BLOG FEED

Diposkan pada SASTRA

My Story In Java Park

Di malam Minggu Namira pergi menuju Java Park bersama Abian kekasih nya itu.
Dia terlihat sangat bahagia karena sudah lama sekali mereka tidak pergi keluar bersama. Yah bisa dibilang mereka berhubungan jarak jauh. Merasa sudah rapih dan tampil pede didepan Abian, Namira keluar dari kamar dan menghampiri kekasihnya yang sudah menunggu di depan rumah.

“Udah selesai?”tanya Abian

“Udah kok, yuk berangkat”ajak Namira

Abian mengangguk dan berjalan menuju motornya itu. Tidak ingin kekasihnya itu cedera, Abian menyerahkan helm yang dia bawa untuk Namira.

“Nih helm nya” ucap Abian sambil menyerahkan helmnya kepada Namira. Namira mengangguk dan menerima helm tersebut. Merasa Namira sudah duduk di jok bagian belakang motornya, langsung saja Abian menyalakan motornya agar tidak memakan waktu lama.

*SKIP SAMPAI TEMPAT TUJUAN

Sesampainya di tempat tujuan, Abian langsung memarkir kan motornya itu.

“Mir lu mau main apa dulu nih?” tanya Abian.
” Keliling aja dulu”,jawab Namira.
” Oh ya udah yuk “, ajak Abian.

SKIP ABIAN DAN NAMIRA KELILING WAHANA JAVA PARK

setelah mereka lelah berkeliling akhirnya mereka beristirahat di sebuah tempat duduk.

” Bi selfi yuk “, ajak Namira
” Yuk, pake hp gw aja ya? “, Jawab Abian sembari mengeluarkan hpnya.

Namun, saat melihat hasil fotonya, mereka di kejutkan oleh bayangan tangan seseorang yang sedang merangkul Namira.

” Loh ini apa? ” Namira merasa heran saat dirinya mengzoom foto tersebut. Abian pun bingung dan langsung mengecek kebelakang, namun setelah dilihat tidak ada siapa pun. Tetapi mereka tidak mempedulikannya dan langsung melanjutkan acara jalan-jalannya itu. Namun disela-sela perjalanan mengelilingi tempat wahana tersebut, Namira ingin sekali ke toilet dan meminta Abian untuk mengantarkan nya.

“Eh gua mau ke toilet, anterin yaa?”

“Hm iya gua anter, apa sih yang ngga buat kamu hahaha”

“BUAYA”

*SKIP SAMPAI KAMAR MANDI

“Lu tunggu disini aja ya, soalnya kamar mandi cewe”

“Tentu saya menunggu disini mana mungkin saya masuk”

“Kan barangkali dih”

“Hadehh, sudah cepat sana”

“iyaya”

Saat sedang cuci muka di toilet tiba-tiba ada suara keran air yang menyala, lalu Namira mengecek ke bilik-bilik kamar mandi lainnya tapi tidak ada kran air yang menyala. Tetapi Namira tidak terlalu memperdulikan nya dan melanjutkan mencuci mukanya yang tertunda. Saat sedang melihat ke arah kaca, Namira melihat sosok bayangan di belakangnya, dan Namira pun langsung menoleh ke belakang.

” Loh, kok ngga ada siapa-siapa? Perasaan tadi ada deh”, gumam Namira. Disitu perasaan Namira sudah mulai tidak enak, lantas ia pun langsung lari terbirit-birit keluar dari kamar mandi menemui kekasihnya, Abian.

” Bi tadi pas gw lagi cuci muka, ada sesuatu yang aneh tau “, jelas Namira dengan nafas terengah-engah

“Lu kenapa Mir? Kok mukanya pucat? Terus keliatan habis dikejar kejar setan lagi. Bisa cerita kronologi nya?” Dan pada akhirnya Namira menjelaskan secara rinci apa yang sedang terjadi padanya tadi.

“Oalah, positif thinking aja Mir ngga usah mikir yang aneh-aneh ok?”

“Tapi kan?”

“Apa? Udah lupakan aja sekarang kita beli minum dulu buat nenangin kamu ok?”

“Hm iya” Akhirnya mereka berdua keluar dari toilet dan melupakan kejadian yang tadi.

Saat keluar toilet, kebetulan sekali disekitaran toilet terdapat outlet penjualan minum dan disitu juga menjual jus stroberi kesukaan Namira.

“Mir liat deh, disitu ada outlet penjualan minum terus ada jus stroberi kesukaan mu. Mau beli itu ngga? Kalo iya nanti kita beli”

“Mau banget ihhh ayo beli biannn”

“Hahaha gemes, iyaya nanti kita beli jus nya ok”

“Ok hihi”

  • SKIP SAMPE OUTLET

“Permisi”ucap Abian

“Ya”ucap penjual

Penjual minuman itu tetlihat sangat pucat, sepertinya sudah agak berumur.

“Beli jus, lu maunya rasa apa?”

“Strobery aja”

“Jus yang rasa stobery nya 2 mbak “

Penjual itu segera membuat pesanan Abian, setelah jadi penjual itu memberikan pesanan Abian, lalu Abian membayarnya.

Abian dan Namira pegi dari toko tersebut. Saat sudah berjalan agak jauh, Abian merasa ada yang aneh, lalu menengok ke belakang, seketika Abian kaget karena si penjual itu tak ada, hanya ada toko yang telah tutup.

“Kok penjualnya hilang”kaget Abian

Namira yang mendengar ucapan Abian pun menengok kebelakang, seketika Namira sama kagetnya dengan Abian, karena memang penjualnya menghilang.

“Hah kemana tuh penjual?”tanya Namira entah pada siapa

Namira melanjutkan minumnya, namun rasanya agak aneh seperti amis amis gimana, rasa stroberynya memang masih ada, tapi rasanya berubah agak amis. Seperti Darah.

“Kok rasanya jadi aneh”
Karena merasa aneh Namira membuang minumannya, Abian hanya membiarkannya.

Mereka melanjutkan berkeliling Java Park. Selama berkeliling Namira merasa seperti ada yang mengikuti, tapi setiap Namira menengok ke belakang dia tidak menemukan apapun, Namira pun merasa itu tak terlalu mengganggu akhirnya tidak menghiraukannya, dan melanjutkan berkeliling.

Setelah merasa capek berkeliling Java Park Abian dan Namira akhirnya memilih pulang. Abian mengantarkan Namira pulang ke kost-an nya, Namira memilih nge-kost karena ingin mandiri.

*Sesampainya di kosan Namira.

“Udah sana masuk tidur, pasti capek”ucap Abian, setelah melihat anggukan Namira , Abian melaju pergi dengan motornya.

Setelah motor Abian tak terlihat, Namira memasuki kost-an nya, lalu membersihkan diri, saat Namira sedang menyisir rambut di depan kaca,Narima di buat bingung karena jendela kamar kost-an nya ada yang mengetuk.

Namira menghentikan kegiatan menyisir rambutnya, lalu ia menoleh ke belakang sambil berfikir

” Siapa sih yang ketuk-ketuk, ganggu aja deh,”gerutu Namira.

Namun, Namira tidak terlalu memikirkan hal tersebut
dan langsung beranjak ke tempat tidur. Tak lama kemudian, Namira dikejutkan dengan rintihan seorang perempuan. Namira yang mulai merasa ada hal aneh memutuskan pergi keluar untuk mengecek keadaan di luar. Tetapi saat Namira sudah berada di luar, Namira tidak menemukan apapun di luar sana. Tidak ada seseorang ataupun yang lain.

Saat masuk kembali ke kost-annya, Namira kehilangan kesadaran disebabkan hantu Tima merasuki tubuhnya.
Tima mulai menangis tertawa dan marah-marah, lalu tetangga kost-annya merasa terganggu karena Tima merasuki tubuh Namira dan mereka pun langsung memanggil dukun untuk membantu mengeluarkan Tima dari tubuh Namira.

