materi yang diseleksikan yaitu, morse, sandi, pionering, semapore, dan sejarah kepramukaan,” ujar Alya, salah satu pembimbing seleksi regu inti Pramuka. Menurut Alya, seleksi regu inti ini dilakukan di lapangan atau di kelas tergantung dengan materi yang akan diseleksikan.
Pembina Pramuka SMP Negeri 1 Margasari yaitu, Toridah, Arief, Rina, Agus Umar, dan Irwan Bagus. “Aspek yang dibutuhkan agar terpilih menjadi regu inti Pramuka yaitu, mau belajar, tidak mudah putus asa, berani berbicara dihadapan orang lain, dan berani mencoba hal yang baru,” ungkap Alya.
“Kegiatan seleksi regu inti Pramuka pada hari ini berjalan lancar,”kata Alya. Menurut Alya, alasan alumni regu inti yang menyeleksi calon regu inti Pramuka SMP Negeri 1 Margasari karena, kelas delapan dan kelas sembilan belum mendapatkan materi kepramukaan dan belum mempunyai pengalaman belajar menjadi regu inti Pramuka. Oleh karena itu, pembina meminta bantuan alumni untuk menyeleksi dan memberi materi Pramuka.
Memulai kembali kegiatan kepramukaan disaat pandemi, bukanlah suatu hal yang mudah. Namun, dengan persiapan yang matang Pramuka SMP Negeri 1 Margasari yakin akan meraih kesuksesan di masa depan. Harapan Irwan, Ka Gudep SMP N 1 Margasari bahwa Ekskul Pramuka akan mampu mencetak calon-calon pemimpin yang inovatif dan kreatif sejalan dengan jiwa kepanduan. (*)
TAMPIL - Siswa SMPN 1 Margasari yang tergabung dalam eskrakurikuler seni tari saat mempersembahkan tari untuk lomba. (foto: dok. SMPN 1 Margasari)
PANDEMI bukanlah penghalang untuk menghasilkan sebuah karya. Salah satunya melalui seni tari. Banyak sekali siswa-siswi SMP Negeri 1 Margasari yang mempunyai bakat di bidang tari. Upaya untuk mengembangkan bakatnya yaitu dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni tari di sekolah.
Sebelum adanya pandemi covid-19, kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Margasari dilaksanakan setiap hari Selasa setelah KBM (kegiatan belajar mengajar) dari pukul 14.00-16.00 di ruang multimedia. Ekstrakurikuler seni tari dapat dilakukan di mana pun asalkan ruangan tersebut kosong dan tidak membatasi gerakan, dapat juga di lapangan jika diperlukan praktik. Namun, dengan adanya pandemi covid-19 semua kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Margasari terhenti, termasuk kegiatan ekstrakurikuler seni tari.
“Kalau diizinkan oleh sekolah, dinas, dan tingkat yang lebih tinggi, ekstrakurikuler seni tari akan berjalan kembali semester genap, ” kata pak Arief, saat diwawancarai Rabu(8/9). Pak Arief juga mengatakan bahwa tujuan di adakannya ekstra tari adalah meningkatkan kreativitas siswa-siswi dalam bidang seni tari dan bisa mendalami seni tari ketingkat yang lebih tinggi.
Seni tari di SMP Negeri 1 Margasari banyak memiliki prestasi, di antaranya pada tahun 2018 siswa-siswi SMP Negeri 1 Margasari pernah meraih juara 1 tari dalam kegiatan Jambore cabang Kabupaten Tegal, juara 2 FLS2N, menjuarai lomba cipta karya tari tingkat Kabupaten Tegal, dan akhirnya mewakili Kabupaten Tegal dalam menampilkan tariannya di Solo.
FLS2N – Tim seni tari SMPN 1 Margasari ketika berlaga di FLS2N tingkat Kabupaten Tegal 2019 lalu. (foto: dok. SMPN 1 Margasari)
Salah satu bentuk kreativitas siswa dalam seni tari yaitu bisa mengeksplorasi gerak yang diwujudkan dalam gerak tari. Pak Arief mengatakan bahwa seni tari dapat dijadikan sebuah karya karena di dalam seni tari itu sendiri terdapat nilai estetika, yang artinya nilai keindahan. Setiap nilai keindahan mempunyai poin-poin tertentu yang dituangkan ke dalam sebuah tari.