” Kamu siapa?,” tanya Nyi Pati
” Saya Tima, mau apa kamu?,” jawab Tima sambil terus ngamuk-ngamuk
” Keluar dari tubuh ini!,” printah Nyi Pati
” Tidak akan pernah,hahahaha,” jawab Tima bak iblis neraka

Tak lama kemudian, Abian pun datang karena ada tetangga kost-an Namira yang menelepon Abian.

” Hey Namira kamu kenapa?,” tanya Abian kepada Namira sambil memeluk nya.

” Saya bukan Namira! Saya Tima,hahahaha,” Tima sambil terus tertawa terbahak-bahak.
Tiba-tiba Tima melepas pelukan Abian dan berjalan keluar kost-an menuju wahana Java Park ( kebetulan kost-an Namira di tengah kota, otomatis dekat dengan wahana Java Park)

” Hey kamu mau ke mana?,” tanya Abian sambil terus berlari mengejar Tima yang terus berlari menuju wahana Java Park.
Dan sampai akhir nya Tima berhenti di wahana komidi putar.

” Hey kenapa kamu berhenti di sini?,” heran Nyi Pati.
Namun Tima tidak menggubris nya,ia hanya memandangi papan yang bertuliskan ” KOMIDI PUTAR” dan tiba-tiba Tima menangis tersedu-sedu.

” Sekarang kamu jawab, kenapa kamu terus memandangi papan ini dan kenapa tiba-tiba kamu menangis seperti ini? Ada apa sebenarnya?,” tanya Abian sambil terus berusaha menenangkan Tima supaya berhenti menangis.

Tima yang sudah tenang menjawab pertanyaan Abian, “Di bawah sana ada mayatku yang dibunuh oleh pria seumuran denganmu, dia memakai jaket dan topi hitam serta menggunakan masker. Badannya lebih besar darimu. Dia memukulku dari belakang menggunakan balok kayu. Lalu dia memasukkan ku dalam sebuah karung dan menguburkanku di sini. Aku mohon kuburkanlah mayatku dengan layak dan hukumlah orang yang sudah membunuhku. Aku merasukinya hanya untuk memberi tahu keinginanku dan juga peristiwa pembunuhanku.”

“Baiklah kami akan memenuhi keinginanmu itu. Jadi, aku mohon keluarlah dari tubuh Namira. Kau mempercayai kami bukan?” ucap ustadz Udin sembari meyakinkan Tima untuk keluar dari tubuh Namira.

Tima pun mengiyakan pernyataan ustadz Udin dan keluar dari tubuh Namira. Tubuh Namira yang masih lemas ditangkap oleh Abian dengan sigap.

“Apakah kau baik-baik saja mir?”
“Aku masih agak pusing. Apakah kau bisa memberiku minum bi..”
“Oke”

Disaat semua orang sedang menggali kuburan Tima, Abian sibuk menjaga Namira yang tubuhnya masih lemas.

” Kamu udah enakan belum?,” tanya Abian sambil merangkul Namira

” Udah ko bi,” Namira sambil tersenyum

  • SKIP KEESOKAN HARINYA

” Lebih baik kita lapor polisi aja deh,” ujar Abian
” Lah eman0MYg ada apa bi?,” tanya Namira dengan wajah bingung nya.
” Itu loh tentang kejadian kemarin,” Abian sambil menikmati sebatang rokok.
” Yang mana?,” Namira dengan wajah yang masih bingung
” ASTAGHFIRULLAH NAMIRA, itu loh yang tentang si Tima,” terang Abian sambil menoyor Namira
” Ohhh yang itu,” jawab Namira sambil mengelus-elus kepalanya
” Iya Namira kuuu,” Abian sambil mencubit kedua pipi Namira karena gemas
” Ihhh sakit tau,” Namira sambil memasang wajah murung
” Iya iya maap, abisnya kamu lucu banget kek bocil,” ujar Abian sambil terus memandangi wajah imut Namira
” Pacar siapa dulu,” sombong Namira
” Pacar akulahhh,” jawab Abian sambil kembali mencubit kedua pipi Namira
” Ihhhhh sakit tau,” murung Namira sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan tak lupa memajukan bibirnya
” Makanya kamu jangan imut imut,” Abian sambil menoel dagu Namira
” Oke oke back to topic,” ujar Abian berusaha mengalihkan pembicaraan supaya Namira tak lagi murung
” oke,” jawab Namira
” Jadi gimana menurut kamu?,” tanya Abian mencoba untuk serius
” Ya kata aku sih lebih baik kita lapor polisi aja biar pelakunya dapet balasan yang setimpal,” ujar Namira

Namira dan Abian pun pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kasus pembunuhan yang di lakukan seseorang. Abian memarkirkan motornya di depan kantor polisi, Namira turun dari motor Abian.

“Yuk masuk”

Mereka masuk kedalam kantor polisi, menghampiri meja untuk melapor.

“Selamat siang pak”ucap Abian.
“Siang, ada yang bisa kami bantu”polisi tersebut menjawab.
“Kami ingin melaporkan kasus pembunuhan pak, pembunuhan ini terjadi 5 tahun yang lalu , terjadi di Java Park”
“Pelaku pembunuhannya apakah sudah di temukan?”
“Belum pak, pelaku pembunuhan tersebut memiliki ciri ciri memakai jaket dan topi hitam serta menggunakan masker. Badannya lebih besar dari saya,”terang Abian
“Oke terimakasih informasinya, akan segera kami proses,” jawab Polisi tersebut

Polisi itu berdiri, Abian mengikuti polisi itu, lalu mereka berdua berjabat tangan. Setelah melapor, Abian dan Namira keluar dari kantor polisi menuju parkiran untuk segeranl pulang.

Abian dan Namira tidak langsung pulang ke kost-an Namira, tetapi mereka mampir terlebih dahulu ke taman. Duduk di kursi taman, di bawah pohon, menikmati pemandangan taman tersebut.

“Akhirnya, kasus pembunuhan ini selesai”Abian
“Ya”

Namira bersandar di pundak Abian menikmati angin yang sejuk.

Diposkan pada BERITA SEKOLAH

Berita Covid Meredup Ekskul Pramuka SMP negeri 1 Margasari Adakan Seleksi Regu Inti

PRAMUKA – Siswa siswi SMP Negeri 1 Margasari sedang mengikuti seleksi regu inti Pramuka, Sabtu (16/10). (Foto : arrayan)

Margasari, Sabtu (16/10/2021), Ekskul Pramuka SMPN 1 Margasari melaksanakan kegiatan seleksi regu inti. Hal ini dilakukan untuk mengawali kebangkitkan kegiatan Pramuka di SMP Negeri 1 Margasari, setelah lebih dari satu tahun mati suri. Kegiatan seleksi ini, dilaksanakan selama tiga minggu setiap hari Sabtu setelah pembelajaran tatap muka. Alumni regu inti yang terlibat dalam kegiatan seleksi regu inti Pramuka SMP Negeri 1 ada 20 orang. “Adapun materi yang diseleksikan yaitu, morse, sandi, pionering, semapore, dan sejarah kepramukaan,” ujar Alya, salah satu pembimbing seleksi regu inti Pramuka. Menurut Alya, seleksi regu inti ini dilakukan di lapangan atau di kelas tergantung dengan materi yang akan diseleksikan.

Pembina Pramuka SMP Negeri 1 Margasari yaitu, Toridah, Arief, Rina, Agus Umar, dan Irwan Bagus. “Aspek yang dibutuhkan agar terpilih menjadi regu inti Pramuka yaitu, mau belajar, tidak mudah putus asa, berani berbicara dihadapan orang lain, dan berani mencoba hal yang baru,” ungkap Alya.

“Kegiatan seleksi regu inti Pramuka pada hari ini berjalan lancar,”kata Alya. Menurut Alya, alasan alumni regu inti yang menyeleksi calon regu inti Pramuka SMP Negeri 1 Margasari karena, kelas delapan dan kelas sembilan belum mendapatkan materi kepramukaan dan belum mempunyai pengalaman belajar menjadi regu inti Pramuka. Oleh karena itu, pembina meminta bantuan alumni untuk menyeleksi dan memberi materi Pramuka.

Memulai kembali kegiatan kepramukaan disaat pandemi, bukanlah suatu hal yang mudah. Namun, dengan persiapan yang matang Pramuka SMP Negeri 1 Margasari yakin akan meraih kesuksesan di masa depan. Harapan Irwan, Ka Gudep SMP N 1 Margasari bahwa Ekskul Pramuka akan mampu mencetak calon-calon pemimpin yang inovatif dan kreatif sejalan dengan jiwa kepanduan. (*)

Reporter: Farah Ramadhani Gunawan, Intan Fajar Gemilang, Davina Septiani, Hanan Musyaffa

Editor: Firda Tri Rakhmawati, Farah Ramadhani Gunawan

Diposkan pada KREATIVITAS SISWA

Kurangi Bergaya, Mulailah Berkarya

MENGGAMBAR – Salah seorang siswa SMPN 1 Margasari, Firmansyah Famungkas mengikuti MAPSI Menggambar di tingkat Kabupaten Tegal, Senin (6/9) lalu. (foto: dok. pribadi)

DI situasi seperti sekarang, kita diimbau untuk mengurangi mobilitas di luar rumah. Sebaiknya kita mengisi waktu luang dengan mengasah kreativitas dan bakat kita dengan berkarya meskipun di dalam rumah. Berkarya juga tidak dilakukan di dalam rumah, tetapi juga bisa dilakukan di lingkungan sekolah.

Maka dari itu, sekolah dituntut untuk dapat menumbuhkembangkan kreativitas siswa. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pun senantiasa berupaya untuk memotivasi sekolah dalam mengembangkan kreativitas siswa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan ajang kompetisi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Seni Islami (MAPSI) tingkat Kabupaten.

Meski ditengah pandemi, Dinas pendidikan Kabupaten Tegal tetap melaksanakan kegiatan MAPSI ini namun tentunya tidak secara offline, melainkan secara online. Dalam hal ini, siswa juga akan mendapatkan pengalaman dan ilmu baru yang nantinya akan bermanfaat di masa mendatang. Seperti kompetesi pada umumnya,  setiap siswa yang memiliki kreativitas yang tinggi pasti akan mendapatkan award (penghargaan) semacam piala atau sebagainya. Hal ini juga dapat menumbuhkan semangat siswa dalam berkarya.

Akhir-akhir ini SMP N 1 Margasari juga telah mengikuti salah satu lomba menggambar online yang diwakili oleh salah satu siswa di sekolah kami. Siswa tersebut bernama Firman Famungkas, seorang siswa laki-laki yang pandai dalam menggambar. Bagi Firman juga di saat pandemi seperti ini bukan penghalang untuk tetap semangat dalam berkarya. Selain mengharumkan nama sekolah, Firman juga bisa menjadi contoh bagi siswa lainnya.

Dalam menggambar sendiri, diperlukan imajinasi dan kreativitas yang tinggi. Karena Firman sudah terbiasa dalam kegiatan gambar menggambar jadi itu bukanlah hal yang sulit baginya. Dengan mengikuti ajang perlombaan seperti ini juga dapat meningkatkan kreativitas Firman dalam berkarya. Selain itu, Firman juga bisa mendapatkan pengalaman baru.

Bukan hanya mengikuti lomba menggambar saja. Banyak lomba-lomba lainnya yang dapat diikuti oleh siswa lain sesuai dengan bidang keahliannya. Sehingga mereka juga dapat meningkatkan kreativitasnya lewat beberapa kompetisi online yang diselenggarakan. Tujuan diadakannya kompetisi seperti ini diharapkan agar siswa-siswi Indonesia bisa maju dan berkarya. Serta melakukan hal-hal positif yang bermanfaat bagi semua orang.

Selain menambah kreativitas, berkarya juga dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah. Banyak orang-orang diluaran sana yang menjualbelikan karyanya dengan harga yang sangat fantastis. Oleh karena itu, kita harus bisa berkarya agar kelak karya kita dapat dikenal oleh banyak orang bahkan bisa sampai kancah internasional. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa kita dapat memperoleh keuntungan jika kita mau berusaha dalam mengasah bakat yang kita miliki melalui karya. (*)

Reporter: Olivia Aisyah, Dyah Nur Maulida, Siti Aisyarah

Editor: Farah Ramadhani Gunawan

Diposkan pada RESENSI BUKU

Resensi Novel “Galaksi”

a. Identitas Buku

Judul Novel : Galaksi
Pengarang : Ni Wayan Poppi Pertiwi
Penerbit : Coconut Books
Tebal : 492 halaman

b. Orientasi

Novel “Galaksi” dengan tema percintaan remaja ini diterbitkan tahun 2018 oleh penerbit Coconut Books. Novel karangan Ni Wayan Poppi Pertiwi atau yang kerap disapa Poppi, gadis kelahiran Bali 15 April tahun 2000 ini banyak digemari oleh remaja remaja karena genre yang disajikan sesuai dengan minat remaja zaman sekarang. Novel “Galaksi” menceritakan tentang Galaksi Aldebaran, sang tokoh utama pria digambarkan sebagai anak nakal yang merupakan pemimpin dari sebuah geng motor dengan nama Ravispa. Namun, setelah kemunculan Kejora Ayodhya, siswi cantik anggota Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) SMA Ganesha, Galaksi yang semula acuh tak acuh perlahan lahan menjadi tertarik dan akhirnya jatuh cinta kepada Kejora. Novel dengan tebal 492 halaman ini banyak memuat konflik-konflik remaja seperti percintaan, persahabatan, dan kekeluargaan ini tentunya juga memiliki banyak pesan yang bisa kita ambil sebagai pelajaran.

c. Sinopsis

Kisah dimulai saat pasukan murid lelaki berjaket hitam dengan lambang sayap emas burung elang keluar dari belakang sekolah. Suara derum sepeda motor dan klakson-klakson bergema di sepanjang jalan, memperkeruh suasana. Kejora yang mengamati dari pinggir jalan terkejut karena salah satu dari mereka menghampirinya. Kejora yang semulanya takut dan berpikir macam-macam jadi mengerutkan keningnya ketika cowok itu mengulurkan tangan sambil memegang topi miliknya. Kejora berani bertaruh pasti sudah banyak pasang mata memperhatikan mereka karena laki-laki ini adalah pemimpin geng besar gagah perkasa di sekolahnya. Cowok itu bertanya dengan suara berat apa benar ia adalah Kejora Ayodhya anak paskibra. Saat ingin mengucapkan terimakasih Kejora bingung karena dia tidak mengetahui nama cowok yang sudah mengembalikan topinya. Cowok itu menyebut namanya karena mengerti kebingungan Kejora. ‘Galaksi Aldebaran’. Setelah Kejora berterimakasih Galaksi bergumam bahwa sebentar lagi akan ada bentrok besar antara Ravispa geng dari SMA Ganesha dan Avegar dari SMA Kencana di jalan ini. Kejora mau tak mau terkejut saat mendengarnya. Begitu juga para siswi yang berdiri di belakangnya. Mereka yang awalnya terpesona dengan kehadiran Galaksi pun sama terkejutnya dengan Kejora. Galaksi kembali duduk di atas sepeda motor dan menghidupkannya. Ia memberi tanda kepada teman-temannya agar segera berangkat mengikutinya. Mereka mulai menjauh menuju ke satu sekolah yang selama ini menjadi musuh sekolahnya. Lelaki yang dibonceng Galaksi membawa kayu tinggi yang diikat dengan kain putih lebar bertuliskam nama Ravispa. Sebagai lambang bahwa mereka akan menyerang sesuatu.
Kejora berjalan memasuki area sekolah keesokan paginya. Gerombolan lelaki berjaket hitam bertuliskan Ravispa memasuki area sekolah. Suara klakson terdengar saling sahut-menyahut, mengisi setiap sudut sekolah. Mereka menjadi pusat perhatian di parkiran sekolah. “Ravispa” nama besar itu sudah tidak asing di SMA Ganesha. Geng Ravispa masih tetap berkibar sampai sekarang di bawah pimpinan Galaksi. Perkumpulan tanpa campur tangan sekolah itu adalah wadah bagi para murid lelaki pemberontak dan nakal di SMA Ganesha untuk berkumpul. Namun, ada juga murid perempuan yang ikut serta. Ada yang sering merokok, berkelahi, membolos, dan melanggar peraturan sekolah. Dari yang junior hingga senior pun ikut serta.
Galaksi yang hidup dengan dibeda-bedakan oleh orang tuanya membuat dirinya memiliki sifat yang keras termasuk kepada Kejora. Mereka selalu saja bertengkar walaupun hanya karena masalah yang sepele. Dari pertengkaran-pertengkaran kecil itulah yang menimbulkan bibit cinta di antara mereka berdua.