Membangkitkan kreativitas siswa-siswi dalam seni tari bisa dilakukan dengan berbagai alternatif. Misalnya olah tubuh yang merupakan dasar memancing siswa-siswi untuk berkreasi. Cara menarik simpati siswa-siswi supaya tertarik dengan ekstrakurikuler tari yaitu menampilkan hasil dari pembelajaran ekstrakurikuler seni tari yang berupa tarian di depan siswa-siswi, supaya berminat mengikuti ekstrakurikuler seni tari. Pak Arief berkesimpulan bahwa, berkarya melalui gerakan tari bisa dilakukan di mana pun, dengan siapa pun, dan kapan pun.
Pentingnya seni tari tidak hanya untuk lomba atau kompetisi, tetapi juga dapat mengaktifkan kreativitas siswa-siswi dalam bidang tari, dapat juga mewujudkan mimpi siswa-siswi yang berkeinginan mengikuti lomba seni tari. Ekstrakurikuler seni tari juga penting untuk melestarikan budaya berupa tarian agar tidak mudah ditelan zaman.
Ekstrakurikuler dalam suatu sekolah itu sangat penting karena dapat mengembangkan bakat siswa-siswi di segala bidang yang diinginkan masing-masing. Ekstrakurikuler seni tari juga penting untuk mengembangkan bakat siswa-siswi yang beminat dalam seni tari. Seni tari juga dapat melatih kepercayaan diri siswa-siswi untuk tampil di hadapan orang banyak. Jika di sekolah tidak terdapat ekstrakurikuler seni tari, siswa-siswi yang mempunyai bakat dalam bidang seni tari tidak bisa berkembang dalam lingkungan sekolah.
TAMPIL – Tim tari SMPN 1 Margasari tengah menampilkan salah satu kreasi tari di Jambore Kwarcab Pramuka Kabupaten Tegal 2019 lalu (foto: dok. SMPN 1 Margasari)
Jika di sekolah tidak terdapat ekstrakurikuler seni tari, siswa-siswi yang mempunyai bakat dalam bidang seni tari tidak bisa berkembang dalam lingkungan sekolah. Selain itu, siswa-siswi juga akan kehilangan kesempatan untuk menunjukan potensi mereka. Seni tari juga dapat melatih kepercayaan diri siswa-siswi untuk tampil di hadapan orang banyak.
Pesan dari pak Arief untuk kegiatan ekstrakurikuler seni tari yaitu siswa-siswi agar lebih konsisten dan lebih semangat dalam mengikuti kegiatan ini untuk meningkatkan prestasi siswa-siswi di bidang tari. Selain pesan, ada juga harapan dari pak Arief untuk ekstrakurikuler seni tari agar lebih maju dan berkembang. (*)
Apa kabar? Semoga baik baik aja ya… Kami selaku tim penyusun dari blog ANGKASA mengucapkan syukur Allhamdulillah kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan nikmat-Nya, kami dapat menyelesaikan penyusunan Blog ANGKASA dengan lancar tanpa adanya hambatan apapun. Kali ini kami meluncurkan Blog bernuansa hijau dan semoga dapat memberikan kesan ketenangan bagi pembaca Blog ANGKASA ini bukan hanya tempat penghibur saja melainkan tempat siswa berekspresi, sarana berkomunikasi, media informasi dan tempat pengembangan bakat siswa. Kami berharap, dengan adanya Blog ANGKASA ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan seputar SMP Negeri 1 Margasari. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam peluncuran blog ANGKASA ini. Harapan kami blog ANGKASA ini terbit bukan untuk tenggelam kembali namun terbit untuk memancarkan sinar yang dapat menginspirasi seluruh siswa untuk menuangkan kreativitas dan menumbuhkan jiwa-jiwa inovatif pada diri generasi penerus bangsa. Kami harapkan kritik serta saran dari pembaca demi penyempurnaan blog kami ke generasi berikutnya
Halo semuaaa!!! Bertemu lagi dengan kami, pada kesempatan kali ini, kami akan berbicara tentang alumni SMP Negeri 01 Margasari. Selain kak Salsa, ada juga loh alumni-alumni lain yang mengangkat nama SMP Negeri 01 Margasari diberbagai ajang perlombaan, seperti kak Andin. Siapa sih yang gak kenal kak Andin? pasti banyak yang sudah kenal bukan? Siswi bernama lengkap Andini Salsabila Ismanto Putri ini pernah menjuarai lomba karya ilmiah remaja loh. Dengan pupuk organiknya, dia mampu mengangkat nama SMP Negeri 01 Margasari ditingkat kabupaten atau kota. Selain itu, dia juga aktif dalam kegiatan OSIS di Spensama. Dia juga pernah dicalonkan sebagai ketua OSIS Spensama loh. Hebat bukan? kesan-kesan kak Andin waktu sekolah di SMP Negeri 01 Margasari ada banyak loh, di antaranya adalah senang karena bertemu teman baru, pengalaman yang baru terus banyak, bertemu guru-guru yang baik dan dapat mengerti siswa-siswi nya. Selain pengalaman dan kesan, ada juga pesan dari ka Andin untuk Spensama yaitu lebih memperhatikan kedisiplinan siswa-siswi. Untuk Bapak Ibu guru, kak Andin senang sekali dapat bertemu guru-guru baik yang mengajar sekaligus dapat menjadi seorang sahabat yang dapat memberikan solusi layaknya orang tua, yang dapat di ajak bertukar pikiran juga. Untuk adik-adik kelas Spensama tercinta ini, jaga nama baik sekolah, khususnya di media sosial. Tunjukan bahwa anak Spensama itu benar-benar anak yang berkualitas. Tunjukan bahwa Spensama walaupun di desa tapi tetap bisa. Jangan hanya banyak gaya tapi harus juga bikin karya. Jangan sombong, tetap semangat belajar, jaga juga sopan santun sama guru,dan Kakak kelas juga. Jangan lupa 5S. Pesan untuk kelas 9 “Jangan jadikan ujian sebuah hal yang menakutkan, tapi jadikan itu untuk pacuan agar lebih semangat belajar”. Motivasi kak Andin semangat belajar karena kak Andin sadar masih bodoh. Jadikan motivasi tersebut sebagai pandangan untuk kita berpikir lebih dewasa ya kawan-kawan.
Dalam menyambut hari raya idhul adha, umat islam di wajibkan untuk berkurban bagi mereka yang mampu. Allah SWT. Berfirman pada al-quran surat al-kautsar ayat 2 “maka shalatlah untuk RABBMU sembelihlah hewan.” (Q.S. AL-Kautsar/108:2). Sesuai dengan firman tersebut umat islam diwajibkan bagi yang mampu untuk berkurban dengan niat dan ikhlas. Pada hari Senin, 12 Agustus 2019 (10 Dzulhijjah 1440) SMP NEGERI 01 MARGASARI mengadakan acara penyembelihan hewan qurban. Sebelum itu di adakannya MPK (musyawarah perwakilan kelas). MPK bertujuan untuk memberitahukan informasi penting tentang acara yang akan diselenggarakan oleh sekolah. MPK beranggotakan pengurus kelas (ketua kelas, dan bendahara tapi bisa juga sekretaris), dan pengurus OSIS. Acara MPK dipimpin oleh ibu Sri Yuniasih S.Pd selaku guru agama di SMP NEGERI 01 MARGASARI. Hasil dari MPK tersebut nantinya akan di sampaikan oleh pengurus kelas di kelasnya masing-masing. Dalam hal tersebut, ibu Sri Yuniasih S.Pd menyampaikan maksud diadakannya penyembelihan hewan qurban di sekolah. Beliau menyampaikan bahwa proses penyembelihan hewan qurban tersebut di tujukan kepada seluruh peserta didik SPENSAMA dalam rangka pembelajaran. Penyembelihan tersebut dapat berguna untuk melaksanakan dan mempraktikan bagaimana proses penyembelihan hewan qurban dari awal hingga akhir, pada saat kelak kita dewasa nanti jika kita akan berqurban. Lalu ibu Sri Yuniasih menyampaikan laporan tentang penyembelihan hewan qurban SMP NEGERI 01 MARGASARI. Pada acara ini hewan qurban yang disembelih adalah seekor sapi. Hewan qurban berupa sapi merupakan sumbangan dari sodakoh peserta didik dan guru-guru. Setelah ibu Yuni menyampaikan laporan penyembelihan hewan qurban beliau menyampaikan latar belakang diadakannya penyembelihan hewan pada saat Hari Raya Idhul Adha. Berlatar belakang pada saat Allah SWT. memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail, walaupun pada saat itu Allah sedang menguji keimanan Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim yang sangat menuruti perintah Allah SWT. akhirnya menuruti perintah tersebut. Nabi Ismail pun juga menuruti perintah Allah SWT. tersebut, dengan ikhlas Nabi Ismail bersedia untuk disembelih oleh ayahnya. Namun pada saat akan menyembelih