d. Analisis

Biasanya dalam beberapa novel romansa remaja memiliki tokoh utama pria dan wanita yang saling melengkapi. Namun berbeda dengan novel “Galaksi” karya Poppi Pertiwi yang sudah saya analisis ini, dalam novel ini kedua tokoh utamanya memiliki karakter yang sangat bertolak belakang, seperti Galaksi yang arogan menyatu dengan Kejora yang egois. Namun, terlepas dari semua itu pastinya dalam suatu hubungan ada tantangan yang harus mereka hadapi tentunya ini akan memunculkan banyak pertanyaan bagaimana keduanya bisa menghadapi berbagai tantangan dengan karakter mereka yang sangat bertolak belakang? Bagaimana juga mereka bisa menghadapi dari banyaknya kesalahpahaman yang ada?

e. Evaluasi (kelebihan dan kekurangan)

keunggulan dari novel ini adalah penempatan latar dan tokohnya. Latar yang disajikan penulis sangat menyesuaikan dengan selera remaja zaman sekarang. Tokohnya pun sama. Penulis menghadirkan tokoh-tokoh yang banyak diidamkan para kaum remaja. Sehingga novel ini memiliki gaya tarik tersendiri. Dari kedua keunggulan tadi, novel ini juga memiliki kekurangan yaitu pada penokohan, sifat atau karakteristik tokoh tidak patuh dicontoh karena sebagian dari ceritanya, tokoh banyak sekali melakukan adegan kekerasan dan juga bahasa yang digunakan penulis kepada tokoh juga kurang sopan dan penuh nilai negatif.

f. Penutup

Tak heran mengapa novel ini banyak sekali digemari oleh kalangan remaja, khususnya remaja SMA karena novel ini juga tidak menjelaskan tentang percintaan saja. Tetapi juga keluarga dan persahabatan. (*)

Reporter: Siti Aisyarah, Azulfa Tuzzahro, Aisya Ayurizka Kurnia Putri

Editor: Davina Septiani

Diposkan pada SASTRA

Aku dan Fisika

Oleh: Farah Ramadhani Gunawan

ENTAH mengapa siang ini, matahari begitu terik memancarkan sinarnya. Aku, Alana Carroline yang sedang mengantre di kantin tiba-tiba melihat seseorang yang sangat aneh. Dia terus saja mengecoh kepada teman-temannya bahwa suatu saat nanti dia pasti akan menciptakan sebuah robot yang sangat keren tetapi, teman-temannya justru tidak percaya kepadanya. Dengan suara lantang dan beraninya, dia berkata di depan semua orang yang berada di kantin, bahwa dia akan membuat sebuah robot yang  membuat namanya menjadi terkenal.

“Eh kalian tau nggak, tadi di kantin ada orang yang aneh banget, masa dia bilang dia bakal nyiptain robot sih. Hahahaha… Dia gak tau apa kalo nyiptain robot itu ribet banget. Mana bisa siswa kaya dia mampu buat robot, ” ucap Andre teman sekelas ku. “Hah masa sih? Berani banget dia ngomong kaya gitu di depan semua orang,” kata Angga. Aku yang mendengar semua orang menertawainya, secara spontan mengatakan, “Heh maksud kalian apa sih menghina dia? Orang dia  yang berusaha, kok kalian yang ribet.” Seketika suasana kelas pun hening sejenak.

 Bel pun berbunyi, tanda kelas sudah akan dimulai .

“Eh Lan, kok tumben banget sih kamu ngomong kaya gitu?” tanya Karina teman semejaku. “Ya gapapa, nggak kenapa tadi rasanya kesel, ada orang yang nertawain dia, ” jawabku. “Dia? Dia siapa sih?” tanya Karina. “Ah udahlah.Tuh gurunya udah dateng, ” jawabku spontan.

‘Kring… Kring… Kring’

Bel yang menandakan sekolah telah usai pun berbunyi. Aku dan teman sekelas pun beranjak siap-siap dan berdoa, lalu pulang.

“Eh, itu kan anak yang tadi di kantin, yang ngomongnya ga jelas ,” ucap seorang siswa yang berjalan di depanku. Tanpa pikir panjang aku pun langsung menghampiri orang yang buat keributan di kantin tadi.

“Halo kak. Kalo boleh tau, namanya siapa? Aku, Alana Carolline. Salam kenal, ” ucapku yang spontan mengarah kepada seorang laki-laki yg dibicarakan satu sekolah. “Namaku Rio Vernanda Putra. Tapi, kenapa kamu mau kenalan sama aku? ” ujarnya.

“Oh gak papa hehehe. Aku cuma pengin lebih mengenal Kakak aja. Btw kakak suka fisika ya?” tanyaku kepadanya. “Iya, aku emang suka banget sama fisika, ” jawabnya lembut kepadaku. Aku yang sudah banyak menyimpan pertanyaan untuknya dan bahkan belum meminta nomor nya dibuat harus bersabar karena jemputanya sudah menunggu di depan gerbang.

“Eh udah ada jemputan nih. Aku duluan ya, dadah,” ucap kak Rio dengan senyuman tipis yang membuat hatiku semakin penasaran kepadanya.

“Apakah kak Rio gak merasa sedih, karena dihina oleh satu sekolah?” Pertanyaan tersebut entah kenapa muncul di benakku. Tak lama kemudian, ojol yang kupesan datang dan akhirnya aku memilih untuk pulang daripada berpikiran gak jelas karena dia.

Sesampainya di rumah, aku kembali memikirkan dia. “Duh semoga besok bisa ketemu lagi, biar aku bisa minta nomor dia,” ucapku sambil memikirkannya.

Keesokan harinya aku melihat dia, dan secara tidak sadar kakiku melangkah menghampiri nya. “Kak, aku boleh minta nomor nya gak?” pintaku kepadanya. Seketika Rio langsung bertanya, “Untuk apa kamu minta nomor kakak?” Aku pun menjawab pertanyaanya, “Kakak kan suka fisika. Jadi, karena aku gak terlalu bisa fisika dan liat kakak yang optimis banget sama tujuan kakak buat bikin robot, aku jadi pengin lebih mengenal fisika dan barang kali bisa bantu Kaka meskipun sedikit sih, hehehe.” Akhirnya Rio pun memberikan nomornya kepada Alana.

Setelah beberapa Minggu kemudian, Alana dan Rio pun semakin akrab. Mereka bahkan sampai dijodoh-jodohkan oleh teman sekelas mereka.

‘Kring… Kring… Kring’

Bel sekolah berbunyi menandakan jam istirahat. Seluruh siswa berbondong-bondong meninggalkan kelas mereka. Ada yang menuju ke kantin, ada yang menuju ke perpustakaan, dll.