anaknya, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menggantikan Nabi Ismail dengan seekor hewan qurban untuk disembelih, pada saat itu hewan qurban yang diturunkan Allah SWT. dari surga akhirnya disembelih oleh Nabi Ibrahim. Dengan peristiwa ini, allah swt mewajibkan kepada seluruh umat islam yang mampu untuk menyembelih hewan qurban pada tanggal 10 hingga 12 dzulhijjah atau biasa disebut hari raya idul adha. Pada tanggal tersebut bertepatan pada hari tasrik namun pada tanggal 10 dzulhijjah disebut hari akhir, allah mengharamkan kepada seluruh umat islam yang sedang berpuasa, jadi pada hari itu kita tidak boleh berpuasa. Setelah itu ibu Yuni menyampaikan berqurban dengan baik dan benar sesuai syariat islam. Selanjutnya kepala sekolah bapak Nursalim S.Pd M.Pd memberikan arahan untuk menyaksikan proses penyembelihan. Namun hal buruk terjadi sapi yang akan disembelih lepas dari ikatan nya lalu masuk ke dalam SD NEGERI 3 MARGASARI. Letak SD tersebut berada disamping sekolah kami. Pada akhirnya kami pun tidak menyaksikan proses penyembelihan karena mengantisipasi supaya sapi itu tidak depresi lagi melihat banyak kerumunan orang. Pada proses penyembelihan hewan kurban, penyembelihan dilakukan oleh orang yang menyembelih di bantu oleh pengurus OSIS, beberapa siswa Spensama serta guru guru dan staf tata usaha. Proses pertama dalam menyembelih hewan kurban adalah menyiapkan peralatan untuk menyembelih dan memotong hewan kurban yang hendak disembelih, tentunya disiapkan hewan kurban. Lalu dibuatkan lubang untuk pada saat leher hewan disembelih darah yang keluar, langsung dialihkan masuk kedalam lubang tersebut. Kemudian hewan kurban disembelih sesuai syariat islam. Setelah disembelih, hewan kurban yang sudah disembelih kemudian dikuliti. Jika sudah dikuliti hewan kurban dipotong potong menjadi bagian bagian kecil. Kemudian dikemas menggunakan plastik. Hasilnya berupa 350 bungkus daging sapi. Setiap bungkus nya adalah setengah KG dengan jumlah penerima 350 orang. Penerima terdiri dari peserta didik (yang berhak menerima) dengan jumlah 150 bungkus, warga sekitar dengan jumlah 150 bungkus, dan sisanya yang membantu proses penyembelihan.
Hallo semua !!!!!!! Apa kabar? semoga sehat-sehat saja, oh iya kalian kenal Kak Bayu tidak? siapa sih yang tidak kenal sama Kak Bayu, siswa yang memiliki nama lengkap Putra Bayu Pratama ini lahir pada 27 April 2005, putra pertama dari pasangan Bapak Amirudin Basori dan Ibu Zulhijjah. Kal Bayu tinggal di Desa Karangdawa atau lebih tepatnya Dukuh Kedawung Rt 02 Rw 07. Saat ini Kak Bayu duduk di kelas IX D SMP Negeri 01 Margasari. Eh, teman-teman tahu tidak? siswa berpenampilan cool ini adalah ketua OSIS lho! selain itu Kak Bayu juga anggota pratama Pramuka, dan Paskibra di Spensama hebat bukan? Oh iya Kak Bayu juga mempunyai hobi bersepeda dan berorganisasi. Namun meski untuk menyalurkan hobi itu cukup menyita tenaga dan pikiran loh, bukan berarti Kak Bayu mengabaikan kewajibannya sebagai seorang pelajar. Hal ini terbukti dari berbagai prestasi yang Kak Bayu miliki, yaitu pernah meraih Juara Umum Jambore Ranting ke-XIII dan Juara harapan 2 Lomba Karya Ilmiah Remaja. Sebagai remaja, dia juga tak pernah meninggalkan sholat lima waktu, benar-benar seorang calon imam yang ideal, penampilan menarik, berprestasi, dan taat beribadah. Dalam manjalani hidup dia memiliki beberapa prinsip yaitu: 1. Teruslah berusaha menebarkan kebaikan walaupun kau tak sebaik kebaikan yang kau tebarkan, setidaknya kau penyebab orang lain berubah, 2. Jangan katakan “Tidak Bisa” sebelum mencoban dan 3. Jangan salahkan waktu yang cepat berlalu, tapi salahkan lah dirimu yang terlambat melakukan sesuatu. Dari prinsip hidupnya ini, semakin menunjukkan bahwa Kak Bayu sebagai pribadi yang menonjol.