Saat perjalanan menuju ke kantin, Alana tak sengaja melihat Rio yang mengarah ke perpustakaan. ” Kak Riooo,” ucapku dengan sangat berani yang memanggil nama Rio dengan sangat kencang. Rio pun menoleh ke belakang, sambil berkata, “Oh Alana. Kenapa Lan? Ada yang bisa kakak bantu?”  Alana menjawab, “Kakak mau ke perpustakaan ya?” Rio pun menjawab, “Iya nih, kakak mau ke perpustakaan sekalian mau cari referensi tentang robot-robot.” Alana pun bertanya, ” Ikut boleh nggak Kak?” Rio pun mengiyakan permintaan Alana dan mereka pun pergi ke perpustakaan bersama.

Setelah beberapa hari kemudian, Rio berencana untuk membuat robot pertamanya. “Alana, Minggu nanti kamu sibuk gak?” tanya Rio kepada Alana. “Emm enggak tuh kak. Emangnya kenapa ya?” jawab Alana dengan kebingungan karena baru pertama kalinya Rio menanyakan pertanyaan seperti ini. “Kamu mau gak bantu kakak buat robot di rumah kakak?” tanya Rio sambil berharap Alana mengiyakan permintaanya itu. “Boleh kak,” jawab Alana. Seketika Rio pun langsung tersenyum dengan lebar sembari berterima kasih kepada Alana.

Hari Minggu pun tiba. Seperti janjinya, Alana membantu Rio membuat robot.

“Alana tolong kamu ambil itu dong,” ucap Rio sambil menunjuk sebuah sekrup yang terletak di atas meja. “Oke kak, siap, ” jawab Alana dengan ceria.

Tetapi sangat disayangkan, percobaan pertama mereka membuat robot gagal total hanya karena sebuah kesalahan saat merakit kabelnya.

“Yah gagal kan,” ucap Rio dengan nada sedih. “Gak papa kak, kan masih percobaan pertama, jadi wajar aja kalo gagal. Kita kan bisa buat lagi. Ayo semangat kak. Alana janji bakal bantuin Kakak kok,” ucap Alana sambil memberikan semangat kepada kakak kelasnya itu.

Setelah berhari-hari mereka memikirkan agar tidak terjadi kesalahan lagi saat membuat robot, mereka pun memutuskan untuk membuat ulang pada hari Minggu.

“Oke deh sip. Semoga ini benar dan kita berhasil membuatnya,” harap Rio. “Iya kak, semoga aja kita berhasil membuat robotnya ya, ” sahut Alana dengan nada ceria.

Hari Minggu yang mereka tunggu-tunggu akhirnya tiba. Kali ini mereka membuatnya dengan sangat teliti dan penuh konsentrasi agar tidak terjadi kesalahan seperti sebelumnya.

“Nah udah jadi nih Lan. Oke, mari kita coba semoga bisa gerak ya Lan,” harap Rio. Mereka pun mencoba robot yang baru mereka buat itu.

“Lan robotnya gerak nih,” ucap Rio spontan sambil tersenyum lebar. “Akhirnya kak, perjuangan kakak selama ini gak sia-sia dan kakak bisa buktiin sama semua orang kalo kakak akhirnya nyiptain robot, ” sahut Alana dengan eskpresi terharu.

Beberapa hari kemudian, sekolah memberi pengumuman bahwa akan diadakan sebuah kontes untuk memamerkan hasil karya siswa dan siswa yang akan mengikuti kompetisi itu diharapkan untuk mendaftarkan diri di Bu Oliv. Alana yang mendengar pengumuman itu pun langsung bergegas menuju kelas Rio untuk memberitahu kepadanya bahwa akan diadakan sebuah kompetisi hasil karya siswa. Rio yang baru mendengarnya pun menarik tangan Alana dan bergegas menuju Bu Oliv untuk mendaftarkan diri menjadi peserta kompetisi itu.

Akhirnya hari untuk kompetisi pun tiba. Semua peserta diharapkan untuk mendaftar ulang dan duduk di kursi yang sudah disiapkan panitia.

“Kak, kok Alana deg-degan ya,” ucap Alana. “Sama nih Lan, kakak juga deg-degan,” jawab Rio.

“Diharapkan untuk para peserta segera menduduki kursi masing-masing karena acara akan segera dimulai,” ucap panitia kompetisi tersebut.

Setelah beberapa peserta selesai mempresentasikan hasil karya mereka, tibalah saatnya Rio mempresentasikan hasil karyanya . Saat Rio melangkah menuju ke panggung, semua orang terheran-heran seolah tidak percaya bahwa itu adalah hasil karya Rio.

“Ini beneran nih hasil karya siswa SMP?” ucap seorang penonton. Namun, Rio terus melanjutkan presentasinya tanpa mempedulikan ucapan penonton itu.

Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Juri yang telah menilai semua hasil karya peserta akan segera mengumumkan pemenang kompetisi tersebut. Suasana pun menjadi hening seperti tidak ada kehidupan. Juri pun mulai membacakan pemenang kompetisi tersebut dari juara terakhir sampai juara pertama.

“Baik, sekarang juara pertama jatuh kepada, Rio dengan hasil karya robotnya yang super canggih. Mari kita berikan tepuk tangan untuk Rio,” ucap juri.

Semua orang bertepuk tangan untuk Rio. Rio dan Alana yang tidak percaya dan terharu pun secara tidak sadar meneteskan air mata.

“Untuk para pemenang harap menuju ke panggung untuk menerima penghargaan,” kata juri. Alana pun langsung menyuruh Rio mengusap air matanya dan segera menuju ke panggung. Juri pun memberikan penghargaan kepada para pemenang dan seluruh orang yang berada di sana bertepuk tangan dengan sangat meriah.

“Lan kakak gak mimpi kan? Ini kenyataan kan, Lan?” tanya Rio kepada Alana karena tidak percaya bahwa dirinya akan menjadi pemenang dalam kompetisi tersebut. “Iya kak. Kakak menang, robot kakak diakui oleh semua orang,” jawab Alana.

Tanpa pikir panjang Rio pun langsung memeluk Alana tanpa memperhatikan keadaan di sekeliling mereka.

“Makasih Lan. Pencapaian Kakak selama ini itu karena kamu yang udah support Kakak dan bantu kakak sampai di titik ini,” ucap Rio kepada Alana sambil mempererat pelukannya itu. “Iya kak sama-sama. Lagian ini semua kan usaha kakak sendiri , Alana cuma bantu sedikit kok hehehe,” jawab Alana. Setelah menerima penghargaan, mereka pun pulang ke rumah masing-masing.

Keesokan harinya, mereka jadi buah bibir di sekolah berkat pencapaiannya dalam kompetisi tersebut. Teman-teman Rio dan semua orang di sekolah yang awalnya menghina Rio pun meminta maaf kepadanya.

“Maaf ya Rio, waktu di kantin kita semua udah hina kamu,” ucap teman-teman Rio. Rio pun dengan besar hati memaafkan mereka dan hanya menganggap kejadian waktu itu sebagai sebuah candaan saja.

Beberapa bulan kemudian, hari kelulusan pun tiba yang menandakan semua siswa kelas 9 secara resmi lulus dari sekolah tersebut. Rio yang sedang mewakilkan seluruh siswa kelas 9 membacakan puisi dibuat kaget oleh suara tangisan seorang gadis. Seketika Rio pun berhenti dan berlari menuju Alana karena Rio sadar akan suara gadis tersebut. Semua orang yang berada di aula dibuat kebingungan oleh sikap Rio ini.

Saat Rio berlari mencari Alana, Rio bertemu Kirana dan dia memberi tahu Rio dimana posisi dan alasan kenapa Alana menangis. Rio yang sudah mengetahui posisi Alana kemudian berterima kasih kepada Kirana dan langsung berlari ke arah Alana. Di hadapan semua orang, Rio memeluk Alana sambil menenangkan adik kelas tersayang nya itu.