Bullying adalah suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan dengan cara menyakiti dalam bentuk fisik, verbal, emosional atau psikologis oleh seseorang atau kelompok yang merasa lebih kuat kepada korban yang lebih lemah baik fisik ataupun mental secara berulang-ulang tanpa ada perlawanan dari korban dengan tujuan membuat korban menderita. Istilah bullying berasal dari bahasa Inggris ,yaitu “bull” yang berarti banteng. Secara etimologi kata “bully” berarti penggertak, orang yang mengganggu yang lemah. Bullying dalam bahasa Indonesia disebut “menyakat” yang artinya mengganggu ,mengusik,dan merintangi orang lain. Perilaku bullying melibatkan kekuatan dan kekuasaan yang tidak seimbang, sehingga korbannya berada dalam keadaan tidak mampu mempertahankan diri secara efektif untuk melawan tindakan negatif yang diterimanya. Bullying memiliki pengaruh secara jangka panjang dan jangka pendek terhadap korban bullying. Pengaruh jangka pendek yang ditimbulkan akibat perilaku bullying adalah depresi karena mengalami penindasan, menurunnya minat untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah yang diberikan oleh guru,dan menurunnya minat untuk mengikuti kegiatan sekolah. Sedangkan akibat yang ditimbulkan dalam jangka panjang dari penindasan ini seperti mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan baik terhadap lawan jenis, selalu memiliki kecemasan akan mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari teman teman sebayanya.
Jenis dan Bentuk Bullying Menurut Coloroso(2006),perilaku bullying dapat dikelompokkan menjadi empat bentuk,yaitu:
A. Bullying secara verbal Bullying dalam bentuk verbal adalah bullying yang paling sering dan mudah dilakukan. Bullying ini biasanya menjadi awal dari perilaku bullying yang lainnya serta dapat menjadi langkah pertama menuju pada kekerasan yang lebih lanjut. Contoh bullying secara verbal antara lain: julukan nama, celaan, fitnah, kritikan kejam, penghinaan, pernyataan-pernyataan pelecehan seksual, teror, surat-surat yang mengintimidasi, tuduhan-tuduhan yang tidak benar kasak-kusuk yang keji dan keliru, gosip, dan sebagainya.
B. Bullying secara fisik Bullying ini paling tampak dan mudah untuk di identifikasi, namun kejadian bullying secara fisik tidak sebanyak bullying dalam bentuk lain. Remaja yang secara teratur melakukan bullying dalam bentuk fisik kerap merupakan remaja yang paling bermasalah dan cenderung akan beralih pada tindakan-tindakan kriminal yang lebih lanjut. Contoh bullying secara fisik adalah: memukuli, menendang, menampar, mencekik, menggigit, mencakar, meludahi, dan merusak serta menghancurkan barang-barang milik anak yang tertindas, dan lain-lain.
C. Bullying secara relasional Bullying secara relasional dilakukan dengan memutuskan relasi hubungan sosial seseorang dengan tujuan pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan atau penghindaran. Bullying dalam bentuk ini paling sulit dideteksi dari luar. Contoh bullying secara relasional adalah perilaku atau sikap-sikap yang tersembunyi seperti pandanganya ngagresif, lirikan mata, helaan nafas, cibiran, tawa mengejek, dan bahasa tubuh yang mengejek.
D. Bullying elektronik Bullying elektronik merupakan bentuk perilaku bullying yang dilakukan pelakunya melalui sarana elektronik seperti komputer, handphone, internet, website, chattingroom, e-mail, SMS dan sebagainya. Biasanya ditujukan untuk meneror korban dengan menggunakan tulisan, animasi, gambar dan rekaman video atau film yang sifatnya mengintimidasi, menyakiti atau menyudutkan.
Ciri Pelaku dan Korban Bullying Ciri-ciri pelaku bullying adalah memiliki kekuasaan yang lebih tinggi sehingga pelaku dapat mengatur orang lain yang dianggap lebih rendah. Menurut Astuti(2008), ciri-ciri pelaku bullying antaralain sebagai berikut: Hidup berkelompok dan menguasai kehidupan sosial siswa di sekolah. Menempatkan diri ditempat tertentu di sekolah atau sekitarnya merupakan tokoh populer disekolah. Gerak-geriknya sering kali dapat ditandai, yaitu sering berjalan di depan, sengaja menabrak, berkata kasar, menyepelekan atau melecehkan. Sedangkan menurut Susanto(2010), ciri-ciri korban bullying antara lain adalah sebagai berikut: Secara akademis, korban terlihat lebih tidak cerdas dari orang yang tidak menjadi korban atau sebaliknya. Secara sosial, korban terlihat lebih memiliki hubungan yang erat dengan orangtua mereka. Secara mental atau perasaan, korban melihat diri mereka sendiri sebagai orang yang bodoh dan tidak berharga. Kepercayaan diri mereka rendah dan tingkat kecemasan sosial mereka tinggi. Secara fisik, korban adalah orang yang lemah, korban laki-laki lebih sering mendapatsi ksaan secara langsung, misalnya bullying fisik. Dibandingkan korban laki-laki, korban perempuan lebih sering mendapat siksaan secara tidak langsung misalnya melalui kata-kata atau bullying verbal. Secara antar perorangan, walaupun korban sangat menginginkan penerimaan secara sosial, mereka jarang sekali untuk memulai kegiatan-kegiatan yang menjurus kearah sosial. Anak korban bullying kurang diperhatikan oleh pembina, karena korban tidak bersikap aktif dalam sebuah aktivitas. Contoh ilustrasi bullying
Sintren (Lais) adalan kesenian tari tradisional masyarakat Jawa, khususnya di Cirebon. Kesenian ini terkenal di Pesisir Utara Jawa Barat dan Jawa Tengah, antara lain di Indramayu, Cirebon, Majalengka, Jatibarang, Brebes, Pemalang, Tegal, Banyumas, Kuningan, dan Pekalongan. Kesenian Sintren dikenal sebagai tarian dengan aroma mistis atau magis yang bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dengan Sulandono.
Kesenian Sintren berasal dari kisah Sulandono sebagai putra Ki Bahurekso Bupati Kendal yang pertama hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari yang dijuluki Dewi Lanjar. Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih seorang putri dari Desa Kalisalak, namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Ki Bahurekso, akhirnya R. Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari. Meskipun demikian pertemuan di antara keduanya masih terus berlangsung melalui alam gaib.
Pertemuan tersebut diatur oleh Dewi Rantamsari yang memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih, pada saat itu pula R. Sulandono yang sedang bertapa dipanggil oleh roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan di antara Sulasih dan R. Sulandono. Sejak saat itu setiap diadakan pertunjukan sintren sang penari pasti dimasuki roh bidadari oleh pawangnya, dengan catatan bahwa hal tersebut dilakukan apabila sang penari masih dalam keadaan suci (perawan). Sintren juga mempunyai keunikan tersendiri yaitu terlihat dari panggung alat-alat musiknya yang terbuat dari tembikar atau gembyung dan kipas dari bambu yang ketika ditabuh dengan cara tertentu menimbulkan suara yang khas.
Sintren diperankan seorang gadis yang masih suci, dibantu oleh pawang dengan diiringi gending 6 orang. Gadis tersebut dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang berselebung kain. Pawang atau dalang kemudian berjalan memutari kurungan ayam itu sembari merapalkan mantra memanggil roh Dewi Lanjar. Jika pemanggilan roh Dewi Lanjar berhasil, maka ketika kurungan dibuka, sang gadis tersebut sudah terlepas dari ikatan dan berdandan cantik, lalu menari diiringi gending.