“Lan tenang Lan. Kakak cuma pergi dari sekolah ini doang kok, bukan hubungan kita. Jadi Alana harus tenang oke, ” ucap Rio dengan lembut. Alana yang mendengar perkataan Rio pun langsung menghentikan tangisannya karena sadar bahwa dia dan Rio sedang dilihat oleh semua orang.

“Iya kak Alana gak papa kok. Tuh lihat semuanya pada ngelihatin kita loh kak,” ujar Alana dengan pelan. Rio yang berhasil menenangkan Alana pun bergegas membawa Alana ke sebuah tempat dimana tidak ada seseorang pun disana.

“Lan kalo kakak punya salah sama kamu kakak minta maaf ya. Terus kalo kamu ada masalah ceritain semuanya ke kakak, kakak pasti bantu kok,” ucap Rio kepada Alana sambil memegang tangan adik kelasnya itu.

“Iya kak. Sekali lagi makasih ya kak karena kakak udah ada di samping Alana. Dan selamat hari kelulusan kak,” jawab Alana sambil tersenyum manis yang membuat Rio tersipu malu melihatnya. 

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, acara kelulusan pun sudah hampir selesai. Semua siswa kelas sembilan berfoto bersama untuk dijadikan sebuah kenangan. Tidak ingin kesempatannya hilang, Rio mengajak Alana untuk berfoto bersama saat itu juga. Sampai akhirnya mereka pun tersenyum bahagia hingga acara tersebut selesai. (*)

Vas Bungaku, Kreativitasku

Oleh: Firda Tri Rakhmawati

Virus corona yang melanda

tak menyurutkan semangatku

Vas Bungaku…

Kau adalah hasil kreativitasku

yang terbuat dari kayu

Vas Bungaku…

Bentuk mu indah nan berseri

seakan tersenyum padaku

Menarik mataku

untuk terus memandangimu

Oh Vas Bungaku…

Sungguh cantik warnamu

Tempelan bunga

menambah elok rupamu

Tak kan pernah ku berpaling

dari keindahan bentukmu

Vas Bungaku…

Kau adalah penghias dinding rumahku

penghias dinding ruang tamu

Kan ku jaga

sampai akhir hayatku

Kan ku rawat

sampai akhir hidupku

Vas Bungaku…

Kau tak kan pernah tergantikan

Tak kan hilang dari memoriku

Vas Bungaku…

Aku sangat menyayangimu

Terimakasih vas Bungaku

Kau sudah mengisi kekosongan ruang tamuku

Diposkan pada PROFIL

Mengenal Lebih Dekat dengan Sang Motivator

BEKERJA sebagai pendidik adalah pengabdian tanpa batas. Itu pulalah yang melatarbelakangi tekad Agus Budiyanto untuk memilih menjadi guru sebagai profesinya.

Bukan tanpa alasan, Agus Budiyanto memilih untuk mengabdikan separuh hidupnya hingga saat ini untuk mengajar. Pria lulusan Universitas Terbuka Jakarta itu tahu betul untuk memutuskan menjadi guru bukan perkara mudah. Namun, karena tekadnya yang begitu kuat akhirnya beliau menjadi guru pada tahun 1984.

Pria kelahiran 1 Agustus 1962 ini merupakan anak pertama dari lima bersaudara. Dia sekarang tinggal bersama istrinya, di Desa Pakulaut RT 02 RW 05, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. Istri Agus Budiyanto bernama Tati Subagianti, dia adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka dikaruniai empat anak. Anak sulung mereka pernah kuliah di UNNES (Universitas Negeri Semarang) dan sudah bekerja. Anak kedua di D3 Dinas Kesehatan Poltekkes jurusan analis kesehatan, yang ketiga kuliah di UAD (Universitas Ahmad Dahlan) dan sudah lulus, lalu mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang guru di SMP Muhammadiyah, dan anak bungsu mereka masih menggeluti kursi sekolahnya di pondok pesantren Yogyakarta.

Perjalanan karier Agus Budiyanto sangat menarik. Dia sudah mengajar di SMP Negeri 1 Margasari selama 37 tahun, dari tahun 1984 sampai sekarang. Dia memulai kariernya dengan menjadi guru biasa. Pada tahun 1998 menjadi guru inti Kabupaten Tegal sampai tahun 2005. Tahun 2010 meraih juara 1 guru berprestasi atau guru teladan tingkat Kabupaten Tegal. Tahun 2014 pernah menjadi juara 1 pembina upacara tingkat karisidenan Pekalongan yang tempatnya di Pemalang. Tahun 2015 pernah menjadi pembina upacara terbaik tingkat Kabupaten Tegal. Tahun 2016/2017 pernah mengikuti seleksi kepala sekolah dan lolos di tingkat kabupaten dan seleksi di tingkat nasional tidak lolos, sehingga menjadi guru biasa.

Menurut Agus Budiyanto suka duka selama mengajar di SMP Negeri 1 Margasari itu lebih banyak  sukanya, karena anak-anaknya yang baik dan rajin. Dukanya, ketika ada  beberapa anak yang bandel tidak mengerjakan tugas dan melanggar aturan. Namun, Agus Budiyanto sangat menikmati profesinya menjadi seorang guru.

Pesan dari Agus Budiyanto untuk  siswa-siswi SMP Negeri 1 Margasari yaitu untuk tetap semangat belajar di mana pun dan kapanpun, bukan hanya ketika di sekolah saja, tetapi ketika di luar sekolah juga, misalnya di rumah, kita pun harus semangat belajar sesuai dengan apa yang diajarkan di sekolah serta, harus rajin mengerjakan tugas yang diberikan oleh bapak/ibu guru , menghormati guru, orang tua, dan orang lain. Agar ilmu yang kita dapatkan menjadi berkah.

Harapan Agus Budiyanto untuk SMP Negeri 1 Margasari supaya lebih maju dan lebih berprestasi, serta mempertahankan, dan meningkatkan kelebihan SMPN 1 Margasari sebagai SSN (Sekolah Standar Nasional). (*)

Reporter: Bening Setara Wulan, Firda Tri Rakhmawati

Editor: Intan Fajar Gemilang

Diposkan pada BERITA SEKOLAH

Kreativitas Siswa Tak Terganggu, Meski Ekstrakurikuler Seni Tari Terhenti Selama Pandemi

PANDEMI bukanlah penghalang untuk menghasilkan sebuah karya. Salah satunya melalui seni tari. Banyak sekali siswa-siswi SMP Negeri 1 Margasari yang mempunyai bakat di bidang tari. Upaya untuk mengembangkan bakatnya yaitu dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni tari di sekolah.  

Sebelum adanya pandemi covid-19, kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Margasari dilaksanakan setiap hari Selasa setelah KBM (kegiatan belajar mengajar) dari pukul 14.00-16.00 di ruang multimedia. Ekstrakurikuler seni tari dapat dilakukan di mana pun asalkan ruangan tersebut kosong dan tidak membatasi gerakan, dapat juga di lapangan jika diperlukan praktik. Namun, dengan adanya pandemi covid-19 semua kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Margasari terhenti, termasuk kegiatan ekstrakurikuler seni tari.

“Kalau diizinkan oleh sekolah, dinas, dan tingkat yang lebih tinggi, ekstrakurikuler seni tari akan berjalan kembali semester genap, ” kata pak Arief, saat diwawancarai Rabu(8/9). Pak Arief juga mengatakan bahwa tujuan di adakannya ekstra tari adalah meningkatkan kreativitas siswa-siswi dalam bidang seni tari dan bisa mendalami seni tari ketingkat yang lebih tinggi.

Seni tari di SMP Negeri 1 Margasari banyak memiliki prestasi, di antaranya pada tahun 2018 siswa-siswi SMP Negeri 1 Margasari pernah meraih juara 1 tari dalam kegiatan Jambore cabang Kabupaten Tegal, juara 2 FLS2N, menjuarai lomba cipta karya tari tingkat Kabupaten Tegal, dan akhirnya mewakili Kabupaten Tegal dalam menampilkan tariannya di Solo.