Spensama merupakan salah satu SMP Negeri yang ada di Kab.Tegal tepatnya ada di Kec.Margasari jln.Lapangan Timur. Spensama atau yang dikenal SMP Negeri 01 Margasari memiliki banyak sekali ekstrakulikuler salah satunya Jurnalistik. Pada tahun lalu Jurnalistik di SMP Negeri 01 Margasari tidak terlalu berjalan. Selain karena adanya benturan dengan eskul-eskul yang lain siswa-siswi SMP Negeri 01 Margasari juga kurang berminat mengikuti Jurnalistik. Banyak dari mereka yang menganggap Jurnalistik itu membosankan karena akan banyak membuat karya sastra serta banyak membaca tetapi, pada tahun ini bersama siswa-siswi SMP Negeri 01 Margasari kita akan membangun kembali Jurnalistik SMP Negeri 01 Margasari agar bisa menjadi esktrakulikuler yang menyenangkan dan banyak yang diminati. Sangat disayangkan kebanyakan dari siswa-siswi SMP Negeri 01 Margasari memiliki minat membaca dan nulis yang sangat rendah. Padahal membaca adalah sesuatu yang bisa kita lakukan di mana saja dan kapan saja kita mau.
Dalam praktik Jurnalistik, bagian yang paling diupayakan oleh seseorang penulis adalah membuat pembaca mengerti dari berita yang ditulisinya. Hal itu merupakan garis besar untuk nilai berita yang seperti yang dikatakan Kris Budiman, terdapat beberapa point yang mengangkat nilai suatu berita, yaitu mencangkup kejelasan tujuan: Berdasarkan fakta dan tidak memihak. Sikap penulis harus netral dalam memberitakan bukan memperjuangkan kepentingan seseorang atau suatu kelompok. Aktual: terbaru atau belum “Basi.” Luar biasa: besar, aneh, janggal, tidak umum. Masyarakat pada umumnya tertarik pada pemberitaan yang luar biasa.
Penting: Pengaruh atau dampaknya bagi orang banyak, menyangkut orang penting atau terkenal. Pemberitaan seperti ini tentunya akan banyak yang membaca karna berita menyangkut seorang tokoh publik. Jarak: familiaritas,kedekatan (geografis,kultural,psikologis).
Panji Pangestu seorang CEO besar di perusahan ternama di Indonesia. Pemuda sukses yang penuh akan perjuangan. Panji meniti karirnya dari nol. Dibalik kesuksesannya banyak perjuangan yang penuh medan terjang. Panji bukanlah anak yang terlahir dari orang kaya melainkan hanya terlahir dari keluarga miskin yang penuh akan kekurangan.
Dulu ia hanya orang miskin yang untuk makan saja ia kekurangan jangankan untuk kebutuhan lainnya. Panji harus rela mengkorbankan sekolahnya demi membantu orang tuanya. Padahal ia sangat ingin sekali bersekolah namun apalah daya Panji.
Panji selalu bekerja keras untuk dapat melanjutkan pendidikannya. Ia bekerja dari siang hingga malam setelah itu ia belajar tanpa henti, Panji selalu bekerja dan belajar. Tidak lupa Panji selalu memohon do’a kepada Allah. Awalnya orang tua Panji tidak mendukung, namun lama kelamaan orang tua Panji mendukung Panji.
Berkat kerja kerasnya Panji dapat melanjutkan sekolahnya. Panji selalu mendapatkan peringkat pertama di kelasnya. Hingga ia mendapatkan beasiswa di perguruan tinggi di luar negeri. Awalnya Panji tidak jadi berangkat ke luar negeri untuk melanjutkan sekolahnya dikarenakan Panji tidak mempunyai uang untuk biaya berangkat. Namun orang tua Panji mengusahakan agar mendapatkan uang sehingga Panji dapat pergi ke luar negeri untuk melanjutkan sekolahnya dan saat ini Panji menjadi orang yang sukses.
“REKASA DISIT NEMBE SENENG ☺”
Karya : Talista Resta Hakiki 9e & Suci Navita Ayu 9e