Salah satu bentuk kreativitas siswa dalam seni tari yaitu bisa mengeksplorasi gerak yang diwujudkan dalam gerak tari. Pak Arief mengatakan bahwa seni tari dapat dijadikan sebuah karya karena di dalam seni tari itu sendiri terdapat nilai estetika, yang artinya nilai keindahan. Setiap nilai keindahan mempunyai poin-poin tertentu yang dituangkan ke dalam sebuah tari.

Membangkitkan kreativitas siswa-siswi dalam seni tari bisa dilakukan dengan berbagai alternatif. Misalnya olah tubuh yang merupakan dasar memancing siswa-siswi untuk berkreasi. Cara menarik simpati siswa-siswi supaya tertarik dengan ekstrakurikuler tari yaitu menampilkan hasil dari pembelajaran ekstrakurikuler seni tari yang berupa tarian di depan siswa-siswi, supaya berminat mengikuti ekstrakurikuler seni tari. Pak Arief berkesimpulan bahwa, berkarya melalui gerakan tari bisa dilakukan di mana pun, dengan siapa pun, dan kapan pun.

Pentingnya seni tari tidak hanya untuk lomba atau kompetisi, tetapi juga dapat mengaktifkan kreativitas siswa-siswi dalam bidang tari, dapat juga mewujudkan mimpi siswa-siswi yang berkeinginan mengikuti lomba seni tari. Ekstrakurikuler seni tari juga penting untuk melestarikan budaya berupa tarian agar tidak mudah ditelan zaman.

Ekstrakurikuler dalam suatu sekolah itu sangat penting karena dapat mengembangkan bakat siswa-siswi di segala bidang yang diinginkan masing-masing. Ekstrakurikuler seni tari juga penting untuk mengembangkan bakat siswa-siswi yang beminat dalam seni tari. Seni tari juga dapat melatih kepercayaan diri siswa-siswi untuk tampil di hadapan orang banyak. Jika di sekolah tidak terdapat ekstrakurikuler seni tari, siswa-siswi yang mempunyai bakat dalam bidang seni tari tidak bisa berkembang dalam lingkungan sekolah.

Jika di sekolah tidak terdapat ekstrakurikuler seni tari, siswa-siswi yang mempunyai bakat dalam bidang seni tari tidak bisa berkembang dalam lingkungan sekolah. Selain itu, siswa-siswi juga akan kehilangan kesempatan untuk menunjukan potensi mereka. Seni tari juga dapat melatih kepercayaan diri siswa-siswi untuk tampil di hadapan orang banyak.

Pesan dari pak Arief untuk kegiatan ekstrakurikuler seni tari yaitu siswa-siswi agar lebih konsisten dan lebih semangat dalam mengikuti kegiatan ini untuk meningkatkan prestasi siswa-siswi di bidang tari. Selain pesan, ada juga harapan dari pak Arief untuk ekstrakurikuler seni tari agar lebih maju dan berkembang. (*)

Reporter: Hanan Musyaffa, Davina Septiani, Aisya Ayurizka Kurnia Putri 

Editor: Hanan Musyaffa

Diposkan pada TIPS

Stop! Penggunaan Masker Scuba

BELUM usainya tanda-tanda penyebaran Covid-19, menuntut kita untuk tetap menerapkan prokes (protokol kesehatan) yang ketat. Salah satunya adalah penggunaan masker yang bisa mencegah terjadinya penularan virus yang mematikan ini.

Apalagi saat ini sekolah-sekolah di Kabupaten Tegal sudah mulai melakukan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) terbatas. Seperti yang tampak di SMPN 1 Margasari, Senin (19/9), semua siswa, guru, maupun warga sekolah lainnya diwajibkan mengenakan masker.

Masker dibentuk berupa-rupa macam bertujuan untuk menarik perhatian para konsumen, supaya para konsumen tidak bosan akan bentuk masker yang itu-itu saja. Namun, kembali ke semula, kita harus menjaga kesehatan diri sendiri supaya terhindar dari virus corona ini.

Soal masker, ternyata masih banyak di antara siswa yang belum tahu persis kegunaannya. Padahal saat ini sudah banyak dijumpai berbagai masker yang dijual bebas, seperti masker medis, masker kain, masker scuba, dan lain-lain.

Nah, tahukah kamu jenis masker scuba?

Masker scuba adalah masker yang terbuat dari kain neoprene. Masker scuba ini banyak digunakan oleh masyarakat lantaran tidak membuat sesak saat bernapas walaupun memakai masker scuba. Selain bermotif menarik, harga satu masker scuba ramah di kantong. Padahal masker scuba ini tidak efektif untuk mencegah penularan corona di saat ini.

Lalu masker scuba hanya memiliki 5% perlindungan yang artinya tidak efektif untuk digunakan, apalagi kain yang berjenis bahan tipis dan hanya memiliki satu lapisan, yang tidak disarankan untuk digunakan menangkal penularan virus corona.

Penyebaran covid-19 ini memungkinkan banyaknya masker yang diperjual-belikan dengan harga yang murah, masyarakat belum mengerti bahwa virus ini adalah virus mematikan. Di stasiun televisi pun pernah ditayangkan bahwa penggunaan masker scuba ini sudah tidak boleh dipergunakan lagi.

Namun, masih saja ada banyak pedagang yang menjual masker ini karena zaman seperti saat ini yang sangat dibutuhkan hanyalah masker, mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan masker yang sedang trend tanpa mempedulikan kesehatan dirinya sendiri. Terlepas dari masker scuba, kita tidak boleh lupa untuk menjaga jarak sekitar satu meter.

Para tenaga medis menyarankan kepada masyarakat untuk mengganti masker scuba ke masker bedah ataupun masker kain. Walaupun masker scuba dan masker kain bisa dicuci dan dipakai ulang. Namun, masker kain lebih efektif dikarenakan masker ini berlapis dua, sedangkan scuba hanya berlapis satu.

Selain itu, masker scuba dan masker kain sama-sama bisa menyerap keringat, tetapi jika masker sudah terserap oleh keringat itu tidak dapat digunakan kembali. Harus diganti  dengan yang bersih. Selain itu, masker basah bisa menyebabkan gangguan pernafasan.

Alangkah lebih baik jika mendouble masker supaya lebih aman untuk melindungi dari virus corona. Bagaimana cara mendouble masker?

Nah, untuk mendouble masker, dibutuhkan dua buah masker yaitu masker medis dan masker kain, cara penggunaannya pun lumayan simpel, pertama kita memakai masker medis, lalu disusul dengan masker kain, berbeda lagi jika kita sudah menggunakan KN95, masker ini dianggap cukup efektif dan tidak perlu untuk mendoublenya lagi karena memiliki lapisan yang cukup tebal.

Apakah ada tempat yang benar-benar mewajibkan untuk mendouble masker?

Tentu ada, Jika ingin mendouble masker, kita harus melihat keadaan di lingkungan sekitar, jika berada di rumah sakit, puskesmas, dan tempat pelaksanaan kesehatan lainnya diharapkan kita mendouble masker. Mengapa demikian? Karena pusat-pusat tersebut menampung banyak orang yang sakit. Sehingga satu masker saja belum tentu aman. Manfaat mendouble masker ini kemungkinan terpapar virus coronanya lebih kecil dan mengurangi angka kematian.

Jadi, pemerintah menegaskan seluruh masyarakat untuk memakai masker medis di lapisan dalam dan luar dengan tujuan mencegah penularan covid-19. (*)

Reporter: Dyah Nur Maulida, Andin Luthfia Nabila, Dewi Padmi Listiani

Editor: Farah Ramadhani Gunawan

Diposkan pada KEARIFAN LOKAL

Jatilawang, Legenda di Balik Pohon Jati di Tepian Tegal-Purwokerto

ADA sebuah pedukuhan di Desa Jembayat Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal yang memiliki nama unik, yaitu Dukuh Jatilawang. Namun, tahukah kalian ada misteri tersembunyi mengenai asal usul Dukuh Jatilawang lho?

Dahulu kala, ada pohon jati yang berbentuk seperti pintu atau dalam bahasa Jawa disebut lawang. Pada tahun 2012 pohon jati tersebut tersambar petir dari bawah, sehingga akar-akarnya menjadi kropos dan sudah ditumbuhi pohon bulu yang seperti beringin, lalu akar keropos atasnya menjadi berat.

Pada tahun 2013 pohon tersebut roboh, tetapi sisa kayunya masih ada, lalu dibuat prasasti pada tahun 2021 ini. Prasasti ini dibuat untuk generasi yang akan datang. Tujuannya agar mereka tahu bahwa ada pohon jati aneh yang bentuknya seperti lawang (pintu).

Dulu di tempat tersebut dijadikan tempat untuk sedekah bumi, maksudnya setiap bulan Muharam atau tahun baru Hijriyah. Setiap hari Sabtu dan Minggu ke-1 atau ke-2 diadakan syukuran yang dinamakan sedekah bumi.

Tiga atau tujuh hari sebelumnya, ada acara keliling desa yang dilakukan para sesepuh desa sambil membaca tahlil atau zikir dengan berjalan kaki untuk memohon kepada Tuhan agar masyarakatnya diberi keselamatan, kesehatan, dan juga rezeki.

Selain sarana untuk sedekah bumi, tempat itu juga kadang mengadakan pagelaran wayang kulit atau wayang golek dengan tujuan untuk melestarikan budaya. Tetapi seiring berjalannya waktu, generasi sekarang sudah banyak yang mengabaikannya.

Sebelum pohon jati roboh, dulu dirawat oleh seseorang yang biasanya dijuluki juru kunci. Tugasnya membersihkan lingkungan dan menerima tamu dari luar daerah. Juru kunci tersebut juga sering mendoakan beberapa keinginan orang yang memiliki tujuan tersendiri.

Selain pohon jati yang memiliki bentuk seperti lawang, ternyata ada hal menarik lain yang menjadi ciri khas Dukuh Jatilawang. Yaitu Bendungan Parakan Kidang.

Bendungan ini dibangun oleh warga Belanda pada tahun 1911, lalu pertama kali diperbaiki oleh PT Karangtempel dari Semarang pada tahun 1972. Perbaikan kedua pada tahun 2016, lalu perbaikan ketiga pada tahun 2018.

Bendungan ini mampu mengairi sawah di desa-desa yang ada di Kecamatan Margasari. Dulu di Parakan Kidang dan sekitarnya, terdapat hutan dan aliran sungai, sehingga kerap dijadikan tempat untuk berkembangbiaknya kijang.

Itulah mengapa kemudian bendungan itu dinamakan Parakan Kidang. Namun, saat ini kijang-kijang tersebut sudah mulai punah, karena habitatnya sudah tidak mendukung lagi serta banyaknya perburuan liar.

Bagaimana teman, setelah membaca asal usul Dukuh Jatilawang, apa yang bisa kita pelajari dari legenda ini? Ternyata sangat penting bagi kita untuk menjaga lingkungan dan melestarikan budaya kita agar tidak cepat punah ditelan kemajuan zaman. (*)

Reporter: Olivia Aisyah, Azulfa Tuzzahro

Editor: Hanan Musyaffa

Diposkan pada PENELITIAN SEDERHANA

Keren, Siswa SMP Negeri 1 Margasari Daur Ulang Sampah Plastik Menjadi Minyak Tanah

PIROLISIS – Salah seorang siswa SMPN 1 Margasari sedang melakukan pirolisis yakni pemisahan senyawa kimia melalui pemanasan suhu tinggi menggunakan wadah bekas, Rabu (22/9) lalu. (foto: farah ramadani)

BICARA tentang sampah, tidak ada seorang pun di dunia yang menyukainya. Namun, dalam hidup, kita tidak akan pernah lepas dari sampah.

Manusia adalah makhluk penyumbang sampah terbesar di dunia. Berdasarkan penelitian, Indonesia menyumbang sampah 4,8 juta per tahunnya.

Sampah merupakan sisa-sisa pembuangan dari limbah rumah tangga, industri, dan sebagainya. Sampah plastik misalnya, kebanyakan berasal dari sisa limbah rumah tangga. Ironisnya, sampah plastik sangat susah terurai, bahkan sampai ratusan tahun secara alamiah tidak akan terurai sempurna.

Namun, sebenarnya sampah plastik bisa dimanfaatkan untuk membuat BBM melalui proses pirolisis. Pirolisis adalah proses pemisahan senyawa kimia melalui pemanasan suhu tinggi.

Setelah membaca beberapa referensi tentang pirolisis, beberapa siswa SMP Negeri 1 Margasari merasa tergelitik untuk melakukan percobaan sederhana. Yakni mengubah sampah plastik menjadi BBM.

Kegiatan ini dilakukan di tengah kejenuhan menjalani Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang entah kapan akan berakhir. Percobaan pertama ini dilakukan, Rabu (22/9), di bawah bimbingan guru pembimbing penelitian sains, Agus Umar Hakim,.

“Percobaan ini dilakukan untuk  membuktikan teori pirolisis, ” ujar Pak Agus Umar, yang juga guru bahasa indonesia.

Agus Umar mengatakan teori pirolisis adalah proses pemisahan senyawa kimia atau dekomposisi senyawa kimia melalui pemanasan suhu tinggi/pembakaran dalam ruang tertutup. Adapun teori yang digunakan dalam percobaan ini adalah teori pirolisis, destilasi, pengembunan, dan penyubliman.

Lebih jauh, Agus mengatakan, jika percobaan ini diltindaklanjuti dalam skala pekerjaan yang lebih luas lagi, maka akan dapat menjawab persoalan perlik sampah plastik di sekitar kita.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk melalukan percobaan ini, yaitu sampah plastik kering, kaleng bekas, pipa kecil, selang plastik kecil, lem, amplas, dan cutter. Langkah-langkahnya, yaitu beri lubang pada kaleng bekas sesuai diameter selang, amplas lubang yang sudah dibuat, lalu masukkan pipa ke lubang tadi.

Sambungkan selang pada pipa kecil tadi, beri lem di sekeliling kaleng yang sudah dipasangi pipa dan tunggu sampai lem mengering sekitar 10 menit. Sambil menunggu lem kering, carilah sampah plastik yang sudah kering, kemudian masukkan sampah-sampah ke dalam kaleng sampai penuh.

Jika sudah penuh, tutup kaleng sampai rapat, kemudian letakkan kaleng di atas kompor, tunggu plastik hingga meleleh sekitar 10 menit. Dalam percobaan kali ini, kami mengalami sedikit kendala karena ternyata selang yang digunakan juga ikut meleleh saat proses pemanasan.

“Hal ini dikarenakan antara sambungan pipa dan selang plastik tidak diberi pendingin,” terang Agus Umar.

Percobaan daur ulang sampah plastik yang diinisiasi siswa siswi SMP Negeri 1 Margasari mendapat dukungan Kepala SMP Negari 1 Margasari, Nur Salim. Dia memberi saran agar setiap kelas bisa mendukung kegiatan ini, dengan cara memisahkan sampah organik dan sampah anorganik.

Sampah organik bisa dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos, sementara sampah anorganik dapat dimanfaatkan untuk membuat bahan bakar minyak (BBM). Nur Salim menambahkan apabila kegiatan ini dilakukan secara sungguh-sungguh, tidak mustahil sekolah akan menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lainnya. (*)

Reporter: Firda Tri Rakhmawati, Farah Ramadhani Gunawan

Editor: Intan Fajar Gemilang